Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

Pengembangan E-Modul IPA Interaktif yang Terintegrasi Kearifan Lokal dan Nilai-nilai Religius pada Materi Suhu dan Kalor Sa'adah, Annisa Lailis; Fawaida, Ulya
Kappa Journal Vol 9 No 2 (2025): Agustus
Publisher : Universitas Hamzanwadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29408/kpj.v9i2.30782

Abstract

Materi suhu dan kalor pada pemeblajaran IPA masih dianggap abstrak dan kurang diminati siswa karena bersifat teoritis dan tidak kontekstual. Materi suhu dan kalor jika di amati lebih lanjut memiliki kedekatan dengan kehidupan sehari-hari serta memiliki potensi untuk diintegrasikan dengan nilai-nilai lokal dan religius. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan e-modul IPA interaktif yang mengintegrasikan kearifan lokal dan nilai-nilai religius. Metode yang digunakan adalah Research and Development (R&D) dengan model 4D (Define, Design, Develop, Disseminate) E-modul dikembangan dengan aplikasi canva dan divalidasi oleh dua ahli materi dan dua ahli media. Hasil validasi menunjukkan e-modul memperoleh skor 81,26% dari ahli materi dan 87,03% dari ahli media yang keduanya memiliki kategori sangat layak. Uji coba terbatas pada siswa menunjukkan respon positif terhadap, manfaat, kegunaan, dan tampilan modul. Integrasi budaya lokal pembuatan jenang kudus serta ayat-ayat al-qur’an dalam modul ini memberikan konteks yang lebih dekat dengan kehidupan siswa. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa e-modul ini layak digunakan sebagai media pembelajaran.
EKSPLORASI KONSEP SAINS DALAM PEMBUATAN JENANG KUDUS: PENDEKATAN ETNOSAINS UNTUK KEBERLANJUTAN BUDAYA Nugraheni, Saniyatun; Fawaida, Ulya; Nadilla, Nadilla; I. Maulida, N.; I. H. Zahiy, P.; Z. F. Abdillah, A.; F. Rahmawati, R.
LENSA (Lentera Sains): Jurnal Pendidikan IPA Vol. 15 No. 2 (2025): November 2025
Publisher : Faculty of Teaching and Education, University of Wiraraja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24929/lensa.v15i2.655

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk: menganalisis proses pembuatan Jenang Kudus terhadap keberlanjutan tradisi lokal dengan menggunakan nilai-nilai etnosains. Jenang Kudus merupakan makanan khas daerah Kudus yang memiliki nilai kebudayaan dan Sejarah yang mendalam, Jenang kudus juga dijadikan sebagai simbol akulturasi budaya tradisi lokal dengan ajaran agama Islam. Dalam penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan memakai motode deskriptif, yaitu dengan mengumpulkan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi dari penjual dan pembuat jenang. Kajian etnosains dari pembuatan Jenang Kudus terletak pada saat mengaduk adonan yang awalnya bahan mentah cair kemudian di panaskan diatas bara api. Setelah beberapa jam dipanaskan diatas bara api adonan jenang akan berubah menjadi adonan yang padat dan kental.
Ethnoscience and Ethnobotanical: The Construction of Indigenous Knowledge on Parijoto (Medinilla speciosa) Plant Fawaida, Ulya; Sudarmin, Sudarmin; Saptono, Sigit; Ridlo, Saiful
Journal of Natural Science and Integration Vol 8, No 2 (2025): Journal of Natural Science and Integration
Publisher : Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/jnsi.v8i2.38083

