Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search
Journal : Syntax Literate: Jurnal Ilmiah Indonesia

HUBUNGAN ANTARA KEJADIAN INFEKSI SALURAN PERNAFASAN AKUT (ISPA) DENGAN PENGETAHUAN DAN POLA ASUH IBU PADA BAYI USIA 0-12 BULAN DI PUSKESMAS BANTARKALONG KABUPATEN TASIKMALAYA Wirandoko, Ignatius Hapsoro
Syntax Literate Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : CV. Ridwan Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (209.501 KB)

Abstract

PENGARUH EKSTRAK CABAI RAWIT (CAPSICUM FRUSTECENS L) TERHADAP JUMLAH LEUKOSIT PADA TIKUS PUTIH JANTAN Wirandoko, Ignatius Hapsoro
Syntax Literate Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : CV. Ridwan Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (376.471 KB)

Abstract

Secara umum masyarakat Indonesia menyukai masakan pedas. Hal itu dibuktikan dengan ditemukannya cabai rawit (Capsicum frutescens L) di banyak masakan nusantara. Salah satu kandungan yang banyak ditemui di cabai rawit adalah capsaicin. Selain capsaicin ada juga senyawa lain seperti flavonoid, alkoloid, dan sterol pada cabai rawit. Pada ekstrak cabai rawit (Capsicum frutescens L) ditemukan flavonoid yang memiliki sifat antioksidan dalam melawan radikal bebas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dampak yang timbul atas diberikannya ekstrak cabai rawit terhadap kuantitas leukosit di tikus putih jantan. Penelitian ini dilakukan dengan metode Pre and Post Test Only Control Group Design dan dibagi menjadi 3 kelompok, yaitu 1 kelompok kontrol dan 2 kelompok perlakuan. Penelitian ini dilakukan dengan mengadakan perbandingan yang melibatkan hasil pengamatan. Hasil pengamatan yang dimaksud disini adalah hasil dari kelompok yang diberi ekstrak cabai rawit dan kelompok yang tidak mendapat perlakuan demikian. Uji statistik menggunakan One Way ANOVA untuk mendapati perbedaan rata-rata dan uji t berpasangan untuk mengetahui perubahan bermakna. Berdasarkan uji One Way Anova didapatkan (P=0,943) hal tersebut memperlihatkan bahwa pada pretest tidak berbeda secara bermakna (P >0,05) dan hasil postest menunjukan (P=0,000) menunjukan berbeda secara bermakna. Sedangkan hasil uji t berpasangan didapatkan bahwa pada kelompok kontrol tidak terhadi perubahan bermakna yaitu nilai (P=0,765). Kelompok perlakuan 1 yang diberi ekstrak cabai rawit 150 mg menunjukan perubahan bermakna yaitu (P=0,032). Kelompok perlakuan 2 yang diberi ekstrak cabai rawit 200 mg menunjukan perubahan bermakna karena nilai P<0,05 yaitu (P=0,002) Pemberian perlakuan terbukti berpengaruh terhadap penurunan kuantitas leukosit tikus putih jantan.
HUBUNGAN DUKUNGAN SUAMI, PARITAS, TINGKAT PENDIDIKAN DAN PENGETAHUAN IBU HAMIL TENTANG TANDA BAHAYA KEHAMILAN TRIMESTER Wirandoko, Ignatius Hapsoro
Syntax Literate Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : CV. Ridwan Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (405.347 KB)

