Claim Missing Document
Check
Articles

Found 40 Documents
Search

Productivity Analysis of Digging, Loading, and Hauling Equipment in Overburden Removal Activities at PT. Anugrah Borneo Sinergy in Keramat Mina field, South Kalimantan, Indonesia Taufiq, Muhammad Rusdi; Putri, Fairus Atika Redanto; Fanani, Yazid
Journal of Earth and Marine Technology (JEMT) Vol 5, No 1 (2024)
Publisher : Lembaga Penelititan dan Pengabdian kepada Masyarakat - Institut Teknologi Adhi Tama Suraba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31284/j.jemt.2024.v5i1.6426

Abstract

This study evaluates the productivity of loading and hauling equipment at Anugrah Borneo Sinergy Ltd., explicitly focusing on compatibility between these units and identifying obstacles in overburdening material transfer activities. Employing a direct observation method at pit 1 in Keramat Mina Village, this research spanned a day shift from August 20 to September 20, 2022. Productivity measurements were taken for the Sany SY 365 H Excavator and the Hino 500 FM 260 JD Dump Truck, alongside employee interviews for supplementary data. Results indicate that the excavator's productivity varied daily, averaging 136.07 Bcm/hour, while the dump truck averaged 56.19 Bcm/hour over the same period, both below the target of 170 Bcm/hour. Initial compatibility assessment yielded a match factor of 0.83, which improved to 1.18 after optimizing cycle times. Simulating the compatibility with an additional hauler resulted in a perfect match factor of 1. Key obstacles included extended waiting and haul times, inefficiency, and an imbalance in the number of loaders versus haulers. Recommendations to enhance productivity involve optimizing loading efficiency and reducing haul, return and wait times. Post-optimization, productivity improved significantly, reaching 163.28 Bcm/hour for loaders and 88.29 Bcm/hour for haulers, thus meeting production goals. Adding another hauling unit could sustain these improvements by achieving optimal equipment compatibility.
Analisis Potensi Bahaya dan Pengendalian Risiko di Area Penambangan Kaolin di PT. Djawani Gunung Abadi di Desa Ngentrong, Kecamatan Karangan, Kabupaten Trenggalek, Provinsi Jawa Timur Titirloloby, Aloysius; Putri, Fairus Atika Redanto; Fanani, Yazid
Prosiding Seminar Nasional Sains dan Teknologi Terapan 2024: Menjembatani Energi Berkelanjutan dan Ekonomi Hijau melalui Transformasi Riset dan Teknologi T
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

PT. Djawani Gunung Abadi merupakan salah satu perusahaan yang bergerak dalam bidang industri pertambangan di Jawa Timur, tepatnya berada di Desa Ngentrong, Kecamatan Karangan, Kabupaten Trenggalek Provinsi Jawa Timur, dengan komoditas yaitu batu kaolin yang memiliki risiko dan bahaya yang bisa saja terjadi, dengan penyebab kecelakaan kerja yang disebabkan oleh tindakan tidak aman (unsafe action) dan kondisi tidak aman (unsafe condition), maka perlu adanya tindakan yang diambil dari perusahaan untuk penerapan kesadaran akan pentingnya keselamatan kerja pada masing-masing tahapan pekerjaan akan bahayadan risiko yang dihadapi. Penelitian ini mengunakan metode hazard identification risk assessment and risk control (HIRARC) serta parameter likelihood (kemungkinan), severity (konsekuensi), dan exposure (paparan), untuk mendapatkan nilai dari masing-masing tahapan pekerjaan. Pengambilan data dilapangan dengan melakukan observasi langsung dilapangan. Hasil penelitian ini ditemukan sebanyak 12 potensi bahaya dengan 22 risiko yang mungkin terjadi. Tingkat risiko tertinggi pada pada tahap pekerjaan pengumpulan material pada top loading menggunakan excavator yaitu kerusakan pada belt conveyor akibat benturan (1,800), memar pada kaki/ganguan pendengaran/sindrom akibat getaran (270), crusher yaitu tangan terjepit mengakibatkan patah (1,500), menara pantau crusher yaitu tersengat listrik/luka akibat sengatan Listrik (450) dapat tertumpah/mencemari area menara/tidak stabil saat dinaiki (750), front yaitu tabrakan mengakibatkan kerusakan akibat benturan (3,000), hauling road yaitu debu/pandangan terbatas (900) tertumpah material (2,500), hauling road dalam pit yaitu padangan terbatas /iritasi pada mata (900). Pengendalian risiko dilakukan berdasarkan hirarki pengendalian (hierarchy on control) yakni, eliminasi, subtitusi, rekayasa teknik, administrasi, alat pelindung diri (APD).
Evaluasi Kinerja Karyawan Terhadap Keselamatan Dan Kesehatan Kerja Pada Penambangan Batu Andesit CV. Empat Lima, Desa Morang, Kecamatan Kare, Kabupaten Madiun, Provinsi Jawa Timur Sari, Avellyn Shinthya; Agus Purwidadi, Pani Eka; Redanto Putri, Fairus Atika
Prosiding Seminar Nasional Sains dan Teknologi Terapan 2024: Menjembatani Energi Berkelanjutan dan Ekonomi Hijau melalui Transformasi Riset dan Teknologi T
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

