Respatijarti Respatijarti
Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Published : 103 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

PENGARUH WAKTU POLINASI DAN UMUR POLEN TERHADAP HASIL BENIH TERONG HIJAU (Solanum melongena L.) HIBRIDA Yanik, Yanik; Sugiharto, Arifin Noor; Respatijarti, Respatijarti
Produksi Tanaman Vol. 5 No. 2 (2017)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Terong (Solanum melongena L.) merupakan tanaman sayuran yang potensial untuk dikembangkan di Indonesia. Pada tahun 2011 produktivitas terong di Indonesia 9,94 ton/ha, padahal potensi dapat mencapai 40 ton/ha. Upaya peningkatan produktivitas dilakukan dengan menyediakan benih terong hibrida. Kendala dalam pelaksanaan polinasi terong hibrida adalah waktu polinasi dan ketersediaan polen. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui pengaruh interaksi antara waktu polinasi dan umur polen, serta mengetahui pengaruh penundaan waktu pollinasi dan umur polen terhadap hasil benih terong hijau  hibrida. Penelitian dilaksanakan dengan menggunakan rancangan acak kelompok faktorial (RAKF) yang diulang 3 kali. Hasil penelitian menunjukkan bahwa interaksi antara waktu polinasi dan umur polen ditunjukkan pada bobot biji kering per buah, bobot biji kering per tanaman dan jumlah biji per buah. Penundaan waktu polinasi 24 jam setelah emaskulasi dan 48 jam setelah emaskulasi menghasilkan bobot biji kering per buah, bobot biji kering per tanaman dan jumlah biji per buah lebih banyak. Umur polen 2 hari menghasilkan bobot 1000 biji lebih tinggi sedangkan umur polen 0 hari dan  1  hari  menghasilkan bobot  biji  kering per buah, bobot biji kering per tanaman dan jumlah biji per buah lebih banyak.
EKSPLORASI DAN KARAKTERISASI PISANG MAS (Musa spp) DI KABUPATEN NGANJUK, MOJOKERTO, LUMAJANG DAN KEDIRI Simangunsong, Anggiat Demak; Respatijarti, Respatijarti; Damanhuri, Damanhuri
Produksi Tanaman Vol. 5 No. 3 (2017)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Indonesia  dikenal  sebagai  kawasan  pusat  asal-usul  pisang  di  dunia  dan mempunyai jenis pisang  yang  lebih  banyak  dari  negara  lain. Lumajang merupakan daerah sentra penghasil pisang di Jawa Timur. Pisang Mas merupakan salah satu jenis pisang yang sangat diminati masyarakat khususnya masyarakat di Kabupaten Lumajang. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui keragaman pisang Mas di empat Kabupaten, Lumajang, Kediri, Mojokerto dan Nganjuk. Penelitian dilaksanakan pada bulan September-November 2014 Metode penelitian Observasi lapang dan wawancara dengan petani pisang Mas. Hasil Eksplorasi dan Karakterisasi ditemukan 8 jenis pisang Mas yaitu Pisang Mas Kirana, Mas Kripik, Mas Talun, Mas Sumatra, Mas Biasa, Mas Mirah, Mas Jiranan dan Mas Obat. Di Kabupaten Lumajang ditemukan pisang Mas Kirana, Mas Kripik dan Mas Talun, Kabupaten Kediri ditemukan pisang Mas Jiranan, Mas Obat dan Mas Kirana, kabupaten Mojokerto ditemukan pisang Mas Kirana, Kabupaten Nganjuk ditemukan pisang Mas Kirana, Mas Biasa, Mas Jiranan, Mas Sumatra. Berdasarkan dendogram, pisang Mas Kirana, Mas Kripik memiliki kedekatan morfologi sebesar 97,30%. Sementara Mas Kirana, Mas Kripik memiliki kedekatan morfologi sebesar 81,0% terhadap Mas Talun. Pisang Mas yang memiliki kesamaan terjauh yaitu antara pisang Mas Kirana, Mas Kripik, Mas Talun dengan Pisang Mas Obat dengan nilai 71%.
