Respatijarti Respatijarti
Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Published : 102 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

SELEKSI KETAHANAN FAMILI F3 TANAMAN CABAI BESAR (Capsicum annuum L.) TERHADAP PENYAKIT LAYU BAKTERI (Ralstonia solanacearum) Azizah, Laili Niswatun; Respatijarti, Respatijarti; Saptadi, Darmawan
Produksi Tanaman Vol. 5 No. 11 (2017)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Di Indonesia, potensi produksi cabai besar adalah 20 – 40 t ha-1 tetapi produksinya masih di bawah 10 t ha-1. Salah satu penyebab rendahnya produksi cabai besar adalah serangan penyakit layu bakteri yang disebabkan oleh bakteri Ralstonia solanacearum. Peningkatan produksi cabai besar dapat dilakukan dengan perbaikan bahan tanam yaitu dengan menyilangkan cabai besar yang memiliki karakter tahan terhadap penyakit layu bakteri dan produksi tinggi. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui perbedaan sifat ketahanan tanaman cabai besar terhadap penyakit layu bakteri pada antar famili dan pada masing-masing individu dalam famili dari lima famili F3 serta mendapatkan famili atau individu tanaman cabai besar dari lima famili F3 yang tahan terhadap penyakit layu bakteri dan mempunyai potensi hasil tinggi. Penelitian dilaksanakan di Desa Gesingan, Pujon, Malang dan di Laboratorium Bakteriologi, Jurusan Hama dan Penyakit Tanaman, Universitas Brawijaya pada bulan Februari – September. Penelitian disusun dengan menggunakan sistem petak tunggal (single plot) dengan metode pengamatan single plant, dimana lima famili generasi F3 ditanam bersama-sama dengan empat populasi tetua dalam sebuah petak penelitian. Masing-masing famili F3 ditanam sebanyak 100 individu tanaman dan masing-masing tetua ditanam sebanyak 40 individu tanaman. Hasil penelitian menunjukkan respon ketahanan penyakit layu bakteri antar famili pada lima famili F3 adalah tahan (famili P1.143, P2.52 dan P2.115), agak tahan (famili P2.139) dan rentan (famili P3.110). Respon ketahanan terhadap penyakit layu bakteri pada masing-masing individu dalam famili adalah tahan dan rentan.
KORELASI ANTARA KOMPONEN HASIL DENGAN HASIL PADA POPULASI F6 TANAMAN CABAI MERAH BESAR (Capsicum annuum L.) Rofidah, Nur Irma; Yulianah, Izmi; Respatijarti, Respatijarti
Produksi Tanaman Vol. 6 No. 2 (2018)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Produktivitas cabai merah di Indonesia masih rendah, rataan nasional hanya 8.35 t ha-1, sedangkan potensinya dapat mencapai 22 t ha-1.Upaya perbaikan terhadap hasil cabai merah dapat dilakukan melalui program pemuliaan tanaman.Seleksi terhadap hasil tanaman sulit dilakukan karena karakter hasil seperti bobot per buah dan bobot buah total per tanaman merupakan karakter kuantitatif yang kompleks. Korelasi bertujuan untuk mengetahui hubungan antar sifat-sifat penting tanaman, sehingga dapat digunakan sebagai dasar program seleksi agar efisien.Tujuan dari penelitian ini adalah menentukan keeratan hubungan komponen hasil dengan hasil yang dapat digunakan sebagai pedoman menentukan kriteria seleksi untuk peningkatan hasil.Percobaan menggunakan rancangan acak kelompok dengan 11 galur harapan sebagai perlakuan dan varietas Gantari sebagai kontrol.Pengamatan menggunakan tekniksampel pada setiap perlakuan.Penelitian dilaksanakan di Desa Gesingan, Kecamatan Pujon, Malang, pada bulan Oktober 2015 hingga April 2016.Berdasarkan nilai korelasi maka karakter yang dapat dijadikan kriteria seleksi pada penelitian ini adalah tinggi tanaman, diameter batang, diameter buah, panjang buah, jumlah buah baik dan jumlah buah total.
