Claim Missing Document
Check
Articles

Found 36 Documents
Search

Redesain Mesin Parut Kelapa Menggunakan Motor Listrik 100 Watt Yanatra Budi Pramana; Titik Koesdijati; Achmad Miftahul Huda; M.Subandowo
SNHRP Vol. 2 (2019): Seminar Nasional Hasil Riset dan Pengabdian (SNHRP) Ke 2 Tahun 2019
Publisher : LPPM Universitas PGRI Adi Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Mesin parut kelapa adalah salah satu produk mesin dari hasil teknologi yang berfungsi sebagai alat untuk menghancurkan daging buah kelapa menjadi butiran-butiran kecil dengan tujuan untuk memperoleh santan [CH3(CH2)6COOH] yang terkandung di daging buah kelapa. Mesin parut kelapa yang sekarang adalah satu rangkaian dengan mesin selep bumbum yang menggunakan motor bensin sebagai penggerak utamanya, dan mempunyai tiga pulley disetiap poros giliannya sedangkan di mesin motor mempunyai satu pulley, sehingga ketidak efisiensi melepas-pasang v-blet. mesin parut kelapa motor bensin dan mesin parut motor bensin peningkatan efesiensi waktu parut buah kelapa secara signifikan, dengan rata-rata berat buah kelapa 1 kg apabila menggunakan mesin parut motor bensin dapat ditempuh dengan waktu 6.9 menit/kg sedangkan mengunakan mesin parut kelapa motor listrik dapat ditempuh dengan waktu 3.6 menit/kg sehingga didapatkan selisih waktu pelubangan sebesar 3.3 menit/kg.dan perbandingan hasil parutan kelapa yang tercecer antara motor bensin dengan motor listrik didapatkan selilih berat 18,46gram. Kata Kunci : redesain mesin parut, motor listrik, efesiensi.
MIKROPROPAGASI TANAMAN ENDEMIK SULAWESI, ALOCASIA TANDUK RUSA (Alocasia jacklyn sp) MELALUI INDUKSI TUNAS DAN AKAR Arif Yachya; Vivin Andriani; Yanatra Budi Pramana
Jurnal Perbenihan Tanaman Hutan Vol 10, No 1 (2022): Jurnal Perbenihan Tanaman Hutan
Publisher : Forest Tree Seed Technology Research & Development Center (FTSTRDC)/ Balai Penelitian dan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20886/bptpth.2022.10.1.37-46

Abstract

Eksploitasi tanaman liar yang bernilai ekonomi seperti Alocasia jacklyn sp dari hutan secara terus-menerus tanpa diikuti usaha konservasi dan budidaya akan menyebabkan kepunahan. Metode perbanyakan dengan teknik kultur jaringan pada A. jacklyn sampai saat ini belum dilaporkan. Penelitian ini bertujuan mengetahui metode mikropropagasi A. jacklyn melalui optimasi jenis dan konsentrasi zat pengatur tumbuh (hormon) penginduksi tunas dan akar. Pada tahap pertama dilakukan multiplikasi tunas dengan perlakuan variasi konsentrasi benziladenin (BA), yaitu 0; 2; 5; 10 mg.L-1. Pada tahap kedua dilakukan induksi akar pada tunas yang telah diperoleh dengan perlakuan variasi konsentrasi Indole 3 Butirit Acid (IBA), yaitu 0; 1; 2; 3; 4 mg.L-1. Kultur induksi tunas dikultivasi selama 4 minggu dan pada kultur induksi akar selama 6 minggu. Kedua kultur menggunakan medium Murashige dan Skoog tersuplementasi sukrosa 3% (w/v). Hasil observasi pada akhir kultur menunjukkan bahwa perlakuan BA dan IBA secara terpisah berdampak positif pada multiplikasi tunas dan pertumbuhan akar. Aplikasi BA dan IBA secara terpisah tidak berpengaruh signifikan pada pertumbuhan tunas dan jumlah akar. Jumlah dan tinggi tunas optimal pada penelitian ini dicapai pada 2 mg.L-1 BA, selanjutnya panjang akar optimal dicapai pada 2 mg.L-1 IBA.
Sintesis nanopartikel nikel hidroksida dengan menggunakan tween 20 dan PEG 400 Yanatra Budi Pramana; M. Sochibul A’lal Ma’arif; Sabdari Bella Chrisdia; Aprilia Isti Triantini; Akhmad Solikin; Krisyanti Budipramana
STIGMA: Jurnal Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Unipa Vol 15 No 02 (2022)
Publisher : Universitas PGRI Adi Buana Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36456/stigma.15.02.6450.77-80