UJI VIGOR DAN VIABILITAS BENIH DUA KLON KARET (Hevea brasiliensis Muell Arg.) PADA BEBERAPA PERIODE PENYIMPANAN Laila Eka Farida, Zahrotun Nisak; Saptadi, Darmawan; Respatijarti, Respatijarti
Produksi Tanaman Vol. 5 No. 3 (2017)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tanaman karet adalah tanaman perkebunan yang memegang peranan penting sebagai sumber penghasil devisa negara. Benih karet termasuk benih rekalsitran yang memiliki permasalahan viabilitas benih cepat menurun sejalan dengan menurunnya kadar air, tidak memiliki masa dormansi, mudah terinfeksi jamur sehingga daya simpannya rendah. Penyimpanan pada ruang berpendingin dapat mempertahankan daya kecambah benih sampai dua bulan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mempelajari vigor dan viabilitas benih dua klon karet pada beberapa periode penyimpanan pada suhu 7-10oC. Penelitian dilaksanakan pada bulan Februari-Mei 2015 di Laboratorium Teknologi Benih, Fakultas Pertanian, Universitas Brawijaya, Malang. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap Faktorial (RALF) yang terdiri dari dua faktor yaitu Klon (K) dan Periode Simpan (P) yang diulang 4 kali. Klon yang digunakan adalah klon GT1 (K1) dan Klon PB260 (K2), sementara periode penyimpanan yang digunakan adalah Penyimpanan 2 minggu (P1), 4 minggu (P2), 6 minggu (P3), dan 8 minggu (P4). Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan vigor dan viabilitas pada kedua klon setelah disimpan selama 8 minggu pada suhu 7-10oC.  Pada klon PB260 vigor dan viabilitas benih masih bertahan sampai periode simpan 2 minggu, namun vigor dan viabilitas pada klon GT1 dapat bertahan kurang dari periode simpan 2 minggu.
ANALISIS KEKERABATAN TANAMAN HOYA BERDASARKAN KARAKTER MORFOLOGI DI UPT BALAI KONSERVASI TUMBUHAN KEBUN RAYA PURWODADI-LIPI, PASURUAN-JAWA TIMUR Afifah, Nur; Yulia, Nina Dwi; Soetopo, Lita; Respatijarti, Respatijarti
Produksi Tanaman Vol. 5 No. 4 (2017)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hoya merupakan salah satu tanaman asli Indonesia yang keragamnnya tersebar di seluruh wilayah di Indonesia, namun masih jarang masyarakat Indonesia yang mengenalnya. Pemanfaatan awal tanaman ini adalah sebagai tanaman obat dan saat ini mulai dikembangkan sebagai tanaman hias karena keunikan karakter bunga dan daunnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kekerabatan 119 tanaman Hoya berdasarkan karakter vegetatif, kekerabatan 14 tanaman Hoya yang telah mencapai fase generatif pada bulan Maret sampai Juni di Kebun Raya Purwodadi serta mengetahui potensi tanaman Hoya sebagai tanaman hias. Penelitian dilakukan di area koleksi Hoya Kebun Raya Purwodadi pada bulan Maret sampai Juni. Hasil analisis kekerabatan 119 tanaman Hoya berdasarkan karakter vegetaifnya memiliki koefisien kekerabatan yang dekat yakni lebih dari 0,67. Keragaman yang ada disebabkan oleh perbedaan jenis, dan pengaruh lingkungan seperti media tanam dan intensitas matahari. Pengelompokan 14 tanaman Hoya yang telah memasuki fase generatif, Hoya yang berasal dari daerah yang sama atau masih berada dalam satu kawasan akan mengelompok bersama. Penjualan tanaman Hoya sebagai tanaman hias sudah dilakukan di daerah Malang dan Batu, namun hanya terdapat dua jenis yang diperjual belikan yakni Hoya carnosa dan Hoya australis R.Br. Ex Traill yang berasal dari Batu. Penjualan tanaman ini masih termasuk rendah dikarenakan pengetahuan masyarakat masih rendah, namun dengan keunikan yang dimiliki tanaman Hoya mejadikan tanaman ini berpotensi dijadikan tanaman hias baik bunga maupun daun. Oleh karena itu dalam pengembangannya perlu pengenalan yang luas akan Hoya kepada masyarakat Indonesia.