PEMBENTUKAN BUAH DAN BENIH CABAI BESAR (Capsicum annum L.) PADA PERAKITAN CABAI HIBRIDA DENGAN OPTIMALISAI WAKTU DAN SUHU PENYIMPANAN POLLEN Mochtar, Faroki; Wahyono, Andi; Respatijarti, Respatijarti
Produksi Tanaman Vol. 6 No. 2 (2018)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Permintaan cabai besar tidak berbanding lurus dengan jumlah produksi cabai besar. Penggunaan benih hibrida merupakan salah satu solusi untuk meningkatkan produksi cabai. Penyerbukan silang dilakukan secara buatan demi efisiensi waktu. Pollen merupakan jaringan hidup yang mengalami kemunduran seiring lamanya waktu penyimpanan. Modifikasi suhu dan kelembaban relatif (RH) dapat mempertahankan viabilitasnya lebih lama. Penelitian dilaksanakan di PT. BISI International Tbk. kab. Kediri, Laboratorium Bioteknologi Fakultas pertanian Universitas Brawijaya. Penelitian dilaksanakan pada bulan   Desember – Maret 2016 menggunakan Rancangan Acak Kelompok Faktorial (RAKF) dengan dua faktor (i) pengaruh lama simpan terhadap viabilitas pollendengan 5 taraf, 3 hari, 7 hari, 14 hari, 21 hari, dan 30 hai penyimpanan serta (ii) pengaruh suhu penyimpanan pollen, 2 taraf, ruangan dan freezer. Terdapat 10 kombinasi perlakuan dengan 3 kali ulanga. Bahan yang digunakan ialah tanaman cabai HP 1113 A sebagai tetua betina yang bersifat mandul dan HP 1113 C sebagai tetua jantan yang bersifat subur. Data yang didapatkan selanjutnya dianalisis menggunakan analisis ragam (ANOVA). Jika analisis ragam menunjukkan berbeda nyata maka dilanjutkan dengan uji lanjut DMRT pada taraf 5%. Hasil penelitian menunjukan perbedaan tempat simpan dapat menunda penurunan viabilitas pollen pada saat waktu penyimpanan. viabilitas pollen merupakan salah satu faktor penentu dalam keberhasilan polinasi.  Efisiensi penyimpanan pollen dapat ditingkatkan dengan penyimpanan pollen selama 14 hari di dalam freezer.
TINGKAT KETAHANAN BEBERAPA VARIETAS CABAI MERAH (Capsicum annuum L.) HIBRIDA PADA KEMASAKAN BUAH TERHADAP PENYAKIT ANTRAKNOSA Colletrichum acutatum Muamaroh, Siti; Respatijarti, Respatijarti; Wahyono, Andi
Produksi Tanaman Vol. 6 No. 4 (2018)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tanaman cabai merah (Capsicum annuum L.) merupakan salah satu komoditas hortikultura yang diminati masyarakat Indonesia. Salah penyebab produksi buah cabai menurun adalah serangan penyakit antraknosa (Hidayat et al., 2004). Menurut Syukur et al. (2009; Damm et al.,2012) bahwa patogen antraknosa yang paling banyak menyerang tanaman cabai merah adalah cendawa Colletotrichum acutatum. Proses infeksi cendawan penyakit antraknosa dipengaruhi oleh kondisi lingkungan, genetik tanaman dan fisiologi buah (Hidayat et al., 2004).  Penelitian dilaksanakan di Laboratorium Bioteknologi PT Bisi International Tbk. Farm Sumber Agung, Kediri, Jawa Timur dan Laboratorium Fisiologi Tumbuhan, Kultur Jaringan dan Mikroteknik Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Brawijaya, Malang, Jawa Timur, pada Bulan Maret  hingga Mei 2016. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap Faktorial (RALF). Faktor pertama yaitu varietas hibrida cabai merah dan faktor kedua yaitu kemasakan buah yang berbeda. Karakter yang diamati yaitu, kejadian penyakit (%), kelas ketahanan penyakit, diameter nekrosis (cm), ketebalan kutikula (mm), kandungan capsaicin (mg/g), dan aktivitas enzim peroksidase (unit/ml). Hasil penelitian menunjukkan bahwa berdasarkan uji ANOVA adanya interaksi antar perlakuan yang ditunjukkan pad karakter pengamatan kejadian penyakit dan diameter nekrosis. Varietas Imola kemasakan buah merah dan varietas HPT 1729 kemasakan buah merah menunjukkan perlakuan yang tahan terhadap serangan penyakit antraknosa dibandingkan dengan perlakuan lainnya. Nilai korelasi antara rata-rata ketebalan lapisan kutikula dan kandungan capsaicin terhadap kejadian penyakit dan rata-rata diameter nekrosis secara statisktik menunjukkan adanya pengaruh yang berbeda nyata. Akan tetapi, nilai korelasi antara rata-rata aktivitas enzim peroksidase terhadap rata-rata kejadian penyakit dan rata-rata diameter nekrosis secara statistik tidak menunjukkan adanya pengaruh yang berbeda nyata.