Abstract

Antenatal care merupakan salah satu upaya mencegah kematian ibu dengan mendeteksi lebih dini terjadinya resiko tinggi kehamilan. Beberapa faktor untuk meningkatkan kepatuhan antenatal care diantaranya adalah dukungan suami, paritas pendidikan dan pengetahuan tentang tanda bahaya kehamilan trimester III. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan dukungan suami, paritas, tingkat pendidikan dan pengetahuan tentang tanda bahaya kehamilan trimester III dengan kepatuhan antenatal care di puskesmas Bojonggede Kabupaten Bogor. Metode penelitian yang digunakan disini ialah desain Cross Sectional yang menggunakan kuesioner sebagai data primer dan teknik purposive sampling yang dilaksanakan pada bulan Oktober-Desember 2014 yang ada di wilayah kerja puskesmas Bojonggede Kabupaten Bogor. Dari penelitian ini bisa diketahui bahwa 60 ibu hamil trimester III terdapat hubungan antara dukungan suami dengan kepatuhan antenatal care (p = 0,002), paritas dengan kepatuhan antenatal care (p = 0,013), pendidikan ibu hamil dengan kepatuhan antenatal care (p = 0,023), dan pengetahuan ibu hamil tentang tanda bahaya kehamilan trimester III dengan kepatuhan antenatal care (p = 0,008). Hasil analisis multivariate didapatkan faktor secara mandiri yang bermakna terhadap kepatuhan antenatal care adalah dukungan suami (p = 0.008) dan Pengetahuan (p = 0.002). Kesimpulan dari penelitian ini adalah adanya hubungan antara dukungan suami, paritas, tingkat pendidikan dan pengetahuan ibu hamil trimester III dengan kepatuhan antenatal care di puskesmas Bojonggede Kabupaten Bogor. Kata Kunci: Dukungan Suami, Paritas, Pendidikan, Pengetahuan, Kepatuhan Antenatal Care.
Pengaruh Pemberian Zinc, Fe dan Vitamin A Terhadap Kejadian Infeksi dan Pertumbuhan Wirandoko, Ignatius Hapsoro; Mulyaningsih, Ruri Eka Maryam
Syntax Literate Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : CV. Ridwan Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (152.926 KB) | DOI: 10.36418/syntax-literate.v5i1.858

Abstract

Kekurangan zat zinc dapat mengganggu pertumbuhan dan meningkatkan resiko mendapat diare dan infeksi saluran nafas. Suplementasi zinc dan besi mungkin meningkatkan pertumbuhan anak. Defisiensi vitamin A dapat menyebabkan kebutaan pada anak usia dini, sehingga menghambat tumbuh kembang anak.Membuktikan efek pemberian zinc, fe, dan vitamin A dalam menurunkan kejadian infeksi dan memperbaiki pertumbuhan pada anak gizi kurang usia 2-5 tahun. Pre n post test. Satu bulan sebelum diintervensi pengambilan sampel darah kadar Zink,Fe dan Vitamin A, ditanyakan kejadian infeksi (berapa kali dalam 1 bulan terakhir) dan pertumbuhan TB di lihat di KMS. Satu bulan setelah diintervensi diambil sampel darah lagi kadar Zink,Fe, dan Vitamin A, ditanyakan lagi pertumbuhan dan kejadian infeksi. Sebelum Penelitian dilakukan sidang Komisi Etik oleh Tim Komisi Etik Fakultas Kedokteran Unswagati Cirebon (Full Board). Intake vitamin A (µg) rata-rata 303±11 dan untuk intake zat besi rata-rata 5,74±0,3 mg, sedangkan intake zink rata-rata 3,8±0. Bila dibandingkan dengan Angka Kecukupan Gizi (AKG) maka intake vitamin A, zat besi dan zink secara rata-rata tidak ada yang memenuhi Angka AKG yaitu 75,7±2,9 persen, 75,0±4,3 persen dan 47,4±1,8 persen. Indikator Tinggi Badan/ Umur (TB/U) banyak anak dengan stunting sebesar 15,9 persen, sedangkan anak dengan obese indikator berat badan/tinggi badan (BB/TB) sebesar 1 persen. Keadaan kesehatan sampel penelitian ditemukan lebih dari separuh sampel menderita Infeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA) 60,4 persen dan diare 21,3 persen diare. Intake makanan zat besi, zink dan vitamin A anak 24-60 bulan di Indonesia masih tidak dapat memenuhi kebutuhan dan jauh di bawah Angka Kecukupan Gizi (AKG). Faktor yang secara konsisten berpengaruh terhadap pemenuhan kebutuhan mikronutrien tersebut (zat besi, zink, vitamin A) dan status sosial ekonomi rendah. Kata kunci: Zinc, Fe, Vitamin A, Infeksi dan Pertumbuhan
Hubungan Kunjungan Antenatal Care Dengan Tingkat Pengetahuan Tentang Preeklamsia Pada Ibu Hamil Di Puskesmas Sedong Aprila, Bela; Wirandoko, Ignatius Hapsoro; Suroso, Triono Adi
Syntax Literate Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Syntax Corporation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36418/syntax-literate.v10i10.61685

