Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

MAKNA FILOSOFIS SUNTIANG SEBAGAI HIASAN KEPALA TRADISIONAL WANITA MINANGKABAU Husni, Nurul Izzati; Riza, Yulfira
Studi Budaya Nusantara Vol. 6 No. 2 (2022): Studi Budaya Nusantara
Publisher : Studi Budaya Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Indonesia is a rich country. Indonesia not only has abundant natural wealth but also the richness of the diversity of tribes, cultures, nations, and languages adds to the wealth of Indonesia. These differences create unique diversity. Therefore, every nation has it's their customs and culture. In its implementation and use, it follows the prevailing traditions in the community where they live. Traditional clothing used by each region has its characteristics, one of which is indicated by traditional jewelry that carries its meaning and value. As for Minangkabau society, a woman when holding a wedding party (baralek) is given the title anak daro. At a wedding party, a anak daro wears traditional clothes with suntiang as traditional jewelry. Suntiang holds many philosophical values in it and symbolizes the greatness of the daro child. This paper aims to explain the meaning and philosophical value of suntiang for a woman who is getting married in Minangkabau. This research was conducted with a qualitative method that produces descriptive data and data collection techniques using library research techniques. The results of this study are known to the meaning and philosophical values contained in the Minangkabau suntiang.
Semiotika Michael Riffaterre Dalam Puisi Zahaba al-Mudawi Wa al-Mudawa Karya Abu Atahiyah Irfan, Muhammad; Riza, Yulfira
`A Jamiy : Jurnal Bahasa dan Sastra Arab Vol 12, No 2 (2023): Kajian Bahasa dan Sastra Arab
Publisher : Universitas Muhammadiyah Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31314/ajamiy.12.2.325-336.2023

Abstract

Semiotika adalah ilmu yang mengkaji tentang tanda-tanda. Salah satu teori semiotika tersebut adalah terdapat dalam puisi Abu Atahiyah yang berjudul ذهب المداوي و المداوى. Puisi tersebut menceritakan bahwa kematian akan datang kepada siapa saja. Puisi ini dipilih karena memiliki nilai estetika dan kompleksitas semiotik yang tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis semiotika Michael Riffaterre dalam puisi berjudul ذهب المداوي و المداوى karya Abu Atahiyyah. Penelitian ini juga bertujuan untuk mengetahui struktur dan makna yang terkandung dalam syair Abu Atahiyah tersebut. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan menggunakan pendekatan deskriptif-analitis untuk menganalisis puisi secara mendalam. Metode analisis yang digunakan adalah pendekatan semiotika Riffaterre, yang memfokuskan pada konsep "texte" dan "paratexte" dalam karya sastra. Hasil penelitian menunjukkan bahwa puisi ini mengandung berbagai lapisan makna dan kompleksitas semiotik. Puisi ini menggunakan bahasa metaforis dan simbolis untuk menyampaikan pesan-pesan yang tersembunyi. Dalam menganalisis syair dari Abu Atahiyah ini dilakukan pembacaan heurestik dan pembacaan hermeneutik. Saat pembacaan heurestik dilakukan pada puisi tersebut masih memiliki makna yang terpisah, tersebar. Setelah dibaca pada level kedua atau pembacaan hermeneutik serta dengan adanya matriks, model dan hipogram maka didapatilah makna dari sair Abu Atahiyah tersebut bahwa dia menceritkan dalam syairnya bahwa kematian akan datang pada siapapun saja, dan juga didapati arti dari judul syairnya adalah “orang yang mengobati dan orang yang berobat akan mati”. Penerapan konsep semiotika ini berimplikasi terhadap perspektif seseorang dalam membaca dan memahami karya sastra, dan memperkaya pengalaman seseorang dalam menikmati puisi secara holistik.
MANUSCRIPT DECORATIONS: ILLUMINATIONS AND ILLUSTRATIONS ON SOME EXISTING MANUSCRIPTS IN KERINCI Nurfalina, Yuliana; Hidayat, Ahmad Taufiq; Riza, Yulfira
Al-Tsaqafa : Jurnal Ilmiah Peradaban Islam Vol. 20 No. 2 (2023): Al-Tsaqafa : Jurnal Ilmiah Peradaban Islam
Publisher : Fakultas Adab dan Humaniora UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/al-tsaqafa.v20i2.27665