CV. Empat Lima merupakan perusahaan pertambangan batu andesit, kegiatan penambangan menggunakan sistem tambang terbuka dengan membuat jenjang-jenjang dalam kegiatan penambangannya. Aktivitas penambangan tersebut dapat mengancam keselamatan dan kesehatan baik pada tenaga kerja, unit kerja, maupun masyarakat yang berada di sekitar area penambangan. Tujuan penelitian untuk mengetahui pengaruh pelaksanaan kebijakan K3 terhadap kinerja karyawan, dan upaya untuk meminimalisir potensi bahaya dilingkungan kerja. Metode penelitian menggunakan penelitian kuantitatif dan kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Variabel pada penelitian ini yaitu variabel dependen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (Y), dan variabel independen diantaranya Ketersediaan APD (X1), Lingkungan Kerja (X2), dan Perilaku Karyawan (X3). Pengambilan data kualitatif dilakukan dengan melakukan observasi dan wawancara, sedangkan untuk kantitatif dilakukan dengan penyebaran kuesioner, kemudian data tersebut dianalisis dengan uji validitas, uji realibiltas, dan uji regresi linear berganda. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa pelaksanaan keselamatan dan kesehatan kerja tidak sesuai dengan prosedur sehingga menimbulkan kondisi tidak aman yang dapat berpengaruh pada kinerja karyawan. Contohnya yakni dengan karyawan tidak menggunakan APD. Hal ini dikarenakan kurangnya kesadaran para karyawan akan pentingnnya memakai APD serta kurangnya pengawasan dari pihak perusahaan. Pada uji regresi linear berganda, disimpulkan bahwa pada area tersebut terdapat pengaruh negatif dari perilaku karyawan terhadap penerapan keselamatan dan kesehatan kerja di CV. Empat Lima.
Analysis of Ground Movement Using Geographic Information System Method in the Area of Kolok Mudik Village, Barangin District, Sawahlunto City Yanti, Syari Rahma; Putri, Fairus Atika Redanto; Burhamidar, Aulia Hidayat; Nauli, Fitri; Algifari, Arif; Pratama, Herdian
Justek : Jurnal Sains dan Teknologi Vol 8, No 1 (2025): Maret
Publisher : Unversitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/justek.v8i1.29250

