Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

Hubungan Pemberian Reward dengan Motivasi Kerja Perawat di Ruang Inap Rumah Sakit Kuswantoro, Edy; Kustriyani, Menik; Arifianto, Arifianto
Jurnal Ilmiah Ners Indonesia Vol 3 No 2 (2022): November 2022
Publisher : Program Studi Keperawatan Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/jini.v3i2.21366

Abstract

Nurses are the main key in a service. As a form of professional service, nursing is expected to improve the quality of the hospital in providing nursing care, be it promotive, preventive, curative and rehabilitative. By giving rewards aims to maintain the motivation of these employees so that they are always in good condition, so that the quality of hospital services increases. This research uses quantitative research, which is a non-experimental research with cross sectional design. The sample technique used in this study is Proportionate Random Sampling with a sample size of 102 respondents. Bivariate analysis was performed using the Rank Spearman Correlation test. The results of research and data analysis obtained Rho = 0,462 and ρ value of 0,000. The Rho value indicates that reward giving with work motivation is in moderate correlation strength with unidirectional correlation. The results of P value indicate that the hypothesis is accepted that there is a significant relationship between the provision of rewards and the work motivation of the nurses who work in the Inpatient Room of dr. Ario Wirawan Salatiga Hospital. Conclusion of this study indicate that there is a significant relationship between giving rewards and the work motivation of the nurses who work in the hospital room of dr. Ario Wirawan Salatiga. Abstrak Perawat menjadi kunci utama dalam sebuah pelayanan Sebagai bentuk pelayanan profesional, keperawatan diharapkan dapat meningkatkan mutu Rumah Sakit dalam memberikan asuhan keperawatan, baik itu bersifat promotif, preventif, kuratif dan rehabilitative. Dengan pemberian reward bertujuan untuk menjaga motivasi pegawai tersebut supaya selalu dalam kondisi yang baik, sehingga mutu pelayanan Rumah Sakit meningkat. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kuantitatif deskriptif analitik dengan desain cross sectional. Teknik sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah Proportionate Random Sampling dengan jumlah sampel 102 responden. Penelitian ini menggunakan alat ukur kuesioner pemberian reward dan motivasi kerja. Analisis bivariat dilakukan dengan uji Korelasi Spearman Rank. Hasil penelitian dan analisis data diperoleh Rho = 0,462 dan p value sebesar 0,000 < 0. Nilai Rho tersebut menunjukkan bahwa pemberian reward dengan motivasi kerja berada dalam kekuatan korelasi sedang dengan arah korelasi yang searah. Hasil p value menunjukkan hipotesis diterima bahwa ada hubungan yang signifikan antara pemberian reward dengan motivasi kerja perawat pelaksana di Ruang Inap RS Paru dr. Ario Wirawan Salatiga. Simpulan hasil penelitian ini menunjukan bahwa ada hubungan signifikan pemberian reward dengan motivasi kerja perawat pelaksana di Ruang Inap RS Paru dr. Ario Wirawan Salatiga. Dengan adanya reward yang jelas dapat mempengaruhi motivasi kerja perawat dalam melakukan asuhan keperawatan. Kata kunci : Perawat, reward, motivasi kerja
Pemberdayaan Masyarakat tentang Cara Perawatan Hipertensi dengan Menggunakan Manajemen Stres di Kalipancur Aini, Dwi Nur; Wirawati, Maulidta Karunianingtyas; Kustriyani, Menik; Arifianto, Arifianto; Mariyati, Mariyati; Noor, Mohammad Arifin
Jurnal Peduli Masyarakat Vol 6 No 1 (2024): Jurnal Peduli Masyarakat: Maret 2024
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jpm.v6i1.2677

