Claim Missing Document
Check
Articles

Found 20 Documents
Search

Analisis Penggunaan Gaya Bahasa Kiasan dalam “Podcast Warung Kopi (PWK)” Praz Teguh Media Sosial di Youtube Nabilla, Bella Herlin; Yumarni, Asmara; Sari, Wenny Aulia
Jurnal Penelitian Ilmu Pendidikan Indonesia Vol. 4 No. 4 (2025)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jpion.v4i4.855

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk, jenis, dan penggunaan gaya bahasa kiasan yang muncul dalam Podcast Warung Kopi (PWK) Praz Teguh di media sosial YouTube. Latar belakang penelitian ini berfokus pada fenomena penggunaan bahasa kreatif dalam konten digital, di mana gaya bahasa kiasan menjadi bagian penting dalam membangun humor, memperkuat pesan, serta menciptakan efek komunikatif tertentu. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa metode simak dan catat terhadap 11 episode podcast yang diteliti. Data dianalisis melalui proses klasifikasi, deskripsi, dan interpretasi makna sesuai konteks tuturan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 16 jenis gaya bahasa kiasan yang ditemukan dalam tuturan host dan bintang tamu PWK, antara lain: simile, metafora, alegori, personifikasi, alusi, eponim, epitet, sinekdoke, metonimia, antonomasia, hipalase, ironi, satire, inuendo, antifrasis, dan paronomasia. Gaya bahasa metafora merupakan jenis yang paling dominan, sedangkan gaya bahasa alegori, personifikasi, dan beberapa bentuk lainnya muncul dalam jumlah yang lebih sedikit. Penggunaan gaya bahasa kiasan dalam podcast ini berfungsi untuk memperkuat efek humor, memberikan penegasan makna, menyampaikan kritik sosial secara halus, menggambarkan pengalaman personal, serta memperkaya kreativitas bahasa dalam komunikasi informal. Penelitian ini menunjukkan bahwa Podcast Warung Kopi PWK tidak hanya menjadi media hiburan, tetapi juga ruang yang merefleksikan dinamika perkembangan bahasa Indonesia di era digital melalui penggunaan gaya bahasa yang variatif dan kreatif. Temuan ini diharapkan dapat berkontribusi dalam kajian stilistika, pragmatik, dan pembelajaran bahasa Indonesia pada konteks media digital.
Birokrasi dan Kebijakan Pendidikan Islam Yola Septia Utami; Febrianto, Reindo; Sari , Nurpuspa; Nugraha, Hilman; Saputra, Hendra; Yumarni, Asmara
Jurnal Staika: Jurnal Penelitian dan Pendidikan Vol 9 No 1 (2026): Februari
Publisher : STAI Muhammadiyah Paciran Lamongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62750/ytfhwc89