Abstract

Latar Belakang : Preeklamsia merupakan salah satu penyebab utama kematian ibu dan janin di Indonesia, ditandai dengan hipertensi dan proteinuria setelah usia kehamilan 20 minggu. Kurangnya pengetahuan ibu hamil mengenai preeklamsia berkontribusi terhadap keterlambatan deteksi dan penanganan kondisi ini. Kunjungan antenatal care (ANC) secara teratur merupakan upaya penting dalam meningkatkan pengetahuan ibu hamil mengenai tanda bahaya kehamilan, termasuk preeklamsia. Berdasarkan data WHO tahun 2020, preeklamsia menyumbang sekitar 25% dari penyebab kematian ibu di dunia, dan di Indonesia tercatat 412 kasus kematian ibu akibat preeklamsia pada tahun 2023. Prevalensi hipertensi dalam kehamilan di Jawa Barat mencapai 10,57%, tertinggi di Indonesia. Tujuan : Menganalisis hubungan kunjungan antenatal care dengan tingkat pengetahuan tentang preeklamsia pada ibu hamil di puskesmas sedong. Metode : Penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik dengan pendekatan cross sectional. Teknik pengambilan sampel menggunakan accidental sampling dengan jumlah sampel sebanyak 97 ibu hamil. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner terstruktur yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Analisis data dilakukan menggunakan uji Spearman. Hasil : Terdapat hubungan yang signifikan antara hubungan kunjungan antental care dengan tingkat pengetahuan tentang preeklamsia pada ibu hamil (p=0,006). Kesimpulan: Penelitian menunjukkan adanya hubungan signifikan antara kunjungan antenatal care dan pengetahuan tentang preeklamsia di Puskesmas Sedong. Ibu hamil yang rutin melakukan kunjungan antenatal cenderung memiliki pemahaman yang lebih baik mengenai preeklamsia. Hal ini menyimpulkan bahwa pentingnya peningkatan akses dan kepatuhan terhadap kunjungan ANC guna meningkatkan pengetahuan serta pencegahan terhadap preeklamsia.
Gambaran Uveitis Anterior pada Dewasa di RSUD Waled Tahun 2023-2024 Fadilla, Rahma Nur; Astuti, Widi; Wirandoko, Ignatius Hapsoro
Syntax Literate Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Syntax Corporation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36418/syntax-literate.v10i11.62435

Abstract

Ocular inflammation is an immune response to infection, irritation, autoimmune disease, allergies, or trauma that can affect both extraocular and intraocular structures. Anterior uveitis is an inflammation of the anterior part of the uveal tract, which has the potential to cause a significant decrease in vision up to blindness if left untreated. Its causes vary, ranging from infectious, non-infectious, to idiopathic factors. To describe the distribution and frequency of adult patients with anterior uveitis at RSUD Waled, Cirebon Regency, in 2023–2024, based on age, sex, clinical symptoms, visual acuity, and intraocular pressure. This research is a descriptive observational study using secondary data obtained from medical records in RSUD Waled 2023-2024 that met the inclusion and exclusion criteria. The majority of anterior uveitis patients in this study were middle-aged adults aged >40–60 years (56,5%) and predominantly female (54,3%). The most common clinical symptom was visual impairment, reported in 45 (35,3%) patients. Visual acuity was mostly categorized as good (44,6%) in the right eye and (40,2%) in the left eye. Intraocular pressure was mostly within the normal range (53,3%). Anterior uveitis in this study was most commonly found in middle-aged adults, and females. The most frequent clinical symptom was visual impairment. Most patients had visual acuity in the good category, and intraocular pressure remained within the normal range.