PENAMPILAN KARAKTER TIPE PERTUMBUHAN DAN KUALITAS BUAH DELAPAN FAMILI F6 CABAI BESAR (Capsicum annuum L.) DI DATARAN MEDIUM Cahyaningrum, Sekar Ayu; Respatijarti, Respatijarti
Produksi Tanaman Vol. 6 No. 5 (2018)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Cabai besar (Capsicum annuum L.) merupakan salah satu jenis tanaman sayur  yang penting di Indonesia karena mempunyai nilai ekonomi yang tinggi. Produktivitas cabai nasional Indonesia masih rendah yaitu 6.44 ton ha-1. Salah satu cara untuk meningkatkan produktivitas cabai adalah perakitan varietas unggul yang memiliki kuantitas dan kualitas hasil yang baik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penampilan karakter tipe pertumbuhan dan kualitas buah serta melihat keseragaman pada delapan famili F6 cabai besar. Penelitian menggunakan 8 famili cabai besar. Penanaman dilakukan berdasarkan baris tunggal dan pengamatan dilakukan berdasarkan individu tanaman. Penelitian dilakukan di Kelurahan Dadaprejo, Kota Batu pada bulan Februari-Agustus 2016. Hasil penelitian menunjukkan masih terdapat keragaman pada karakter tipe pertumbuhan, posisi putik, warna benang sari, warna buah muda, warna buah masak, dan ujung buah. Nilai koefisien keragaman pada karakter kuantitatif menunjukkan keragaman yang rendah hingga sedang. Berdasarkan data yang diperoleh, famili cabai besar yang terpilih yaitu famili A1 26 6 4, A1 26 6 27, dan A1 33 19 5.
INDUKSI POLIPLOIDI PADA BAWANG PUTIH (Allium sativum L.) DENGAN PEMBERIAN KOLKISIN Fadilla, Zulva Nur; Respatijarti, Respatijarti
Produksi Tanaman Vol. 6 No. 5 (2018)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sebanyak 95% kebutuhan bawang putih di Indonesia harus diimpor dari beberapa negara lain terutama Cina. Hal ini dikarenakan menurunnya minat budidaya oleh petani yang tidak mampu bersaing dengan bawang putih impor yang memiliki ukuran umbi lebih besar. Upaya mengatasi permasalahan tersebut dapat dilakukan melalui pemuliaan tanaman untuk perbaikan sifat dengan induksi poliploid menggunakan mutagen kolkisin pada salah satu kultivar unggul di Indonesia, Lumbu Hijau. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kolkisin pada pertumbuhan bawang putih Lumbu Hijau. Penelitian dilakukan di Desa Punten, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu menggunakan Rancangan Acak Kelompok dengan dua faktor yaitu konsentrasi kolkisin (0, 250, 500, dan 750 ppm) dan lama perendaman (6 dan 12 jam). Hasil penelitian menunjukkan bahwa interaksi konsentrasi kolkisin dengan lama perendaman hanya terjadi pada tinggi tanaman umur 35, 42, dan 49 hst. Tinggi tanaman meningkat akibat perendaman kolkisin konsentrasi 750 ppm selama 6 jam. Sedangkan faktor konsentrasi kolkisin hanya berpengaruh nyata terhadap jumlah daun pada umur 28, 35, 42, 49, dan 56 hst. Jumlah daun meningkat akibat perlakuan kolkisin 750 ppm. Faktor lama perendaman tidak berpengaruh nyata terhadap semua peubah yang diamati.
