Claim Missing Document
Check
Articles

Found 20 Documents
Search

Sintesis nanopartikel nikel hidroksida dengan menggunakan tween 20 dan PEG 400 Yanatra Budi Pramana; M. Sochibul A’lal Ma’arif; Sabdari Bella Chrisdia; Aprilia Isti Triantini; Akhmad Solikin; Krisyanti Budipramana
STIGMA: Jurnal Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Unipa Vol 15 No 02 (2022)
Publisher : Universitas PGRI Adi Buana Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36456/stigma.15.02.6450.77-80

Abstract

In this study we compared the synthesis of nickel hydroxide nanoparticles using two different solutions, namely tween 20 and PEG (Polyethylene Glycol) 400, the electrolysis method used 0.3 M sodium citrate with the addition of tween 20 and PEG 400, using a potential of 25 Volts for 30 minutes. Obtained nickel hydroxide nanoparticles. Scanning electron microscopy (SEM) is used for morphological characterization of the product. Nickel hydroxide nanoparticles added with tween 20 were in the form of nanoflowers, while nickel hydroxide nanoparticles added with PEG 400 were in a spherical shape. Keywords: High Voltage,Electrolysis, Ni(OH)2 nanoparticles
Improving The Heat Value of Biobriquettes Made From Rice Husk and Cabbage with The Addition of Palm Oil Yanatra Budi Pramana; Dwi Ana A; Nanik AR
Tibuana Vol 5 No 2 (2022): TIbuana
Publisher : UNIPA PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36456/tibuana.5.2.5896.120-126