Abstract

Abstract:  Kolok Mudik Village area has topography that varies between flat, undulating and hilly with a height above sea level.With this very varied height, it has quite steep slopes and has the potential for landslides. Apart from that, coal mining activities around the village make the land unstable. This research aims to map areas that are prone to land movement in Kolok Mudik village. The method used in this research is using a map overlay using the GeographicIinformation System (GIS) application. The parameters used in this model are soil type, rock type, land slope, geological formation, land use, and rainfall. In the mapping process, each parameter has a classification score which is multiplied by the weight of each parameter. Based on the results of data processing, the results show that the vulnerability of land movement in Kolok Mudik Village is in the medium to high categoryAbstrak: Wilayah Desa Kolok Mudik memiliki topografi yang bervariasi antara datar, bergelombang dan berbukit dengan ketinggian di atas permukaan laut. Dengan ketinggian yang sangat bervariasi tersebut, memiliki lereng yang cukup curam dan berpotensi terjadinya tanah longsor. Selain itu, aktivitas pertambangan batu bara sekitar desa membuat tanah menjadi tidak stabil. Penelitian ini bertujuan untuk memetakan wilayah yang rawan terjadi gerakan tanah di Desa Kolok Mudik. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah menggunakan overlay peta dengan menggunakan aplikasi Sistem Informasi Geografis (SIG). Parameter yang digunakan dalam model ini adalah jenis tanah, jenis batuan, kemiringan lahan, formasi geologi, penggunaan lahan, dan curah hujan. Dalam proses pemetaan, setiap parameter memiliki skor klasifikasi yang dikalikan dengan bobot masing-masing parameter. Berdasarkan hasil pengolahan data, diperoleh hasil bahwa kerentanan gerakan tanah di Desa Kolok Mudik berada pada kategori sedang hingga tinggi.      
Analisis Biaya Pengolahan Batu Andesit pada Unit Crusher di PT. Bumi Kejayan Sari, Era Nitika; Fanani, Yazid; Putri, Fairus Atika Redanto
Prosiding SENASTITAN: Seminar Nasional Teknologi Industri Berkelanjutan Prosiding SENASTITAN Vol. 05 2025
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengolahan bahan galian merupakan proses pemisahan mineral berharga dari mineral pengotor. Salah satu aspek biaya yang perlu dipertimbangkan dalam kegiatan ini adalah biaya pengolahan, yaitu pengeluaran yang timbul sebelum produk siap digunakan. Penelitian ini bertujuan menganalisis biaya pengolahan dari penjualan produk serta mengevaluasi sensitivitas terhadap perubahan parameter biaya operasional.Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan mempertimbangkan data lapangan berupa feed tambang dan hambatan kerja dalam analisis biaya. Pengolahan batu andesit memerlukan peralatan utama dan penunjang. Peralatan utama meliputi jaw crusher dengan kapasitas 47,25–128,25 ton/jam, sedangkan peralatan penunjang meliputi hopper, vibrating feeder, vibrating screen, dan belt conveyor.Total biaya operasional pengolahan batu andesit adalah Rp96.068.600,00, mencakup biaya listrik, grease, gaji pegawai, serta perawatan dan perbaikan. Dengan produksi 12.088,29 ton per bulan, PT. Bumi Kejayan memperoleh pendapatan Rp108.794.610,00 dan nilai penjualan Rp12.726.010,00. Biaya pengolahan mempengaruhi sensitivitas pemodelan harga jual dan produksi, terutama jika parameter biaya produksi meningkat lebih dari 13%. Faktor paling sensitif terhadap perubahan biaya operasional adalah listrik, gaji pegawai, perawatan, dan grease.