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisishubungan antara birokrasi dan kebijakan pendidikan Islam dan untuk mengkaji sejauh mana nilai-nilai etika Islam berkontribusi pada implementasi kebijakan pendidikan yang efektif. Dalam konteks negara modern, birokrasi merupakaninstrumen penting dalam mengatur tata kelola lembagapendidikan melalui struktur administrasi hukum dan prosedural. Namun, realitas penerapan kebijakan pendidikanIslam di Indonesia menunjukkan kesenjangan yang terus-menerus antara cita-cita kebijakan dan kondisi aktual di lapangan, yang ditandai dengan tumpang tindih regulasi, hierarki yang panjang, kompetensi PNS yang lemah, transparansi minimal, dan integritas birokrasi yang rendah. Penelitian ini menggunakan metode penelitian perpustakaan, meninjau literatur ilmiah yang relevan untuk mengeksplorasikonsep birokrasi modern, birokrasi dari perspektif Islam, dan temuan penelitian sebelumnya tentang praktik kebijakanpendidikan Islam. Hasil penelitian menunjukkan bahwaefektivitas kebijakan pendidikan Islam sangat bergantung pada kualitas birokrasi sebagai perumus, pelaksana, dan pemantaukebijakan. Birokrasi yang profesional, responsif, dan terintegrasi mampu menerjemahkan kebijakan ke dalampraktik pendidikan yang efektif. Sebaliknya, birokrasi yang lemah secara etis dan struktural merupakan hambatan utamabagi keberhasilan kebijakan. Penelitian ini menegaskan bahwareformasi birokrasi dalam pendidikan Islam harus diarahkantidak hanya pada perbaikan teknis-administrasi, tetapi juga pada penguatan kesejahteraan moral dan spiritual aparatusmelalui internalisasi nilai-nilai Islam seperti kepercayaan, keadilan, transparansi, dan tanggung jawab. Dengan demikian, tata kelola pendidikan Islam diharapkan dapat menciptakansistem yang lebih bersih, lebih akuntabel, lebih efektif, dan lebih berorientasi pada kesejahteraan masyarakat.
Birokrasi dan Kebijakan Pendidikan Islam Yola Septia Utami; Febrianto, Reindo; Sari , Nurpuspa; Nugraha, Hilman; Saputra, Hendra; Yumarni, Asmara
Jurnal Staika: Jurnal Penelitian dan Pendidikan Vol 9 No 1 (2026): Februari
Publisher : STAI Muhammadiyah Paciran Lamongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62750/ytfhwc89

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisishubungan antara birokrasi dan kebijakan pendidikan Islam dan untuk mengkaji sejauh mana nilai-nilai etika Islam berkontribusi pada implementasi kebijakan pendidikan yang efektif. Dalam konteks negara modern, birokrasi merupakaninstrumen penting dalam mengatur tata kelola lembagapendidikan melalui struktur administrasi hukum dan prosedural. Namun, realitas penerapan kebijakan pendidikanIslam di Indonesia menunjukkan kesenjangan yang terus-menerus antara cita-cita kebijakan dan kondisi aktual di lapangan, yang ditandai dengan tumpang tindih regulasi, hierarki yang panjang, kompetensi PNS yang lemah, transparansi minimal, dan integritas birokrasi yang rendah. Penelitian ini menggunakan metode penelitian perpustakaan, meninjau literatur ilmiah yang relevan untuk mengeksplorasikonsep birokrasi modern, birokrasi dari perspektif Islam, dan temuan penelitian sebelumnya tentang praktik kebijakanpendidikan Islam. Hasil penelitian menunjukkan bahwaefektivitas kebijakan pendidikan Islam sangat bergantung pada kualitas birokrasi sebagai perumus, pelaksana, dan pemantaukebijakan. Birokrasi yang profesional, responsif, dan terintegrasi mampu menerjemahkan kebijakan ke dalampraktik pendidikan yang efektif. Sebaliknya, birokrasi yang lemah secara etis dan struktural merupakan hambatan utamabagi keberhasilan kebijakan. Penelitian ini menegaskan bahwareformasi birokrasi dalam pendidikan Islam harus diarahkantidak hanya pada perbaikan teknis-administrasi, tetapi juga pada penguatan kesejahteraan moral dan spiritual aparatusmelalui internalisasi nilai-nilai Islam seperti kepercayaan, keadilan, transparansi, dan tanggung jawab. Dengan demikian, tata kelola pendidikan Islam diharapkan dapat menciptakansistem yang lebih bersih, lebih akuntabel, lebih efektif, dan lebih berorientasi pada kesejahteraan masyarakat.
Problem-Based Learning (PBL) in Grade V IPAS Under the Merdeka Curriculum at MI Terpadu Mutiara Assyifa, Bengkulu Rostiana, Jumi; Dewi, Eka Puspa; Yumarni, Asmara; Widiyanti, Dini
The Future of Education Journal Vol 5 No 2 (2026)
Publisher : Lembaga Penerbitan dan Publikasi Ilmiah Yayasan Pendidikan Tumpuan Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61445/tofedu.v5i2.1765

