Claim Missing Document
Check
Articles

Found 28 Documents
Search

Anthelmintic Potential of Annona muricata seed Infusion: An In Vitro Study on Haemonchus contortus in Goats Baihaqi, Zein Ahmad; Lisnanti, Ertika Fitri; Tamara, Safira; Ekawasti, Fitrine; Anggrahini, Santika; Fauziah, Ima
Jurnal Sain Veteriner Vol 43, No 1 (2025): April
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Universitas Gadjah Mada bekerjasama dengan PB PDHI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jsv.100652

Abstract

Parasitic infections, particularly those caused by Haemonchus contortus, significantly impact the health and productivity of small ruminants worldwide. Traditional anthelmintic treatments are increasingly challenged by resistance issues, prompting the search for alternative treatments. The objective of this study was to assess the effectiveness of Annona muricata seed infusion on Haemonchus contortus mortality in goats in vitro. The research was conducted from November 2023 to March 2024 at the Laboratory of the Faculty of Agriculture, Islamic University of Kadiri, and BRIN. The method employed was one-way ANOVA. Treatments included a negative control with 0.9% NaCl, 10% concentration infusion, 20% concentration infusion, and albendazole. Mortality rates were assessed at 0.5, 1, 2, 4, 6, 8, 10, and 12-hour intervals. The results revealed that Annona muricata seed infusion contains compounds such as tannins, flavonoids, alkaloids, saponins, and steroids, which are capable of damaging the cuticle and buccal tissues of Haemonchus contortus. Phenolic content was measured at total phenolics of 9.1 mg RE / g Dw, total flavonoids of 4.7 mg RE / g Dw, total tannins of 7.2%, condensed tannins / CT of 3.4%, and hydrolyzable tannins / HT of 3.9%. Infusions at 10% and 20% concentrations achieved 100% mortality of Haemonchus contortus by the 8th hour. Scanning Electron Microscopy (SEM) revealed structural changes in Haemonchus contortus at different infusion concentrations, including wrinkling, irregular lines, and the presence of holes in the cuticle and buccal regions. The infusion of Annona muricata seed infusion is effective as an anthelmintic against Haemonchus contortus, achieving 100% mortality at concentrations of 10% and 20% within 8 hours. The study also demonstrates structural damage to the worms, affirming the potential of Pineapple Peel infusion as a natural parasitic control in small ruminants.
Pengaruh Bangsa Terhadap Parameter Performa Reproduksi Sapi Betina di Kecamatan Bringin Kabupaten Ngawi Prastyaningrum, Anggita Dewi; Lisnanti, Ertika Fitri; Rudiono, Didik
TERNAK TROPIKA Journal of Tropical Animal Production Vol. 24 No. 1 (2023): TERNAK TROPIKA Journal of Tropical Animal Production
Publisher : Jurusan Produksi Ternak, Fakultas Peternakan, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/jtapro.2023.024.01.5

Abstract

Performa reproduksi merupakan hal penting dalam produktivitas ternak sapi potong. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui pengaruh bangsa terhadap parameter performa reproduksi sapi betina di Kecamatan Bringin, Kabupaten Ngawi. Penelitian dilaksanakan di Desa Bringin, Dampit, Dero, Gandong, Kenongorejo, Krompol, Legowetan, Mojo, Sumberbening, dan Desa Suruh. Penelitian dilaksanakan pada tanggal 01 November 2021 sampai 01 Februari 2022. Metode penelitian yang digunakan adalah survey, wawancara, dan observasi kepada peternak. Analisa dilakukan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan ulangan tidak sama. Parameter yang diamati meliputi lama estrus, siklus estrus, jarak estrus, perkawinan, dan non return rate. Hasil penelitian berdasarkan tabel analisa sidik ragam, menunjukkan bahwa perbedaan bangsa sapi potong tidak berpengaruh nyata (P>0,05) terhadap siklus estrus 1 dan 2, dan berpengaruh nyata (P<0,05) terhadap lama estrus dan jarak estrus ke IB. Uji HSD menunjukkan bahwa lama estrus pada P1 berbeda nyata dengan lainnya, dan pada jarak estrus ke IB pada P2 berbeda nyata dengan lainnya. Rata-rata siklus estrus pada P1, P2, P3, dan P4 adalah 29,25; 32,00; 44,00; 27,13 hari. Rata-rata lama estrus pada P1, P2, P3, dan P4 adalah 13,15; 16,12; 16,29; 16,08 jam. Rata-rata jarak estrus ke IB pada P1, P2, P3, dan P4 adalah 3,93; 2,74; 4,66; 4,77 jam. Data deskriptif menunjukkan bahwa prosentase NRR pada P1, P2, P3, dan P4 berturut-turut yaitu 88,57%; 91,03%; 91,43%; 89,33%, dan prosentase IB ulang pada P1, P2, P3, dan P4 berturut-turut yaitu 11,43%; 8,97%; 8,57%; 10,67%. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa perbedaan bangsa hanya berpengaruh nyata (P<0,05) terhadap parameter performa reproduksi sapi betina pada variabel lama estrus dan jarak estrus ke IB.
PERAN ORANG TUA DALAM MENINGKATKAN ETIKA BERMEDIA SOSIAL SEBAGAI PENCEGAHAN CYBER BULLYING PADA REMAJA Hartanto, Riski Slamet; Lisnanti, Ertika Fitri; Fahrazi, Mahfud
Jurnal Abdi Masyarakat Vol. 9 No. 1 (2025): Jurnal Abdi Masyarakat November 2025
Publisher : Universitas Kadiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30737/jaim.v9i1.6963

