Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

IDENTIFIKASI INTERAKSI OBAT PADA PERESEPAN PASIEN DIABETES MELLITUS TIPE 2 DI PUSKESMAS X Khusna, Khotimatul
Jurnal Farmasi (Journal of Pharmacy) Vol. 11 No. 2 (2022): Jurnal Farmasi (Journal of Pharmacy), October 2022
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Nasional & Pengurus Cabang Ikatan Apoteker Indonesia (IAI) Sukoharjo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.373013/d2sp8553

Abstract

Indonesia occupies the top ten countries with the highest population of people with Diabetes Mellitus in the world, which is ranked 5th with a range of 19.5 million people, and it is estimated that in 2045 it will increase to 28.6 million. Diabetes Mellitus is a chronic disease that is often accompanied by complications. This can lead to drug interactions. Drug interactions can affect the body's response to treatment. The purpose of this study was to determine the percentage of drug interactions on prescriptions received by patients with Type 2 Diabetes Mellitus at a health center in Surakarta. This research is a descriptive observational study. Data collection was carried out retrospectively through tracking records of drug use by patients with Diabetes Mellitus Type 2 at Puskesmas X. The sample in this study was all prescriptions for patients with Diabetes Mellitus Type 2 in April-December 2018. The results showed that the most prescribed antihyperglycemic drugs were 38, 89%, analgesics 16.20%, vitamins 14.2%, and antihypertensives 12.19%. The types of drugs that were most widely used in prescriptions were metformin at 18.98%, amlodipine at 11.57%, and paracetamol at 8.64%. The potential incidence of drug interactions is 62.5% of prescriptions. The conclusion of this study showed that the potential for pharmacokinetic drug interactions was 1.36%, the potential for pharmacodynamic drug interactions was 46.94%, and the incidence of unknown drug interactions was 51.70%.
Evaluasi Pengelolaan Obat di Puskesmas Boyolali I Tahun 2022 Listiana, Endah; Pambudi, Risma Sakti; Khusna, Khotimatul
KUNIR: JURNAL FARMASI INDONESIA Vol 2 No 1 (2024): JULI
Publisher : Program Studi Farmasi (S-1), Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Bhamada Slawi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36308/kjfi.v2i1.602

Abstract

Puskesmas adalah fasilitas pelayanan kesehatan yang menyelenggarakan upaya kesehatan masyarakat dan upaya kesehatan perseorangan tingkat pertama. Permasalahan yang sering terjadi di Puskesmas adalah cara pengelolaan obat yang kurang baik. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana pengelolaan obat yang ada di Puskesmas Boyolali I selama tahun 2022 dengan menggunakan indikator kesesuaian item obat yang tersedia dengan DOEN (Daftar Obat Esensial Nasional), presentase ketepatan dalam pemilihan obat, dan tingkat ketersediaan obat. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan metode kuantitatif. Analisis data pada penelitian ini menggunakan data retrospektif, yaitu dengan menggunakan data LPLPO (Lembar Pemakaian dan Lembar Permintaan Obat) Puskesmas Boyolali I tahun 2022. Hasil yang didapatkan pada indikator kesesuaian item obat dengan DOEN sebesar 68,95 %, ketepatan dalam permintaan obat sebesar 97,55 %, dan tingkat ketersediaan obat sebesar 14,53 bulan. Berdasarkan hasil tersebut maka dapat ditarik kesimpulan bahwa pada indikator kesesuaian item obat dengan DOEN belum memenuhi standar yang ditetapkan, pada indikator ketepatan permintaan obat juga belum memenuhi standar, dan pada indikator tingkat ketersediaan obat telah memenuhi standar yang ditetapkan oleh Depkes RI.
Edukasi DAGUSIBU untuk Meningkatkan Pemahaman Masyarakat tentang Pengelolaan Obat yang Bijak di RT 02 RW 07, Desa Telukan, Kecamatan Grogol, Kabupaten Sukoharjo Patandung, Rosliana; Khusna, Khotimatul; Ishariyanto, Riski
Jurnal Pengabdian Masyarakat Wadah Publikasi Cendekia Vol 2 No 1 (2025): Jurnal Pengabdian Masyarakat WPC
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/jpmwpc.v2i1.581

Abstract

Penggunaan obat yang tidak bijak menjadi isu kesehatan masyarakat yang signifikan. Konsep DAGUSIBU (Dapatkan, Gunakan, Simpan, dan Buang Obat dengan Bijak) diterapkan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat tentang pengelolaan obat yang benar. Kegiatan ini melibatkan 200 peserta dan dilakukan melalui edukasi, workshop, serta evaluasi dengan metode pre-test dan post-test. Hasilnya menunjukkan peningkatan pemahaman signifikan: membaca label obat dari 40% menjadi 85%, penyimpanan obat dari 50% menjadi 95%, dan pembuangan obat dari 30% menjadi 80%. Edukasi berbasis partisipasi dan alat peraga terbukti efektif dalam meningkatkan kesadaran masyarakat. Kegiatan ini menyarankan perlunya evaluasi lanjutan, program edukasi khusus, dan kolaborasi lintas sektor untuk keberlanjutan. Dengan pendekatan yang komprehensif, program ini dapat menjadi model edukasi kesehatan berbasis masyarakat lainnya.
Analisis Efektivitas Biaya Terapi Pengobatan Pasien Preeklampsia Di RSUD Dr. Moewardi Surakarta Tahun 2021 Jannah, Danik Miftakhul; Pambudi, Risma Sakti; Khusna, Khotimatul
Pharmaqueous: Jurnal Ilmiah Kefarmasian Vol. 4 No. 2 (2022): Volume 4, Nomor 2, November 2022
Publisher : Universitas Al-Irsyad Cilacap

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36760/jp.v4i2.305

Abstract

Preeklampsia terjadi pada usia kehamilan diatas 20 minggu dan menjadi salah satu faktor tingginya angka kematian ibu (AKI). Penggunaan obat antihipertensi berpengaruh terhadap biaya yang dikeluarkan pasien. Oleh karena itu, diperlukan analisis efektivitas biaya terapi yang mempermudah dalam pengambilan keputusan dalam pemilihan obat yang tepat. Obat yang tepat adalah efektif secara manfaat dan biaya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengevaluasi efektivitas biaya terapi pengobatan pasien preeklampsia yang diberikan kepada pasien rawat inap di RSUD Dr. Moewardi. Penelitian ini bersifat deskriptif dengan pengambilan data secara retrospektif dilakukan dengan mengakses data rekam medik pasien pada tahun 2021 dan menggunakan teknik purpose sampling. Jumlah sampel yang diambil sebanyak 100 rekam medik. Metode analisis biaya yang digunakan adalah Cost Effectiveness Analysis (CEA) dan metode Cost Effectiveness Ratio (CER) digunakan untuk menganalisis terapi pengobatan preeklampsia yang paling cost effective. Obat yang dinilai paling cost effective adalah penggunaan obat tunggal nifedipin 10 mg dengan nilai ACER Rp. 26.157,02. Pada pengobatan kombinasi 2 antihipertensi ada Nifedipin 10 mg + metildopa 250 mg dengan nilai ACER Rp. 160.453,49, sehingga dianjurkan untuk menggunakan terapi antihipertensi jenis tersebut dilihat dari segi biaya dan keaktifannya.