Respatijarti Respatijarti
Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Published : 102 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

HERITABILITAS DAN KEMAJUAN GENETIK HARAPAN POPULASI F2 PADA TANAMAN CABAI BESAR (Capsicum annuum L.) Widyawati, Zuri; Yulianah, Izmi; Respatijarti, Respatijarti
Produksi Tanaman Vol. 2 No. 3 (2014)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Peningkatan produksi cabai besar dapat dilakukan dengan perbaikan bahan tanam melalui program pemuliaan tanaman. Kegiatan pemuliaan tanaman pada tanaman cabai besar diawali dengan meningkatkan keragaman genetiknya. Selain keragaman genetik perlu juga diketahui parameter genetik seperti heritabilitas dan estimasi kemajuan genetik yang akan dicapai. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui keragaman genetik, pendugaan nilai heritabilitas dan kemajuan genetik harapan pada populasi F2 tanaman cabai besar. Penelitian dilaksanakan di Desa Pandesari, Kec. Pujon, Malang pada bulan Maret – Agustus 2013. Percobaan menggunakan metode pengamatan single plant dengan menanam dua populasi F2 dan dua populasi F1. Jumlah tanaman pada masing-masing populasi F2 sebanyak 200 tanaman,  sedangkan pada populasi F1 sebanyak 20 tanaman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat keragaman genetik pada semua karakter kuantitatif yang diamati kecuali karakter panjang tangkai buah,diameter buah dan tebal daging buah, nilai duga heritabilitas tinggi pada semua karakter kuantitatif yang diamati kecuali karakter umur berbunga, bobot buah total dan umur panen, sedangkan nilai duga kemajuan genetik harapan tinggi pada semua karakter kuantitatif yang diamati kecuali karakter umur panen. Karakter kuantitatif yang memiliki nilai heritabilitas dan kemajuan genetik tinggi dapat dijadikan karakter seleksi. Kata kunci : cabai besar, populasi F2, heritabilitas, kemajuan genetik harapan
KERAGAMAN DAN HERITABILITAS 10 GENOTIP PADA CABAI BESAR (Capsicum annuum L.) Sari, Widya Paramita; Damanhuri, Damanhuri; Respatijarti, Respatijarti
Produksi Tanaman Vol. 2 No. 4 (2014)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam kegiatan pemuliaan, pada pengujian varietas-varietas baru untuk suatu lingkungan tertentu diperlukan plasma nutfah dengan keragaman yang luas dan informasi genetiknya, diantaranya adalah nilai duga heritabilitas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keragaman dan menduga nilai heritabilitas 10 genotip cabai besar. Penelitian dilaksanakan pada bulan Februari – Agustus 2013, di Kecamatan Pandesari, Kabupaten Pujon. Bahan yang digunakan dalam penelitian ini adalah 10 genotip cabai besar hasil penggaluran varietas lokal dan introduksi. Penelitian disusun dengan menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK). Hasil penelitian menunjukkan bahwa karakter umur berbunga, umur panen, jumlah buah per tanaman, bobot buah per tanaman, berat per buah, panjang buah, panjang tangkai buah, diameter buah dan tebal daging buah memiliki nilai KKG dan KKF rendah. Karakter kualitatif yang menunjukkan seragam ialah bentuk buah, warna buah muda dan warna buah masak, sedangkan karakter lainnya yaitu tipe pertumbuhan, warna batang, warna buku batang, warna mahkota, warna kepala sari, posisi putik saat bunga mekar dan bentuk ujung buah menunjukkan adanya keragaman dalam genotip. Karakter umur berbunga, umur panen, jumlah buah per tanaman, bobot buah per tanaman, berat per buah, panjang buah, panjang tangkai buah, diameter buah dan tebal daging buah memiliki kriteria heritabilitas tinggi. Kata kunci : cabai besar, KKG, KKF dan heritabilitas