Abstract

Perkembangan teknologi informasi dan media sosial memberikan kemudahan dalam komunikasi namun juga membawa tantangan yang besar dalam pengelolaan media sosial, salah satu yang marak terjadi yaitu cyber bullying. Fenomena ini dapat berdampak pada kesehatan mental dan perkembangan sosial bermasyarakat, Khususnya pada remaja yang mana saat ini sudah bukan hal yang tabu. Program pelaksanaan Pengabdian bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan orang tua dalam membentuk etika bermedia sosial pada anak sebagai Langkah preventif terhadap cyber bullying. kegiatan sosialisasi ini dilaksanakan melalui sosialisasi interaktif dan Forum Grup Diskusi yang melibatkan orangtua peserta didik di Negara Malaysia sebagai bagian dari program kerja Kuliah kerja Nyata KKN Internasional. Materi yang disampaikan meliputi konsep etika bermedia sosial yang baik serta Langkah pencegahan cyber bullying. Hasil pengabdian menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan orang tua mengenai pencegahan dan penanganan cyberbullying. Sebelum sosialisasi, sebagian besar orang tua hanya memiliki pemahaman terbatas tentang bentuk-bentuk cyberbullying dan dampaknya terhadap anak. Namun, setelah kegiatan, pemahaman mereka meningkat signifikan, terutama dalam mengenali tanda-tanda awal anak menjadi korban maupun pelaku, serta strategi pencegahan yang dapat diterapkan di rumah.  Pengabdian ini diharapkan dapat menjadi role model pemberdayaan keluarga dalam menghadapi tantangan di era digital secara etis dan bertanggung jawab.
Kualitas Telur Puyuh (Coturnix coturnix japonica) Pada Masa Awal Produksi Dengan Pakan Yang Menggunakan Hasil Samping Kacang Hijau Sebagai Substitusi Pakan Huda, Miftahul; Lisnanti, Ertika Fitri; Mukmin, Amiril
TERNAK TROPIKA Journal of Tropical Animal Production Vol. 26 No. 2 (2025): TERNAK TROPIKA Journal of Tropical Animal Production
Publisher : Jurusan Produksi Ternak, Fakultas Peternakan, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtapro.2025.026.02.1

