Claim Missing Document
Check
Articles

Found 32 Documents
Search

IDENTIFIKASI INTERAKSI OBAT PADA PERESEPAN PASIEN DIABETES MELLITUS TIPE 2 DI PUSKESMAS X Khusna, Khotimatul
Jurnal Farmasi (Journal of Pharmacy) Vol. 11 No. 2 (2022): Jurnal Farmasi (Journal of Pharmacy), October 2022
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Nasional & Pengurus Cabang Ikatan Apoteker Indonesia (IAI) Sukoharjo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.373013/d2sp8553

Abstract

Indonesia occupies the top ten countries with the highest population of people with Diabetes Mellitus in the world, which is ranked 5th with a range of 19.5 million people, and it is estimated that in 2045 it will increase to 28.6 million. Diabetes Mellitus is a chronic disease that is often accompanied by complications. This can lead to drug interactions. Drug interactions can affect the body's response to treatment. The purpose of this study was to determine the percentage of drug interactions on prescriptions received by patients with Type 2 Diabetes Mellitus at a health center in Surakarta. This research is a descriptive observational study. Data collection was carried out retrospectively through tracking records of drug use by patients with Diabetes Mellitus Type 2 at Puskesmas X. The sample in this study was all prescriptions for patients with Diabetes Mellitus Type 2 in April-December 2018. The results showed that the most prescribed antihyperglycemic drugs were 38, 89%, analgesics 16.20%, vitamins 14.2%, and antihypertensives 12.19%. The types of drugs that were most widely used in prescriptions were metformin at 18.98%, amlodipine at 11.57%, and paracetamol at 8.64%. The potential incidence of drug interactions is 62.5% of prescriptions. The conclusion of this study showed that the potential for pharmacokinetic drug interactions was 1.36%, the potential for pharmacodynamic drug interactions was 46.94%, and the incidence of unknown drug interactions was 51.70%.
Evaluasi Pengelolaan Obat di Puskesmas Boyolali I Tahun 2022 Listiana, Endah; Pambudi, Risma Sakti; Khusna, Khotimatul
KUNIR: JURNAL FARMASI INDONESIA Vol 2 No 1 (2024): JULI
Publisher : Program Studi Farmasi (S-1), Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Bhamada Slawi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36308/kjfi.v2i1.602

Abstract

Puskesmas adalah fasilitas pelayanan kesehatan yang menyelenggarakan upaya kesehatan masyarakat dan upaya kesehatan perseorangan tingkat pertama. Permasalahan yang sering terjadi di Puskesmas adalah cara pengelolaan obat yang kurang baik. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana pengelolaan obat yang ada di Puskesmas Boyolali I selama tahun 2022 dengan menggunakan indikator kesesuaian item obat yang tersedia dengan DOEN (Daftar Obat Esensial Nasional), presentase ketepatan dalam pemilihan obat, dan tingkat ketersediaan obat. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan metode kuantitatif. Analisis data pada penelitian ini menggunakan data retrospektif, yaitu dengan menggunakan data LPLPO (Lembar Pemakaian dan Lembar Permintaan Obat) Puskesmas Boyolali I tahun 2022. Hasil yang didapatkan pada indikator kesesuaian item obat dengan DOEN sebesar 68,95 %, ketepatan dalam permintaan obat sebesar 97,55 %, dan tingkat ketersediaan obat sebesar 14,53 bulan. Berdasarkan hasil tersebut maka dapat ditarik kesimpulan bahwa pada indikator kesesuaian item obat dengan DOEN belum memenuhi standar yang ditetapkan, pada indikator ketepatan permintaan obat juga belum memenuhi standar, dan pada indikator tingkat ketersediaan obat telah memenuhi standar yang ditetapkan oleh Depkes RI.
Edukasi DAGUSIBU untuk Meningkatkan Pemahaman Masyarakat tentang Pengelolaan Obat yang Bijak di RT 02 RW 07, Desa Telukan, Kecamatan Grogol, Kabupaten Sukoharjo Patandung, Rosliana; Khusna, Khotimatul; Ishariyanto, Riski
Jurnal Pengabdian Masyarakat Wadah Publikasi Cendekia Vol 2 No 1 (2025): Jurnal Pengabdian Masyarakat WPC
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/jpmwpc.v2i1.581

