Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

Community Consumption of Traditional Medicine and Health Supplements During the Coronavirus Disease-2019 Pandemic Fadliyah, Hilyatul; Nurwahyuni, Atik; Faradiba, Faradiba
Journal of Consumer Sciences Vol. 6 No. 2 (2021): Journal of Consumer Sciences
Publisher : Department of Family and Consumer Sciences, Faculty of Human Ecology, IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jcs.6.2.92-110

Abstract

Coronavirus disease-2019 (COVID-19) encourages the community to prioritize basic and personal health needs. This study aimed to explore the consumer behaviour of traditional medicine and health supplements during the COVID-19 pandemic in Indonesia using the Consumer Decision Model approach. A quick online cross-sectional survey involving 215 respondents was carried out from December 23, 2020, until January 2, 2021. This study revealed that the majority of respondents consume the products as forced by the pandemic situation, and their use has increased than before the pandemic. The primary reason for consuming the product is to increase their immunity during a pandemic, and they felt more healthy after consuming it. Social media and television are the primary sources of product information. Furthermore, we found that the majority of respondents were branded product consumers. Respondents were more likely to have good behaviour based on knowledge of the products' legality, dosage, indication, instructions for use, and expiration date. This study sets appropriate consumer behaviour and performs the statistical tests only for branded product consumers. It is concluded that consumer behaviour in this study is related to product advertisement exposure and acceptance, environmental influence, and individual difference.
Hubungan Rasio Dokter dan Peserta Terdaftar terhadap Capaian Kapitasi Berbasis Kinerja (KBK) Pada FKTP di Kota Bandung Tahun 2024 Hermansyah, Acep Arief; Soewondo, Prastuti; Nurwahyuni, Atik
Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 14 No. 06 (2025): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat
Publisher : UIMA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33221/jikm.v14i06.4057

Abstract

Sebagai upaya memastikan efektivitas jaminan kesehatan di era JKN, BPJS Kesehatan mengembangkan sistem pembayaran kepada FKTP yang bertujuan untuk meningkatkan kinerja dan kualitas pelayanan melalui skema pembayaran Kapitasi Berbasis Kinerja (KBK) yang menghubungkan antara pemantauan kinerja yang diukur melalui tiga indikator yaitu Angka Kontak, Rasio Rujukan Non Spesialistik (RRNS), dan Rasio Peserta Prolanis Terkendali (RPPT) dengan pembayaran kapitasi setiap bulannya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara rasio dokter dibanding peserta terdaftar dengan capaian KBK pada FKTP baik puskesmas maupun klinik pratama di Kota Bandung tahun 2024. Desain penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional, penelitian ini menganalisis data sekunder capaian indikator KBK dari 135 FKTP yang melaksanakan konsekuensi KBK. Hasil penelitian menunjukkan bahwa capaian indikator KBK klinik pratama lebih baik dibandingkan puskesmas. Data median menunjukkan bahwa klinik pratama mencatat angka kontak (139,62‰) dan RPPT (1,46%) yang lebih tinggi dibandingkan puskesmas (masing-masing 82,68‰ dan 0,08%). Sebaliknya, RRNS pada puskesmas adalah 1,31%, sementara pada klinik pratama tercatat sebesar 0,00%. Hasi uji statistik menunjukan rasio dokter dengan peserta terdaftar ideal memiliki hubungan signifikan dengan capaian RPPT (nilai p = 0,00), namun tidak memiliki hubungan signifikan dengan Angka Kontak (nilai p = 0,4797), dan Rasio Rujukan Non Spesialistik (nilai p = 0,124).
Diarrhea outpatient and inpatient utilization and cost accumulation among children under five by birth weight category in Indonesia: an analysis of BPJS Kesehatan sample data Rahmawati, Latifah Alifiana; Nurwahyuni, Atik
BKM Public Health and Community Medicine Vol 40 No 07 (2024)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/bkm.v40i07.13770