KAJIAN TEKNIS PRODUKTIVITAS ALAT GALI MUAT DAN ALAT ANGKUT PADA PENAMBANGAN PASIR BATU DI CV BINTANG PROGO KABUPATEN KULON PROGO D.I YOGYAKARTA satria, andika panji; Redanto Putri, Fairus Atika; Galih Cahyono, Yudho Dwi
Prosiding SENASTITAN: Seminar Nasional Teknologi Industri Berkelanjutan Prosiding SENASTITAN Vol. 05 2025
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menghitung produktivitas aktual dari alat gali muat dan alat angkut, menganalisa keserasian antara alat gali muat dan alat angkut, mengidentifikasi faktor-faktor yang menghambat kegiatan pemindahan material, serta memberikan rekomendasi untuk meningkatkan produktivitas alat gali muat dan alat angkut di CV. Bintang Progo. Metode penelitian dilakukan melalui pengamatan langsung di lokasi Penambangan CV. Bintang Progo, Desa Kranggan, Kecamatan Wates, Kabupaten Kulon Progo, Provinsi D.I Yogyakarta, selama 8 jam kerja pada shift siang dari tanggal 22 April hingga 22 mei 2023. Data yang dikumpulkan mencakup aktivitas kerja alat gali muat Excavator Komatsu PC 200  dan alat angkut Dump Truck Toyota Dyna Kap 5m3, serta catatan langsung kegiatan terkait penelitian. Peneliti juga melakukan wawancara dengan karyawan untuk mendapatkan data tambahan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa produktivitas aktual alat gali muat selama 7 hari berturut-turut adalah 110,47 Bcm/Jam, 115,89 Bcm/Jam, 120,14 Bcm/Jam, 111,65 Bcm/Jam, 115,54 Bcm/Jam, 112,67 Bcm/Jam, dan 124,84 Bcm/Jam dengan rata-rata produktivitas 115,88 Bcm/Jam. Produktivitas alat angkut selama periode yang sama adalah 52,57 Bcm/Jam, 58,06 Bcm/Jam, 53,48 Bcm/Jam, 56,69 Bcm/Jam, 54,83 Bcm/Jam, 53,97 Bcm/Jam, dan 54,42 Bcm/Jam dengan rata-rata produktivitas 54,86 Bcm/Jam. Kedua alat ini belum mencapai target produksi yang ditetapkan yaitu 140 Bcm/Jam. Keserasian antara alat gali muat dan alat angkut aktual menunjukkan match factor sebesar 1.99, sementara keserasian setelah optimasi waktu edar menunjukkan match factor sebesar 2.81. Simulasi keserasian antara dua alat gali  muat dan 4 alat angkut menunjukkan match factor sebesar 1. Faktor penghambat utama dalam penambangan pasir batu meliputi waktu menunggu, lamanya waktu pengangkutan dan waktu kembali, rendahnya efisiensi kerja, serta ketidaksesuaian jumlah alat gali muat dan alat angkut. Rekomendasi untuk meningkatkan produktivitas meliputi peningkatan efisiensi kerja alat gali muat dan memperkecil waktu pengangkutan, waktu kembali, serta waktu tunggu alat angkut agar mencapai match factor sebesar 1. Setelah optimasi, produktivitas rata-rata alat gali muat mencapai 134,58 Bcm/Jam dan alat angkut mencapai 90,008 Bcm/Jam, sehingga target produksi tercapai. Penambahan satu unit alat gali muat juga disarankan untuk mencapai keserasian sama dengan 1. 
Kajian Produktivitas Alat untuk Mengoptimalkan Hasil Produksi Overburden di PT. Karebet Mas Indonesia Site Kutai Energi Kalimantan Timur Putri, Fairus Atika Redanto; Cahyono, Yudho Dwi Galih; Rabin, Serin
PROMINE Vol 9 No 2 (2021): PROMINE
Publisher : Program Studi Teknik Pertambangan, Fakultas Sains dan Teknik, Universitas Bangka Belitung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33019/promine.v9i2.2865