Abstract

This study aims to describe the implementation of Problem-Based Learning (PBL) in Science and Social Studies (IPAS) for Grade V at MI Terpadu Mutiara Assyifa, Bengkulu City. Methodology: This research employed a qualitative descriptive method, with the Grade V teacher and students as data sources. Data were collected through observation, interviews, and documentation, and analyzed using data reduction, data display, and conclusion drawing. Findings: The results indicate that the planning and implementation of Problem-Based Learning (PBL) in Grade V IPAS at MI Terpadu Mutiara Assyifa have been effectively executed in accordance with the principles of the Merdeka Curriculum. The teacher developed teaching modules encompassing learning objectives, problem-based activity steps, and relevant assessments by incorporating contextual issues familiar to the students' lives. During implementation, PBL fostered active student engagement through discussion, investigation, and presentation. This approach had a positive impact on student understanding, enabling them to better relate the material to real-world situations and demonstrating improvements in critical thinking and communication skills. However, the application of PBL also faced several challenges, such as limited instructional time, varying student abilities, and restricted learning resources. Not all students participated optimally, particularly those with lower academic abilities who required more intensive guidance.
Peran Pendidikan Agama Islam dalam Menangkal Hoaks dan Radikalisme di Kalangan Remaja Rahmadani, Dwi Rizki; Pratiwi, Intan Najma; Mardianti, Yolanda; Irawan, Bambang; Yumarni, Asmara
MODELING: Jurnal Program Studi PGMI Vol. 10 No. 3 (2023): September
Publisher : Program Studi PGMI Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Nahdlatul Ulama Al Hikmah Mojokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69896/modeling.v10i3.3133

Abstract

Penelitian ini membahas meningkatnya kerentanan remaja terhadap hoaks dan paham radikalisme seiring dengan pesatnya perkembangan media digital. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran Pendidikan Agama Islam (PAI) dalam menangkal hoaks dan radikalisme di kalangan remaja. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan guru PAI dan peserta didik tingkat sekolah menengah, observasi pembelajaran di kelas, serta studi dokumentasi berupa silabus dan RPP. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pendidikan Agama Islam berperan penting dalam membentuk sikap keberagamaan yang moderat, menumbuhkan kemampuan berpikir kritis, serta meningkatkan kesadaran peserta didik dalam menyikapi informasi keagamaan. Melalui penanaman nilai moderasi beragama, prinsip tabayyun, dan pembelajaran kontekstual, peserta didik menjadi lebih selektif dan bertanggung jawab dalam menerima serta menyebarkan informasi. Dengan demikian, PAI memiliki potensi strategis sebagai sarana pencegahan hoaks dan radikalisme di era digital. Kata Kunci: Pendidikan Agama Islam
The Influence of Technology-Based Interactive Learning Media on Students' Learning Interest at SD N 35 Bengkulu City Jannah, Niarotul; Putri . P, Nurhayat Lestari; Yumarni, Asmara; Aziz, Abdul
International Journal on Advanced Science, Education, and Religion Vol 8 No 1 (2025): IJoASER (International Journal on Advanced Science, Education)
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Al-Furqan, Makassar - Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33648/ijoaser.v8i1.1584