Abstract

Purpose: This study aims to determine the number of outpatient and inpatient diarrhea cases, the duration of hospital stays, and the accumulated cost of claims paid to health facilities for diarrhea treatment by birth weight category among children under five. We collected this data from the referral health facility (FKRTL) using the Indonesian Social Security Agency for Health (BPJS Kesehatan) Sample Data from 2017-2022. Methods: This retrospective cohort design uses BPJS Health Sample Data from 2017-2022, merged with the Water Quality Index from the Ministry of Environment and Forestry Report. Using negative binomial regression, we calculated the rate ratio of the number of outpatient and inpatient cases and the duration of hospital stays. We estimated the cost accumulation using Gamma Regression. Results: The subjects of this study were 3,175 children born in 2017. Among these, 493 (15.53%) were low birth weight children. The average number of outpatient and inpatient diarrhea visits, the duration of hospital length of stay, and the accumulated costs of diarrhea treatment were higher in low birth-weight children than in normal birth-weight children. A strong association existed between low birth weight, the number of outpatient cases, and the length of hospital stays. Conclusion: Birth weight, gender, membership segment, treatment class, area of ​​residence, and water quality index significantly influenced the number of outpatient visits for children aged 0 to 5 years at FKRTL caused by diarrhea.
ANALISIS KEJADIAN POSTPARTUM PADA PELAYANAN PERSALINAN (ANALISIS DATA SAMPEL BPJS KESEHATAN 2022) Anggraeni, Vira; Nurwahyuni, Atik
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 2 (2024): JUNI 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i2.28767

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana mutu pelayanan kesehatan ibu dilihat dari rasio persalinan normal dan rasio persalinan sectio caesarea serta persalinan yang diikuti dengan adanya gangguan postpartum. Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan desain cross sectional menggunakan data sekunder yaitu data sampling BPJS Kesehatan tahun 2022. Data yang dianalisis merupakan data peserta yang mendapatkan pelayanan persalinan serta mengalami gangguan post partum dengan menggunakan kode diagnosa berdasar International Classification Disease(ICD) X tahun 2010, sampel diambil dengan metode stratified random sampling. Penelitian menunjukkan bahwa persalinan tahun 2022 sebanyak 1.062.351 atau 66,1% secara sectio caesarea dan 544.904 atau 33,9% adalah persalinan normal. Gangguan post partum ditemukan pada persalinan normal sebanyak 14.173 atau 2,6% dan pada persalinan secara sectio  caesarea didapatkan gangguan post partum sebanyak 4.049 atau 0,4%. Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa kejadian gangguan post partum berhubungan signifikan dengan cara persalinan, segmen peserta, kepemilikan faskes, severity level atau tingkat keparahan peserta saat rawat inap di rumah sakit, kelompok LOS( Length of stay), kelompok usia dan wilayah regional. Gangguan postpartum pada persalinan normal paling banyak disebabkan oleh retensio plasenta dan perdarahan. Meskipun gangguan post partum lebih sedikit terjadi pada persalinan sectio caesarea bukan berarti persalinan sectio caesarea lebih baik dari persalinan normal karena tindakan sectio caesarea pertama kali akan meningkatkan kejadian ruptur uteri, plasenta previa atau akreta, dan bahkan kehamilan ektopik dimana semua komplikasi yang dapat mempengaruhi kehamilan berikutnya.
FAKTOR - FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PEMANFAATAN RAWAT INAP TINGKAT LANJUT PASIEN BALITA DENGAN DIAGNOSIS PNEUMONIA : ANALISIS DATA SAMPEL BPJS KESEHATAN TAHUN 2022 Tuti, Devi Trias; Nurwahyuni, Atik
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 2 (2024): JUNI 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i2.29793

