Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

ANALISIS HUBUNGAN FAKTOR HUMAN, ORGANIZATION, DAN TECHNOLOGY (MODEL HOT-FIT) DENGAN EFEKTIVITAS PEMANFAATAN SIMRS PADA PETUGAS UNIT RAWAT INAP DAN RAWAT JALAN RSUD KABUPATEN MUNA BARAT Fatima, Wa Ode; Sety, La Ode Muhamad; Jumakil, Jumakil
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 7 No. 1 (2026): MARET 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v7i1.56188

Abstract

Perkembangan teknologi informasi mendorong rumah sakit mengadopsi Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit (SIMRS) untuk meningkatkan mutu pelayanan dan efektivitas pengambilan keputusan. Namun, pemanfaatan SIMRS di rumah sakit daerah masih menghadapi berbagai kendala, khususnya terkait faktor sumber daya manusia, organisasi, dan teknologi. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan faktor Human, Organization, dan Technology berdasarkan model Human–Organization–Technology Fit (HOT-Fit) dengan efektivitas pemanfaatan SIMRS di RSUD Kabupaten Muna Barat serta mengidentifikasi faktor yang paling dominan berpengaruh. Penelitian kuantitatif dengan desain potong lintang (cross-sectional) dilaksanakan pada Oktober–Desember 2025. Populasi penelitian adalah seluruh pengguna SIMRS di unit rawat inap dan rawat jalan sebanyak 202 responden, dengan teknik total sampling. Variabel penelitian meliputi faktor Human, Organization, Technology, dan Net Benefit sebagai indikator efektivitas. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner terstruktur berbasis model HOT-Fit. Analisis data dilakukan secara univariat, bivariat menggunakan uji Chi-Square, dan multivariat menggunakan regresi logistik biner. Sebagian besar responden menilai komponen Human dan Organization dalam kategori baik, sedangkan komponen Technology mayoritas dinilai kurang baik. Analisis bivariat menunjukkan tidak terdapat hubungan signifikan antara faktor Human dan Organization dengan efektivitas SIMRS (p>0,05). Faktor Technology memiliki hubungan signifikan dengan efektivitas SIMRS (p=0,041). Analisis multivariat menunjukkan Technology sebagai faktor paling dominan (OR=2,27; 95% CI: 1,021–5,033).
SEBARAN SPASIAL KASUS GIGITAN HEWAN PENULAR RABIES (GHPR) DI KABUPATEN KOLAKA UTARA Jumakil, Jumakil; Aswar, Aswar; Rusli Afa, Jusniar; Tina, Lymbran; Fithria, Fithria
Jurnal Spasial Vol 12, No 2 (2025)
Publisher : Program Studi Pendidikan Geografi Universitas PGRI Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22202/js.v12i2.11364

Abstract

There were 111 cases of Rabies Transmitter Animal Bites from January to December 2018 in North Kolaka Regency and 1 positive case of rabies (lyssa), to be precise in Lapai Village. In 2019, another GHPR case was found in North Kolaka Regency. There were 8 cases in February 2019, 22 cases in March 2019 and 1 case tested positive for rabies (lyssa), and 12 cases in April 2019. This type of research is descriptive observational with a spatial approach to determine the distribution of rabies transmitting animal bites in humans based on geographic information systems. The objects in this study were 42 cases of which were recorded in the 2019 KolakaUtara Regency Health Office report and 4 new cases which were found when the study was carried out. The total number of research objects was 46 cases of rabies transmitting animal bites. The results showed that rabies transmitter animal bites cases were spread throughout the Kolaka Utara Regency with the most distribution in Tandaumera Village with 8 cases (17.39%), while the lowest distribution of cases was in Sulaho, Lapai, Watumotoha, Tiwu, Tolala, Lawolatu, Puncak Monapa, Sarambu. , Pohu, Lapasi-pasi, Woise, Patowonua, Tahibua, Lawaki, Lawakara, Latowu each 1 case (0.22%).