Abstract

Biobriquette can be used as an alternative fuel because it is made from inexpensive materials and uses simple technology, and it is expected to help overcome the energy (fossil) crisis. The problem is determining how to boost the calorific value of briquettes made from waste biomass materials. Cabbage contains approximately 18.80% fiber, so there is cellulose content that can be processed into high-value products such as briquettes, and using rice husks as fuel can increase the calorific value. The goal of this study is to determine the best calorific value of biobriquettes by varying the method of adding coconut oil and the composition of rice husks and cabbage. The stages of making cabbage and rice husk biobriquettes are raw material preparation, carbonization, adhesive manufacture, briquetting, and quality testing. The variables used are variations in the composition of rice husks: cabbage in ratios of 40:60, 50:50, 60:40, 70:30, and 80:20, as well as the variable method of giving palm oil by mixing with ingredients and dyeing after it becomes briquettes. According to the findings of this study, the best biobriquette mixing ratio resulted in the highest calorific value found in a mixture of 40% rice husk and 60% cabbage with the method of adding palm oil by dipping, with a calorific value of 6.283 kcal/g, a combustion rate of 0.0616 g/minute, and the duration of the flame is 60.26 minutes.
ANALISIS ALAT INCINERATOR MINIM ASAP SKALA RUMAH TANGGA DAN PEMANFAATAAN LIMBAHNYA Ridho Sampurno; Mohammad Zulfikar Ainun Sidiq; Yanatra Budi Pramana
Seminar Nasional Hasil Riset dan Pengabdian Vol. 6 (2024): Seminar Nasional Hasil Riset dan Pengabdian (SNHRP) Ke 6 Tahun 2024
Publisher : LPPM Universitas PGRI Adi Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Berdasarkan percobaan yang sudah kami lakukukan dengan membuat alat pembakaraan (incinerator) mampu membakar sampah organik 27,8kg setiap jamnya setelah itu sampah tersebut dilakukan fermentasi dengan penambahan EM4 agar bisa dijadikan pupuk dengan pH 7 dan kelembapan 8 dengan suhu maksimal 150℃ percobaan pembakaran sampah dengan menggunakan jenis sampah yaitu sampah organik dan sampah anoganik pada diagram yang telah disajikan menujukan bahwa pada pembakaran pada suhu tinggi massa sampah sedikit. Kata Kunci: (Incinerator,Pupuk)
PEMBUATAN ALAT PEMOTONG LONTONGAN KERUPUK UDANG SKALA RUMAH TANGGA Hustin Nasrul Fauzian Ramadhan; Ridho Sampurno; Mochammad Zulfikar Ainunsidiq; Yanatra Budi Pramana
Seminar Nasional Hasil Riset dan Pengabdian Vol. 6 (2024): Seminar Nasional Hasil Riset dan Pengabdian (SNHRP) Ke 6 Tahun 2024
Publisher : LPPM Universitas PGRI Adi Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kerupuk merupakan jenis makanan yang terbuat dari bahan-bahan yang mengandung paticukup tinggi. Pengertian lain menyebutkan bahwa kerupuk adalah sejenis makanan kecil yangmengalami pengembangan volume membentuk produk yang mengembang dan memiliki densitas rendah selama proses penggorengan.Tujuan dari penelitian ini adalah mengembangkan mesin pemotong lontongan kerupukudang untuk menjadikan potongan kerupuk udang yang memiliki ketebalan irisan yang samaantara tebal dan tipisnya.Kata kunci: mesin pemotong lontongan kerupuk udang, lontongan kerupuk udang
PEMANFAATAN ENERGI PANAS INCINERATOR UNTUK TERMOELEKTRIK MENJADI ENERGI LISTRIK Mochammad Zulfikar Ainunsidiq; Ridho Sampurno; Yanatra Budi Pramana
Seminar Nasional Hasil Riset dan Pengabdian Vol. 6 (2024): Seminar Nasional Hasil Riset dan Pengabdian (SNHRP) Ke 6 Tahun 2024
Publisher : LPPM Universitas PGRI Adi Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan dari penelitian ini yaitu memanfaatkan energi panas pada incinerator diubah menjadienergi listrik. Dalam penelitian ini menggunakan incinerator sebagai sumber energi panasnya.Incinerator sendiri adalah alat yang dipergunakan untuk membakar limbah dalam bentuk padatdan dioperasikan dengan memanfaatkan teknologi pembakaran pada suhu tertentu Dan juga penggunaan rangkaian termoelektrik untuk memanfaatkan energi panas yangdihasilkan incinerator saat pembakaran, merubahnya menjadi energi listrik untuk pengisianbaterai dengan kapasitas kecil. Rangkaian termoelektrik juga dilakukan pengukuran voltase danampere yang dihasilkan menggunakan alat AVO meter. Kata kunci: incinerator, termoelektrik
Rancang Bangun Mesin Crusher Skala Laboratorium Untuk Menghancurkan Limbah Telepon Genggam yanatra, miftakul karto; pramana, yanatra budi
JUSTI (Jurnal Sistem dan Teknik Industri) Vol 4 No 3 (2023): justi
Publisher : Universitas Muhammadiyah Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30587/justicb.v4i3.7605

Abstract

Pesatnya perkembangan teknologi perangkat elektronik yang berdampak pada meningkatnya produksi alat-alat elektronik yang berbanding lurus dengan meningkatnya produk elektronik yang rusak dan menjadi limbah. Hal ini berbanding terbalik dengan pertumbuhan mesin penghanjur limbah elektronik tersebut sebagai bagian dari proses daur ulang limbah. Telepon genggam merupakan salah satu barang elektronik yang limbahnya perlu dihancurkan dan di daur ulang. Rumusan masalah ini yaitu bagaimana merancang bangun mesin crusher yang dapat digunakan untuk memperkecil ukuran limbah elektronik khususnya limbah telepon genggam dan menentukan kapasitas mesin crusher. Tujuan penelitian ini adalah merancang bangun mesin crusher skala laboratorium untuk menghancurkan limbah telepon genggam dan mengetahui kapasitasnya. Penelitian ini menggunakan metode eksperimental dengan melakukan perencanaan mesin secara langsung di bengkel kemudian dilanjutkan dengan dengan peralihan variabel yang digunakan P1-P3. Mesin crusher ini memilik komponen utama berupa pisau pencacah yang berfungsi untuk menghancurkan dan mencacah limbah elektronik tersebut, motor yang digunakan adalah motor Listrik sebagai penggerak dari poros pisau pencacah tersebut. Hasil proyek ini adalah dari perhitungan diperoleh dari poros pisau 28 mm dengan motor penggerak 3 HP dan putaran mesin 1420 rpm dengan kapasitas kerja mesin yang cukup tinggi yaitu 42,8 kg/jam.
Analisa Produktivitas Mesin Kerupuk Kentang Dengan Menggunakan Metode Objective Matrix (OMAX) M. Nushron, Miftakul Yanatra; Pramana, Yanatra Budi; Mukhtar, M. Nushron Ali
JUSTI (Jurnal Sistem dan Teknik Industri) Vol 4 No 4 (2023): justi
Publisher : Universitas Muhammadiyah Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30587/justicb.v4i4.8074