Abstract

Fokus dari pelaksanaan PKM ini adalah meningkatkan pengetahuan masyarakat khususnya kader kesehatan dalam melakukan deteksi dini stres dan meningkatkan kemampuan penderita hipertensi dalam melakukan pencegahan hipertensi dengan manajemen stres. Kader kesehatan dan perangkat RT merupakan orang yang berperan aktif dalam peningkatan derajat kesehatan di wilayah kelurahan Kalipancur khususnya di wilayah RT 05 RW X. Sesuai permasalahan yang dihadapi mitra tersebut, upaya yang dilakukan antara lain: pelatihan kader dalam melakukan deteksi dini stres, edukasi tentang perawatan hipertensi dengan menggunakan manajemen stres serta demonstrasi cara melakukan manajemen stres. Tujuan dari kegiatan PKM ini adalah mengajarkan kader tentang deteksi dini stres untuk meningkatkan kesehatan, khususnya kesehatan jiwa di masyarakat, khususnya di Kelurahan Kalipancur. Mengajarkan Kader, masyarakat dan penderita hipertensi cara melakukan pencegahan hipertensi dengan menggunakan manajemen stres. Selain itu terjadi sinergi antara kader, pelayanan kesehatan dan masyarakat dalam upaya pencegahan hipertensi dengan menggunakan manajemen stres. Peserta dalam kegiatan pengabdian ini berjumlah 25 orang yang terdiri dari kader kesehatan dan penderita hipertensi. Kegiatan evaluasi ini meliputi apakah peserta sudah paham tentang materi yang diberikan dengan menanyakan kembali materi yang telah disampaikan dan meminta peserta untuk melakukan demonstrasi cara melakukan relaksasi nafas dalam dan hypnosis 5 jari untuk menurunkan stress sebagai upaya perawatan hipertensi.
PKM Komunikasi Efektif Orang Tua dan Anak dalam Pencegahan Perilaku Bullying pada Anak Arifianto, Arifianto; Mariyati, Mariyati; Aini, Dwi Nur; Kustriyani, Menik
Jurnal Implementasi Pengabdian Masyarakat Kesehatan (JIPMK) Vol 7, No 1 (2025): Jurnal Implementasi Pengabdian Masyarakat Kesehatan
Publisher : Universitas Widya Husada Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33660/jipmk.v7i1.158

Abstract

Setiap lingkungan memiliki masalah dengan perilaku Bullying pada anak. Peran Orang tua dalam melakukan komunikasi efektif pada anak dapat mencegah terjadinya perilaku Bullying pada anak. Tujuan kegiatan PKM adalah untuk meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan komunikasi efektif orang tua dan anak untuk mencegah terjadinya Bullying pada anak melalui pola asuh yang tepat. Metode yang digunakan dalam kegiatan PKM dengan memberikan penyuluhan dan pelatihan komunikasi efektif orang tua dan anak untuk mencegah terjadinya Bullying pada anak dengan diskusi, tanya jawab, dan simulasi. Hasil yang didapatkan dari kegiatan pengabdian ini yaitu terjadi peningkatan pengetahuan pada orang tua sebanyak 18 orang. Orang tua mempunyai peran yang sangat dibutuhkan dalam proses pembentukan karakter pada anak, sosok orang tualah yang akan dijadikan sebagai suri tauladan oleh anak dalam membentuk karakter anak dengan memberikan contoh kebiasaan hal yang baik dan berinteraksi dengan lingkunganya. Dengan  demikian  karakter yang ditanamkan orang tua sejak dini akan membentuk karakter anak yang baik, kuat, lebih berani, tidak takut dan lebih percaya diri. Kesimpulan dari kegaiatan PKM yaitu meningkatnya pengetahuan dan keterampilan komunikasi efektif orang tua dapat  mencegah  bullying  pada  anak melalui pola asuh yang tepat.
PENINGKATAN PENGETAHUAN PEMBIMBING KLINIK MELALUI PELATIHAN METODE PRECEPTORSHIP Retnaningsih, Dwi; Sukesi, Niken; Aini, Dwi Nur; Wahyuningsih, Wahyuningsih; Arifianto, Arifianto; Widyaningsih, Tri Sakti; Karunianingtyas, Maulidta; Wulandari, Priharyanti
Jurnal Implementasi Pengabdian Masyarakat Kesehatan (JIPMK) Vol 5, No 1 (Maret) (2023): Jurnal implementasi pengabdian masyarakat kesehatan
Publisher : Universitas Widya Husada Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33660/jipmk.v5i1.82