Abstract

Penggunaan obat yang tidak bijak menjadi isu kesehatan masyarakat yang signifikan. Konsep DAGUSIBU (Dapatkan, Gunakan, Simpan, dan Buang Obat dengan Bijak) diterapkan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat tentang pengelolaan obat yang benar. Kegiatan ini melibatkan 200 peserta dan dilakukan melalui edukasi, workshop, serta evaluasi dengan metode pre-test dan post-test. Hasilnya menunjukkan peningkatan pemahaman signifikan: membaca label obat dari 40% menjadi 85%, penyimpanan obat dari 50% menjadi 95%, dan pembuangan obat dari 30% menjadi 80%. Edukasi berbasis partisipasi dan alat peraga terbukti efektif dalam meningkatkan kesadaran masyarakat. Kegiatan ini menyarankan perlunya evaluasi lanjutan, program edukasi khusus, dan kolaborasi lintas sektor untuk keberlanjutan. Dengan pendekatan yang komprehensif, program ini dapat menjadi model edukasi kesehatan berbasis masyarakat lainnya.
Analisis Efektivitas Biaya Terapi Pengobatan Pasien Preeklampsia Di RSUD Dr. Moewardi Surakarta Tahun 2021 Jannah, Danik Miftakhul; Pambudi, Risma Sakti; Khusna, Khotimatul
Pharmaqueous: Jurnal Ilmiah Kefarmasian Vol. 4 No. 2 (2022): Volume 4, Nomor 2, November 2022
Publisher : Universitas Al-Irsyad Cilacap

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36760/jp.v4i2.305

Abstract

Preeklampsia terjadi pada usia kehamilan diatas 20 minggu dan menjadi salah satu faktor tingginya angka kematian ibu (AKI). Penggunaan obat antihipertensi berpengaruh terhadap biaya yang dikeluarkan pasien. Oleh karena itu, diperlukan analisis efektivitas biaya terapi yang mempermudah dalam pengambilan keputusan dalam pemilihan obat yang tepat. Obat yang tepat adalah efektif secara manfaat dan biaya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengevaluasi efektivitas biaya terapi pengobatan pasien preeklampsia yang diberikan kepada pasien rawat inap di RSUD Dr. Moewardi. Penelitian ini bersifat deskriptif dengan pengambilan data secara retrospektif dilakukan dengan mengakses data rekam medik pasien pada tahun 2021 dan menggunakan teknik purpose sampling. Jumlah sampel yang diambil sebanyak 100 rekam medik. Metode analisis biaya yang digunakan adalah Cost Effectiveness Analysis (CEA) dan metode Cost Effectiveness Ratio (CER) digunakan untuk menganalisis terapi pengobatan preeklampsia yang paling cost effective. Obat yang dinilai paling cost effective adalah penggunaan obat tunggal nifedipin 10 mg dengan nilai ACER Rp. 26.157,02. Pada pengobatan kombinasi 2 antihipertensi ada Nifedipin 10 mg + metildopa 250 mg dengan nilai ACER Rp. 160.453,49, sehingga dianjurkan untuk menggunakan terapi antihipertensi jenis tersebut dilihat dari segi biaya dan keaktifannya.
Identifikasi Interaksi Obat pada Pasien Hipertensi di Rumah Sakit X Kabupaten Bekasi Khusna, Khotimatul; Megananda, Jenny; Pambudi, Risma Sakti
FASKES : Jurnal Farmasi, Kesehatan, dan Sains Vol. 4 No. 2 (2025): Bulan November 2025, FASKES : Jurnal Farmasi, Kesehatan, dan Sains
Publisher : Program Studi Farmasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32665/faskes.v4i2.5548