Abstract

Pneumonia merupakan penyebab kematian utama pada masa post neonatal yaitu sebesar 14,4% kematian, dan penyebab kematian terbanyak kedua  setelah diare yakni sebesar 9,4% pada tahun 2021. Dengan diselenggarakannya Jaminan Kesehatan Nasional sejak tahun 2014, akses masyarakat terhadap layanan kesehatan diharapkan semakin meningkat. Pelayanan kesehatan masyarakat dapat berupa rawat jalan dan rawat inap yang dilakukan di FKTP dan FKRTL. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji faktor-faktor yang mempengaruhi pemanfaatan rawat inap tingkat lanjut pasien balita peserta JKN dengan diagnosis pneumonia di Indonesia. Desain penelitian ini adalah cross sectional study menggunakan Data Sampel BPJS Kesehatan tahun 2022 yang merupakan tahun sampel 2015-2021, dan data Indeks kualitas udara Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan tahun 2021. Data dianalisis secara bivariat dan multivariat dengan metode Binary Regression menggunakan model Logit. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel yang berhubungan signifikan dengan pemanfaatan rawat inap pneumonia balita dengan nilai p value < 0,05 yaitu kategori umur balita, jenis kepesertaan, kelas rawat, dan Regional 2 terhadap regional lainnya, dan regional 5 terhadap regional lainnya. Variabel yang tidak berhubungan dengan pemanfaatan rawat inap pneumonia balita adalah adalah jenis kelamin, kabupaten kota tempat tinggal peserta, regional 3 terhadap regional lainnya, regional 4 terhadap regional lainnya, serta indeks kualitas udara.
HUBUNGAN HIPERTENSI DAN DIABETES MELITUS TERHADAP MORTALITAS JEMAAH HAJI PROVINSI JAWA BARAT TAHUN 2019 Mauluddin Idris, Salman; Nurwahyuni, Atik
Journals of Ners Community Vol 13 No 2 (2022): Journals of Ners Community
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55129/jnerscommunity.v13i2.1791

Abstract

Ibadah haji adalah rangkaian ibadah yang membutuhkan kesiapan dan kemampuan, termasuk kemampuan dari segi kesehatan. Nilai angka kesakitan dan kematian yang tinggi pada jemaah haji Indonesia merupakan permasalahan kesehatan yang ditemui dalam penyelenggaraan haji setiap tahunnya. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui hubungan faktor risiko kesehatan dan kematian pada jemaah haji yang berasal dari provinsi Jawa Barat di Arab Saudi pada Tahun 2019. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain cross sectional yang menganalisis data sekunder dari Siskohatkes tentang hasil penyelenggaraan kesehatan jemaah haji di Arab Saudi Tahun 2019, variabel yang digunakan terdiri dari umur jemaah, jenis kelamin, tingkat pendidikan, serta riwayat hipertensi dan diabetes melitus. Sampel penelitian adalah jemaah haji Provinsi Jawa Barat yang memenuhi kriteria, kemudian dilakukan analisis untuk mengetahui hubungan dari faktor risiko terhadap kasus kematian jemaah haji. Hasil analisis menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan dari faktor risiko umur, penyakit hipertensi dan diabetes mellitus terhadap kejadian wafat jemaah haji dari Provinsi Jawa Barat, sedangkan analisis terhadap faktor risiko jenis kelamin dan pendidikan tidak menunjukkan adanya hubungan. Kematian jemaah haji selain disebabkan oleh penyakit komorbid, juga dapat dipengaruhi oleh faktor eksternal dan internal lainnya. Intervensi program berupa pemeriksaan kesehatan untuk mendeteksi faktor risiko penyakit serta pembinaan kesehatan haji yang terfokus pada kelompok risiko tinggi kesehatan di Tanah Air perlu ditingkatkan, disertai upaya promotif preventif dan peningkatan pelayanan kesehatan haji untuk menurunkan angka kesakitan dan kematian jemaah haji.
Analisis Utilisasi Tindakan Cliping dan Coiling dalam Pengelolaan Sub Arakhnoid Hemoragik (SAH) Sebelum dan Sesudah PMK 3 Tahun 2023 di RSPON Mahar Mardjono Anggraini, Dahlia; Nurwahyuni, Atik
Jurnal Cahaya Mandalika ISSN 2721-4796 (online) Vol. 4 No. 3 (2023)
Publisher : Institut Penelitian Dan Pengambangan Mandalika Indonesia (IP2MI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/jcm.v4i3.3283

