Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

Tingkat Pengetahuan Masyarakat tentang Swamedikasi Batuk, Flu dan Demam di Desa Bulurejo, Kecamatan Gondangrejo, Jawa Tengah Risma Sakti Pambudi; Atika Azizah Widodo; Khusna, Khotimatul
FASKES : Jurnal Farmasi, Kesehatan, dan Sains Vol. 2 No. 1 (2024): Bulan Juli 2024 Faskes : Jurnal Farmasi, Kesehatan, dan Sains
Publisher : Program Studi Farmasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32665/faskes.v2i1.3234

Abstract

Latar Belakang: Batuk, flu & demam merupakan kejadian yang umum terjadi dan memerlukan penanganan yang tepat. Swamedikasi batuk, flu & demam, yang merupakan Upaya pengobatan mandiri untuk meredakan batuk, flu & demam pada Masyarakat, menjadi solusi yang umum dilakukan. Tujuan: Tujuan penelitian yaitu untuk mengetahui Tingkat pengetahuan Masyarakat tentang swamedikasi batuk, flu & demam di Desa Bulurejo, Kecamatan Gondangrejo, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah. Metode: Metode yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan mengumpulkan data melalui kuesioner yang disi oleh 99 orang dari populasi 6775 Masyarakat di wilayah tersebut. Data yang terkumpul kemudian dianalisis menggunakan rumus persentase dan disajikan dalam bentuk tabulasi.  Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa 13 (13%) responden memiliki tingkat pengetahuan yang kurang, 14 (14%) responden memiliki tingkat pengetahuan yang cukup, dan 72 (72%) responden memiliki tingkat pengetahuan yang baik terkait swamedikasi batuk, flu & demam. Simpulan dan Saran: Simpulan dari penelitian yaitu tingkat pengetahuan Masyarakat terhadap swamedikasi batuk, flu & demam di Desa Bulurejo, Kecamatan Gondangrejo, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah paling besar mendapatkan kategori baik. Saran yang perlu dilakukan yaitu meningkatkan peran tenaga kefarmasian dalam memberi edukasi terkait penggunaan obat swamedikasi yang benar.
Hubungan Polifarmasi dan Potensi Interaksi Obat Ranitidin Pasien Rawat Inap Di RSUD Simo Kabupaten Boyolali Khusna, Khotimatul; Ashinta, Faridani Anggun; Pambudi, Risma Sakti
Jurnal Farmasi Sains dan Teknologi Vol. 2 No. 01 (2024): Jurnal Farmasi Sains dan Teknologi
Publisher : PC Ikatan Apoteker Indonesia (IAI) Karanganyar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65117/81514p77

Abstract

 Interaksi obat merupakan satu dari delapan kategori masalah terkait obat (drug  related problem) yang dapat mempengaruhi outcome klinis pasien, dengan  meningkatnya kompleksitas obat-obat yang digunakan dalam pengobatan  saat ini dan kecenderungan terjadinya praktik polifarmasi, maka kemungkinan  terjadinya interaksi obat semakin besar. Ranitidin adalah obat yang digunakan  untuk mengobati gejala atau kondisi yang berhubungan dengan produksi  asam lambung yang berlebihan. Tujuan penelitian ini adalah untuk  mengetahui apakah ada hubungan polifarmasi dan potensi interaksi obat  ranitidin pada pasien rawat inap di RSUD simo kabupaten boyolali metode  penelitian ini adalah kuantitatif menggunakan desain deskriptif analitik dengan  pendekatan cross sectional yang dilakukan kepada 100 pasien. Hasil  penelitian didapatkan derajat keparahan minor 93 pasien (77,50) drajat  keparahan moderat 26 pasien (21,67) drajat keparahan mayor 1 pasien (0,83).  Hasil yang diperoleh diuji menggunakan chi square  untuk menguji hubungan  atu pengaruh dua buah variabel dengan nilai signifikan p(0,001)<0,05.  Kesimpulan pada penelitian ini adalah terdapat hubungan polifarmasi dan   potensi interaksi obat raniridin pada pasien rawat jalan di RSUD simo boyolal
Gambaran Penggunaan Antibiotik Pada Anak Dengan Diagnosis Pneumonia Di Rawat Inap RSUI Banyubening Peiode Januari-Desember 2022 Khusna, Khotimatul; Kurniasari, Anisa; Pambudi, Risma Sakti
Jurnal Farmasi Sains dan Teknologi Vol. 2 No. 02 (2024): Jurnal Farmasi Sains dan Teknologi
Publisher : PC Ikatan Apoteker Indonesia (IAI) Karanganyar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65117/nc8caw71