Abstract

Latar belakang: Penatalaksanaan hipertensi umumnya membutuhkan pengobatan terapi farmakologis jangka panjang yang umumnya mencakup pemakaian kombinasi lebih dari satu jenis obat untuk mencapai kontrol tekanan darah. Penggunaan beberapa jenis obat secara bersamaan (polifarmasi) dapat meningkatkan risiko terjadinya interaksi antarobat, yang berpotensi menimbulkan efek merugikan pada pasien. Tujuan: Studi ini bertujuan untuk mengetahui tingkat keparahan interaksi obat yang berpotensi terjadi pada pasien hipertensi di Rumah Sakit X Kabupaten Bekasi. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian observasional dengan rancangan deskriptif. Data diperoleh dari arsip resep pasien hipertensi yang diperoleh di Rumah Sakit X Kabupaten Bekasi periode Januari hingga Maret 2025, dengan jumlah sampel sebanyak 120 resep yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Analisis interaksi obat dilakukan menggunakan Medscape Drug Interaction Checker. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 120 resep yang dianalisis, sebanyak 106 resep (88,3%) teridentifikasi memiliki potensi interaksi obat, sedangkan 14 resep (11,7%) dinyatakan tidak teridentifikasi potensi interaksi obat. Klasifikasi tingkat keparahan menunjukkan bahwa interaksi kategori moderate menjadi yang paling dominan dengan persentase 75,5%, diikuti oleh kategori mayor sebesar 15,8%, dan minor sebesar 8,7%. Simpulan dan saran: Disimpulkan bahwa mayoritas resep untuk pasien hipertensi dalam hasil penelitian ini mengindikasikan terjadinya potensi interaksi obat, dengan kategori tingkat keparahan terbanyak berada pada kategori moderate. Saran penelitian selanjutnya, dilakukan analisis hubungan interaksi obat dengan hasil terapi.
TINGKAT KEPATUHAN PASIEN LANSIA DI POSYANDU WELAS ASIH: The Level Of Medication Adherence Among Elderly People At Welas Asih Posyandu Pambudi, Risma Sakti; Khusna, Khotimatul; Utami, Winanti Puji; Widagdo, Arisena
JFL : Jurnal Farmasi Lampung Vol. 14 No. 2 (2025): JFL : Jurnal Farmasi Lampung
Publisher : Program Studi Farmasi-Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam-Universitas Tulang Bawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37090/mazygq97

Abstract

Pasien lansia dengan penyakit kronis memiliki risiko ketidakpatuhan yang tinggi. Kegagalan pengobatan akibat ketidakpatuhan dapat menyebabkan kematian tiap tahun serta dapat meningkatkan kunjungan gawat darurat. Urgensi dalam penelitian ini adalah sebagai upaya dalam mewujudkan program Asta Cita untuk memperkuat pembangunan kesehatan melalui kepatuhan penggunaan obat pada lansia. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat kepatuhan obat pada pasien lansia di Posyandu Welas Asih kota Surakarta. Metode Penelitian menggunakan metode   penelitian  deskriptif  observasional  dengan  pendekatan cross sectional dengan menggunakan instrument kuesioner MMAS-8. Sampel dalam penelitian ini adalah pasien lansia di Posyandu Welas Asih Kota Surakarta sejumlah 35 pasien. Hasil penelitian menunjukkan tingkat kepatuhan masyarakat lansia di posyandu welas asih menunjukkan kategori rendah 51,43%. Adapun faktor yang mempengaruhi ketidakpatuhan tersebut adalah masyarakat lupa akan mengonsumsi obat (65,71%) baik di dalam maupun di luar rumah (54,29%). Selain itu masyarakat juga kesulitan dalam mengonsumsi obat yang mungkin diakibatkan karena adanya faktor polifarmasi (85,71%).
Kewirausahaan Halal bagi Siswa: Menumbuhkan Bisnis yang Sesuai dengan Prinsip Syariah Puspitasari, Rifka Yunita; Khusna, Khotimatul; Kharima, Eka Noor; Purdianingsih, Faiqoh Agustin
Abdurrauf Journal of Community Service Vol. 2 No. 2 (2025): Abdurrauf Journal of Community Service
Publisher : Yayasan Abdurrauf Cendekia Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70742/ajcos.v2i2.247