KERAGAAN 10 GALUR HARAPAN GENERASI F6 TANAMAN CABAI MERAH (Capsicum annum L.) Farida, Amelia; Respatijarti, Respatijarti
Produksi Tanaman Vol. 6 No. 8 (2018)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tanaman cabai merah adalah salah satu sayuran yang dimanfaatkan buahnya. Tanaman cabai merah digunakan oleh masyarakat sebagai bumbu masak dan obat. Produktifitas cabai merah pada tahun 2014 adalah 8,34 ton.ha-1 Anonymosa). Jumlah tersebut masih rendah bila dibandingkan dengan potensi produktifittas cabai merah nasional yang dapat mencapai 12 ton.ha-1 (Purwati, 2000). Produktifitas tanaman cabai merah yang rendah dapat disebabkan oleh keadaan lingkungan atau serangan hama dan penyakit. Peningkatan produktifitas tanaman cabai merah dapat dilakukan dengan menggunakan varuetas unggul. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari keragaan baik secara kualitatif dan kuantitatif 10 galur harapan pada generasi F6 tanaman cabai merah (Capicum annum L.). Bahan yang digunakan dalam penelitian ini 10 galur harapan cabai merah dan varietas pembanding yakni Gantari. Metode penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK). Penelitian dilakukan pada bulan November 2015 – Mei 2016 di Desa Gesingan, Kecamatan Pujon, Kabupaten Malang. Berdasarkan pengamatan karakter kualitatif tampak keseragaman pada posisi bunga, bentuk buah, warna buah muda dan warna biji. Sedangkan pada pengamatan karakter kualitatif terdapat beberapa karakter yang berbeda nyata dengan varietas pembanding, yakni panjang buah, diameter buah, jumlah buah per tanaman, bobot buah per tanaman, jumlah buah baik dan bobot rata-rata buah. Terdapat 2 galur harapan yang berpotensi untuk dikembangkan menjadi varietas yaitu B5-10 dan B6-38.
PENDUGAAN NILAI HERITABILITAS TUJUH GENOTIPE CABAI RAWIT (Capsicum frutescens L.) GENERASI KE 2 HASIL SELEKSI GALUR MURNI Ariefa, Astritia Rizky; Respatijarti, Respatijarti; Purnamaningsih, Sri Lestari
Produksi Tanaman Vol. 6 No. 9 (2018)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Cabai rawit (Capsicum frutescens L.)  termasuk dalam tanaman hortikultura yang banyak diminati oleh masyarakat. Dibutuhkan varietas-varietas unggul dengan potensi hasil tinggi serta tahan terhadap hama dan penyakit untuk dapat memenuhi kebutuhan pasar. Untuk mendapatkan karakter unggul perlu diketahui tentang penilaian potensi genetik. Dengan melakukan seleksi pada masing-masing genotipe akan didapatkan karakter yang dapat dikembangkan lebih lanjut.  Dari genotipe-genotipe yang terseleksi perlu diketahui nilai heritabilitas untuk mengetahui apakah genotipe yang terpilih memilki karakter yang banyak dipengaruhi oleh faktor genetik ataukah lingkungan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui nilai heritabilitas karakter agronomis pada tujuh genotipe cabai rawit dan untuk menentukan genotipe terpilih yang berkarakter unggul. Penelitian dilakukan pada bulan April-Oktober 2015. Bahan yang digunakan adalah tujuh genotipe cabai rawit generasi ke 2 hasil seleksi galur murni. Penelitian disusun menggunakan metode single plant. Hasil penelitian menunjukkan karakter tinggi tanaman, diameter batang, umur berbunga, jumlah bunga pertanaman, jumlah buah total pertanaman, panjang buah, lebar buah, bobot perbuah, bobot buah total, periode panen, dan bobot 1000 butir memiliki nilai heritabilitas yang tinggi. Selain itu terpilih lima genotipe yaitu genotipe 1, 3, 4, 5 dan 8 yang akan dilakukan pengujian lebih lanjut untuk melihat potensi hasil dan ketahanan terhadap hama dan penyakit.