Abstract

This research is motivated by the low interest in learning among elementary school students caused by the dominance of conventional learning and the limited use of technology-based learning media. The aim is to determine the effect of technology-based interactive learning media on the interest in learning among fifth-grade students of SDN 35 Bengkulu City. The research method used is a quantitative approach with a quasi-experimental type using a Nonequivalent Control Group Design. The research sample used consisted of two classes, namely the experimental class and the control class with 30 students each. The research instruments were in the form of a learning interest questionnaire and observation sheets. The implications of the research show that interactive learning media can be used as an alternative effective learning strategy to increase student interest in learning in elementary school, as well as encourage teachers to be more active in utilizing technology in the learning process in the digital era. while data analysis uses descriptive statistical tests, normality tests, homogeneity tests, and t-tests (independent sample t-tests). The results of the study indicate that there is an increase in student interest in learning after the use of technology-based interactive learning media. This is evidenced by the increase in the average value from 62 in the pretest to 85 in the posttest, as well as the results of the t test which show that the calculated t value (3.21) is greater than the t table (2.04) with a significance of 0.003 < 0.05. Based on these results, it can be concluded that technology-based interactive learning media has a significant effect on students' learning interest.
The Influence of Technology-Based Interactive Learning Media on Students' Learning Interest at SD N 35 Bengkulu City Jannah, Niarotul; Putri . P, Nurhayat Lestari; Yumarni, Asmara; Aziz, Abdul
International Journal on Advanced Science, Education, and Religion Vol 8 No 1 (2025): IJoASER (International Journal on Advanced Science, Education)
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Al-Furqan, Makassar - Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33648/ijoaser.v8i1.1584

Abstract

This research is motivated by the low interest in learning among elementary school students caused by the dominance of conventional learning and the limited use of technology-based learning media. The aim is to determine the effect of technology-based interactive learning media on the interest in learning among fifth-grade students of SDN 35 Bengkulu City. The research method used is a quantitative approach with a quasi-experimental type using a Nonequivalent Control Group Design. The research sample used consisted of two classes, namely the experimental class and the control class with 30 students each. The research instruments were in the form of a learning interest questionnaire and observation sheets. The implications of the research show that interactive learning media can be used as an alternative effective learning strategy to increase student interest in learning in elementary school, as well as encourage teachers to be more active in utilizing technology in the learning process in the digital era. while data analysis uses descriptive statistical tests, normality tests, homogeneity tests, and t-tests (independent sample t-tests). The results of the study indicate that there is an increase in student interest in learning after the use of technology-based interactive learning media. This is evidenced by the increase in the average value from 62 in the pretest to 85 in the posttest, as well as the results of the t test which show that the calculated t value (3.21) is greater than the t table (2.04) with a significance of 0.003 < 0.05. Based on these results, it can be concluded that technology-based interactive learning media has a significant effect on students' learning interest.
Kajian Sosiolinguistik terhadap Variasi Bahasa Mahasiswa Calon Guru MI di Lingkungan Kampus Lika, Rince Nova; Sari, Cindy Junita; Yumarni, Asmara
MODELING: Jurnal Program Studi PGMI Vol. 11 No. 3 (2024): September
Publisher : Program Studi PGMI Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Nahdlatul Ulama Al Hikmah Mojokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69896/modeling.v11i3.3145

Abstract

Bahasa merupakan alat komunikasi yang penting dalam kehidupan sosial dan pendidikan. Dalam konteks pendidikan, variasi bahasa menjadi aspek yang penting, khususnya bagi mahasiswa yang dipersiapkan sebagai calon pendidik. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk variasi bahasa Indonesia yang digunakan mahasiswa Semester Delapan Program Studi Tadris Bahasa Indonesia di Universitas Islam Negeri Fatmawati Sukarno Bengkulu serta mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi penggunaannya dalam konteks akademik dan pembelajaran Madrasah Ibtidaiyah (MI). Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mahasiswa menggunakan beberapa variasi bahasa, yaitu ragam formal, ragam nonformal, campur kode, alih kode, dan bahasa gaul. Ragam formal digunakan dalam kegiatan akademik dan praktik pembelajaran, sedangkan ragam nonformal lebih dominan digunakan dalam komunikasi sehari-hari antar mahasiswa. Campur kode dan alih kode terjadi karena pengaruh bahasa daerah serta penggunaan istilah asing dalam komunikasi modern. Penggunaan bahasa gaul dipengaruhi oleh perkembangan media sosial dan budaya digital di kalangan mahasiswa. Faktor-faktor yang memengaruhi variasi bahasa meliputi lingkungan sosial, situasi komunikasi, kebiasaan berbahasa, identitas kelompok mahasiswa, serta tuntutan komunikasi dalam pembelajaran di MI. Penelitian ini menyimpulkan bahwa variasi bahasa mencerminkan kemampuan mahasiswa calon guru MI dalam menyesuaikan penggunaan bahasa sesuai kebutuhan komunikasi akademik dan pembelajaran.
Inovasi Pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) Berbasis Teknologi Informasi Yumarni, Asmara
JOEAI (Journal of Education and Instruction) Vol. 2 No. 2 (2019): JOEAI (Journal of Education and Instruction)
Publisher : Institut Penelitian Matematika, Komputer, Keperawatan, Pendidikan dan Ekonomi (IPM2KPE)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (249.058 KB) | DOI: 10.31539/joeai.v2i2.894

