Claim Missing Document
Check
Articles

Karakteristik Habitat (Parameria laevigata) Di Hutan Gunung Tilu Kabupaten Kuningan Jawa Barat : Habitat Chracteristics Of Kayu Rapat (Parameria laevigata) In The Gunung Tilu Forest Of Kuningan District West Java Herlina, Nina; Hendrayana, Yayan; Adhya, Ilham; Supartono, Toto; Fujiman, Heris
HUTAN TROPIKA Vol 19 No 2 (2024): Volume 19 Nomor 2 Tahun 2024
Publisher : Jurusan Kehutanan, Fakultas Pertanian Universitas Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36873/jht.v19i2.15600

Abstract

Gunung Tilu is one of the lowland mountains in Kuningan Regency, West Java. The abundant potential for flora and fauna makes the Gunung Tilu area a source of utilization for local communities. The utilization of medicinal plants has been going on for a long time for personal use or sale. One of the most widely used plants by the community is rapet wood (Parameria laevigata). The purpose of this study was to examine the characteristics of habitat with environmental conditions in the Gunung Tilu Forest Area. The method used was the cruising method. Environmental factors measured are temperature, humidity, light intensity, and soil pH. The tools used included GPS, thermometer, altimeter, measuring tape, mine, cleaver, tally sheet, pen, camera, and notebook. Data analysis used is quantitative descriptive. Based on the results in the field, 103 individuals were obtained from 18 rapet wood plant plots. Characteristics of rapet wood habitat in Gunung Tilu forest, growing at temperatures ranging from 25-280C with an average value of 260C and soil pH between 6.01 - 7.29 with an average value of 7, sunlight intensity between 121-987 with an average of 473 while humidity between 81-91% with an average of 94%. The rapet wood plants found were creeping on several tree species including Jelutung (Dyera costulata), Jati (Tectona grandis), and Dahu (Dracontomelon dao).
PENINGKATAN KAPASISTAS PETUGAS LAPANGAN DALAM PEMANENAN POPULASI SATWA LIAR LESTARI GUNA MENGURANGI INTENSITAS GANGGUAN SATWA Toto Supartono
JURNAL BUANA PENGABDIAN Vol. 4 No. 2 (2022): JURNAL BUANA PENGABDIAN
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat, Universitas Buana Perjuangan Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36805/jurnalbuanapengabdian.v4i2.2789

Abstract

Gangguan satwa liar merupakan salah satu masalah yang sering dihadapi oleh masyarakat di lahan budidayanya. Guna mengatasi atau mengurangi tingkat gangguan tersebut, masyarakat sering mengadu ke petugas lapangan dari Cabang Dinas Kehutanan Wilayah VIII, Dinas Kehutanan Provinsi Jawa Barat. Dalam pengaduan tersebut, masyarakat sering meminta untuk dapat menangkap dari sebagian populasi satwa liar tersebut. Akan tetapi, salah satu kendala yang dihadapi oleh petugas adalah tidak mengetahui cara penentuan jumlah populasi yang boleh ditangkap. Oleh karena itu, pelatihan telah dilakukan terhadap para petugas dengan materi terdiri dari teknik inventarisasi satwa, pendugaan daya dukung habitat, dan pendugaan jumlah satwa yang dapat ditangkap. Para petugas menyampaikan bahwa materi pelatihan sebagian besar dapat difahami dan bermanfaat dalam menjawab permasalahan terkait dengan gangguan satwa liar. Kata kunci: dinas kehutanan, gangguan, hama hutan, pemanenan populasi, satwa liar The disturbance of wildlife is one of the problems that are often faced by the community in their cultivation land. In order to overcome or reduce the level of disturbance, the community often complains to field officers from the Regional VIII Forestry Service Branch, Provincial Forestry Service of West Java. In these complaints, the community often asks to be able to capture some of the wildlife population. However, one of the obstacles faced by officers is not knowing how to determine the number of populations that can be arrested. Therefore, training has been carried out for the officers with material consisting of animal inventory techniques, estimation of carrying capacity of habitats, and estimation of the number of animals that can be caught. The officers said that most of the training materials were understandable and useful in answering problems related to wildlife disturbance. Keywords: disturbance, forest pest, forest service, population harvesting, wildlife
Pemanfaatan Sampah Dapur sebagai Pupuk Organik Cair dan Padat pada Tanaman Buah dalam Pot Supartono, Toto; Adhya, Ilham; Nasihin, Iing; Sari, Alifah; Prasetya, Galang Aulia
Jurnal Inovasi Hasil Pengabdian Masyarakat (JIPEMAS) Vol 5 No 2 (2022)
Publisher : University of Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33474/jipemas.v5i2.14114

