Claim Missing Document
Check
Articles

Found 33 Documents
Search

Profil Kreativitas Siswa Feminim Dalam Menyelesaikan Soal Cerita Matematika Open Ended Berdasarkan Kemampuan Matematika Esty Saraswati Nur Hartiningrum; Safiil Maarif; Arin Wijayanti
Jurnal Ilmiah Soulmath : Jurnal Edukasi Pendidikan Matematika Vol 8 No 1 (2020)
Publisher : Universitas Dr. Soetomo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (746.028 KB) | DOI: 10.25139/smj.v8i1.2461

Abstract

Abstract Creativity is a very interesting field to study and has a variety of different views. This study aims to determine the creativity of feminine students of high ability and being in solving open ended questions. This research is a qualitative descriptive study. Subjects were selected based on the BEM test by choosing a high feminine level and taking 2 subjects with high and moderate mathematical abilities. The instruments used were test and interview sheets. Validity of data using time triangulation. Data is analyzed by reducing data, presenting data and summarizing indicators namely fluency, flexibility and novelty.Based on the results of data analysis tests on mathematical story questions and interviews, it was concluded that feminine subjects with high mathematical abilities reached a level of creativity 4 (very creative). This was shown by students being able to work on problems by describing more than one different figure (fluency), being able to work on problems using more from a different method of resolution (flexibility), and shows a new way of determining the volume of building space that has been described in addition to using a formula that has been obtained, that is one size of the pyramid made three times the size of the beam will get the same volume as the volume of the beam (novelty) . Feminine subjects with mathematical abilities are reaching the level of creativity 1 (less creative), because students are only able to write various answers of the ideas generated. This is shown by students only being able to show more than one different picture (fluency), students don't show different or new ways of solving it. Keywords:Student creativity, open ended questions, gender, Bem scale Abstrak Kreativitas merupakan suatu bidang yang sangat menarik untuk dikaji dan memiliki berbagai perbedaan pandangan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kreativitas siswa feminim kemampuan tinggi dan sedang dalam menyelesaikan soal cerita matematika open ended materi bangun ruang sisi datar. Penelitian ini merupakan deskriptif kualitatif. Subjek dipilih berdasarkan tes BEM dengan memilih tingkat feminim yang tinggi dan diambil 2 subjek denga kemampuan matematika tinggi dan sedang. Instrument yang digunakan adalah lembar tes dan lembar wawancara. Keabsahan data dengan menggunakan triangulasi waktu. Data dianlisi dengan mereduksi data, menyajikan data dan menyimpulkan hasil analisis dengan indikator kreativitas menurut Silver yaitu kefasihan (fluency), felksibilitas (flexibility), dan kebaruan (novelty). Berdasarkan hasil analisis data tes soal cerita matematika dan wawancara diperoleh kesimpulan subjek feminim dengan kemampuan matematika tinggi mencapai tingkat kreativitas 4 (sangat kreatif) Hal ini ditunjukkan dengan siswa mampu mengerjakan soal dengan menggambarkan lebih dari satu bangun berbeda (kefasihan), mampu mengerjakan soal menggunakan lebih dari satu cara penyelesaian yang berbeda (fleksibilitas), dan menunjukkan cara barumenentukan volume bangun ruang yang telah digambarkan selain dengan menggunakan rumus yang sudah didapatkan yaitu salah satu ukuran dari limas dibuat tiga kali ukuran balok akan didapatkan volume yang sama dengan volume balok (kebaruan). Subjek feminim dengan keampuan matematika sedang mencapai tingkat kreativitas 1 (kurang kreatif), karena siswa hanya mampu menuliskan berbagai jawaban dari ide yang dihasilkan. Hal ini ditunjukkan dengan siswa hanya mampu menunjukkan lebih dari satu gambar berbeda (kefasihan), siswa tidak menunjukkan cara penyelesaian yang berbeda ataupun baru. Kata kunci : Kreativitas siswa, soal open ended, gender, Skala Bem
Analisis Faktor Penyebab Kesalahan Siswa dengan Kepribadian Introvert dalam Memecahkan Masalah Matematika Berdasarkan Tahapan Polya Esty Saraswati Nur Hartiningrum; Edy Setiyo Utomo; Nuraika Meyke Listyanti
Jurnal Ilmiah Soulmath : Jurnal Edukasi Pendidikan Matematika Vol 8 No 2 (2020)
Publisher : Universitas Dr. Soetomo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (334.78 KB) | DOI: 10.25139/smj.v8i2.3079