Abstract

Peran perawat dalam meningkatkan kualitas asuhan adalah sebagai Preceptor. Preseptor bertugas untuk membimbing mahasiswa keperawatan atau perawat baru untuk belajar menerapkan teori dan pengetahuan yang dimiliki. Perawat, sebagai instruktur keperawatan, bertindak sebagai guru dengan tanggung jawab khusus kepada peserta didiknya yaitu mahasiswa (mentee). Preceptorship adalah salah satu metode bimbingan dengan one to one relationship dalam ruang lingkup keperawatan yang dinilai cukup baik untuk menambah keterampilan dalam perawatan, baik soft skills, hard skills dan attitude profesi keperawatan. Pengabdian masyarakat bertujuan untuk membimbing pembimbing klinik dengan pendekatan preseptorship, baik yang sudah pengalaman ataupun yang belum banyak pengalaman namun memiliki ketertarikan menjadi preseptor klinik yang berkualitas. Metode pengabdian dilakukan dengan format kuliah didaktif, roleplay, latihan ketrampilan dan evaluasi kegiatan. Peserta akan belajar memahami kurikulum pendidikan Klinik, konsep model preseptorship, merancang kegiatan bimbingan klinik berdasarkan kondisi yang dihadapi, pembinaan hubungan kooperatif dan kolaboratif antara preseptor dan peserta didik, ketrampilan memberikan feedback, menilai kemampuan peserta didik dan memahami tugas dan fungsi preseptor klinik yang professional. Hasil pengabdian masyarakat menunjukkan bahwa ada perbedaan pengetahuan antara sebelum dan sesudah dilakukan kegiatan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat mendapatkan respon yang baik, dan terlaksana dengan lancar. 
PKM PEMBERDAYAAN KADER MENUJU KELURAHAN SIAGA SEHAT JIWA DI KOTA SEMARANG JAWA TENGAH Arifianto, Arifianto; Mariyati, Mariyati
Jurnal Implementasi Pengabdian Masyarakat Kesehatan (JIPMK) Vol 6, No 1 (Maret) (2024): Jurnal Implementasi Pengabdian Masyarakat Kesehatan
Publisher : Universitas Widya Husada Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33660/jipmk.v6i1.146

Abstract

Kesehatan jiwa merupakan kondisi dimana seorang individu dapat berkembang, baik secara fisik, mental, spiritual, dan sosial sehingga individu tersebut dapat menyadari kemampuan sendiri, dapat mengatasi tekanan, dan mampu bekerja secara produktif. Tujuan kegiatan PKM adalah memberikan pengetahuan dan pelatihan kader dalam masalah kesehatan jiwa di masyarakat, mengenali dan melakukan pendataan pada masyarakat untuk menggolongkan keluarga sehat jiwa, resiko gangguan jiwa dan gangguan jiwa. Metode yang digunakan dalam kegiatan PKM dengan memberikan penyuluhan dan pelatihan program Kelurahan Siaga Sehat Jiwa dan deteksi dini kesehatan jiwa dengan tanya jawab, dan simulasi. Hasil dari kegiatan ini adalah terjadi peningkatan pengetahuan kader menuju kelurahan siaga sehat jiwa dan deteksi dini kesehatan jiwa. Kegiatan ini dapat menumbuhkan semangat kader dan masyarakat ikut berperan serta dalam mendeteksi pasien gangguan jiwa yang belum terdeteksi, dan membantu pemulihan pasien yang telah dirawat di rumah sakit, serta siaga terhadap munculnya masalah kesehatan jiwa di masyarakat. Kesimpulan dari kegiatan PKM yaitu pentingnya pengetahuan kader, tokoh masyarakat, dan pemerintah untuk meningkatkaan derajat kesehatan masyarakat melalui program kegiatan kelurahan siaga sehat jiwa. Harapan dari terbentuknya kelurahan siaga sehat jiwa yaitu dapat mengurangi dampak dari kerugian akibat dari adanya penderita gangguan jiwa yang tidak mendapatkan perawatan oleh keluarga dan membantu pemulihan pasien yang telah pulang dirawat dari rumah sakit dan siaga terhadap munculnya masalah kesehatan jiwa di masyarakat.
Designing Strategy for Waste Management Business in Cement Company Using Scenario Planning Arifianto, Arifianto; Sunitiyoso, Yos
Jurnal Indonesia Sosial Sains Vol. 6 No. 3 (2025): Jurnal Indonesia Sosial Sains
Publisher : CV. Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/jiss.v6i3.1659

