Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Analyzing The Impact of Human Development Index, Inflation, And Unemployment on Poverty Levels in Jambi Province Afriwan, Afriwan; Putra, Adi; Fahmi, Ali
Jurnal Prajaiswara Vol. 6 No. 2 (2025): Agustus 2025
Publisher : Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Provinsi Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55351/prajaiswara.v6i2.220

Abstract

Introduction/Main Objective: This study aims to analyze the influence of the Human Development Index (HDI), inflation, and unemployment rate on the number of poor people in Jambi Province. Poverty is a strategic issue that reflects development inequality and low community welfare. Background of the Problem: Although HDI in Jambi Province has shown consistent improvement from 2014 to 2023, poverty rates have not decreased significantly. Meanwhile, fluctuations in inflation and unemployment remain key factors influencing poverty dynamics in the region. Novelty: The novelty of this research lies in the integration of three macroeconomic variables into a single empirical model focused on Jambi Province over a consistent time period. This provides a more detailed and region-specific analysis that has not been extensively explored in previous studies. Findings/Results: The analysis reveals that HDI has a significant negative effect on poverty, indicating that improved human development reduces poverty levels. Conversely, inflation and unemployment both have significant positive effects on poverty, suggesting that increases in these variables tend to raise poverty rates.Conclusion: It is recommended that the Jambi provincial government continue improving human capital through better education and health services, while also managing inflation and expanding employment opportunities. Furthermore, supportive policies for the development of MSMEs are essential to absorb labor and boost household income.
ANALISIS PENGARUH UPAH MINIMUM DAN JUMLAH PENDUDUK TERHADAP KEMISKINAN DI PROVINSI JAMBI Pauzan; Rahayu, Yunie; Fahmi, Ali
Jurnal Development Vol. 13 No. 2 (2025): Jurnal Development
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53978/jd.v13i2.645

Abstract

Pertumbuhan ekonomi menjadi salah satu tolok ukur utama kesejahteraan suatu daerah, yang dipengaruhi oleh konsumsi rumah tangga, arus investasi, serta ketersediaan tenaga kerja. Penelitian ini dilakukan untuk menelaah pengaruh ketiga faktor tersebut terhadap perkembangan ekonomi Provinsi Jambi pada periode 2019–2024. Data yang digunakan bersumber dari publikasi Badan Pusat Statistik (BPS) dan dianalisis secara kuantitatif dengan metode deskriptif serta regresi linier berganda melalui aplikasi SPSS 25. Hasil analisis deskriptif memperlihatkan bahwa PDRB Provinsi Jambi cenderung meningkat, meskipun sempat mengalami kontraksi pada tahun 2020 akibat pandemi COVID-19. Selanjutnya, pertumbuhan kembali menguat dengan kenaikan sebesar 78,05% pada 2021, 36,92% pada 2022, dan 20,09% pada 2023. Konsumsi rumah tangga pada 2023 naik hampir 20%, investasi menunjukkan pola fluktuatif dengan lonjakan tertinggi di tahun 2021, sedangkan jumlah tenaga kerja meningkat secara moderat namun laju pertumbuhannya melambat pada 2023–2024. Hasil uji regresi mengindikasikan bahwa konsumsi rumah tangga, investasi, dan tenaga kerja tidak berpengaruh signifikan secara parsial, tetapi secara simultan ketiganya berpengaruh signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi dengan tingkat signifikansi 0,039 < 0,05. Nilai R² sebesar 0,974 menandakan bahwa 97,4% variasi PDRB dipengaruhi oleh ketiga variabel tersebut. Temuan ini menekankan bahwa konsumsi rumah tangga dan investasi merupakan motor utama perekonomian daerah, sementara peningkatan kualitas serta produktivitas tenaga kerja tetap dibutuhkan untuk memperkuat pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.
PENGARUH TINGKAT PENGANGGURAN TERBUKA DAN RATA-RATA LAMA SEKOLAH TERHADAP TINGKAT KEMISKINAN DI KABUPATEN MUARO JAMBI Karna Kusuma, Nata Bayu Dwi; Nurdin; Fahmi, Ali; Afrizal, Ardi
Jurnal Development Vol. 13 No. 2 (2025): Jurnal Development
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53978/jd.v13i2.656

Abstract

Kemiskinan masih menjadi tantangan mendasar dalam pembangunan ekonomi, terutama di daerah yang memiliki ketergantungan tinggi pada sektor agraris seperti Kabupaten Muaro Jambi. Meskipun tingkat kemiskinan wilayah ini relative lebih rendah dibandingkan rata-rata Provinsi Jambi, persoalan tersebut tetap penting untuk diperhatikan karena berimplikasi pada kualitas hidup Masyarakat, distribusi pendapatan, dan stabilitas sosial. Penilitian ini Bertujuan untuk menganalisis sejauh mana Tingkat pengangguran terbuka (TPT) dan rata-rata lama sekolah (RLS) memengaruhi kemiskinan di Kabupaten Muaro Jambi. Metode yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan model regresi linier berganda berbasis data sekunder dari Badan Pusat Statistik (BPS) periode 2020-2024. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara simultan kedua variabel independen berpengaruh signifikan terhadap kemiskinan, sebagaimana ditunjukkan oleh hasil uji f dengan nilai signifikansi di bawah 0,05. Secara parsial, TPT tidak terbukti berpengaruh signifikan terhadap kemiskinan, yang mengindikasi kan bahwa dinamika pengangguran formal tidak secara langsung mencerminkan tingkat kesejahteraan masyarakat. Sebaliknya, RLS memiliki pengaruh signifikan namun dengan arah positif, yang menunjukkan adanya fenomena educated unemployement, di mana peningkatan lama sekolah tidak otomatis menurunkan kemiskinan karena keterbatasan lapangan kerja formal yang tersedia, Nilai Koefisien determinasi (R2) sebesar 0,963 menegaskan bahwa hamper seluruh variasi kemiskinan di Muaro Jambi dapat dijelaskan oleh TPT dan RLS. Temuan ini menyiratkan bahwa kebijakan pengentasan kemiskinan perlu diarahkan tidak hanya pada penciptaan lapangan kerja, tetapi juga pada peningkatan kualitas Pendidikan yang sesuai dengan kebutuhan pasar tenaga kerja, agar pendidikan mampu berfungsi opyimal sebagai instrumen pengurangan kemiskinan.