Abstract

Produksi sampah dapur masih menjadi permasalahan di banyak tempat. Banyak pihak yang masih menganggap bahwa sampah dapur merupakan barang yang tidak berguna. Oleh karena itu, perlu ada upaya untuk merubah pemahaman tersebut guna membantu dalam mengatasi permasalahan tersebut. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pemahaman mengenai pemanfaatan sampah dapur menjadi pupuk organik, baik padat maupun cair, dengan lokasi kegiatan di Desa Tundagan, Kecamatan Hantara, Kabupaten Kuningan. Kegiatan dilakukan dengan penyuluhan yang disertai peragaan, dengan masyarakat sasaran adalah kelompok PKK dan KWT desa. Masyarakat sasaran sebelum ada kegiatan ini tidak mengetahui kedua teknik pemanfaatan sampah dapur sebagaimana yang disampaikan. Masyarakat tertarik terhadap materi teknik pemanfaatan sampah dapur dan dapat memahaminya. Kegiatan ini telah memberikan dampak pada peningkatan pengetahuan masyarakat dalam pemanfaatan sampah dapur. Penanganan sampah dengan metode lain juga perlu dilakukan pada program berikutnya, termasuk penanganan sampah non organik agar permasalahan lingkungan akibat sampah dapat dikurangi.
POPULASI KALIANDRA (Calliandra sp.) DI STASIUN RISET BLOK PASIR BATANG TAMAN NASIONAL GUNUNG CIREMAI Aditya, Aditya; Supartono, Toto; Nurdin, Nurdin
Journal of Forestry And Environment Vol. 6 No. 2 (2023): Journal of Forestry and Environment
Publisher : Faculty of Forestry and Environment, Universitas Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25134/jfe.v6i2.9072