UJI DAYA HASIL SEMANGKA HIBRIDA KUNING BERBIJI (Citrullus vulgaris) Pamuji, Adimas; Saptadi, Darmawan; Respatijarti, Respatijarti
Produksi Tanaman Vol. 5 No. 4 (2017)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Benih semangka kuning hibrida belum pernah dilakukan uji daya hasil setelah perakitan hibrida, maka dilakukan uji daya hasil pendahuluan untuk mengetahui potensi yang dimiliki hibrida tersebut. Setelah dilakukan uji daya hasil pendahuluan, benih akan di uji daya hasil lanjutan dan uji multi lokasi sebelum hibrida tersebut dilepas untuk menjadi varietas unggul. Penelitian dilaksanakan di lahan PT. Winon Internasional pada ketinggian ± 600 m dpl. Penelitian dilakukan pada bulan Februari hingga bulan April 2015. Bahan utama dalam penelitian ini adalah semangka kuning berbiji hibrida, 3 varietas semangka kuning sebagai pembanding Aura Kuning, Shiteng, dan Garnis,pupuk kandang, NPK, ZK, Phonska, dan ZA. Sedangkan alat yang digunakan adalah label, tali rafia, cangkul, meteran, sprayer, timbangan analitik, jangka sorong, kamera digital, alat tulis, mulsa plastik, dan Brix Refractometer. Penelitian menggunakan Rancangan Kelompok lengkap Teracak dengan empat ulangan sehingga menghasilkan 16 satuan percobaan dan jumlah tanaman perpetak adalah 24 sehingga total tanaman 384 tanaman. Karakter yang diamati antara lain umur berbunga (hst), umur berbuah (hst), jumlah buah (unit), ukuran buah (cm), bobot buah (kg), tebal kulit buah (cm), kadar gula (ºbrix), bentuk buah, warna buah, dan warna biji. Data yang didapat dari hasil pengamatan selanjutnya dilakukan analisis menggunakan analisis ragam (uji F) 5% dan dilanjutkan dengan menggunakan uji jarak berganda Duncan 5%.
PENDUGAAN VARIABILITAS DAN HERITABILITAS 18 FAMILI F5 CABAI MERAH BESAR (Capsicum annuum L.) Ayu, Dyan Kusumaning; Yulianah, Izmi; Respatijarti, Respatijarti
Produksi Tanaman Vol. 5 No. 5 (2017)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Peningkatan produksi cabai merah besar dapat dilakukan dengan perbaikan karakter melalui program pemuliaan tanaman. Variabilitas genetik yang luas pada cabai, merupakan modal dasar bagi program pemuliaan tanaman. Selain variabilitas genetik perlu juga diketahui parameter genetik seperti heritabilitas yang akan dicapai. Penelitian ini bertujuan untuk menduga nilai variabilitas dan heritabilitas pada 18 famili F5 cabai merah besar (Capsicum annuum L.) serta mendapatkan famili terbaik dan seragam hasil seleksi pada 18 famili F5 cabai merah besar. Percobaan menggunakan metode single plot yang terdiri dari 18 famili cabai merah F5 hasil persilangan TW2 X PBC473. Setiap famili ditanam sebanyak 60 tanaman pada F5 dan 20 tanaman pada Tetua (Parental). Hasil penelitian menunjukkan variabilitas fenotipe pada seluruh famili F5 cabai merah besar adalah sempit, antara lain karakter umur berbunga, umur panen, tinggi tanaman, tinggi dikotomus, diameter batang, bobot per buah, diameter buah, dan panjang buah. Begitu pula variabilitas genetik pada seluruh famili adalah sempit, yaitu pada karakter umur berbunga, umur panen, tinggi tanaman, tinggi dikotomus, diameter batang, bobot per buah, bobot buah total, diameter buah, dan panjang buah. Nilai duga heritabilitas seluruh famili F5 bervariasi antara rendah sampai tinggi yaitu berkisar antara 0 – 84%. Karakter kuantitatif yang memiliki nilai variabilitas dan heritabilitas yang rendah dapat dijadikan sebagai karakter seleksi.