Abstract

Overburden and coal mining must go hand in hand and in line, because high overburden productivity will affect coal production results. This study aims to calculate, analyze productivity and determine recommendations for increasing production. This research uses a combined research method and a mathematical pattern. The company has a productivity target of 220.5 m3/hour, with the actual conditions obtained for digging and loading equipment that has reached the target of 279.9238 BCM/hour, but the transportation equipment has not reached the target of 80.9048 LCM/hour. There are various factors that have not achieved the production target, among others, low work efficiency, quite long transportation and return times during transportation equipment circulation times, as well as mismatched compatibility factors that cause long waiting times for transportation equipment. After optimization with the addition of 1 unit of excavator with the same type, optimization of the transportation equipment cycle time and optimization of the work efficiency of the transportation equipment, an increase in productivity was obtained in each conveyance, so that after optimizing the productivity target of transportation equipment was achieved by 222 ,4045 LCM/Hour.
REKLAMASI LAHAN BEKAS PENAMBANGAN BATU PASIR Kusdarini, Esthi; Mabuat, Imelda Srilestari; Redanto Putri, Fairus Atika
Jurnal Reka Lingkungan Vol 11, No 3 (2023)
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/rekalingkungan.v11i3.221-233

Abstract

 AbstrakCV. BS melakukan penambangan batu pasir yang menyisakan lahan tidak rata dan tandus. Penelitian ini bertujuan: 1) mendapatkan rona awal lahan pertambangan: peruntukan lahan, kelandaian topografi, elevasi, 2)  menentukan rona akhir lahan penambangan: bentuk lahan pasca penambangan, 3) rancangan teknis reklamasi: luas lahan reklamasi, waktu reklamasi, penatagunaan lahan, bentuk penampang dan dimensi saluran drainase, revegetasi, pemeliharaan. Metode yang digunakan adalah pengamatan, wawancara, pengumpulan data sekunder dan perhitungan matematis dengan bantuan tools software. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) rona awal area pertambangan berupa pertanian lahan kering dengan vegetasi: rumput liar, kelandaian topografi: 10o – 20o,dan ketinggian elevasi: 41 – 61 mdpl, 2) rona akhir area pertambangan berupa lahan dengan satu jenjang dengan ketinggian 8 m dan kemiringan 60o, 3) luas area reklamasi sebesar 4,42 Ha; penimbunan lahan untuk membentuk teras bangku, selanjutnya dilakukan penebaran tanah pucuk setebal 40 cm atau 17.680 m3, penampang saluran drainase berbentuk trapesium dengan kedalaman (h) 0,5 m, lebar bawah (B) 0,3 m, koefisien dinding saluran (n) 0,03, dan sudut kemiringan (Ɵ) 60o; revegetasi membutuhkan bibit  pohon sengon: 1770 buah dan kacang ruji: 13,26 kg; pemeliharaan membutuhkan pupuk urea: 354 kg dan pupuk kandang: 885 kg.Kata kunci: batu pasir, reklamasi, sengon.AbstractCV. BS carries out sandstone mining which leaves uneven and barren land. This research aims to: 1) obtain the initial baseline of mining land: land use, topographic slope, elevation, 2) determine the final baseline of mining land: post-mining land form, 3) reclamation technical design: area of reclaimed land, reclamation time, land use, shape cross-section and dimensions of drainage channels, revegetation, maintenance. The methods used are observation, interviews, secondary data collection and mathematical calculations with the help of software tools. The research results show that: 1) the initial baseline of the mining area is dry land farming with vegetation: wild grass, topographic slope: 10o – 20o, and elevation height: 41 – 61 meters above sea level, 2) the final baseline of the mining area is land with one level of elevation. 8 m and a slope of 60o, 3) the reclamation area is 4.42 Ha; filling the land to form a bench terrace, then spreading top soil 40 cm thick or 17,680 m3, the cross-section of the drainage channel is trapezoidal with a depth (h) of 0.5 m, bottom width (B) 0.3 m, channel wall coefficient (n) 0.03, and tilt angle (Ɵ) 60o; revegetation requires sengon tree seeds: 1770 fruits and ruji nuts: 13.26 kg; maintenance requires urea fertilizer: 354 kg and manure: 885 kg.Keywords: sandstone, reclamation, sengon.
Aplikasi Persamaan Regresi Linier untuk Memprediksi Kebutuhan Kapur Tohor dan Biaya Netralisasi Air Asam Tambang: Application of Linear Regression Equation to Predict Quicklime Needs and Acid Mine Water Neutralization Costs Kusdarini, Esthi; Atawolo, Yuliano; Putri, Fairus Atika Redanto
Jurnal Rekayasa Sipil dan Lingkungan Vol. 8 No. 2 (2024): Jurnal Rekayasa Sipil dan Lingkungan
Publisher : Universitas Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19184/jrsl.v8i2.52075