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengevaluasi pengaruh substitusi pakan pabrikan dengan hasil samping pengolahan kacang hijau (HSPKH) terhadap kualitas telur puyuh ( Coturnix coturnix japonica ) pada fase awal produksi. Kegiatan dilaksanakan di Kandang Puyuh Mitra Program Studi Peternakan, Fakultas Pertanian UNISKA, Desa Tanjungsari, Kecamatan Karangrejo, Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur. Rancangan penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 5 perlakuan dan 5 ulangan, melibatkan 200 ekor puyuh betina berumur 38 hari (8 ekor per unit percobaan). Perlakuan pakan adalah P0 (100 % pakan kontrol), P1 (95 % kontrol + 5 % HSPKH), P2 (90 % kontrol + 10 % HSPKH), P3 (85 % kontrol + 15 % HSPKH), dan P4 (80 % kontrol + 20 % HSPKH). Penelitian berlangsung selama delapan minggu, mencakup dua minggu masa adaptasi dan enam minggu periode pengambilan data. Pada minggu adaptasi pertama, puyuh diberi pakan pabrikan murni guna menstabilkan kondisi fisiologis, sedangkan pada minggu adaptasi kedua mulai diberikan pakan perlakuan. Parameter yang diamati—yakni indeks kuning telur, rasio kuning dan putih telur, ketebalan serta bobot cangkang, dan warna kuning telur—diukur sekali setiap minggu selama enam minggu perlakuan. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan ANOVA; apabila terdeteksi perbedaan nyata, analisis dilanjutkan dengan Uji Beda Nyata Terkecil (BNT) pada taraf signifikansi 5 %. Hasil menunjukkan bahwa substitusi HSPKH tidak memberikan pengaruh signifikan (P > 0,05) terhadap sebagian besar parameter, kecuali ketebalan cangkang pada minggu ke‑4, bobot putih telur pada minggu ke‑3, persentase putih telur pada minggu pertama, skor warna kuning telur puyuh pada minggu pertama, dan rata‑rata skor warna kuning telur selama penelitian yang berbeda nyata (P < 0,05). Perlakuan P2 (10 % HSPKH) memberikan kinerja terbaik secara keseluruhan. Dengan demikian, HSPKH berpotensi menjadi bahan substitusi pakan pabrikan tanpa menurunkan kualitas telur puyuh.
International Community Engagement: Transfer Edukasi Agribisnis Terhadap Pelajar Indonesia di Malaysia Akbar Ali Arbai; Ertika Fitri Lisnanti; Heru Setyadi; Eerlin Widya Fatmawati
Jurnal SOLMA Vol. 15 No. 1 (2026)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Prof. DR. Hamka (UHAMKA Press)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/solma.v15i1.22729

Abstract

Background: The increasing number of Indonesian students studying abroad, particularly in Malaysia, demands strengthening knowledge capacity from an early age to compete globally, including in the agribusiness sector. However, observations indicate that Indonesian students in Malaysia still have a limited understanding of basic agribusiness concepts. This international community service activity aims to improve basic agribusiness understanding through educational transfer through visual media. Method: The implementation method includes a preparation stage, direct learning implementation supported by visual video media, and evaluation using pre-test and post-test instruments. This activity involved 15 elementary school students in grades 4-5, aged 10-12 years, at a learning center in Kuala Lumpur, Malaysia. Results: The results showed an increase in participants' average score from 50% on the pre-test to 81.25% on the post-test, a 31.25% increase. These findings indicate that the use of visual video media is effective in improving students' understanding of basic agribusiness concepts. Conclusion: This community service activity supports the transfer of agribusiness education to Indonesian students abroad and strengthens the implementation of the three pillars of higher education in the context of community service.
PENGUATAN KETERAMPILAN DASAR BERTANI MELALUI EDUKASI MENYEMAI BENIH SAWI PADA ANAK USIA 8–12 TAHUN DALAMPROGRAMPENGABDIAN MASYARAKAT KKN INTERNASIONAL DI MALAYSIA Tedy Wijaya; Ertika Fitri Lisnanti; Titik Irawati
Devote: Jurnal Pengabdian Masyarakat Global Vol. 4 No. 4 (2025): Devote: Jurnal Pengabdian Masyarakat Global, 2025
Publisher : LPPM Institut Pendidikan Nusantara Global

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55681/devote.v4i4.4951

Abstract

The International Community Service Program (KKN Internasional) in Malaysia aims to improve basic farming skills among children aged 8 to 12 by teaching mustard seed sowing as a practical learning activity that involves direct hands-on experience. The program was implemented through interactive counseling, live demonstrations, and intensive guidance to ensure that participants fully understood the technical steps involved in seed sowing, transplanting seedlings, and plant care. The results of the program showed that rockwool media provided better plant growth compared to cotton and cocopeat, as indicated by superior plant height and leaf number at each observation stage. The children’s ability to perform the sowing process independently significantly increased, along with their interest in agricultural activities. This program also helped develop values of responsibility, independence, and environmental awareness from an early age. The outcomes indicate that simple agricultural education is highly effective as a learning medium for character building and food literacy within migrant communities. It is recommended that such activities be continuously implemented to strengthen household food security and support the development of non-formal education based on agricultural practices.
Kualitas Telur Puyuh (Coturnix coturnix japonica) Dengan Substitusi Pakan Menggunakan Produk Samping Kacang Hijau Pada Masa Puncak Produksi Widyananda, Sandi Arya; Lisnanti, Ertika Fitri; Mukmin, Amiril
TERNAK TROPIKA Journal of Tropical Animal Production Vol. 27 No. 1 (2026): TERNAK TROPIKA Journal of Tropical Animal Production
Publisher : Jurusan Produksi Ternak, Fakultas Peternakan, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtapro.2026.027.01.1