Abstract

Invasive species are reported to have encroached on conservation areas including the Mount Ciremai National Park area. One of the invasive species identified in Mount Ciremai National Park is the Kaliandra plant (Calliandra sp.). The distribution of calliandra (Calliandra sp.) mainly occurs because the arable land within the area has actually become open land, not in accordance with the previous Community Forest Planting concept. This study aims to determine the density of calliandra and determine the pattern of distribution of populations of calliandra found. The research was carried out in the Pasir Batang Block Research Station Forest area of Mount Ciremai National Park covering an area of ± 90 Ha from March to June 2022. The data collection method used was the Gentry method and the analytical method used was vegetation density, frequency distribution, and population distribution patterns. The population of Calliandra at the Pasir Batang Block Research Station, Mount Ciremai National Park, found 2 types of Calliandra, namely White Calliandra (Calliandra tetragona) and Red Calliandra (Calliandra calothyrsus). The results showed that the vegetation density of white calliandra was 5,364 ind/ha and red calliandra 1,614 ind/ha. Then the scatter pattern obtained from white calliandra is grouped with a standardized Morisita Index value of 0.5070 and also for red calliandra is grouped with a standardized Morisita Index value of 0.5307.Spesies invasif dilaporkan telah merambah kawasan konservasi termasuk kawasan Taman Nasional Gunung Ciremai. Salah satu spesies invasif yang teridentifikasi di Taman Nasional Gunung Ciremai adalah tumbuhan Kaliandra (Calliandra sp.). Sebaran kaliandra (Calliandra sp.) terutama terjadi karena lahan garapan di kawasan tersebut justru menjadi lahan terbuka, tidak sesuai dengan konsep Penanaman Hutan Kemasyarakatan sebelumnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kepadatan kaliandra dan mengetahui pola sebaran populasi kaliandra yang ditemukan. Penelitian dilaksanakan di Hutan Stasiun Penelitian Blok Pasir Batang Taman Nasional Gunung Ciremai seluas ± 90 Ha pada bulan Maret sampai dengan Juni 2022. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah metode Gentry dan metode analisis yang digunakan adalah kerapatan vegetasi, distribusi frekuensi, dan pola distribusi populasi. Populasi Kaliandra di Stasiun Penelitian Blok Pasir Batang Taman Nasional Gunung Ciremai ditemukan 2 jenis Kaliandra yaitu Kaliandra Putih (Calliandra tetragona) dan Kaliandra Merah (Calliandra calothyrsus). Hasil penelitian menunjukkan kepadatan vegetasi kaliandra putih sebesar 5.364 ind/ha dan kaliandra merah 1.614 ind/ha. Kemudian pola sebaran yang didapat dari kaliandra putih dikelompokkan dengan nilai Indeks Morisita terstandar sebesar 0,5070 dan juga untuk kaliandra merah dikelompokkan dengan nilai Indeks Morisita terstandar sebesar 0,5307.
Karakteristik Durian Lokal Sinapeul di Dusun Sinapeul Kecamatan Ujungberung, Majalengka Adhya, Ilham; Hendrayana, Yayan; Supartono, Toto; Herlina, Nina; Kosasih, Dede; Nasihin, Iing; Nurdin, Nurdin; Chandra, Rufidi; Kristanto, Martinus Ari; Suswanto, Suswanto
LOGIKA : Jurnal Penelitian Universitas Kuningan Vol 15 No 01 (2024)
Publisher : Universitas Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25134/logika.v15i01.10130

Abstract

Durian (Durio spp.) is a tropical fruit with high economic and cultural value in Indonesia. As a member of the genus Durio, there are nine consumable species of durian, with D. zibethinus being the most widely cultivated. Indonesia boasts various types of durian, differing in taste, aroma, and flesh color, which are crucial assets for increasing the number of superior parent plants. Durian is renowned for its unique taste and offers numerous benefits, including consumption as fresh or processed fruit, use in anti-aging treatments, and blood pressure improvement. Morphological identification of durian is essential for determining fruit quality, which is vital in plant breeding. The Sinapeul durian, a local variety from Majalengka, has unique characteristics and significant economic value, but knowledge about its distribution remains limited. This research aims to analyze the distribution and characteristics of the Sinapeul durian around the area of PT. Indocement Tunggal Prakarsa Tbk Unit Palimanan Cirebon, to support conservation and sustainable utilization efforts, and to provide a basis for the propagation of the increasingly rare Sinapeul durian
POTENSI EKOWISATA DI BLOK PASIR BATANG RESORT DARMA TAMAN NASIONAL GUNUNG CIREMAI Agustiana, Hendri Syulis; Supartono, Toto; Hendrayana, Yayan
Wana Raksa Vol. 13 No. 02 (2019)
Publisher : Fakultas Kehutanan dan Lingkungan, Universitas Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25134/wanaraksa.v13i02.4681

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi objek Ekowisata di Blok Pasir Batang, Resort Darma, Taman Nasional Ciremai. Metode dan analisis datanya menggunakan metode deskriptif kualitatif yang bertujuan untuk mengetahui secara mendalam potensi ekowisata di Pasir Batang. Hasil penelitian tentang ekowisata yang berlaku di Pasir Batang meliputi daya tarik, aksesibilitas, akomodasinya serta sarana dan prasarana pendukungnya. Potensi ekowisata sangat perlu dikembangkan karena diperkirakan dapat menghasilkan nilai rupiah, menambah pendapatan daerah, dan membuka lapangan kerja bagi masyarakat di sana. Kata Kunci :Ekowisata, Pasirbatang, Taman Nasional,
FAKTOR – FAKTOR PENENTU KEBERHASILAN PENANGKARAN EX-SITU MURAI BATU (Copsycus malabaricus, Scopoli) DI KABUPATEN KUNINGAN Pratama, Ilham; Supartono, Toto; Nurdin, Nurdin
Wana Raksa Vol. 17 No. 02 (2023)
Publisher : Fakultas Kehutanan dan Lingkungan, Universitas Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25134/wanaraksa.v17i02.9016