Abstract

Stroke merupakan penyebab kematian tertinggi di Indonesia, sehingga di Era Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) diperlukan evaluasi efektivitas dan efisiensi dalam memberikan layananan yang bermutu. Sub Arakhnoid Hemoragik (SAH) merupakan salah satu jenis Stroke Hemoragik yang menyerang otak bagian Sub Arakhnoid kebanyakan diakibatkan oleh kejadian ruptur anurisma. Tatalaksana yang dilakukan dapat berupa tindakan cliping dan coiling aneurisma dalam pengelolaan Sub Arakhnoid Hemoragik (SAH). pada penelitian ini menggunakan data klaim JKN di RS Pusat Otak Nasional Mahar Mardjono Tahun 2022 - 2023. Melalui metode regresi logistik, penelitian ini bertujuan untuk melihat utilisasi sebelum dan sesudah PMK 3 2023 berlaku berdasarkan data klaim JKN. Jumlah sampel pada penelitian ini adalah 310 kasus klaim penderita SAH dari 18.498 kasus keseluruhan klaim. Diketahui jumlah penderita SAH paling banyak terjadi pada perempuan dibandingkan pada laki-laki dan paling banyak diderita oleh kelompok usia produktif atau dewasa antara umur 19 - 59 tahun. Berdasarkan tarif INACBG, tingkat keparahan SAH paling banyak di Severity Level II (Sedang). Cara pulang paling banyak adalah atas persetujuan dokter. Tindakan cliping merupakan faktor signifikan yang mempengaruhi lama rawat pasien setelah penyesuaian variabel severity level sebagai confounding. Pasien yang menjalani cliping sebelum PMK 3 Tahun 2023 memiliki odds ratio (OR) sebesar 7,52 (95% CI: 3,07–18,45; p=0,0001), sementara pasien yang menjalani cliping setelah PMK 3 Tahun 2023 memiliki OR sebesar 8,79 (95% CI: 2,09–36,87; p=0,003). Hasil menunjukkan bahwa pasien yang menjalani cliping setelah PMK 3 Tahun 2023 memiliki OR yang lebih tinggi secara signifikan untuk mengalami lama rawat lebih dari 15 hari dibandingkan dengan yang menjalani sebelum PKM 3 Tahun 2023 dan yang tidak menjalani cliping. Pada analisis coiling, setelah mengontrol variabel confounder, tindakan coiling tidak menunjukkan hubungan yang signifikan dengan lama rawat (OR=0,91; p=0,803). Hasil ini menunjukkan bahwa tindakan cliping dan severity level adalah faktor-faktor yang signifikan dalam menentukan lama rawat pasien, sedangkan tindakan coiling tidak menunjukkan pengaruh yang signifikan. Perlu dilakukan analisis biaya lebih mendalam agar Tarif INACBG dapat menggambarkan pembiayaan yang sebenarnya. Hasil penelitian ini diharapkan memberikan wawasan bagi manajemen RS dan pembuat kebijakan dalam mengoptimalkan pendekatan pengelolaan SAH dalam hal pembiayaan.
Hubungan Faktor Sosial Geografis Terhadap Pemanfaatan Pelayanan Kesehatan Pada Pasien Hipertensi Di FKTRL Tahun 2021: Analisis Data Sampel BPJS Kesehatan Tahun 2022 Meidayanti, Rezki Wahyu; Nurwahyuni, Atik
Jurnal Cahaya Mandalika ISSN 2721-4796 (online) Vol. 4 No. 3 (2023)
Publisher : Institut Penelitian Dan Pengambangan Mandalika Indonesia (IP2MI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/jcm.v5i1.3286