Abstract

Pneumonia adalah infeksi akut yang menyerang paru-paru (alveoli) yang dapat disebabkan oleh virus, bakteri, atau jamur. Pneumonia termasuk salah satu penyakit yang membahayakan terutama pada balita karena termasuk dalam golongan Infeksi Saluran Pernapasan Atas (ISPA) sehingga mudah menyebar. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui gambaran penggunaan antibiotik pada penyakit pneumonia anak di rawat inap RSUI Banyubening Boyolali. Penelitian ini bersifat deskriptif dengan pengumpulan data secara retrospektif. Teknik sampling yang digunakan adalah Non probability sampling dengan jumlah sampel 181 pasien pneumonia anak-anak. Hasil penelitian menunjukan paling banyak pasien dengan jenis kelamin laki-laki (53%), usia < 5 tahun (81%), lama waktu perawatan 1-7 hari (94%), penyakit penyerta flu perut (16%), sediaan injeksi (99%), antibiotik yang digunakan adalah amoxicillin (4%), ampicillin (5%), ampicillin sulbactam (1%), cefotaxime (35%), ceftriaxone (46%), cefixime (1%), gentamicin (1%), ampicillin dan gentamicin (4%), cefotaxime dan gentamicin (2%), ceftriaxone dan gentamicin (1%). Gambaran penggunaan antibiotik yang paling banyak digunakan adalah golongan sefalosporin (82%)
Gambaran Tingkat Pengetahuan Swamedikasi Obat Analgesik pada Masyarakat RW 04 Kelurahan Cemani Kecamatan Grogol Kabupaten Sukoharjo Khusna, Khotimatul; Temok , Maria Gabriela M; Pambudi, Risma Sakti
Jurnal Farmasi Sains dan Teknologi Vol. 2 No. 02 (2024): Jurnal Farmasi Sains dan Teknologi
Publisher : PC Ikatan Apoteker Indonesia (IAI) Karanganyar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65117/gsrdgk57