Heritabilitas dan Kemajuan Genetik Harapan Berdasarkan Karakter Agronomi pada Aksesi Cabai Rawit (Capsicum frutescens L.) Habitus Menyebar Dewi, Purnaningtyas Oetari; Respatijarti, Respatijarti
Produksi Tanaman Vol. 7 No. 1 (2019)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Cabai rawit (Capsicum frutescens L.) merupakan salah satu komoditas hortikultura yang banyak dibudidayakan karena tingginya permintaan. Salah satu cara meningkatkan produksi cabai rawit adalah dengan perakitan varietas unggul baru berdaya hasil tinggi. Seleksi adalah salah satu kegiatan penting dalam pemuliaan tanaman dan informasi dari parameter genetik seperti keragaman genetik, nilai heritabilitas dan kemajuan genetik harapan dibutuhkan untuk mengetahui efektivitas seleksi. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui nilai heritabilitas dan kemajuan genetik harapan berdasarkan karakter agronomi pada aksesi cabai rawit habitus menyebar dan mendapatkan individu tanaman yang berdaya hasil tinggi. Penelitian dilakukan di Agro Techno Park Universitas Brawijaya, Desa Jatikerto, Kecamatan Kromengan, Kabupaten Malang dari bulan April sampai Oktober 2017. Percobaan menggunakan metode single plant yaitu dengan menanam 264 tanaman dari campuran 11 aksesi dan 66 tanaman varietas Nirmala F1. Hasil penelitian menunjukkan keragaman genetik yang luas pada semua karakter kuantitatif yang diamati. Nilai heritabilitas dan kemajuan genetik harapan tinggi juga terdapat pada semua karakter, yaitu karakter tinggi tanaman, diameter batang, umur berbunga, umur panen, panjang buah, diameter buah, bobot buah total, bobot per buah dan jumlah buah. Karakter kualitatif yang mempunyai nilai heritabilitas dan kemajuan genetik harapan tinggi dapat dijadikan sebagai pertimbangan seleksi dan dari populasi terpilih 23 individu tanaman yang terseleksi yang mempunyai daya hasil tanaman tinggi, dilihat dari bobot buah total serta dilihat dari nilai heritabilitas dan kemajuan genetik yang tinggi.
Keragaman Dan Heritabilitas Karakter Agronomi di Dalam Sembilan Populasi Cabai Rawit (Capsicum frutescens L.) Rahayu, Puji Nur; Respatijarti, Respatijarti
Produksi Tanaman Vol. 6 No. 11 (2018)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini merupakan pengujian 9 populasi cabai rawit hasil dari pemisahan populasi campuran, dengan tujuan men-dapatkan informasi mengenai keragaman genetik, keragaman fenotip dan heritabilitas karakter agronomi di dalam 9 populasi cabai rawit. Penelitian dilaksanakan di Agro Techno Park Universitas Brawijaya Jatikerto, Malang pada bulan Januari hingga Juli 2017. Bahan tanaman yang digunakan yaitu populasi CRUB12, CRUB33, CRUB90, CRUB99, CRUB153, CRUB121, CRUB95, CRUB171, CRUB117 dan varietas Cakra Putih (sebagai estimasi lingkungan). Pengamatan dilakukan pada setiap individu tanaman di dalam 9 populasi cabai rawit. Hasil penelitian menunjukkan keragaman genetik luas ditemukan pada karakter bobot buah total di dalam populasi CRUB121 dan bobot buah layak pasar di dalam populasi CRUB121 dan CRUB153. Keragaman fenotip luas ditemukan pada karakter bobot buah total di dalam populasi CRUB121 dan bobot buah layak pasar di dalam populasi CRUB121 dan CRUB153. Nilai heritabilitas yang tinggi ditemukan pada karakter bobot buah total di dalam populasi CRUB121 dan bobot buah layak pasar pada populasi CRUB121 dan CRUB153. Dengan demikian, seleksi akan efektif jika dilakukan berdasarkan pada karakter di dalam populasi tersebut.