PENAMPILAN 8 GENOTIP TANAMAN TOMAT (Lycopersicum esculentum Mill.) PADA CEKAMAN SALINITAS Isnasa, Irsanty Nadya; Respatijarti, Respatijarti; Purnamaningsih, Sri Lestari
Produksi Tanaman Vol. 5 No. 5 (2017)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Lahan salin adalah lahan dengan kandungan garam tinggi (>4 mS cm-1) yang terlarut dalam air sehingga dapat mengganggu pertumbuhan tanaman. Tanaman tomat memiliki sifat moderat sensitif terhadap cekaman garam. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penampilan 8 genotip tanaman tomat terhadap cekaman salinitas. Penelitian dilaksanakan pada bulan Februari-Mei 2015 di Rumah Plastik Kebun Percobaan Jatikerto Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya Malang. Rancangan yang digunakan pada penelitian ini adalah Rancangan Acak Kelompok Faktorial, faktor pertama adalah 8 genotip tanaman tomat, yaitu G1, G2, G3, G4, G5, G6, G7, G8, sedangkan faktor kedua adalah pemberian air garam dengan konsentrasi 0 ppm, 4.000 ppm dan 8.000 ppm. Setiap perlakuan dibuat dalam 3 kali ulangan. Pengamatan dilakukan pada parameter kuantitatif dan daya hantar listrik pada media tanam. Parameter kuantitatif meliputi: tinggi tanaman, kadar klorofil daun, berat kering akar, umur berbunga, jumlah bunga per tanaman, jumlah buah per tanaman, fruit set, bobot buah per tanaman, bobot per buah, diameter buah, kekerasan buah, ketebalan daging buah, panjang buah. Interaksi antara genotip dan salinitas memberikan pengaruh yang nyata pada berat kering akar dan panjang buah, cekaman salinitas yang diberikan cenderung menurunkan parameter yang diamati kecuali pada kandungan klorofil daun dan kekerasan buah.
KARAKTERISASI BEBERAPA GENOTIP PADI (Oryza sativa L.) BERKADAR ANTOSIANIN TINGGI Winarsih, Atik; Respatijarti, Respatijarti; Damanhuri, Damanhuri
Produksi Tanaman Vol. 5 No. 7 (2017)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Beras hitam serta beras merah merupakan plasma nutfah yang potensial sehingga perlu dilestarikan dan perlu dikarakterisasi untuk mengetahui karakter penciri dari tanaman tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik genotip padi hitam dan merah yang memiliki kadar antosianin tinggi. Penelitian dilaksanakan di kelurahan Dadaprejo, Junrejo, Kota Batu pada bulan Februari hingga Juni 2015. Bahan tanam yang  digunakan dalam penelitian adalah 12 genotip padi hitam dan merah. Rancangan percobaan yang digunakan adalah rancangan petak tunggal. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa karakter bobot gabah per rumpun memiliki nilai koefisien keragaman yang tergolong tinggi yaitu sebesar 61,42%. Karakter jumlah anakan total, jumlah anakan produktif, jumlah bulir hampa per malai memiliki nilai koefisien keragaman yang tergolong sedang. Karakter kuantitatif yang lain memiliki nilai koefisien keragaman yang rendah. Warna ungu pada seluruh bagian tanaman ditemukan pada G2. Hasil analisis korelasi menunjukkan karakter jumlah anakan produktif dan jumlah bulir per malai memiliki korelasi terhadap bobot gabah per rumpun.