Abstract

 The purpose of this study was to determine the determinants of the successful breeding of Cupsychus malabaricus birds ex-situ in Kuningan local captivity and to determine the distribution of captive breeding sites in Kuningan Regency. This research was conducted from September to December, and the object he observed was a pair of Cupsychus malabaricus who had entered adulthood.The data co;;ection methode is done by using the census methode yo each captivity. The results of this study were tested using SPSS software with multiple linear regression methods with a confidence value of 95% so from the seven factors, namely male age,famale age, temperature, humidity, feed, cage size, and noise do not affect the factor of hatching eggs. The distribution of the Cupsychus malabaricus breeding in Kuningan Regency is with a total of 30 breeders, the breeders are spread across 25 vilages and 13 districtsTujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor penentu keberhasilan penangkaran burung Cuppsychus malabaricus ex-situ di penangkaran lokal Kuningan dan mengetahui sebaran tempat penangkaran di Kabupaten Kuningan. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan September sampai dengan bulan Desember, dan objek yang diamati adalah sepasang Cuppsychus malabaricus yang telah memasuki usia dewasa. Metode pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan metode sensus pada setiap penakaran. Hasil penelitian ini diuji menggunakan software SPSS dengan metode regresi linier berganda dengan nilai keyakinan 95% sehingga dari ketujuh faktor yaitu umur jantan, umur betina, suhu, kelembaban, pakan, ukuran kandang, dan gangguan tidak berpengaruh terhadap faktor penetasan telur. Sebaran bibit Cuppsychus malabaricus di Kabupaten Kuningan berjumlah 30 orang, peternak tersebar di 25 desa dan 13 kecamatan.  
KEANEKARAGAMAN JENIS BURUNG PADA DUA TIPE HABITAT DI KAWASAN GUNUNG MAYANA KABUPATEN KUNINGAN Santoso, Rio; Supartono, Toto; Nurdin, Nurdin
Wana Raksa Vol. 17 No. 01 (2023)
Publisher : Fakultas Kehutanan dan Lingkungan, Universitas Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25134/wanaraksa.v17i01.9024

Abstract

 Abstract Mayana Mountain is an area which have several profit, such as ecological or economic aspects. And also as a habitat for several types of bird. The method of this research was used list of types of bird method (Mackinnon et al 2010). The types of bird which have found in Mayana Mountain Area were 31 types. The highest variety was community forest habitat, where have found 27 types and natural forest habitat was found 21 types. The value of  Index Shannon weiner was  average level, because the both of habitat have a grade as follow 1 <H' ≤ 3, where variety index of community forest habitat 2.94 and natural forest habitat 2.85. The level of species equality in the both of habitat was 17.0%, it belongs to low categories. To avoid the decrease of variety of protected species, especially for habitat of bird and for further research, increasing bird preversation intensively and sustainable.Pegunungan Mayana merupakan kawasan yang mempunyai banyak manfaat, baik dari segi ekologi maupun ekonomi. Dan juga sebagai habitat beberapa jenis burung. Metode penelitian yang digunakan adalah metode daftar jenis burung (Mackinnon et al 2010). Jenis burung yang ditemukan di Kawasan Pegunungan Mayana sebanyak 31 jenis. Keanekaragaman tertinggi terdapat pada habitat hutan rakyat yang ditemukan sebanyak 27 tipe dan habitat hutan alam sebanyak 21 tipe. Nilai Indeks Shannon weiner tergolong rata-rata, karena kedua habitat tersebut mempunyai nilai 1 <H' ≤ 3, dimana indeks keanekaragaman habitat hutan rakyat 2,94 dan habitat hutan alam 2,85. Tingkat kesetaraan spesies pada kedua habitat tersebut sebesar 17,0%, termasuk dalam kategori rendah. Untuk menghindari berkurangnya keanekaragaman jenis satwa yang dilindungi khususnya untuk habitat burung dan untuk penelitian lebih lanjut, meningkatkan pelestarian burung secara intensif dan berkelanjutan.  
KEANEKARAGAMAN MAKROFAUNA TANAH PADA TUTUPAN LAHAN PINUS DAN SEMAK BELUKAR DI STASIUN PENELITIAN KARANGSARI TAMAN NASIONAL GUNUNG CIREMAI Purnama, Rofi; Adhya, Ilham; Supartono, Toto
Wana Raksa Vol. 17 No. 01 (2023)
Publisher : Fakultas Kehutanan dan Lingkungan, Universitas Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25134/wanaraksa.v17i01.9061