PENGARUH TINGKAT KEMASAKAN BENIH TERHADAP PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI CABAI RAWIT (Capsicum frutescent L.) VARIETAS COMEXIO Darmawan, Adhytya Cahya; Respatijarti, Respatijarti; Soetopo, Lita
Produksi Tanaman Vol. 2 No. 4 (2014)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kualitas benih merupakan salah satu factor penting dalam budidaya tanaman. Salah satu benih cabai rawit yang memiliki produktivitas tinggi adalah varietas Comexio, namun dalam 2 tahun terakhir varietas ini mengalami kemunduran fisiologis, yakni daya tumbuh yang menurun. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui umur masak fisiologis yang tepat untuk mendapatkan benih yang memiliki vigor dan viabilitas tinggi dan pengaruh kemasakan benih terhadap produksi segar buah cabai rawit. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Januari – Desember 2013, di Desa Pandesari, Kecamatan Pujon, Kabupaten Malang. Bahan yang digunakan adalah benih cabai rawit varietas Comexio. Penelitian ini menggunkan 2 rancangan, untuk musim 1 berdasarkan perlakuan, yakni 35, 40, 45, 50, 55, dan 60 hari buah yang dipanen  setelah bunga mekar,  yang bertujuan untuk menghasilkan benih  dengan RAL, karena dilaksanakan di Laboratorium, dan musim 2 untuk menghasilkan buah segar menggunakan RAK. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kemasakan benih berpengaruh nyata terhadap kadar air, daya berkecambah benih, bobot 1000 butir, vigor, dan laju perkecambahan benih, namun tidak berpengaruh nyata terhadap parameter musim tanam 2, yakni umur berbunga, tinggi tanaman, panjang dan diameter buah, bobot perbuah, rata-rata jumlah buah setiap panen, dan rata-rata bobot buah setiap panen. Kata kunci: cabai rawit, kemasakan benih, vigor, viabilitas
UJI DAYA HASIL PENDAHULUAN DELAPAN GALUR F6 KAPAS (Gossypium hirsutum L.) SERAT WARNA COKLAT Muhammad Triant, Wahyu Nur; Purnamaningsih, Sri Lestari; Respatijarti, Respatijarti; Sulistyowati, Emy
Produksi Tanaman Vol. 3 No. 2 (2015)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kapas (Gossypium hirsutum L.) merupakan salah satu tanaman penghasil serat yang memiliki nilai ekonomis cukup tinggi. Sebagian besar permintaan serat oleh industri Tekstil dan Produk Tekstil  >99% bahan baku berupa serat masih di impor dari negara-negara penghasil serat (BPS, 2010). Kelebihan kapas serat warna coklat yaitu warna seratnya bisa lebih tahan terhadap pencucian, tidak mudah pudar oleh sinar ultra violet, dan tidak memerlukan proses pewarnaan secara kimia. Penelitian dilaksanakan pada bulan Maret sampai September 2012 di kebun percobaan Karangploso, Balai Penelitian Tanaman Pemanis dan Serat. Percobaan ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK), terdiri dari 8 galur F6 dengan 2 (dua) ulangan. Parameter yang diamati antara lain tinggi tanaman, jumlah cabang vegetative, generative, bulu daun, jumlah buah, panen dan potensi hasil per hektar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 8 galur yang diuji tidak memberikan perbedaan pada tinggi tanaman, jumlah cabang vegetatif, dan generatif.  Perbedaan nyata terdapat pada jumlah buah, bulu daun dan hasil (kg/30 m2). Galur yang memiliki hasil tinggi dan berserat coklat adalah K1 (06063/3). Kata kunci: Kapas Serat Coklat, Galur F6, Sinar Ultra Violet, Tektil dan Produk Tekstil