Abstract

Praktik swamedikasi, individu mengobati penyakit dengan obat-obatan yang disetujui dan tersedia tanpa resep, serta aman dan efektif. Selain berperan dalam meningkatkan akses pengobatan, peran aktif pasien dan mengurangi beban pemerintah terkait pengeluaran kesehatan, swamedikasi juga membantu mengurangi biaya perawatan, waktu perjalanan, serta waktu konsultasi dokter. Tujuan dilakukannya penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran tingkat pengetahuan swamedikasi obat analgesik pada masyarakat RW.04 Kelurahan Cemani Kecamatan Grogol Kabupaten Sukoharjo. Jenis penelitian yang digunakan yaitu deskriptif  non eksperimental dengan menggunakan desain penelitian cros sectionall menggunakan kuesioner. Jumlah responden yang terlibat dalam penelitian ini sebanyak 97 responden. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa pengetahuan masyarakat tentang swamedikasi obat analgesik di RW.04 kelurahan grogol pengetahuan masyarakat kategori baik sebesar 32 responden  (34,04%), pengetahuan kategori cukup sebesar 45 responden (45,36%) dan  pengetahuan  kategori kurang sebesar 20 responden (20,62%).
Analisa Lama Waktu Tunggu Pelayanan Resep di Apotek Sindhu Farma Rebecawati, Linda; Sakti Pambudi, Risma; Khusna, Khotimatul
FARMESTRA: Jurnal Pelayanan dan Teknologi Kefarmasian Indonesia Vol. 1 No. 02 (2023): Farmestra: Jurnal Pelayanan dan Teknologi Kefarmasian Indonesia
Publisher : Melekliterasi Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Waktu tunggu pelayanan merupakan masalah yang masih banyak dijumpai dalam praktik pelayanan kesehatan, dan salah satu komponen yang potensial menyebabkan ketidakpuasan pasien. Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisa lama waktu tunggu pelayanan resep di Apotek Sindhu Farma dan kesesuaiannya dengan Standar Pelayanan Minimal Apotek yang berdasarkan Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 73 Tahun 2016. Penelitian ini menggunakan metode desain observasional yang menggunakan analisis deskriptif. Sampel diambil sebanyak 100 resep pada bulan Desember 2023 – Januari 2024. Data primer dikumpulkan langsung melalui pengamatan (observasi) menggunakan stopwatch dan jam untuk mengukur lama waktu tunggu pelayanan resep di Apotek Sindhu Farma serta menggunakan lembar observasi untuk mencatat hasil data penelitian yang diperoleh. Data penelitian diolah dan dihitung rata – rata  waktu tunggu pelayanan resep. Pada penelitian didapatkan total keseluruhan waktu tunggu pelayanan resep racikan dengan jumlah resep sebanyak 12 resep nilai rata – rata waktu tunggu yaitu 15 menit dan waktu tunggu pelayanan resep jadi atau resep non racikan dengan jumlah resep sebanyak 88 resep nilai rata – rata waktu tunggu yaitu 6,82 menit. Berdasarkan hasil penelitian didapatkan kesimpulan bahwa rata – rata waktu tunggu pelayanan resep di Apotek Sindhu Farma sudah sesuai dengan Standar Pelayanan Minimal di Apotek yaitu <15menit untuk resep jadi dan <30 menit untuk resep racikan. Kata kunci : Apotek ; Pelayanan ; Resep; Waktu Tunggu
TINGKAT PENGETAHUAN ORANG TUA TERHADAP SWAMEDIKASI DEMAM PADA ANAK DI RW 01 KELURAHAN PAJANG KECAMATAN LAWEYAN SURAKARTA Khusna, Khotimatul; Nursi, Ivan Nurdin; Pambudi, Risma Sakti
FARMESTRA: Jurnal Pelayanan dan Teknologi Kefarmasian Indonesia Vol. 2 No. 01 (2024): Farmestra: Jurnal Pelayanan dan Teknologi Kefarmasian Indonesia