Abstract

In this study we compared the synthesis of nickel hydroxide nanoparticles using two different solutions, namely tween 20 and PEG (Polyethylene Glycol) 400, the electrolysis method used 0.3 M sodium citrate with the addition of tween 20 and PEG 400, using a potential of 25 Volts for 30 minutes. Obtained nickel hydroxide nanoparticles. Scanning electron microscopy (SEM) is used for morphological characterization of the product. Nickel hydroxide nanoparticles added with tween 20 were in the form of nanoflowers, while nickel hydroxide nanoparticles added with PEG 400 were in a spherical shape. Keywords: High Voltage,Electrolysis, Ni(OH)2 nanoparticles
Improving The Heat Value of Biobriquettes Made From Rice Husk and Cabbage with The Addition of Palm Oil Yanatra Budi Pramana; A, Dwi Ana; AR, Nanik
Tibuana Vol 5 No 2 (2022): TIbuana
Publisher : UNIPA PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36456/tibuana.5.2.5896.120-126

Abstract

Biobriquette can be used as an alternative fuel because it is made from inexpensive materials and uses simple technology, and it is expected to help overcome the energy (fossil) crisis. The problem is determining how to boost the calorific value of briquettes made from waste biomass materials. Cabbage contains approximately 18.80% fiber, so there is cellulose content that can be processed into high-value products such as briquettes, and using rice husks as fuel can increase the calorific value. The goal of this study is to determine the best calorific value of biobriquettes by varying the method of adding coconut oil and the composition of rice husks and cabbage. The stages of making cabbage and rice husk biobriquettes are raw material preparation, carbonization, adhesive manufacture, briquetting, and quality testing. The variables used are variations in the composition of rice husks: cabbage in ratios of 40:60, 50:50, 60:40, 70:30, and 80:20, as well as the variable method of giving palm oil by mixing with ingredients and dyeing after it becomes briquettes. According to the findings of this study, the best biobriquette mixing ratio resulted in the highest calorific value found in a mixture of 40% rice husk and 60% cabbage with the method of adding palm oil by dipping, with a calorific value of 6.283 kcal/g, a combustion rate of 0.0616 g/minute, and the duration of the flame is 60.26 minutes.
Pengembangan Media Lumpur Lapindo Sebagai Bahan Tambah Pembuatan Keramik Ridho Sampurno; Ilham Jangkit Pamuncak; Nova Eka Saputra; Yanatra Budi Pramana; Krisyanti Budipramana
STIGMA: Jurnal Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Unipa Vol 16 No 1 (2023)
Publisher : Universitas PGRI Adi Buana Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36456/stigma.16.1.7408.28-34

Abstract

In making ceramics, several materials are needed, namely feldspar, silica, clay, and talc and go through several processes that are milling, casting, drying, dry body inspection, glazing and calcination. In order to get good rheology results, we must get quality ingredients. In the Lapindo mudflow, it is often likened to just a natural disaster and very few think about how to manage the mud. Lapindo mud there is a large amount of silica which might be used for making ceramics. To get pure silica in Lapindo mud it is necessary to carry out an extraction process.
Pembuatan Biodiesel Dari Biji Nyamplung Menggunakan Metode Tranesterifikasi Dengan Penambahan Toluena Zulfikar Ainunsidiq, Mohammad; Huda, Miftakul; Ayu Titisari, Manik; Budi Pramana, Yanatra; Budipramana, Krisyanti
STIGMA: Jurnal Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Unipa Vol 16 No 2 (2023)
Publisher : Universitas PGRI Adi Buana Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36456/stigma.16.2.8170.55-59