SELEKSI SIFAT KETAHANAN TANAMAN CABAI BESAR (Capsicum annuum L.) PADA POPULASI F2 TERHADAP PENYAKIT LAYU BAKTERI (Ralstonia solanacearum) Ningtyas, Dina Ayu; Basuki, Nur; Respatijarti, Respatijarti
Produksi Tanaman Vol. 3 No. 8 (2015)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu penyebab tidak tercapainya potensi hasil cabai adalah karena serangan hama dan penyakit. Layu bakteri (Ralstonia solanacearum) merupakan penyakit utama yang menyerang pertanaman cabai. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mempelajari sifat ketahanan tanaman cabai besar populasi F2 terhadap penyakit layu bakteri dan menyeleksi individu tanaman cabai besar populasi F2 dengan sifat tahan terhadap penyakit layu bakteri dan potensi hasil tinggi. Penelitian dilaksanakan di Desa Patok, Pujon-Malang pada bulan Januari - Juni 2014. Penelitian menggunakan sistem tanam tunggal (single plant). Bahan tanam yang digunakan adalah tiga populasi F2 dan empat genotip parental tanaman cabai besar. Adapun populasi F2 yakni PBC 473 x Randu, 02094 x Randu, Jatilaba x Randu sedangkan genotip parental yakni Jatilaba, PBC 473, Randu dan 02094. Hasil penelitian menunjukkan 02094 x Randu merupakan populasi F2 dengan kenampakan gejala serangan penyakit tercepat dan intensitas tanaman terserang tertinggi bila dibandingkan dengan populasi PBC 473 x Randu dan Jatilaba x Randu. Nilai duga heritabilitas berdasarkan karakter ketahanan terhadap penyakit layu bakteri pada populasi F2 adalah rendah. Nilai duga heritabilitas dan kemajuan genetik berdasarkan karakter potensi hasil pada populasi F2 adalah tinggi. Kata kunci: Cabai Besar, Ketahanan, Layu Bakteri dan Ralstonia solanacearum
UJI KETAHANAN 14 GALUR CABAI BESAR (Capsicum annuum L.) TERHADAP PENYAKIT ANTRAKNOSA (Colletotrichum spp) DAN LAYU BAKTERI (Ralstonia solanacearum) Palupi, Hendra; Yulianah, Izmi; Respatijarti, Respatijarti
Produksi Tanaman Vol. 3 No. 8 (2015)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Permasalahan pada tanaman cabai (Capsicum annuum L.) adalah penyakit antraknosa dan layu bakteri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat ketahanan 14 galur cabai terhadap penyakit antraknosa, layu bakteri dan karakter komponen hasil. Penelitian dilaksanakan di desa Gesingan, kecamatan Pujon, kabupaten Malang pada bulan Januari – Juli 2014. Bahan yang digunakan adalah 14 galur cabai besar asal dari lokal dan Introduksi. Penelitian disusun menggunakan Rancangan Acak Kelompok. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, kejadian penyakit layu bakteri pada masing-masing galur memiliki kriteria tahan dengan kisaran 3,33 %-13,06 %. Untuk penyakit antraknosa galur yang memiliki kriteria moderat yaitu galur 119.1.4 (21,63) dan 114.11.5. (20,20 %). Kemudian kriteria tahan terdapat pada galur 118.6 (10,72 %) dan 053.30.6 (10,13 %). Kriteria sangat tahan dengan rerata kejadian penyakit yang terendah yakni galur 055.1 (1,14 %). Karakter Komponen hasil tertinggi untuk panjang buah; diameter buah; panjang tangkai buah; bobot/buah; bobot buah/tanaman dan jumlah buah/tanaman berturut-turut terdapat pada galur 116.7.2 dan galur 051.20.1. Uji ketahanan penyakit antraknosa dan layu bakteri menunjukkan kriteria ketahanan yang berbeda pada galur yang diuji. Kata kunci: Cabai besar, Galur, Antraknosa, Layu Bakteri, Komponen Hasil.