Abstract

This diversity aims to determine the various species of soil macrofauna and the diversity of soil macrofauna in two different land covers in the Karangsari Research Station, Gunung Ciremai National Park (TNGC). This research was carried out at the Karangsari Research Station of Gunung Ciremai National Park (TNCG) in May-June 2022 using the squared method and Hand sorting. Data analysis included population density, relative density, attendance fraction, and Shanon Weiner diversity index. The results showed that in two land covers, 18 orders / families were found with 1034 individuals, 606 individuals were found in bush cover and 428 individuals were found in pine stands dominated by Formicidae. The calculation of the abundance of all soil macrofauna found in pine stands was 158.51 individuals / Ha smaller than the abundance of all types found in seak land cover of 224.44 individuals / Ha with a diversity value of 2.32 or moderately categorized. The 18 orders/families found include Arachnids, Armadillidae, Blatodea, Centipede, Chelicerastes, Coleoptera, Dermaptera, Formicidae, Gastropods, Gryllidae, Hexapods, Isopods, Lumbricidae, Milipede, Polydesmida, Rhinofermitidae, Tetragnathidae, and Tomoceridae.Keanekragaman ini bertujuan untuk mengetahui berbagai spesies macrofauna tanah dan keanekaragaman macrofauna tanah pada dua tutupan lahan berbeda di Stasiun Penelitian Karangsari, Taman Nasional Gunung Ciremai (TNGC). Penelitian ini dilaksanakan di Stasiun Penelitian Karangsari Taman Nasional Gunung Ciremai (TNCG) pada bulan Mei-Juni 2022 dengan menggunakan metode kuadrat dan Hand sorting. Analisis data diantaranya kepadatan populasi, kepadatan relatif, frkuensi kehadiran, dan indeks keanekaragaman Shanon Weiner. Hasil penelitian menunjukan pada dua tutupan lahan ditemukan sebanyak 18 ordo/famili dengan jumlah individu sebanyak 1034 individu, pada tutupan semak ditemukan 606 individu dan pada tegakan pinus ditemukan 428 individu yang didominasi oleh Formicidae. Perhitungan kelimpahan seluruh macrofauna tanah yang ditemukan pada tegakan pinus yaitu sebanyak 158,51 individu/Ha lebih kecil dibandingkan dengan kelimpahan seluruh jenis yang ditemukan pada tutupan lahan seak yaitu sebanyak 224,44 individu/Ha dengan nilai keanekaragaman sebesar 2,32 atau dikategorikan sedang. 18 ordo/famili yang ditemukan diantaranya arachnida, Armadillidae, Blatodea, Centipede, Chelicerastes, Coleoptera, Dermaptera, Formicidae, Gastropoda, Gryllidae, Hexapoda, Isopoda, Lumbricidae, Milipede, Polydesmida, Rhinofermitidae, Tetragnathidae, dan Tomoceridae.
Karakteristik Habitat Lutung Jawa (Trachypithecus auratus E. Geoffroy 1812) di Areal Hutan Sekunder KPH Kuningan Gita Yudistira; Nurdin; Toto Supartono
Scientific Exploration: Journal of Indonesian Academic Research Vol. 2 No. 1 (2024): Scientific Exploration: Journal of Indonesian Academic Research
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25134/jiar.v2i1.28