Abstract

The purpose of this study was to determine the effect of the addition of toluene on the quality of biodiesel from nyamplung seeds, including: viscosity, density, flash point. The method used is esterification using H2SO4 and then transesterification using NaOH. Biodiesel is then added to toluene. The ratio of the addition of toluene to the volume of biodiesel is 2%, 3%, 4% and 5% (%v/v). The final step is to analyze biodiesel which includes analysis of density, viscosity, and flash point. From this research, which gave the best results by adding 3% toluene, the density, viscosity and flash point values ​​met the standards of the Indonesian Biodiesel Forum. Namely a density value of 0,8415gr/ml, a viscosity of 4,7cSt, and a flash point of 62 °C.
ANALISIS ALAT INCINERATOR MINIM ASAP SKALA RUMAH TANGGA DAN PEMANFAATAAN LIMBAHNYA Ridho Sampurno; Mohammad Zulfikar Ainun Sidiq; Yanatra Budi Pramana
Seminar Nasional Hasil Riset dan Pengabdian Vol. 6 (2024): Seminar Nasional Hasil Riset dan Pengabdian (SNHRP) Ke 6 Tahun 2024
Publisher : LPPM Universitas PGRI Adi Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Berdasarkan percobaan yang sudah kami lakukukan dengan membuat alat pembakaraan (incinerator) mampu membakar sampah organik 27,8kg setiap jamnya setelah itu sampah tersebut dilakukan fermentasi dengan penambahan EM4 agar bisa dijadikan pupuk dengan pH 7 dan kelembapan 8 dengan suhu maksimal 150℃ percobaan pembakaran sampah dengan menggunakan jenis sampah yaitu sampah organik dan sampah anoganik pada diagram yang telah disajikan menujukan bahwa pada pembakaran pada suhu tinggi massa sampah sedikit. Kata Kunci: (Incinerator,Pupuk)
PEMBUATAN ALAT PEMOTONG LONTONGAN KERUPUK UDANG SKALA RUMAH TANGGA Hustin Nasrul Fauzian Ramadhan; Ridho Sampurno; Mochammad Zulfikar Ainunsidiq; Yanatra Budi Pramana
Seminar Nasional Hasil Riset dan Pengabdian Vol. 6 (2024): Seminar Nasional Hasil Riset dan Pengabdian (SNHRP) Ke 6 Tahun 2024
Publisher : LPPM Universitas PGRI Adi Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kerupuk merupakan jenis makanan yang terbuat dari bahan-bahan yang mengandung paticukup tinggi. Pengertian lain menyebutkan bahwa kerupuk adalah sejenis makanan kecil yangmengalami pengembangan volume membentuk produk yang mengembang dan memiliki densitas rendah selama proses penggorengan.Tujuan dari penelitian ini adalah mengembangkan mesin pemotong lontongan kerupukudang untuk menjadikan potongan kerupuk udang yang memiliki ketebalan irisan yang samaantara tebal dan tipisnya.Kata kunci: mesin pemotong lontongan kerupuk udang, lontongan kerupuk udang
PEMANFAATAN ENERGI PANAS INCINERATOR UNTUK TERMOELEKTRIK MENJADI ENERGI LISTRIK Mochammad Zulfikar Ainunsidiq; Ridho Sampurno; Yanatra Budi Pramana
Seminar Nasional Hasil Riset dan Pengabdian Vol. 6 (2024): Seminar Nasional Hasil Riset dan Pengabdian (SNHRP) Ke 6 Tahun 2024
Publisher : LPPM Universitas PGRI Adi Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan dari penelitian ini yaitu memanfaatkan energi panas pada incinerator diubah menjadienergi listrik. Dalam penelitian ini menggunakan incinerator sebagai sumber energi panasnya.Incinerator sendiri adalah alat yang dipergunakan untuk membakar limbah dalam bentuk padatdan dioperasikan dengan memanfaatkan teknologi pembakaran pada suhu tertentu Dan juga penggunaan rangkaian termoelektrik untuk memanfaatkan energi panas yangdihasilkan incinerator saat pembakaran, merubahnya menjadi energi listrik untuk pengisianbaterai dengan kapasitas kecil. Rangkaian termoelektrik juga dilakukan pengukuran voltase danampere yang dihasilkan menggunakan alat AVO meter. Kata kunci: incinerator, termoelektrik
Rancang Bangun Mesin Crusher Skala Laboratorium Untuk Menghancurkan Limbah Telepon Genggam yanatra, miftakul karto; pramana, yanatra budi
JUSTI (Jurnal Sistem dan Teknik Industri) Vol 4 No 3 (2023): justi
Publisher : Universitas Muhammadiyah Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30587/justicb.v4i3.7605

Abstract

Pesatnya perkembangan teknologi perangkat elektronik yang berdampak pada meningkatnya produksi alat-alat elektronik yang berbanding lurus dengan meningkatnya produk elektronik yang rusak dan menjadi limbah. Hal ini berbanding terbalik dengan pertumbuhan mesin penghanjur limbah elektronik tersebut sebagai bagian dari proses daur ulang limbah. Telepon genggam merupakan salah satu barang elektronik yang limbahnya perlu dihancurkan dan di daur ulang. Rumusan masalah ini yaitu bagaimana merancang bangun mesin crusher yang dapat digunakan untuk memperkecil ukuran limbah elektronik khususnya limbah telepon genggam dan menentukan kapasitas mesin crusher. Tujuan penelitian ini adalah merancang bangun mesin crusher skala laboratorium untuk menghancurkan limbah telepon genggam dan mengetahui kapasitasnya. Penelitian ini menggunakan metode eksperimental dengan melakukan perencanaan mesin secara langsung di bengkel kemudian dilanjutkan dengan dengan peralihan variabel yang digunakan P1-P3. Mesin crusher ini memilik komponen utama berupa pisau pencacah yang berfungsi untuk menghancurkan dan mencacah limbah elektronik tersebut, motor yang digunakan adalah motor Listrik sebagai penggerak dari poros pisau pencacah tersebut. Hasil proyek ini adalah dari perhitungan diperoleh dari poros pisau 28 mm dengan motor penggerak 3 HP dan putaran mesin 1420 rpm dengan kapasitas kerja mesin yang cukup tinggi yaitu 42,8 kg/jam.