KERAGAMAN GENETIK 33 FAMILI PADA POPULASI GENERASI F4 CABAI BESAR (CAPSICUM ANNUUM L.) Hartiningsih, Eva Tri; Respatijarti, Respatijarti; Ashari, Sumeu
Produksi Tanaman Vol. 5 No. 9 (2017)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Program pemuliaan tanaman ialah salah satu upaya untuk meningkatkan produtivitas dan kualitas hasil cabai besar. Keragaman genetik sangat berpengaruh terhadap keberhasilan pemuliaan tanaman. Dalam keragaman genetik terdapat variasi nilai genotip antar individu dalam populasi tersebut. Semakin luas keanekaragaman genetik suatu tanaman maka semakin besar peluang untuk mendapatkan peningkatan genetik untuk sifat yang diinginkan.Tujuan penelitian ini ialah untuk mengetahui keragaman genetik 33 Famili pada pertumbuhan generasi F4 Cabai Besar (Capsicum annum L).Penelitian ini dilaksanakan di Desa Gesingan, Kecamatan Pujon, Kabupaten Malang pada bulan Agustus 2014 2014 sampai Januari 2015. Penelitian  menggunakan metode single plant yaitu dengan menanam 33 famili generasi F4 hasil persilangan TW2X473 dan generasi F4 hasil persilangan TW2Xjatilaba. Hasil karakter kuantitatif dari 33 famili F5 cabai besar menunjukkan nilai KKG kurang dari 25% (semakin rendah) yang terdapat pada karakter tinggi tanaman, umur bunga, umur panen, diameter buah, panjang buah, tebal daging buah, panjang tangkai buah, dan bobot per buah.Hasil karakter kualitatif dari 33 familiF5 cabai besar yang menunjukkan keseragaman terdapat padakarakter tipe pertumbuhan, posisi bunga, warna mahkota, warna putik, warna buah masak, bentuk ujung buah dan bentuk buah.
TINGKAT TOLERANSI BEBERAPA VARIETAS MENTIMUN (Cucumis sativus L.) TERHADAP CEKAMAN SALINITAS Pratama, Riko Aditya; Respatijarti, Respatijarti; Purnamaningsih, Sri Lestari
Produksi Tanaman Vol. 5 No. 10 (2017)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Mentimun merupakan tanaman yang sensitive terhadap salinitas, untuk meningkatkan produksi diperlukan varietas yang toleran terhadap salinitas. Hal ini dilakukan sebagai solusi terhadap lahan salin yang belum banyak digunakan untuk pengembangan tanaman pertanian. Penelitian ini bertujuan untuk menguji tingkat toleransi beberapa varietas mentimun terhadap  berbagai konsentrasi larutan garam NaCl. Penelitian dilaksanakan di laboratorium Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya dan kebun percobaan Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya di Jatikerto, Malang. Menggunakan dua rancangan yaitu rancangan acak lengkap faktorial dan rancangan petak terbagi. Terdiri dari dua faktor yaitu faktor pertama berbagai tingkat larutan NaCl 0 ppm, 5000 ppm dan 10000 ppm, dan faktor kedua terdiri dari beberapa varietas mentimun yaitu Mercy, Metavy, Monza, Lokal Blitar, Lokal Jember, dan Lokal Panda. Hasil penelitian menunjukkan pada tingkat salinitas sedang dengan konsetrasi 5000 ppm varietas yang toleran adalah Metavy, Lokal Blitar dan Lokal Panda, kemudian varietas semi toleran adalah Mercy dan Monza, sedangkan varietas tidak toleran adalah Lokal Jember. Selanjutnya pada salinitas tinggi dengan konsentrasi 10000 ppm varietas yang toleran adalah Mercy, Lokal Blitar dan Lokal Panda, kemudian varietas tidak toleran adalah Metavy, Monza dan Lokal Jember.