Abstract

Populasi primata di Indonesia terus mengalami penurunan, salah satunya adalah lutung jawa. IUCN menyatakan lutung jawa dalam kategori Vulnerable (Rentan), yang berarti sedang menghadapi resiko tinggi kepunahan di alam liar. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui jenis vegetasi yang digunakan lutung jawa, serta faktor lingkungan nya. Metode yang digunakan adalah explorasi untuk keberadaan lutung jawa, garis berpetak untuk data vegetasi, pengukuran langsung untuk peubah faktor lingkungan. Data dianalisis secara deskriptif kualitatif dan kuantitatif. Penelitian memperoleh hasil bahwa vegetasi habitat adalah vegetasi heterogen (campuran). Pohon-pohon besar yang digunakan untuk berlindung adalah putat, sebagai sumber pakan adalah dangdeur, dan sebagai pohon tidur adalah benda.  Total jenis pohon yang dijumpai sebanyak 25 jenis, dengan Indeks Nilai Penting (INP) terbesar adalah tisuk sebesar 28%.  Ketinggian tempat berkisar antara 325–495 mdpl. Suhu lokasi mencapai 23,2oC – 27,4oC, dengan kelembaban berkisar 79% - 99%. Penelitian ini menunjukkan bahwa ekosistem hutan alam di Desa Tundagan masih berfungsi sebagai habitat lutung sehingga perlu dijaga.
Co-Authors Aang Aprizal Mashuri Ade Hamdani Aditya Aditya Agung Rifai Agus Hikmat Agus Priyono Kartono Agustian, Agung Gumelar Agustiana, Hendri Syulis Ai Nurlaila Ai Nurlaila Ai Nurlaila, Ai Alfani, Alfani Alfin Muhamad Alfiyasin Alifah Sari Alimah, Elma Althaaf, Naufal Alwi Zulva Maulida Anggraeni, Dina Mariana Asep Budi Wahyono Bima Aria Indra Prahasta Chandra, Rufidi Dadan Nugraha Danda Priyana Dede Kosasih Deni Deni Deni Deni Dian Teja Permana Dylla Axaraliefya Elly Proklamasiningsih Eming SUDIANA Erni Nuraeni Fahrul Shobarudin Syahban Febri Ramdani Feizal Tawaqal Feizal Tawaqal Fujiman, Heris Galang Aulia Prasetya Gita Yudistira Haydar Rahardian Herma Wiharno Hermansyah, Dadan Hidayatullah, Robby Ardiansah Hidayatulloh, Syahrul Ibrahim, Maulana Ida Ayu Putu Sri Widnyani Ika Karyaningsih Ilham Adhya ISMAIL, AGUS YADI Iwan Hermawan Jaya, Ramdhan Risnur Julianti, Gina Kristanto, Martinus Ari LILIK BUDIPRASETYO Mafaz, Mihra Fauzia Menara, Sekar Amalia Muhammad Sulaiman Nasihin, Iing Naufal Althaf Nina Herlina NINA HERLINA Nina Herlina Nurdin Nurdin Nurdin Nurdin Nurdin Nurdin Nurdin Nurul M Ghojali Opik Rahmadiana Pasha, Listi Surenra Prasetya, Galang Aulia Pratama, Ilham Pratama, Reynaldi Purnama, Rofi Putri Lestari Rafli Alviansyah Rahmadina, Laeli Rhaisya Hayatul Hamidah Rifai, Iman Jalaludin Robi Robi Royvaldo, Royvaldo Santoso, Rio Sari, Alifah Shobarudin Syahban, Fahrul Siti Tamala Suswanto Suswanto, Suswanto Suwari Akhmaddhian Syahban, Fahrul Shobarudin Tawaqal, Feizal Unan Nur Abain Waniatri, Wina Yadi Ismail, Agus Yayan Hendrayana Yudayana, Bambang Zillan Zalila