Abstract

ABSTRACTThis research is presented to examine the decoration contained in the manuscripts in Kerinci, because it is seen from the problem that in the development of civilization and the tradition of writing manuscripts it is common to change the form of illumination and illustration in manuscripts due to various factors which are the result of human creativity. For the method that the author uses in this research is using a qualitative method with a codicological approach, whose primary source focuses on several Kerinci manuscripts that have been digitized. Then for other sources this research is assisted by references such as books, articles, and other sources related to this study. The result of this paper is knowledge and description of the decoration on the manuscript in the form of illumination and illustration on several manuscripts found in the Kerinci region in the form of manuscript decoration and explanation of the meaning of the contents of the manuscript.Keywords: Decoration, Script, Illumination, Illustration, Kerinci. ABSTRAKPenelitian ini dihadirkan untuk menelisik hiasan yang terdapat pada naskah yang ada di Kerinci, dikarenakan dilihat dari persoalan bahwa dalam perkembangan peradaban dan tradisi penulisan naskah lumrah terjadi perubahan bentuk iluminasi maupun ilustrasi pada naskah karena disebabkan oleh berbagai faktor yang merupakan hasil dari kreativitas manusia. Untuk metode yang penulis gunakan dalam penelitian ini yaitu memakai metode kualitatif dengan pendekatan kodikologi, yang sumber primernya berfokus kepada beberapa naskah-naskah Kerinci yang sudah digitalisasi. Kemudian untuk sumber-sumber lainnya penelitian ini dibantu oleh referensi seperti buku, artikel, dan sumber lainnya yang berkaitan dengan kajian ini. Adapun hasil dari tulisan ini adalah pengetahuan dan deskripsi tentang hiasan pada naskah berupa iluminasi dan ilustrasi pada beberapa naskah yang terdapat di wilayah Kerinci yang berupa hiasan naskah dan penjelasan dari makna isi naskah.Kata Kunci:  Hiasan, Naskah, Iluminasi, Ilustrasi, Kerinci.
Women and War: Exposing Palestinian Women Resistance Through Literary Work Utami, Shinta Fitria; Riza, Yulfira; Nur Wijaya, Taufik Amin
Al-Uslub: Journal of Arabic Linguistic and Literature Vol. 8 No. 01 (2024): Al-Uslub: Journal of Arabic Linguistic and Literature
Publisher : Jurusan Bahasa dan Sastra Arab Fakultas Adab dan Humaniora UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30631/al-uslub.v8i01.176

Abstract

Warfare is often associated with masculinity, leading to the absence of women’s roles during times of war. This phenomenon also occurs in the Palestinian conflict, where narratives related to the resistance of Palestinian women are frequently overlooked. As a direct reflection of life, literary works capture the reality of Palestinian women’s resistance. Therefore, this research aims to expose the resistance of Palestinian women as reflected in an Arabic novel titled al-Ṭanṭūriyyah by Raḍwā ‘Āṣūr. This study is a library research with a descriptive analytical approach. It utilizes Hélène Cixous’s ideas regarding the binary opposition of patriarchy. The research data is derived from words, phrases, and sentences in the novel al-Ṭanṭūriyyah that narrate the resistance of Palestinian women. Data collection begins with intensive reading techniques to ensure a comprehensive understanding. Subsequently, the data is categorized according to the topics of discussion. The data analysis process involves contextual investigation to strengthen primary data through supporting literatures and scholarly articles. The research findings indicate that Palestinian women indeed live under the shadow of patriarchal culture. However, they also actively participate in resistance against Israeli occupation. Their resistance involves non-violent actions such as aiding war accommodations, writing, and engaging in protests. Additionally, they resist through military and political means
RECONSTRUCTING THE HADITH TRADITION OF MINANGKABAU: Bibliography, Codicology, and Intellectual Networks in the Surau Taram Manuscripts Afriadi, Afriadi; Saputra, Rafiko; Riza, Yulfira; Wendry, Novizal
RIWAYAH Vol 12, No 1 (2026): Riwayah : Jurnal Studi Hadis
Publisher : Ilmu Hadis, Fakultas Ushuluddin, Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/riwayah.v12i1.36163