Co-Authors Adhytya Cahya Darmawan Afifah, Nur Akashi, Ryo Amelia, Mesi Amelia, Mesi Apriliyanti, Neny Fidiyah Apriliyanti, Neny Fidiyah Ariefa, Astritia Rizky Ariefa, Astritia Rizky Arifin Noor Sugiharto Arifin, Muhammad Farid Ashari, Sumeu Ashari, Sumeu Astutik, Meilia Puji Astutik, Meilia Puji Ayu, Dyan Kusumaning Ayu, Dyan Kusumaning Azizah, Laili Niswatun Azizah, Laili Niswatun Basuki, Nur Bin Yazid, Wildan Abid Bin Yazid, Wildan Abid Budi Waluyo Budi Waluyo Cahyaningrum, Sekar Ayu Cahyaningrum, Sekar Ayu Chaniago, Della Amelinda Damanhuri Damanhuri Damanhuri Darmawan Saptadi, Darmawan Darmawan, Adhytya Cahya Dewi, Purnaningtyas Oetari Dewi, Purnaningtyas Oetari Driska Arnanto Edy Hendra Saputra Effendy Effendy Emy Sulistyowati Fadilla, Zulva Nur Fadilla, Zulva Nur Farida, Amelia Farida, Amelia Firmansyah, Fathur Gondo, Takahiro Hartiningsih, Eva Tri Hartiningsih, Eva Tri Irwansyah, Ruly Irwansyah, Ruly Isnasa, Irsanty Nadya Isnasa, Irsanty Nadya Izmi Yulianah Khoiriyah, Lulu Lazimatul Khoiriyah, Lulu Lazimatul Laila Eka Farida, Zahrotun Nisak Laila Eka Farida, Zahrotun Nisak Lasmono, Giri Lestari, Sri Lita Soetopo Mochtar, Faroki Mochtar, Faroki Muamaroh, Siti Muamaroh, Siti Muhammad Afif Muhammad Triant, Wahyu Nur Nasution, Khairul Anwar Nasution, Khairul Anwar Niken Kendarini Nina Dwi Yulia, Nina Dwi Ningtyas, Dina Ayu Ningtyas, Dina Ayu Noer Rahmi Ardiarini, Noer Rahmi Noviani Susanto Nur Basuki Palupi, Hendra Palupi, Hendra Pamuji, Adimas Pamuji, Adimas Pramukyana, Lutfi Pratama, Riko Aditya Pratama, Riko Aditya Putri Vyati Sulistyowati Putri, Lily Dasinta Norasary Putri, Meidi Annisa Putri, Meidi Annisa Putri, Savitri Perwitasari Rahayu, Puji Nur Rahayu, Puji Nur Rahmadhini, Nana Ratna Zulfarosda Rifda, Nurin Maziya Riyani, Agus Riyani, Agus Rofidah, Nur Irma Rofidah, Nur Irma Rohmatin, Anis Rosyidah, Nurtia Ni’matur Rosyidah, Nurtia Ni’matur Rufaidah, Ranny Ryo Akashi, Ryo Saptadi, Darmawan Saputra, Edy Hendra Sari, Septi Wulan Sari, Widya Paramita Seotopo, Lita Seotopo, Lita Septi Wulan Sari Simangunsong, Anggiat Demak Simangunsong, Anggiat Demak Sri Lestari Sri Lestari Purnamaningsih Sulistyowati, Emy Sulistyowati, Putri Vyati Susanto, Noviani Takahiro Gondo, Takahiro Wahyono, Andi Wahyono, Andi Wahyono, Andi Wahyu Nur Muhammad Triant, Wahyu Nur Widya Paramita Sari Widyawati, Zuri Winarsih, Atik Winarsih, Atik Yanik, Yanik Yanik, Yanik Yasper Michael Mambrasar, Yasper Michael Yudi, M. Rafli Yudi, M. Rafli Yulia, Nina Dwi Zuri Widyawati