Abstract

Pengukuran produktivitas memegang peranan yang sangat penting dalam mengevaluasi dan menentukan strategi lebih lanjut untuk meningkatkan tingkat produktivitas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat produktivitas penggunaan mesin pemotong kerupuk kentang produksi UKM Agung Jaya dari bahan pemotongan kerupuk kentang dan mengetahui tingkat produktivitas mesin kerupuk kentang untuk meningkatkan kapasitas produksi potongan kerupuk kentang. Hal ini masih dilakukan secara manual dan menggunakan peralatan sederhana. Untuk mengetahui tingkat produktivitas mesin kerupuk kentang, penelitian ini perlu mengukur produktivitasnya. Sebab hasil pengukuran produktivitas ini dapat dijadikan bahan pertimbangan untuk melaksanakan langkah-langkah peningkatan produktivitas pemotongan bahan kerupuk kentang di UKM AGUNG JAYA. Untuk mengetahui produktivitas Hal ini dilakukan dengan menggunakan metode objective matrix (OMAX). Kriteria yang digunakan dalam penelitian ini adalah jumlah bahan kerupuk yang akan dipotong, jumlah pegawai, kualitas hasil pemotongan kerupuk. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Rasio produktivitas bahan baku, hasil rasio tersebut pemotong kerupuk menggunakan alat manual yaitu 0,93, sedangkan yang menggunakan mesin sebesar 0,97, terjadi peningkatan sebanyak 4% pada produktivitas bahan baku pada alat pemotong manual dan dengan menggunakan mesin. Kemudian Rasio produktivitas tenaga kerja, hasil rasio produktivitas pemotong kerupuk menggunakan alat manual yaitu 423,7 kg/ orang dan menggunakan mesin pemotong sebesar 873,7 kg/ orang. terjadi peningkatan sebanyak 106% pada produktivitas tenaga kerja pada alat pemotong manual dan dengan menggunakan mesin. Dan Rasio produktivitas jam mesin, hasil rasio produktivitas pemotong kerupuk menggunakan alat manual yaitu 71,7 kg/jam, sedangkan jika menggunakan mesin pemotong sebesar 145,62 kg/jam, terjadi peningkatan sebanyak 104% pada produktivitas tenaga kerja pada alat pemotong manual dan dengan menggunakan mesin
ANALISIS PEMBUATAN PAVING STONE UNTUK TAMAN DENGAN BAHAN CAMPURAN STYROFOAM DAN ABU BATU pramana, yanatra budi
JUSTI (Jurnal Sistem dan Teknik Industri) Vol 5 No 2 (2024): justi
Publisher : Universitas Muhammadiyah Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30587/justicb.v5i2.9400