Publisher : Melekliterasi Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Demam pada anak merupakan kejadian yang umum terjadi dan memerlukan penanganan yang tepat dari orang tua. Swamedikasi demam, yang merupakan upaya pengobatan mandiri oleh orang tua untuk meredakan demam pada anak, menjadi solusi yang umum dilakukan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat pengetahuan orang tua terhadap swamedikasi demam pada anak RW 01 Kelurahan Pajang, Kecamatan Laweyan, Kota Surakarta. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan mengumpulkan data melalui kuesioner yang diisi oleh 91 orang tua dari total populasi 476 orang tua di wilayah tersebut. Data yang terkumpul kemudian dianalisis menggunakan rumus persentase dan disajikan dalam bentuk tabulasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 8 responden (8,8%) memiliki tingkat pengetahuan yang kurang, 41 responden (45,1%) memiliki tingkat pengetahuan yang cukup, dan 42 responden (46,15%) memiliki tingkat pengetahuan yang baik terkait swamedikasi demam pada anak.  Hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa tingkat pengetahuan orang tua terhadap swamedikasi demam pada anak di RW 01 Kelurahan Pajang, Kecamatan Laweyan, Kota Surakarta paling besar medapatkan kategori baik.
GAMBARAN KEPATUHAN TERAPI OBAT ANTIHIPERTENSI PADA LANSIADI PUSKESMAS MASARAN II SRAGEN Khusna, Khotimatul; Mahmudah, Endar Asih; Pambudi, Risma Sakti
FARMESTRA: Jurnal Pelayanan dan Teknologi Kefarmasian Indonesia Vol. 2 No. 01 (2024): Farmestra: Jurnal Pelayanan dan Teknologi Kefarmasian Indonesia
Publisher : Melekliterasi Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hipertensi merupakan suatu keadaan dimana tekanan darah sistolik lebih dari atau sama dengan 140 mmHg dan atau tekanan darah diastolik lebih dari atau sama dengan 90 mmHg. Kepatuhan lansia dalam minum obat antihipertensi merupakan faktor penentu penting dalam mengendalikan tekanan darah. Berdasarkan pemantauan pengobatan penderita hipertensi di Puskesmas Masaran II. Hipertensi menjadi masalah kesehatan yang perlu diperhatikan. Tujuan  pada penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran kepatuhan terapi pada pasien hipertensi. Desain  penelitian  yang  digunakan  adalah  metode  penelitian  survei  yang bersifat deskriptif. Responden dalam penelitian ini sejumlah 70 responden. Teknik sampling yang digunakan adalah purposive sampling dengan metode kuesioner MMAS-8. Hasil penelitian di Puskesmas Masaran II Sragen menjukkan bahwa tingkat kepatuhan tinggi sebanyak 7 responden (10%), kepatuhan sedang sebanyak 11 responden (15,8%), dan kepatuhan rendah sebanyak 52 responden (74,2%). Kesimpulan dari hasil penelitian adalah kepatuhan terapi obat pada lansia tergolong rendah.
IDENTIFIKASI KETEPATAN PENGGUNAAN OBAT ANTI EPILEPSI PADA PASIEN EPILEPSI RAWAT JALAN DI RSUD DR. MOEWARDI PERIODE JANUARI - JUNI 2024: THE CORRECT IDENTIFICATION OF A CURE FOR EPILEPSY IN AN OUTPATIENT EPILEPTIC WARD AT DR. MOEWARIN JANUARY - JUNE 2024 Fitriani, Suci; Sakti Pambudi, Risma; Khusna, Khotimatul
JFL : Jurnal Farmasi Lampung Vol. 14 No. 1 (2025): JFL : Jurnal Farmasi Lampung
Publisher : Program Studi Farmasi-Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam-Universitas Tulang Bawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37090/jfl.v14i1.2256