Abstract

Jumlah penderita hipertensi di Indonesia terus meningkat. Dari data Riskesdas tahun 2018, prevalensi penyakit hipertensi telah mencapai 34,1%. Padahal penyakit ini merupakan etiologi dari penyakit katastropik diantaranya penyakit jantung, stroke dan gagal ginjal. Salah satu penyebab terus naiknya prevalensi penyakit hipertensi adalah sangat kurangnya kesadaran dari penderita hipertensi itu sendiri untuk secara rutin memeriksakan kondisi kesehatannya dan menjalani pengobatan rutin sebagaimana mestinya. Diketahui bahwa hanya sekitar 12% penderita hipertensi yang memeriksakan kesehatannya secara rutin di tahun 2018. Penelitian ini ingin meneliti hubungan antara faktor-faktor sosial geografis terhadap pemanfaatan pelayanan kesehatan pada pasien hipertensi, yang diukur melalui jumlah kunjungan yang menjadi variabel dependen dalam penelitian ini. Data yang digunakan adalah data sampel BPJS Kesehatan Tahun 2022 dengan desain penelitian potong lintang dengan menggunakan model regresi Poisson dan Binomial Negatif. Dari hasil penelitian dengan model terpilih, diperoleh bahwa variabel prediktor umur pasien dan status pernikahan pasien menjadi faktor yang mempengaruhi secara signifikan jumlah dan frekuensi kunjungan pasien hipertensi ke FKRTL. Hal ini menunjukan bahwa faktor sosial seperti produktivitas dan dukungan keluarga dapat menjadi pengaruh penting dalam keputusan pasien untuk mengakses layanan kesehatan. Diperlukan komitmen dari seluruh pemangku kepentingan untuk dapat mendorong agar pasien hipertensi dapat lebih aktif dalam memanfaatkan layanan kesehatan untuk memantau perkembangan penyakit hipertensinya. Program Prolanis juga dapat dimanfaatkan secara maksimal terutama bagi tenaga kesehatan atau fasilitas kesehatan untuk secara proaktif melakukan kunjungan ke pasien untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya pemeriksaan kesehatan secara rutin bagi pasien hipertensi.
Faktor-Faktor Konsumsi Minuman Berpemanis di Indonesia: Analisis Data Susenas Tahun 2019 Rahmawati, Latifah Alifiana; Nurwahyuni, Atik
Jurnal Cahaya Mandalika ISSN 2721-4796 (online) Vol. 4 No. 3 (2023)
Publisher : Institut Penelitian Dan Pengambangan Mandalika Indonesia (IP2MI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/jcm.v4i3.3336

Abstract

Prevalensi obesitas di Indonesia terus mengalami peningkatan. Berdasarkan data Riskesdas 2018 diketahui 21,8% penduduk Indonesia berusia lebih dari 18 tahun mengalami obesitas, meningkat jika dibandingkan hasil temuan pada Riskesdas 2007 sebesar 10,5% dan 14,8% pada tahun 2013. Pada kelompok anak balita (usia 0-59 bulan), prevalensi balita overweight sebesar 8%. Pola konsumsi makanan dan minuman yang tidak sehat dapat menjadi salah satu faktor penyebab obesitas, salah satunya kebiasaan konsumsi minuman berpemanis. Minuman berpemanis merupakan salah satu sumber gula tambahan terbanyak dalam makanan (Malik & Hu, 2022). Artikel ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor sosial ekonomi yang mempengaruhi konsumsi minuman berpemanis di Indonesia. Menggunakan data Survei Sosial Ekonomi (Susenas) 2019 dengan model Logit. Proporsi pengeluaran rumah tangga untuk konsumsi minuman berpemanis di Indonesia pada tahun 2019 sebesar 78,612%. Individu yang bekerja, besarnya pengeluaran per kapita, akses informasi melalui internet, wilayah tempat tinggal di regional Jawa dan Bali & sekitarnya, serta konsumsi makanan camilan dan cepat saji dinilai dapat meningkatkan probabilitas konsumsi minuman berpemanis. Pemerintah perlu membuat regulasi iklan minuman berpemanis yang dilakukan melalui media internet, praktisi kesehatan juga perlu menyebarluaskan informasi terkait perlunya pembatasan konsumsi minuman berpemanis melalui media sosial atau internet. Komitmen dari pelaku usaha juga diperlukan untuk meminimalisasi konsumsi minuman berpemanis bersamaan dengan konsumsi camilan atau makanan cepat saji.
Penyusunan Rencana Strategis Bisnis RSUD Kebayoran Baru: Rencana Strategi Pemasaran Rabiulyati, May; Nurwahyuni, Atik; Sulistiadi, Wachyu
Syntax Literate Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Syntax Corporation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36418/syntax-literate.v8i10.13817

Abstract

The Draft Strategic Business Plan for RSUD Kebayoran Baru was formed, where currently RSUD Kebayoran Baru is in cell V Hold and Maintain, with the recommended strategies being market penetration and product development. It is necessary to develop a marketing strategy in order to increase visits from neurological poly patients, in particular, increasing market share through collaboration with private insurance, travel agents, hotels or other companies in the area. Another strategy is to conduct seminars and monitor patient engagement with views, likes, comments, shares and satisfaction figures on Google reviews. Recommendations for improving service quality, increasing advertising/marketing outside the building, and strong commitment from all leaders and staff for the successful implementation of the hospital's strategic plan.