Abstract

Abstract Teachers must know the errors and factors that cause errors made by students. Different personality types will also differ students' ways of thinking. The purpose of this research is to describe an errors and the factors that cause errors by introverted personality students. This type of research is a qualitative study, the research subject is 1 Pancasila Middle School student chosen purposively. This research uses time triangulation. The results of this study is the mistakes made by subjects based on Polya's procedure the subjects make mistakes when arranging plans because they do not know the formulas used, because introvet subjects interpret them subjectively. The subject, made a mistake when carrying out the plan that resulted in the end result obtained wrongly because the subject forgot the calculation rules used. Making a mistake in the final stage of checking back due to the mindset of the subject who thinks based on objective data so that everything that he thinks is correct will be correct Keywords: Error Analysis, Introverted Personality, Solving Mathematica Problems, Polya Stages. Abstrak Pendidik harus mengetahui letak kesalahan dan faktor yang menyebabkan terjadinya kesalahan yang dilakukan oleh siswa. Tipe kepribadian yang berbeda akan berbeda pula cara berpikir siswa. Tujuan dilakukannya penelitian ini adalah untuk memberikan gambaran mengenai letak kesalahan dan faktor penyebab kesalahan yang dilakukan siswa kepribadian introvert. Jenis penelitian yang dipilih peneliti adalah penelitian kualitatif, subjek penelitian 1 siswa SMP Pancasila yang dipilih secara purposive. Penelitian ini menggunakan triangulasi waktu. Hasil dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa Letak kesalahan yang dilakukan subjek berdasarkan prosedur Polya yaitu subjek melakukan kesalahan saat mnyusun rencan karena tidak tahu rumus yang digunakan, karena subjek introvet memaknai secara subjectif. Subjek, melakukan kesalahan saat melaksanakan rencana yang mengakibatkan hasil akhir yang diperoleh salah yaitu dikarenakan subjek lupa aturan perhitungan yang digunakan. Melakukan kesalahan pada tahap akhir memeriksa kembali dikarenakan pola pikir subjek yang berfikir berdasarkan data objektif sehingga semua yang menurut pemikirannya benar maka akan benar Kata kunci : Analisis Kesalahan, Kepribadian Introvert, Memecahkan Masalah Matematika, Tahapan Polya.
Kajian Teori: Pandangan Vygotsky Dalam Pembelajaran Matematika Menggunakan Problem Posing Di Kurikulum Merdeka Esty Saraswati Nur Hartiningrum; Abdul Wahab
Jurnal Ilmiah Soulmath : Jurnal Edukasi Pendidikan Matematika Vol 12 No 2 (2024)
Publisher : Universitas Dr. Soetomo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25139/smj.v12i2.7822

Abstract

The mathematics learning approach involving Vygotsky's views and the application of the problem posing method in the context of the Independent Curriculum has attracted the attention of educational researchers. Vygotsky's views and Piaget's theory are constructivist, with a connecting line between the cognitive flow and the social approach, where constructivism has similarities with the social approach. This research aims to explore key concepts from Vygotsky's theory in mathematics learning, with a focus on the problem posing approach in the newly implemented curriculum. Descriptive methods are used to analyze Vygotsky's views in the context of solving mathematical problems using a problem posing approach. The main references in this research are articles published in international and national journals indexed at least SINTA 4. The results of this research are expected to provide deeper insight into how Vygotsky's concepts can be applied in creative and student-centered mathematics learning in Independent Curriculum Keywords: Vygotsky, problem posing, mathematics learning, independent curriculum Pendekatan pembelajaran matematika yang melibatkan pandangan Vygotsky dan penerapan metode problem posing dalam konteks Kurikulum Merdeka telah menarik perhatian para peneliti pendidikan. Pandangan Vygotsky dan Teori Piaget merupakan aliran kontruktivis, dengan garis penghubung aliran kognitif dan pendekatan sosial, dimana kontrukstivis memiliki kesamaan dengan pendekatan sosial. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi konsep-konsep kunci dari teori Vygotsky dalam pembelajaran matematika, dengan fokus pada pendekatan problem posing dalam kurikulum yang baru diimplementasikan. Metode deskriptif digunakan untuk menganalisis pandangan Vygotsky dalam konteks pemecahan masalah matematika dengan pendekatan problem posing. Referensi utama dalam penelitian ini adalah artikel-artikel yang terpublikasi dalam jurnal internasioanl dan nasional yang terindeks minimal SINTA 4. Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan wawasan yang lebih dalam tentang bagaimana konsep-konsep Vygotsky dapat diaplikasikan dalam pembelajaran matematika yang kreatif dan berpusat pada siswa pada Kurikulum Merdeka Kata Kunci: Vygotsky, problem posing, pembelajaran matematika , kurikulum merdeka