Abstract

Epilepsy is a chronic disorder as a result of brain dysfunction that is characterized by repeated seizures. A major therapy for epilepsy was the administration of anti-epileptic drugs (AEDs). AED identification is important in epileptic patients because anti-epileptic drugs are used over a long period of time. The purpose of this study is to understand the precise rate of use of antiepileptic drugs in outpatient epilepsy at Dr. Moewarin January-June 2024. The study USES descriptive methods with data retrieval retrospectively. The instruments used in this study are the patient's medical records. Identify the correct use of drugs in this study using Doxide (meetings of the Indonesian nerve specialist) 2019 and hospital formulations 2024 -2025 with precise criteria of indicative, precise patients, precise drugs and precise doses. Research indicates that the use of anti-epileptic drugs in an outpatient setting at Dr. Moewarin in the January-June 2024 period is the exact rate 100%, exact patients 100%, exact drugs 100%, and exact dosage 94%. Keywords: Epilepsy, precise indications, proper patients, right medication, right dosage.
Evaluasi penggunaan obat antihipertensi pada pasien hipertensi peserta JKN di puskesmas Mojosongo Boyolali Andani, Leni; ahwan, ahwan; Khusna, khotimatul
FARMESTRA: Jurnal Pelayanan dan Teknologi Kefarmasian Indonesia Vol. 3 No. 01 (2025): Farmestra: Jurnal Pelayanan dan Teknologi Kefarmasian Indonesia
Publisher : Melekliterasi Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penyakit yang berlangsung lama dan sering terjadi ini menjadi salah satu penyebab utama dari kesulitan yang dihadapi oleh sistem kardiovaskular, seperti stroke dan penyakit jantung, yaitu hipertensi. Untuk menstabilkan tekanan darah dan mencegah komplikasi lebih lanjut, pemilihan obat antihipertensi yang tepat sangat krusial. Berdasarkan pedoman JNC 8, Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan penggunaan obat antihipertensi serta mengevaluasi apakah pengobatan tersebut memenuhi kebutuhan pasien berdasarkan empat kriteria yaitu indikasi yang tepat, pemilihan pasien yang sesuai, jenis obat yang benar, dan dosis yang pas. Data rekam medis dari seratus pasien dengan hipertensi diterapkan dalam studi deskriptif retrospektif yang berlangsung dari bulan Januari hingga Mei 2024. Temuan Penelitian ini menunjukkan bahwa obat yang sering digunakan adalah amlodipin tunggal, mencapai 89%, kemudian diikuti oleh kombinasi amlodipin dan captopril (7%), obat captopril tunggal (2%), serta kombinasi amlodipin dan candesartan (2%). Dari data mengenai tingkat kecukupan pengobatan yang tercatat, dapat disimpulkan bahwa penggunaan obat sesuai dengan indikasi mencapai 100%, pemilihan obat yang tepat mencapai 86%, obat yang sesuai indikasi 40%, dan dosis yang tepat mencapai angka 91%. Kesalahan dosis captopril terjadi pada 9% pasien, sedangkan pemilihan obat yang tidak memenuhi rekomendasi kombinasi tampak pada 60% pasien, yang menjadi penyebab utama dari kecukupan pengobatan yang tidak terpenuhi. Terdapat juga interaksi obat dengan tingkat sedang antara amlodipin dan metformin pada 14% pasien
PROFIL PENGGUNAAN OBAT TRADISIONAL PADA MASYARAKAT RT 04 RW 07 DESA KOPEN KECAMATAN KARTASURA Khusna, Khotimatul; Lana, Bima Perkasa Putra; Pambudi, Risma sakti
Jurnal Farmasi Sains dan Teknologi Vol. 3 No. 01 (2025): Jurnal Farmasi Sains dan Teknologi
Publisher : PC Ikatan Apoteker Indonesia (IAI) Karanganyar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65117/8qka5t35

Abstract

Penggunaan obat tradisional di Indonesia masih menjadi pilihan masyarakat mengobati penyakit ringan. Studi ini dirancang untuk mengidentifikasi gambaran penggunaan obat herbal di kalangan penduduk Desa Kopen, terutama di kalangan warga RT 04 RW 07 Kecamatan Kartasura. Penelitian ini merupakan sebuah penelitian kualitatif yang bersifat deskriptif dan menggunakan kuesioner sebagai alat pengumpulan data. Metode pengambilan sampel yang diterapkan adalah purposive sampling dengan total responden sebanyak 85 orang yang merupakan warga RT 04 RW 07 di Desa Kopen, Kecamatan Kartasura. Analisis data dilakukan secara deskriptif dengan tujuan untuk mengukur persentase penggunaan obat tradisional. Temuan penelitian menunjukkan bahwa jenis obat tradisional yang paling umum digunakan adalah jamu, mencapai 60%, dengan bentuk sediaan yang paling banyak adalah cairan sebanyak 37%. Sebagian besar responden menggunakan obat tradisional untuk menyembuhkan penyakit ringan, sebesar 52%, dan mereka memperoleh obat tersebut dari apotek serta toko jamu, sekitar 31%. Rata-rata durasi penggunaan obat tradisional adalah satu hari, yang tercatat 34%, dan alasan utama penggunaan obat tradisional adalah karena bahan yang digunakan berasal dari alam, yaitu 49%. Dari hasil penelitian ini, dapat disimpulkan bahwa mayoritas warga RT 04 RW 07 Desa Kopen, Kecamatan Kartasura memilih jamu sebagai obat tradisional mereka, didorong oleh fakta bahwa jamu terbuat dari bahan alami dan untuk mengatasi penyakit yang dianggap ringan.