Abstract

Economic and population growth in the future will increase waste generation and environmental challenges for the Indonesian Government. Cement plants can utilize waste as alternative fuel and raw materials, providing waste disposal services. This research discussed strategies for cement companies to develop their waste management business. Strategic tools called scenario planning are used in this research to create robust strategies facing future uncertainties. This research used a qualitative thematic data analysis from interviews with experts to identify critical uncertainties. The key focal issues are how will regulatory, market competition, and sustainability trends impact development of waste management business in cement company over the next 5 years. This research involved 6 industry experts from different companies, cement companies, government, and regulators. Through interviews and thematic data analysis, driving forces were identified and by using expert ratings, critical uncertainties were defined. The critical uncertainties are regulation and industry competition, which then shaped the four scenarios as the result. These scenarios have implications that impact the waste management industry and cement companies must be able to adapt to the emerging scenario. This research concludes with recommendations for cement company to leverage process efficiency in waste utilization, advocate to government and regulators, utilize branding as environmentally friendly solution to the waste problem, engage in research and development of waste processing technologies, establish strategic partnership with relevant stakeholder, and adjusting focus in terms of investment spending and technology adoption.
Survei Dua Dekade tentang Resep dan Penggunaan Antibiotik di Komunitas Kresnawati, Windhi; Soepamena, Yoslien; Aditya, Fransiskus; Amandito, Radhian; Anggraeni, Marissa; Kurniawan, Yulianto Santoso; Arifianto, Arifianto; Liauw, Felix; Sujud, Purnamawati
Majalah Kedokteran Indonesia Vol 75 No 6 (2025): Journal of The Indonesian Medical Association - Majalah Kedokteran Indonesia, Vo
Publisher : PENGURUS BESAR IKATAN DOKTER INDONESIA (PB IDI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47830/jinma-vol.75.6-2025-1959

Abstract

Introduction: Irrational antibiotic use in pediatric populations remains a significant challenge in Indonesia, contributing to antibiotic resistance. Despite interventions and public awareness campaigns, inappropriate antibiotic prescribing and self-medication persist among patients, healthcare providers, and pharmacies. This study aims to identify trends, challenges, and potential solutions for promoting rational antibiotic use in Indonesia.Methods: A retrospective review was conducted on 11 unpublished survey studies by YOP related to antibiotic use in pediatric populations and healthcare practices in Indonesia from 2004 to 2023. Data sources included prescription surveys (2004-2012), community perception surveys (2014-2023), and healthcare provider assessments (2010-2013). Prescription patterns, antibiotic perceptions, and dispensing practices were analyzed.Results: The public surveys over two decades show a decline in the behavior of buying antibiotics without a prescription (from 91% to 23%), while the prescribing of antibiotics for colds and coughs remains high and unchanged (around 68-79%). Pharmacy assessments found that 85% of pharmacies dispensed antibiotics without a prescription and 43% advised antibiotics for URTI.Conclusion: Misconceptions about antibiotics, lack of stringent regulations on antibiotic sales, and continued overprescription by healthcare providers are the key factors of irrational antibiotic usage in pediatric population in Indonesia.