Abstract

Halal entrepreneurship is a strategic alternative in shaping a young generation that is economically independent and adheres to sharia values. This community service activity aims to increase halal entrepreneurship literacy among students at MA Ribatul Muta'allimin, Pekalongan City, through participatory methods such as interactive lectures, discussions, and question and answer sessions. The main problem identified is the students' low understanding of Sharia principles in business, such as the prohibition of usury, honesty, fair pricing, and the importance of halal certification. The evaluation results showed that 87.5% of students had a high interest in starting a Sharia-based business and 84.4% were able to distinguish between halal and non-halal business practices. In addition, this activity increased students' awareness that entrepreneurship is not only oriented towards material profits but also moral responsibility and blessings. The obstacles encountered included limited practice time and low student confidence in developing business ideas. Therefore, it is recommended that there be continuous mentoring, the formation of a halal entrepreneurship community in schools, and the integration of halal entrepreneurship material into the curriculum to strengthen the sustainability of the program.  [Kewirausahaan halal menjadi alternatif strategis dalam membentuk generasi muda yang mandiri secara ekonomi dan berpegang pada nilai-nilai syariah. Kegiatan pengabdian ini bertujuan meningkatkan literasi kewirausahaan halal di kalangan siswa MA Ribatul Muta’allimin, Kota Pekalongan melalui metode partisipatif berupa ceramah interaktif, diskusi, dan tanya jawab. Permasalahan utama yang diidentifikasi adalah rendahnya pemahaman siswa terhadap prinsip syariah dalam berbisnis, seperti larangan riba, kejujuran, keadilan harga, dan pentingnya sertifikasi halal. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa 87,5% siswa memiliki minat tinggi untuk memulai usaha berbasis syariah dan 84,4% mampu membedakan praktik bisnis halal dan non-halal. Selain itu, kegiatan ini meningkatkan kesadaran siswa bahwa kewirausahaan tidak hanya berorientasi pada keuntungan materi, tetapi juga tanggung jawab moral dan keberkahan. Kendala yang dihadapi meliputi keterbatasan waktu praktik dan rendahnya kepercayaan diri siswa dalam mengembangkan ide usaha. Oleh karena itu, direkomendasikan pendampingan berkelanjutan, pembentukan komunitas wirausaha halal di sekolah, serta integrasi materi kewirausahaan halal ke dalam kurikulum guna memperkuat keberlanjutan program.]
Tingkat Kepatuhan Minum Obat Pasien Tuberculosis Rawat Jalan di RSUD Soehadi Pridjonegoro Kabupaten Sragen Khusna, Khotimatul; Amalina, Syahida Ulya; Qonitah, Fadilah
Jurnal Farmasi & Sains Indonesia Vol 8 No 2 (2025)
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Farmasi Nusaputera

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52216/jfsi.vol8no2p42-50

Abstract

Tuberculosis (TB) is a contagious infectious disease that is still a global health problem, with Indonesia as one of the countries with the highest cases. The success of TB therapy is highly dependent on patient compliance in taking anti-tuberculosis drugs (OAT) regularly. Factors that influence the level of medication compliance in pulmonary TB patients are gender, age, occupation, education, family support, and drug side effects. This study aims to determine the level of compliance of patients taking outpatient pulmonary TB medication at Soehadi Pridjonegoro Regional Hospital, Sragen Regency. This research uses a descriptive method with a quantitative approach. The sample used in the research was 97 respondents. Sampling using techniques purposive sampling. Data was taken using a validated questionnaire created based on the MARS questionnaire (Medication Adherence Rating Scale). The results of the study showed that patients with a high level of compliance were 65 respondents with a percentage of (67%) and moderate compliance was 32 respondents with a percentage of (33%). The conclusion of this research is that patients take outpatient pulmonary TB medication at Soehadi Pridjonegoro Hospital, Sragen Regency with a high level of compliance (67%) with a total of 65 respondents.
Gambaran Tingkat Kepuasan Pasien di Apotek Rizky Peni Farma Plesungan Pambudi, Risma Sakti; Utami, Winanti Puji; Khusna, Khotimatul
Parapemikir : Jurnal Ilmiah Farmasi Vol 15, No 1 (2026): Parapemikir : Jurnal Ilmiah Farmasi
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Harapan Bersama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30591/pjif.v15i1.9945