KERAGAMAN GENETIK DAN TINGKAT STERILITAS TEPUNG SARI PADA 50 GENOTIP PADI CALON GALUR MANDUL JANTAN Amelia, Mesi; Respatijarti, Respatijarti; Basuki, Nur
Produksi Tanaman Vol. 4 No. 2 (2016)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Padi hibrida yang dilepas di Indonesia dirakit dengan menggunakan sistem tiga galur yaitu galur mandul jantan (GMJ atau galur A), galur pelestari (maintainer atau galur B) dan tetua jantan yang sekaligus berfungsi sebagai pemulihan kesuburan (restorer atau galur R). Galur Mandul Jantan (GMJ) atau Cytoplasmic Male Sterile (CMS) adalah satu komponen yang penting dalam perakitan padi hibrida. Penelitian ini bertujuan : 1. Untuk mengetahui keragaman genetik pada 50 genotip calon galur mandul jantan (GMJ), 2. Untuk mengetahui tingkat sterilitas tepung sari pada 50 genotip calon galur mandul jantan (GMJ), 3. Untuk mengetahui calon GMJ terbaik berdasarkan pengamatan kuantitatif dan kualitatif sehingga dapat dikembangkan untuk perakitan galur GMJ. Penelitian ini dilaksanakan di Kelurahan Tunggulwulung, Kecamatan Lowokwaru, Malang pada bulan Januari – Mei 2014. Pada penelitian ini menggunakan Rancangan Augmented Design dengan 50 calon GMJ tanpa ulangan dan 7 GMJ pembanding diulang 3 kali. Berdasarkan hasil penelitian, terdapat keragaman karakter kuantitatif antar calon GMJ. Dari hasil uji sterilitas tepung sari diperoleh 33 genotip calon GMJ yang tingkat sterilitasnya 100%. Dari hasil uji Least Significant Increase (LSI) diperoleh 14 calon GMJ. Dan diperoleh 10 calon GMJ terbaik berdasarkan karakter seleksi dan uji sterilitas tepung sari. Kata kunci : Keragaman Genetik, Sterilitas Tepung Sari, Galur Mandul Jantan, Padi Hibrida.
KERAGAMAN GENETIK PADA GENERASI F3 CABAI (Capsicum annuum L.) Apriliyanti, Neny Fidiyah; Seotopo, Lita; Respatijarti, Respatijarti
Produksi Tanaman Vol. 4 No. 3 (2016)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Keragaman (variabilitas) ialah suatu sifat individu pada setiap populasi tanaman yang memiliki perbedaan antara tanaman yang satu dengan tanaman yang lainnya ber-dasarkan sifat yang dimiliki. Keragaman merupakan parameter yang perlu dicermati dalam memilih suatu populasi yang akan diseleksi, disamping rerata populasinya. Be-sar kecilnya keragaman dan tinggi rendah-nya rata-rata populasi tanaman yang di-gunakan sangat menentukan keberhasilan pemuliaan tanaman. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui keragaman pada generasi F3 cabai (Capsicum annuumL.) hasil persilangan TW2 x Jatilaba. Penelitian dilaksanakan pada bulan Januari - Juni 2014, di Desa Patok, Kecamatan Pujon, Kabupaten Malang. Percobaan dilak-sanakan dengan menggunakan metode single plant. Bahan yang digunakan adalah 7 famili populasi F3 cabai serta tetuanya yaitu TW2 dan Jatilaba. Hasil penelitian me-nunjukkan bahwa 7 famili generasi F3 cabai hasil persilangan TW2 x Jatilaba memiliki nilai KKG cukup tinggi terdapat pada karakter jumlah buah baik dan nilai KKF cukup tinggi sampai tinggi terdapat pada krakter jumlah buah baik dan jumlah buah jelek. Keragaman pada hasil persilangan TW2 x Jatilaba terdapat pada karakter tipe pertumbuhan, warna benang sari, warna putik, posisi putik, warna buah mentah, warna buah matang dan bentuk ujung buah, sedangkan karakter yang seragam terdapat pada karakter posisi bunga, warna mahkota dan bentuk buah.