Abstract

Parijoto fruit (Medinilla speciosa), a characteristic plant from the slopes of Mount Muria, is traditionally believed to enhance fertility in pregnant women. This study aimed to examine the process of making parijoto syrup and relate it to scientific concepts. A qualitative case study approach was employed, involving semi-structured interviews, field observations of syrup production, and literature review to explore the fruit’s composition and benefits. The research stages included preparation, primary data collection, and data analysis. Data were analyzed descriptively and comparatively, linking indigenous knowledge with principles of ethnoscience and ethnobotany. The investigation focused on community practices in syrup preparation, followed by verification, reconstruction, formulation, and conceptualization into scientific knowledge. From a scientific perspective, the syrup production process illustrates concepts such as classification of living organisms, elements and compounds, energy and work, simple machines, mixtures, temperature and heat, and energy transfer. Ethnobotanical findings show that the local community uses parijoto fruit and leaves for various medicinal purposes and fertility enhancement, with cultural beliefs attributing positive effects on offspring appearance. Integrating local knowledge with scientific learning provides opportunities to foster meaningful understanding and strengthen connections between education and regional natural potential.Keywords: parijoto plant, medinilla speciosa, ethnoscience, ethnobotanical, indigenous knowledge
Menggali Potensi Kearifan Lokal dalam Pembelajaran IPA: Peran Nilai Religius dalam Meningkatkan Pemahaman Konsep Mahasiswa Fawaida, Ulya; Abidin, Zaenul
Proceedings of Annual Conference for Muslim Scholars Vol 7 No 1 (2023): AnCoMS, Desember 2023
Publisher : Koordinatorat Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Swasta Wilayah IV Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36835/ancoms.v7i1.496

Abstract

This research was conducted with 50 students majoring in Science Education at IAIN Kudus. The objectives of this study were: 1) to identify local wisdom as a source of science education, 2) to analyze the integration of religious values in science education, and 3) to examine how the integration of local wisdom and religious values can enhance students' conceptual understanding. This study employed a mixed-methods approach. The findings revealed that the students utilized local potential and traditional knowledge as learning resources in science education. Moreover, the students integrated religious values such as responsibility, environmental concern, and preservation into their learning process. The integration of local wisdom and religious values in science education provided a contextual learning experience that presented a comprehensive understanding of natural phenomena and facilitated inquiry-based learning to construct students' multidisciplinary understanding. In conclusion, local wisdom in science education serves as a valuable learning resource that instills religious values and enhances students' conceptual understanding.
Pengembangan KIT TERACOCO Sebagai Media Pembelajaran Interaktif IPA Di Sekolah Menengah Pertama Ahdan, Fatmaziza Berliane; Fawaida, Ulya
Jurnal Pendidikan dan Teknologi Indonesia Vol 5 No 11 (2025): JPTI - November 2025
Publisher : CV Infinite Corporation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52436/1.jpti.1158

Abstract

Pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) di tingkat SMP masih menghadapi berbagai kendala, di antaranya metode pembelajaran yang bersifat teoritis dan minim praktik, rendahnya keterlibatan siswa, serta keterbatasan media dan alat praktikum. Kondisi ini menyebabkan peserta didik kesulitan memahami konsep abstrak seperti pertumbuhan tanaman dan komponen ekosistem. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kelayakan KIT TERACOCO sebagai media pembelajaran interaktif berbasis eksperimen yang dapat digunakan dalam pembelajaran IPA SMP. Metode yang digunakan adalah Research and Development (R&D) dengan model 4D (Define, Design, Develop, dan Disseminate), yang dalam penelitian ini dilaksanakan hingga tahap Develop. Validasi dilakukan oleh enam ahli (media dan materi) serta uji keterbacaan oleh sepuluh siswa kelas VII SMP Nurul Ishlah Jepara. Hasil validasi menunjukkan skor rata-rata sebesar 91% untuk kelayakan media, 93% untuk kelayakan materi, dan 91% untuk kelayakan bahasa yang termasuk dalam kategori “sangat layak” untuk digunakan sebagai media pembelajaran. Uji keterbacaan oleh siswa juga menunjukkan hasil sebesar 91%, yang menandakan bahwa media mudah dipahami dan menarik minat belajar siswa. Dengan demikian, KIT TERACOCO dinilai layak digunakan sebagai media pembelajaran interaktif dalam pembelajaran IPA, khususnya pada materi pertumbuhan tanaman dan ekosistem.