Abstract

Abstract Acid mine drainage has the potential to pollute water bodies. One method of acid mine drainage treatment is neutralization using quicklime. This study aims to plan the dose of quicklime and estimate the cost of neutralizing acid mine drainage using a linear regression equation. Acid mine drainage samples were obtained from PT Bukit Asam. Neutralization experiments were carried out on a laboratory scale using variable doses of quicklime: 0.0759, 0.0971, 0.1460, 0.2965, and 0.3877 g/L. The results showed that the acid mine drainage samples contained parameters of pH 3.6, TSS 87 mg/L, Fe 1.1239 mg/L, and Mn 3.8333 mg/L. Neutralization of acid mine drainage using quicklime at a dose of 0.1460-0.2965 g/L was able to increase pH by 33-153% and decrease TSS by 2-94%, Fe by 24-87%, and Mn by 14-43%. The linear regression equation obtained is y = 13.707x + 4.103, where x is the dose of quicklime (g/L) and y is pH. Calculations using the linear regression equation produce a dose requirement of quicklime of 0.1383–0.3572 g/L to produce acid mine water with a pH of 6-9. Meanwhile, processing acid mine water with a discharge of 86,400 m³/day requires quicklime of 11,949-30,862.08 kg/day and costs of Rp10,156,650.00–26,232,700.00/day. Keywords: Acid mine drainage, quicklime, neutralization, linear regression Abstrak Air asam tambang berpotensi mencemari badan air. Salah satu metode pengolahan air asam tambang adalah netralisasi menggunakan kapur tohor. Penelitian ini bertujuan untuk merencanakan dosis kapur tohor dan memperkirakan biaya netralisasi air asam tambang menggunakan persamaan regresi linier. Sampel air asam tambang diperoleh dari PT Bukit Asam. Percobaan netralisasi dilakukan dalam skala laboratorium menggunakan variabel dosis kapur tahor : 0,0759; 0,0971; 0,1460; 0,2965; 0,3877 g/L. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sampel air asam tambang mengandung parameter pH 3,6; TSS 87 mg/L; Fe 1,1239 mg/L; Mn 3,8333 mg/L. Netralisasi air asam tambang menggunakan kapur tohor dosis 0,1460-0,2965 g/L mampu menaikkan pH 33-153%; menurunkan : TSS 2-94%, Fe 24-87%, dan Mn 14-43%. Persamaan regresi linear yang diperoleh adalah y = 13,707x + 4,103; dengan x adalah dosis kapur tohor (g/L) dan y adalah pH. Perhitungan menggunakan persamaan regresi linear menghasilkan kebutuhan dosis kapur tohor sebesar 0,1383 – 0,3572 g/L untuk menghasilkan air asam tambang pH 6-9. Sedangkan untuk mengolah air asam tambang dengan debit 86.400 m3/hari membutuhkan kapur tohor sebesar 11.949-30.862,08 kg/hari dan biaya Rp 10.156.650,00 – 26.232.700,00/hari. Kata kunci: Air asam tambang, Kapur tohor, Netralisasi, Regresi linear
Perencanaan Penataan Lahan Reklamasi Dan Revegetasi pada Kegiatan Pertambangan Batu Andesit Di Pt. Toha Batu Palu: PERENCANAAN PENATAAN LAHAN REKLAMASI DAN REVEGETASI PADA KEGIATAN PERTAMBANGAN BATU ANDESIT DI PT. TOHA BATU PALU Fairus Atika Redanto Putri; Albert Takin , Mangesa; Esthi, Kusdarini
Jurnal Teknologi Lingkungan Vol. 3 No. 2 (2025): Jurnal Teknologi Lingkungan
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Hamzanwadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29408/jtl.v3i2.32922

Abstract

Andesite mining activities at PT. Toha Batu Palu has significant environmental impacts, including land degradation, vegetation loss, and potential erosion. This study aimed to plan land reclamation and revegetation in the former mining area as an environmental restoration effort. Researchers used primary and secondary data collection methods, data processing to calculate overburden and topsoil requirements, and planned the types and quantities of plants to be planted. Land reclamation was carried out over 3.5 hectares using a leveling system and spreading 30 cm of topsoil. The company carried out revegetation activities by planting pioneer plants (sengon), ground cover plants (Kacang Lcc CP), and intercropping plants (kayu jawa), which are highly adaptable to the climate conditions of Palu. The results of this study indicated that the planned reclamation and revegetation could reduce environmental impacts and serve as a reference for the company in managing post-mining areas sustainably.