Claim Missing Document
Check
Articles

Found 32 Documents
Search

TINGKAT KEBERTERIMAAN TERJEMAHAN ISTILAH BUDAYA OSING: SEBUAH STUDI KASUS TERPANCANG Wiwin Indiarti; Wulan Wangi
Ranah: Jurnal Kajian Bahasa Vol 4, No 1 (2015): Jurnal Ranah
Publisher : Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/rnh.v4i1.22

Abstract

Artikel ini didasarkan pada penelitian yang menggunakan pendekatan deskriptif-kualitatif dengan disain studi kasus terpancang dan berorientasi pada produk penerjemahan. Tujuannya adalah menilai tingkat keberterimaaan terjemahan istilah budaya Osing (Using) yang terdapat pada 3 publikasi pariwisata dwibahasa yang secara resmi diterbitkan oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Banyuwangi berdasarkan ideologi yang dianut serta strategi penerjemahan yang diterapkan oleh penerjemah. Parameter yang dipakai untuk menilai tingkat keberterimaan diadopsi dari Instrumen Pengukur Tingkat Keberterimaan Terjemahan milik Prof. Nababan. Hasil studi menunjukkan bahwa terjemahan istilah budaya Osing ke dalam Bahasa Inggris dalam sumber data primer memiliki tingkat keberterimaan yang tergolong tinggi karena keberpihakan penerjemah terhadap budaya dan bahasa sasaran (pembaca sasaran/turis asing) yang dibuktikan dengan pilihan ideologi domestikasi dan strategi penerjemahan yang sesuai, yaitu transposisi (90 kali), sinonim (69 kali), padanan deskriptif (26 kali), penambahan-semantik (23 kali), penambahan-struktural (13 kali), penyusutan (11 kali), perluasan (10 kali), penghilangan (6 kali), terjemahan resmi (5 kali), analisis komponensial (2 kali) dan padanan budaya (1 kali). Secara lebih rinci penerjemahan 381 data primer menghasilkan 261 data (94,75%) yang tergolong berterima, 3 data (0,79%) kurang berterima, dan 17 data (4,46%) tidak berterima.
STUDENTS’ ERROR IN PRONOUNCING MONOPHTHONG VOWELS Wulan Wangi; Eka Citra Aprilliyanti
Fenomena Vol 18 No 2 (2019): FENOMENA: Jurnal Penelitian Islam Indonesia
Publisher : LP2M Universitas Islam Negeri Kiai Haji Achmad Siddiq Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35719/fenomena.v18i2.13

Abstract

Berbicara merupakan salah satu keterampilan penting pada aspek berbicara yang harus diperhatikan dalam berkomunikasi. Dalam proses belajar bahasa Inggris, banyak pelajar merasa kesulitan mengucapkan bahasa Inggris terutama pada pengucapan vokal. Sementara, pengucapan yang salah dapat mempengaruhi makna dan akan menyebabkan kesalahpahaman. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis jenis kesalahan dalam pengucapan vokal monofthong (monophtong vowels) dan menganalisis kesalahan vokal yang paling sering terjadi pada bahasa Inggris. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif kuantitatif dan metode cluster random sampling. Penelitian ini dilakukan di SMAN 1 GIRI dan responden adalah siswa kelas XI dengan jumlah responden sebanyak 68 siswa dari 2 kelas. Peneliti menggunakan tes lisan dan menggunakan rumus persentase untuk menganalisis data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jenis kesalahan yang sering dilakukan oleh siswa adalah penggantian dan penyisipan. Kemudian, kesalahan tertinggi yang paling salah diucapkan oleh mereka adalah dalam pengucapan / I / vokal dengan persentase total 97,06%. Siswa disarankan untuk banyak berlatih pengucapan dan para guru disarankan untuk memberikan contoh yang benar dalam mengucapkan kata-kata bahasa Inggris terutama dalam vocal monofthong kemudian memberikan lebih banyak latihan dan latihan kepada siswa. Speaking is one of the essential skills that must be considered in communicating. In learning English, many learners find it difficult to pronounce English, especially on the pronunciation of vowels. At the same time, wrong pronunciation can affect the meaning and cause misunderstanding. The purpose of this study was to analyze the types of errors in the articulation of monophthong vowels and the most frequent vowel errors in English. This study used a quantitative descriptive design and cluster random sampling method. This study was conducted in SMAN 1 GIRI, and respondents were students of Class XI, with the number of respondents as many as 68 students from 2 classes. Researchers used oral tests and used percentage formulas to analyze the data. The results showed that the types of mistakes students often make are replacement and insertion. Then, the highest error most mispronounced by them was in the pronunciation of / I / vowels, with a total percentage of 97.06%. Students are advised to practice pronunciation a lot, and teachers are advised to give correct examples in pronouncing English words, especially in vocal monophthong, then give more practice and practice to students.