Claim Missing Document
Check
Articles

Found 31 Documents
Search

Pemberdayaan Pengrajin Bunga Kayu melalui Inovasi Produksi dan Strategi Pemasaran Omni-Channel Yulianingsih; Awa; Susandra, Farizka
Qardhul Hasan: Media Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 11 No. 3 (2025): Qardhul Hasan: Media Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/qh.v11i3.21762

Abstract

Desa Cilember di Kecamatan Cisarua, Bogor, memiliki potensi besar dalam pariwisata dan ekonomi kreatif, terutama kerajinan bunga kayu dari limbah kayu yang ditekuni 75% warganya dan menjadi sumber ekonomi utama. Namun, pengrajin masih terkendala kapasitas produksi dan pemasaran yang bergantung pada wisatawan. Program PKM diterapkan untuk meningkatkan kapasitas produksi, memperluas pasar, dan memperkuat literasi digital melalui strategi pemasaran omni-channel. Melalui pendekatan partisipatif dan experiential learning, kegiatan meliputi sosialisasi, pelatihan mesin, pelatihan pemasaran digital, pendampingan teknologi, evaluasi, dan perencanaan keberlanjutan. Program ini berhasil meningkatkan produksi 100%, literasi digital 80%, dan memperluas pasar hingga Depok, Sukabumi, Bandung, dan Jakarta. Pengrajin juga mampu mengelola toko daring multi-platform dan memaksimalkan media sosial sehingga daya saing produk meningkat. Secara keseluruhan, program ini efektif mendorong kemandirian dan memperkuat kapasitas UMKM melalui model pemberdayaan yang adaptif dan berkelanjutan. Desa Cilember di Kecamatan Cisarua, Bogor, memiliki potensi besar dalam pariwisata dan ekonomi kreatif, terutama kerajinan bunga kayu dari limbah kayu yang ditekuni 75% warganya dan menjadi sumber ekonomi utama. Namun, pengrajin masih terkendala kapasitas produksi dan pemasaran yang bergantung pada wisatawan. Program PKM diterapkan untuk meningkatkan kapasitas produksi, memperluas pasar, dan memperkuat literasi digital melalui strategi pemasaran omni-channel. Melalui pendekatan partisipatif dan experiential learning, kegiatan meliputi sosialisasi, pelatihan mesin, pelatihan pemasaran digital, pendampingan teknologi, evaluasi, dan perencanaan keberlanjutan. Program ini berhasil meningkatkan produksi 100%, literasi digital 80%, dan memperluas pasar hingga Depok, Sukabumi, Bandung, dan Jakarta. Pengrajin juga mampu mengelola toko daring multi-platform dan memaksimalkan media sosial sehingga daya saing produk meningkat. Secara keseluruhan, program ini efektif mendorong kemandirian dan memperkuat kapasitas UMKM melalui model pemberdayaan yang adaptif dan berkelanjutan.