Abstract

Styrofoam menimbulkan timbunan sampah yang secara alamiah dapat terurai dalam jangka waktu 100 tahun. Sebenarnya sampah styrofoam dapat didaur ulang namun proses daur ulang melepaskan 57 senyawa – senyawa berbahaya di alam. Styrofoam bahkan dikategorikan sebagai penghasil limbah berbahaya ke-5 terbesar di dunia. Tahun 2014 sudah ada yang mengembangkan limbah Styrofoam menjadi lahan bisnis untuk pembuatan paving. Tahapan pembuatan paving dalam penelitian ini secara sistematik dapat dirinci sebagai berikut : Perhitungan jumlah limbah Styrofoam yang dihasilkan dalam pembakaran Styrofoam. Pembuatan paving dengan ukuran 21 x 10 x 6 cm sesuai perbandingan. Perbandingan 1 (paving konvensional), Perbandingan 2 ( Semen 30% + Styrofoam 30% + Abu Batu 40%). Kemudian dilakukan uji kuat tekan dengan mesin khusus di Laboratorium Teknik Sipil ITS pada masing - masing perlakuan yang telah dibuat. Maka terdapat nilai perbandingan dari paving campuran dengan paving konvensional .
Analysis of Wastewater Quality of Jetis Batik, Sidoarjo Tjahjani, Ida Kusnawati; Febrianti, Aulia Nur; Pramana, Yanatra Budi; Titisari, Manik Ayu
Jurnal Serambi Engineering Vol. 10 No. 2 (2025): April 2025
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Serambi Mekkah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Jetis Batik Industry in Sidoarjo is recognized as a prominent batik center in East Java.  Batik is known as an industry that uses both natural and synthetic dyes.  This can serve as a source of environmental pollution.  This study is to evaluate the quality of wastewater generated by Jetis Batik in Sidoarjo.  The determined quality is then evaluated according to Permenkes 02 of 2023 and PerGub Jatim Number 72 of 2013.  In this research, batik wastewater samples from 20 batik cottage industries in the Jetis region of Sidoarjo were used.  It is acknowledged that it does not meet the clean water quality standards set by the Minister of Health Regulation Number 02 of 2023 in terms of TDS parameters, turbidity, color, Fe, Mn, nitrate, nitrite, pH, and chromium.  Subsequent research in accordance with East Java Governor Law No. 72 of 2013 showed that TDS, pH, Fe, Mn, Cr, COD and BOD exceeded the quality criteria established by law.  In addition, according to the East Java Governor Regulation No. 72 of 2023, batik liquid waste is classified into categories I, II, III, IV, and seawater, which is considered unsuitable for discharge into the marine environment.  Immediate disposal of batik liquid waste into water sources without prior treatment poses a significant risk of environmental contamination.
Effect of Tween 20 on the Electrochemical Synthesis and Properties of Nickel Hydroxide Nanoparticles Pramana, Yanatra Budi; Asranudin; Budipramana, Krisyanti
Jurnal Kimia Riset Vol. 10 No. 2 (2025): December
Publisher : Universitas Airlangga, Campus C Mulyorejo, Surabaya, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/jkimris.v10i2.76614

Abstract

Nickel (II) hydroxide (Ni(OH)₂) nanoparticles have attracted significant research interest due to their potential in applications such as supercapacitors, batteries, and electrocatalysis. However, conventional synthesis methods often face challenges related to high costs and complex instrumentation. This study presents a simple, low-cost, and controllable approach for synthesizing Ni(OH)₂ nanoparticles using a surfactant-assisted electrochemical method. The synthesis was conducted through electrolysis at 100°C in an aqueous solution containing sodium citrate, with Tween 20 employed as a structure-directing agent, Tween 20 was effective in producing smaller, dispersed, quasi-spherical particles while preventing severe agglomeration. The resulting nanoparticles were characterized using various analytical techniques, including UV-Vis and FTIR spectroscopy, X-ray Diffraction (XRD), Thermal Gravimetric Analysis (TGA), and electron microscopy (TEM/SEM). UV-Vis analysis showed a characteristic absorption peak at 387 nm, confirming nanoparticle formation. XRD analysis validated the synthesis of a nanocrystalline hexagonal Ni(OH)₂ phase. Electron microscopy revealed a hierarchical, flower-like morphology composed of nanosheets and demonstrated that Tween 20 was effective in producing smaller, dispersed, quasi-spherical particles while preventing severe agglomeration. Furthermore, the thermal decomposition of Ni(OH)₂ into highly crystalline cubic, NiO via calcination was confirmed by TGA, XRD, and FTIR analyses, with the main decomposition occurring at approximately 335°C. This research demonstrates an effective and economical route for producing Ni(OH)₂ nanoparticles with controlled morphology, enhancing their potential for practical applications.