SELEKSI POPULASI F3 PADA TANAMAN TOMAT (Lycopersicon esculentum Mill.) Rosyidah, Nurtia Ni’matur; Damanhuri, Damanhuri; Respatijarti, Respatijarti
Produksi Tanaman Vol. 4 No. 3 (2016)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Permintaan tomat dibeberapa daerah terus meningkat, akan tetapi tidak sejalan dengan produktivitas tomat yang semakin menurun. Sehingga diperlukan program peningkatan hasil dan salah satunya dengan  program pemuliaan tanaman. Penelitian ini di-laksanakan di Desa Torongrejo Kecamatan Junrejo Kota Batu. Tujuan penelitian ini adalah memperoleh individu-individu unggul sebagai bahan seleksi pada generasi selanjutnya. Adapun hipotesis yang diusulkan ialah diduga terdapat individu yang memiliki sifat unggul karakter yang dapat digunakan untuk seleksi pada generasi selanjutnya. Metode yang digunakan untuk penelitian ini ialah metode single plant dengan menggunakan bahan tanam 10 populasi F3 pada tanaman tomat yaitu MA-8, ME-20, ME-3, MA-12, PE-29, MA-25, PE-26, KE-5, LE-5, LE-21 dan populasi F1 sebagai penghitung ragam lingkungan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai koefisien keragaman, heritabilitas, dan kemajuan genetik harapan memiliki nilai kriteria tinggi, sehingga seleksi populasi F3 dilakukan terhadap karakter jumlah buah, jumlah buah baik, bobot buah pertanaman dan bobot perbuah. Telah terpilih 16 individu tanaman antara lain MA-12.2, MA-12.3, MA-12.38, MA-12.43, MA-25.22, MA-25.26, MA-25.44, MA-8.20, LE-21.33, LE-21.34, LE-5.32, KE-5.1, KE-5.36, PE-26.13, ME-3.6 dan ME-3.9dengan nilai jumlah buah berkisar antara 60 sampai 75, jumlah buah baik 52 sampai 69,  bobot buah per-tanaman 2741,28 g sampai  4287,62 g dan bobot per-buah 35,76 g sampai 60,83 g.
EKSPLORASI DAN IDENTIFIKASI KARAKTER MORFOLOGI TANAMAN CINCAU HITAM (Mesona palustris BL ) DI PACITAN, MAGETAN DAN PONOROGO Bin Yazid, Wildan Abid; Respatijarti, Respatijarti; Damanhuri, Damanhuri
Produksi Tanaman Vol. 4 No. 4 (2016)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tanaman cincau hitam termasuk dalam Famili Labiatae. Tanaman cincau hitam sudah mulai dikenal masyarakat luas. Sebagian kecil masyarakat Jawa Timur sudah mengusahakan tanaman cincau hitam  tetapi belum ditangani secara maksimal dan dimanfaatkan untuk tujuan pemuliaan tanaman. Oleh karena itu, perlu dilakukan kegiatan untuk melindungi dan menginventarisasi tanaman cincau hitam sebagai pengetahuan tradisional dan kekayaan intelektual dengan baik, sehingga pada saat diperlukan dapat digunakan sebagai referensi. Tujuan dari penelitian ini ialah untuk mengetahui keberadaan plasma nutfah, mengumpulkan dan mengoleksi semua sumber keragaman tanaman cincau di kabupaten Magetan, Ponorogo dan Pacitan dan untuk mengetahui karakter-karakter tanaman cincau hitam di kabupaten Magetan, Ponorogo dan Pacitan. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Januari sampai dengan April 2014 meliputi daerah kabupaten Pacitan, Magetan dan Ponorogo. Hasil yang didapatkan pada penelitian ini ialah tanaman cincau hitam dikelompokkan menjadi dua kelompok berdasarkan karakter morfologis yang diamati dengan tingkat kemiripan terendah yakni 60,44%. Kelompok 1 adalah cincau berbatang merah dengan tingkat kemiripan sebesar 79,13% dan kelompok 2 terdiri dari cincau berbatang ungu, hitam dan hijau dengan tingkat kemiripan sebesar 76,33%. Keragaman morfologi cincau hitam terjadi baik dalam satu jenis maupun antar jenis. Keragaman yang terjadi antar jenis memiliki nilai lebih besar bila dibandingkan dengan dalam satu jenis.