Co-Authors Adhytya Cahya Darmawan Afifah, Nur Akashi, Ryo Amelia, Mesi Amelia, Mesi Apriliyanti, Neny Fidiyah Apriliyanti, Neny Fidiyah Ariefa, Astritia Rizky Ariefa, Astritia Rizky Arifin Noor Sugiharto Arifin, Muhammad Farid Ashari, Sumeu Ashari, Sumeu Astutik, Meilia Puji Astutik, Meilia Puji Ayu, Dyan Kusumaning Ayu, Dyan Kusumaning Azizah, Laili Niswatun Azizah, Laili Niswatun Basuki, Nur Bin Yazid, Wildan Abid Bin Yazid, Wildan Abid Budi Waluyo Budi Waluyo Cahyaningrum, Sekar Ayu Cahyaningrum, Sekar Ayu Chaniago, Della Amelinda Damanhuri Damanhuri Damanhuri Darmawan Saptadi, Darmawan Darmawan, Adhytya Cahya Dewi, Purnaningtyas Oetari Dewi, Purnaningtyas Oetari Driska Arnanto Edy Hendra Saputra Effendy Effendy Emy Sulistyowati Fadilla, Zulva Nur Fadilla, Zulva Nur Farida, Amelia Farida, Amelia Firmansyah, Fathur Gondo, Takahiro Hartiningsih, Eva Tri Hartiningsih, Eva Tri Irwansyah, Ruly Irwansyah, Ruly Isnasa, Irsanty Nadya Isnasa, Irsanty Nadya Izmi Yulianah Khoiriyah, Lulu Lazimatul Khoiriyah, Lulu Lazimatul Laila Eka Farida, Zahrotun Nisak Laila Eka Farida, Zahrotun Nisak Lasmono, Giri Lestari, Sri Lita Soetopo Mochtar, Faroki Mochtar, Faroki Muamaroh, Siti Muamaroh, Siti Muhammad Afif Muhammad Triant, Wahyu Nur Nasution, Khairul Anwar Nasution, Khairul Anwar Niken Kendarini Nina Dwi Yulia, Nina Dwi Ningtyas, Dina Ayu Ningtyas, Dina Ayu Noer Rahmi Ardiarini, Noer Rahmi Noviani Susanto Nur Basuki Palupi, Hendra Palupi, Hendra Pamuji, Adimas Pamuji, Adimas Pramukyana, Lutfi Pratama, Riko Aditya Pratama, Riko Aditya Putri Vyati Sulistyowati Putri, Lily Dasinta Norasary Putri, Meidi Annisa Putri, Meidi Annisa Putri, Savitri Perwitasari Rahayu, Puji Nur Rahayu, Puji Nur Rahmadhini, Nana Ratna Zulfarosda Rifda, Nurin Maziya Riyani, Agus Riyani, Agus Rofidah, Nur Irma Rofidah, Nur Irma Rohmatin, Anis Rosyidah, Nurtia Ni’matur Rosyidah, Nurtia Ni’matur Rufaidah, Ranny Ryo Akashi, Ryo Saptadi, Darmawan Saputra, Edy Hendra Sari, Septi Wulan Sari, Widya Paramita Seotopo, Lita Seotopo, Lita Septi Wulan Sari Simangunsong, Anggiat Demak Simangunsong, Anggiat Demak Sri Lestari Sri Lestari Purnamaningsih Sulistyowati, Emy Sulistyowati, Putri Vyati Takahiro Gondo, Takahiro Wahyono, Andi Wahyono, Andi Wahyono, Andi Wahyu Nur Muhammad Triant, Wahyu Nur Widya Paramita Sari Widyawati, Zuri Winarsih, Atik Winarsih, Atik Yanik, Yanik Yanik, Yanik Yasper Michael Mambrasar, Yasper Michael Yudi, M. Rafli Yudi, M. Rafli Yulia, Nina Dwi Zuri Widyawati