Abstract

The purpose of this study was to look at innovations in learning Islamic Education (PAI) at Prof. University. Dr. Hazairin, SH Bengkulu based on information technology in order to facilitate the learning process of PAI. The research method used is a qualitative method. Primary data is taken from interviews and observations, and secondary data is taken from documentation. Data analysis uses descriptive qualitative techniques. The results of the study found two themes, first, the policy of Islamic religious education courses in Unihaz refers to the law on higher education which confirms the existence of religious education courses. Secondly, innovations made in the learning of information technology-based Islamic education are; 1) Instructed using online journals or internet media as a source of searching for assignments, 2) Tasks made in the form of videos, 3) Division of tasks and Collection of tasks via e-mail and WhatsApp. In conclusion, the Religious Education Course is a national compulsory subject with the achievement of learning the formation of a whole student personality (kaffah), educational innovation carried out at Unihaz which is dominant is the Devolopment (Development) renewal which usually must undergo a development, and cannot be entered into large-scale dimension, Innovation is done to be able to solve educational problems. Conclusion, the use of information technology in PAI learning innovation at PTU must be developed and placed as a source of teaching materials, learning references, and information sources Keywords: Learning Innovation, Information Technology, Islamic Religious Education (PAI)
The Influence of Technology-Based Interactive Learning Media on Students' Learning Interest at SD N 35 Bengkulu City Jannah, Niarotul; Putri . P, Nurhayat Lestari; Yumarni, Asmara; Aziz, Abdul
International Journal on Advanced Science, Education, and Religion Vol 8 No 1 (2025): IJoASER (International Journal on Advanced Science, Education)
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Al-Furqan, Makassar - Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33648/ijoaser.v8i1.1584

Abstract

This research is motivated by the low interest in learning among elementary school students caused by the dominance of conventional learning and the limited use of technology-based learning media. The aim is to determine the effect of technology-based interactive learning media on the interest in learning among fifth-grade students of SDN 35 Bengkulu City. The research method used is a quantitative approach with a quasi-experimental type using a Nonequivalent Control Group Design. The research sample used consisted of two classes, namely the experimental class and the control class with 30 students each. The research instruments were in the form of a learning interest questionnaire and observation sheets. The implications of the research show that interactive learning media can be used as an alternative effective learning strategy to increase student interest in learning in elementary school, as well as encourage teachers to be more active in utilizing technology in the learning process in the digital era. while data analysis uses descriptive statistical tests, normality tests, homogeneity tests, and t-tests (independent sample t-tests). The results of the study indicate that there is an increase in student interest in learning after the use of technology-based interactive learning media. This is evidenced by the increase in the average value from 62 in the pretest to 85 in the posttest, as well as the results of the t test which show that the calculated t value (3.21) is greater than the t table (2.04) with a significance of 0.003 < 0.05. Based on these results, it can be concluded that technology-based interactive learning media has a significant effect on students' learning interest.