Abstract

The intellectual tradition of Minangkabau demonstrates that surau served not merely as ritual spaces but also as intellectual institutions that played a vital role in the transmission, interpretation, and production of hadith knowledge. This study examines six hadith manuscripts from Surau Taram to reconstruct their bibliographical structure, codicological features, and epistemological significance within the wider Islamic scholarly networks of the Malay–Indonesian world. Employing a qualitative descriptive approach, the research combines manuscript metadata analysis, codicological examination of digital images, and thematic mapping based on the EAP352/5 collection of the British Library. The findings reveal that the manuscripts, written on eighteenth- and nineteenth-century European paper bearing Pro Patria and HNH watermarks, exhibit dense textual layouts, red-and-black rubrication, and pedagogical annotations, indicating their use as working texts in advanced hadith instruction. Thematically, they integrate discussions of fada’il, ethics, and ritual jurisprudence, reflecting a distinctive surau-based epistemology that differs from the traditions of Javanese pesantren and Acehnese dayah. These findings affirm the position of Surau Taram as a regional intellectual center linked to trans-local networks of Islamic scholarship. Furthermore, the study highlights the urgency of preserving these manuscripts through high-resolution digitization, codicological standardization, and future comparative research with manuscripts from the Haramain. Tradisi intelektual Minangkabau menunjukkan bahwa surau tidak hanya berfungsi sebagai ruang ritual, tetapi juga sebagai institusi intelektual yang memainkan peran penting dalam transmisi, interpretasi, dan produksi pengetahuan hadis. Penelitian ini mengkaji enam manuskrip hadis dari Surau Taram untuk merekonstruksi struktur bibliografis, karakteristik kodikologis, dan signifikansi epistemologisnya dalam jaringan keilmuan Islam yang lebih luas di kawasan Melayu–Indonesia. Dengan menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif, penelitian ini mengintegrasikan analisis metadata manuskrip, pemeriksaan kodikologis terhadap citra digital, serta pemetaan tematik berdasarkan koleksi EAP352/5 milik British Library. Temuan penelitian menunjukkan bahwa manuskrip-manuskrip tersebut, yang ditulis pada kertas Eropa abad ke-18 dan ke-19 dengan cap air Pro Patria dan HNH, menampilkan tata letak teks yang padat, rubrikasi merah–hitam, serta anotasi pedagogis yang mengindikasikan penggunaannya sebagai teks kerja dalam pengajaran hadis tingkat lanjut. Dari segi tematik, manuskrip-manuskrip tersebut memadukan pembahasan mengenai fada’il, etika, dan fikih ibadah, yang mencerminkan epistemologi khas berbasis surau yang berbeda dari tradisi pesantren di Jawa maupun dayah di Aceh. Temuan ini menegaskan posisi Surau Taram sebagai pusat intelektual regional yang terhubung dengan jaringan transregional keilmuan Islam. Selain itu, penelitian ini menyoroti urgensi pelestarian manuskrip-manuskrip tersebut melalui digitalisasi beresolusi tinggi, standardisasi kodikologi, serta pengembangan penelitian komparatif dengan manuskrip-manuskrip Haramain pada masa mendatang.