Abstract

Pelayanan kefarmasian di apotek berperan penting menjamin ketersediaan obat yang aman, bermutu dan berkhasiat. Kepuasan pasien merupakan salah satu indikator penting yang harus diperhatikan dalam pelayanan kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran tingkat kepuasan pasien terhadap pelayanan kefarmasian di Apotek Rizky Peni Farma Plesungan. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian deskriptif kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Jumlah sampel pada penelitian ini sebanyak 100 responden yang ditentukan melalui teknik purposive sampling. Analisis data menggunakan perhitungan skor persentase kategorik yaitu membandingkan skor aktual dengan skor ideal lalu dikalikan 100 untuk memperoleh persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh dimensi pelayanan masuk kategori sangat puas yaitu dimensi kehandalan (83,47%), dimensi ketanggapan (81,00%), dimensi jaminan (81,70%), dimensi empati (82,70%), dimensi bukti langsung (81,47%). Secara keseluruhan, tingkat kepuasan pasien terhadap pelayanan kefarmasian mencapai 82,07% dengan kategori sangat puas. Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa pelayanan kefarmasian di Apotek Rizky Peni Farma Plesungan telah memenuhi harapan pasien pada semua aspek pelayanan sehingga menjadi dasar bagi peningkatan mutu layanan berkelanjutan.
EVALUASI PENGELOLAAN OBAT TUBERKULOSIS DI PUSKESMAS PURWOSARI SURAKARTA Pambudi, Risma Sakti; NurFadillah, NurFadillah; Khusna, Khotimatul
Parapemikir : Jurnal Ilmiah Farmasi Vol 15, No 1 (2026): Parapemikir : Jurnal Ilmiah Farmasi
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Harapan Bersama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30591/pjif.v15i1.9689

Abstract

Tuberkulosis (TBC) masih menjadi salah satu isu utama dalam bidang kesehatan masyarakat di Indonesia. Keberhasilan terapi TBC sangatdipengaruhi oleh pengelolaan obat yang tepat, yang juga berdampak pada efisiensi penggunaan anggaran serta peningkatan mutu pelayanan kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi sistem pengelolaan obat TBC di Puskesmas Purwosari Surakarta dengan menggunakan empat indikator, yaitu kesesuaianitemobat dengan Daftar Obat Esensial Nasional (DOEN),ketepatan permintaan obat, tingkat ketersediaan obat, dan persentase penggunaan obat generik. Penelitian dilakukan dengan metode deskriptif evaluatif dan pendekatan kuantitatif, menggunakan data retrospektif tahun 2024 yang diperoleh dari Laporan Pemakaian dan Lembar Permintaan Obat (LPLPO). Hasil analisis menunjukkan bahwa kesesuaian obat dengan DOEN mencapai 100%, ketepatan permintaan obat rata-rata sebesar 105,46%, dan ketersediaan obat tercatat selama 12,65 bulan, sesuai dengan standar KementerianKesehatan. Selain itu, penggunaan obat generik mencapai 100%, yang telah memenuhi target nasional. Temuan ini mengindikasikan bahwa pengelolaan obat TBC di Puskesmas Purwosari telah dilaksanakan secara optimal, sesuai dengan standar yang ditetapkan dalam aspek perencanaan, pengadaan, ketersediaan, dan penggunaan obat generik.