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengeksplorasi dampak substitusi pakan buatan dengan bahan sisa dari pengolahan kacang hijau terhadap parameter fisik seperti berat telur, ketebalan cangkang, indeks kuning telur, serta perbandingan antara kuning dan putih telur pada burung puyuh petelur (Coturnix coturnix japonica). Studi ini dilangsungkan di di kandang kerja sama program studi peternakan UNISKA yang terletak di Desa Tanjungsari, Tulungagung, dari tanggal 3 November sampai 15 Desember 2024. Metodologi yang diterapkan ialah eksperimen di lapangan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL), yang mencakup 5 perlakuan dan diulang 5 kali. Perlakuan tersebut meliputi P0 (100% pakan kontrol), P1 (95% kontrol dan 5% Hasil Samping Pengolahan Kacang Hijau), P2 (90% kontrol dan 10% HSPKH), P3 (85% kontrol dan 15% HSPKH), serta P4 (80% kontrol dan 20% HSPKH). Parameter yang diamati mencakup indeks kuning telur, rasio kuning dan putih telur, ketebalan cangkang, bobot cangkang, dan skor warna kuning telur. Data yang berhasil dikumpulkan akan dianalisis melalui uji F menggunakan metode analisis sidik ragam, dan jika ditemukan perbedaan yang signifikan, akan dilanjutkan dengan uji Beda Nyata Terkecil (BNT). Merujuk pada hasil analisis, substitusi pakan dengan Hasil Samping Pengolahan Kacang Hijau (HSPKH) sebesar 20% terbukti memberikan dampak signifikan terhadap Indeks Kuning Telur (IKT) dengan nilai yang berkisar antara 0,35 hingga 0,45, yang relevan terhadap standar yang ditentukan pada penelitian sebelumnya. Sementara itu, rasio kuning dan putih telur tidak menunjukkan dampak yang signifikan. Ketebalan cangkang telur dalam seluruh perlakuan mengindikasikan hasil yang cukup stabil, yakni ada di rentang antara 0,25 hingga 0,28 mm, yang tetap memenuhi kriteria ketebalan ideal untuk cangkang telur puyuh. Proporsi berat cangkang telur memperlihatkan nilai yang konsisten antara 8,00 sampai 10,00 dari total berat telur pada seluruh perlakuan. Indeks warna kuning telur juga menunjukkan hasil yang umumnya serupa, dengan nilai berkisar antara 6,0 hingga 6,5 pada skala Roche Yolk Color Fan.
PENGUATAN LITERASI PANGAN: EDUKASI PROTEIN HEWANI DAN NABATI BAGI SISWA PELAJAR DI MALAYSIA Ertika Fitri Lisnanti; Erlin Widya Fatmawati; Sri Luayi; Riski Slamet Hartanto; Muhammad Alfa Niam
Jurnal Abdi Insani Vol 13 No 5 (2026): Jurnal Abdi Insani
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/abdiinsani.v13i5.3385

Abstract

Balanced nutrition is a crucial factor in supporting the growth and development of elementary school children. However, students’ understanding of animal- and plant-based protein sources remains low due to the lack of engaging and contextual nutrition learning methods. Food literacy plays an important role in shaping nutritional awareness from an early age, especially for Indonesian students abroad who face cross-cultural food environments. This international community service program aimed to enhance the food literacy of students at the Indonesian School of Kuala Lumpur (SIKL) through interactive education on animal and plant-based protein sources. The activity was conducted from August 26–30, 2025, involving 60 elementary school students. The implementation method employed an educational approach based on interactive sticker games that combined visual and kinesthetic elements. Evaluation was carried out by comparing students’ ability to classify food sources before and after the activity using descriptive percentage analysis. The results showed a significant increase in students’ understanding, from 45% to 90% after the activity. Moreover, students demonstrated high enthusiasm and active participation throughout the learning process, which strengthened both cognitive and social aspects. The visual-kinesthetic approach proved effective in correcting conceptual misunderstandings and improving long-term memory retention. This program also strengthened international academic collaboration and contributed to the achievement of SDG 2 (Zero Hunger) and SDG 4 (Quality Education). Therefore, participatory game-based learning can serve as an effective and enjoyable strategy for fostering children’s food literacy in cross-national elementary education settings. Keywords: food literacy, animal protein, plant-based protein, interactive learning, international