Co-Authors Adhytya Cahya Darmawan Afifah, Nur Akashi, Ryo Amelia, Mesi Amelia, Mesi Apriliyanti, Neny Fidiyah Apriliyanti, Neny Fidiyah Ariefa, Astritia Rizky Ariefa, Astritia Rizky Arifin Noor Sugiharto Arifin, Muhammad Farid Ashari, Sumeu Ashari, Sumeu Astutik, Meilia Puji Astutik, Meilia Puji Ayu, Dyan Kusumaning Ayu, Dyan Kusumaning Azizah, Laili Niswatun Azizah, Laili Niswatun Basuki, Nur Bin Yazid, Wildan Abid Bin Yazid, Wildan Abid Budi Waluyo Budi Waluyo Cahyaningrum, Sekar Ayu Cahyaningrum, Sekar Ayu Chaniago, Della Amelinda Damanhuri Damanhuri Damanhuri Darmawan Saptadi, Darmawan Darmawan, Adhytya Cahya Dewi, Purnaningtyas Oetari Dewi, Purnaningtyas Oetari Driska Arnanto Edy Hendra Saputra Effendy Effendy Emy Sulistyowati Fadilla, Zulva Nur Fadilla, Zulva Nur Farida, Amelia Farida, Amelia Firmansyah, Fathur Gondo, Takahiro Hartiningsih, Eva Tri Hartiningsih, Eva Tri Irwansyah, Ruly Irwansyah, Ruly Isnasa, Irsanty Nadya Isnasa, Irsanty Nadya Izmi Yulianah Khoiriyah, Lulu Lazimatul Khoiriyah, Lulu Lazimatul Laila Eka Farida, Zahrotun Nisak Laila Eka Farida, Zahrotun Nisak Lasmono, Giri Lestari, Sri Lita Soetopo Mochtar, Faroki Mochtar, Faroki Muamaroh, Siti Muamaroh, Siti Muhammad Afif Muhammad Triant, Wahyu Nur Nasution, Khairul Anwar Nasution, Khairul Anwar Niken Kendarini Nina Dwi Yulia, Nina Dwi Ningtyas, Dina Ayu Ningtyas, Dina Ayu Noer Rahmi Ardiarini, Noer Rahmi Noviani Susanto Nur Basuki Palupi, Hendra Palupi, Hendra Pamuji, Adimas Pamuji, Adimas Pramukyana, Lutfi Pratama, Riko Aditya Pratama, Riko Aditya Putri Vyati Sulistyowati Putri, Lily Dasinta Norasary Putri, Meidi Annisa Putri, Meidi Annisa Putri, Savitri Perwitasari Rahayu, Puji Nur Rahayu, Puji Nur Rahmadhini, Nana Ratna Zulfarosda Rifda, Nurin Maziya Riyani, Agus Riyani, Agus Rofidah, Nur Irma Rofidah, Nur Irma Rohmatin, Anis Rosyidah, Nurtia Ni’matur Rosyidah, Nurtia Ni’matur Rufaidah, Ranny Ryo Akashi, Ryo Saptadi, Darmawan Saputra, Edy Hendra Sari, Septi Wulan Sari, Widya Paramita Seotopo, Lita Seotopo, Lita Septi Wulan Sari Simangunsong, Anggiat Demak Simangunsong, Anggiat Demak Sri Lestari Sri Lestari Purnamaningsih Sulistyowati, Emy Sulistyowati, Putri Vyati Takahiro Gondo, Takahiro Wahyono, Andi Wahyono, Andi Wahyono, Andi Wahyu Nur Muhammad Triant, Wahyu Nur Widya Paramita Sari Widyawati, Zuri Winarsih, Atik Winarsih, Atik Yanik, Yanik Yanik, Yanik Yasper Michael Mambrasar, Yasper Michael Yudi, M. Rafli Yudi, M. Rafli Yulia, Nina Dwi Zuri Widyawati