Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

INSTRAGRAM SEBAGAI MEDIA EKSISTENSI DIRI (STUDI FENEMOLOGI PADA MAHASISWA BIMBINGAN DAN KONSELING UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH TAPANULI SELATAN) Harahap, Melvi Amalina; Saputri, Nor Mita Ika; Pardede, Nurhasanah
Ristekdik : Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol 10, No 11 (2025): RISTEKDIK: JURNAL BIMBINGAN DAN KONSELING - NOVEMBER 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/ristekdik.2025.v10i11.1230-1237

Abstract

Penelitian ini menjelaskan tentang dampak keluarga broken home terhadap Motivasi belajar anak. tujuan yang dicapai adalah untuk mengetahui bagaimana dampak keluarga broken home terhadap motivasi belajar anak di Desa Sayurmaincat. Jenis penelitian ini adalah penelittian deskriptif, karena penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Adapun teknik pengumpulan data yaitu menggunakan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilaksanakan dapat disimpulkan bahwa: Broken home sangat berpengaruh dalam motivasi belajar anak. Pola asuh anak dalam keluarga juga akan mempengaruhi tingkat motivasi belajar anak. Motivasi juga adalah salah satu faktor yang mempengaruhi prestasi anak. Salah satu hal yang perlu membangkitkan semangat belajar adalah dengan adanya dorongan motivasi. Tetapi hal ini ternyata tidak semua anak broken home kehilangan motivasi belajarnya. Peran keluarga sangat penting bagi anak broken home. Dan semua kembali lagi kepada pilihan anak-anak yang mengalami broken home. Penelitian ini bertujuan untuk memahami bagaimana instagram digunakan sebagai media untuk mengekpresikan dan membentuk ekstensi diri pada mahasiswa bimbingan dan konseling di Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode fenemonologi untuk menggali pengalaman subjektif para informan dalam menggunakan instagram sebagai bagian dari identitas dan eksistensi mereka. Informan dalam penelitian ini ada beberapa mahasiswa aktif menggunakan instagram untuk membagikan aktivitas, pemikiran, dan pencapaian mereka.Hasil penelitian menunjukkan bahwa instagram digunakan oleh mahasiswa sebagai sarana untuk menampilkan citra diri, memperoleh pengakuan sosial, dan membangun citra rasa percaya diri. Eksistensi diri terlihat dari cara mahasiswa mengelola unggahan, memilih konten, dan merespons interaksi sosial melalui fitur-fitur yang tersedia di instagram. Platform ini tidak hanya menjadi alat komunikasi visual, tetapi juga sibagai ruang untuk eksistensi sosial di era digital.
GRANDPARENTING TERHADAP PENGENDALIAN EMOSI PADA REMAJA DI KOTA SIBOLGA (STUDI KASUS) Harahap, Erika Harianti; Pardede, Nurhasanah; Sukatno, Sukatno
Ristekdik : Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol 10, No 11 (2025): RISTEKDIK: JURNAL BIMBINGAN DAN KONSELING - NOVEMBER 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/ristekdik.2025.v10i11.1238-1246

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran Grandparenting atau pola pengasuhan oleh kakek dan nenek terhadap pengendalian emosi pada remaja. Latar belakang penelitian ini didasarkan pada kondisi keluarga yang mengalami perubahan struktur, seperti perceraian atau ketidakhadiran orang tua kandung, sehingga pengasuhan beralih kepada kakek dan nenek. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus intrinsik, dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam terhadap remaja yang diasuh oleh kakek dan nenek, serta informan pendukung lainnya seperti kakek dan nenek, ibu tiri dan keluarga dekat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kakek dan nenek memiliki peran penting dalam membentuk kemampuan remaja dalam mengelola emosi. Melalui perhatian, kasih sayang, serta pemberian nasehat yang konsisten, mereka menciptakan lingkungan emosional yang stabil. Namun, dalam beberapa kasus, kesamaan karakter emosional antara remaja dan kakek/nenek juga menimbulkan konflik kecil yang memengaruhi proses pengendalian emosi. Meskipun demikian, secara umum pola Grandparenting memberikan dukungan positif dalam pengendalian emosional remaja. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa Grandparenting merupakan salah satu bentuk pengasuhan yang mampu membantu remaja dalam menghadapi tantangan emosional di masa perkembangannya, terutama dalam konteks keluarga yang tidak utuh secara struktur.
HUBUNGAN ANTARA KEPERCAYAAN DIRI DENGAN PENYESUAIAN DIRI SISWA SMP NEGERI 4 PADANG SIDIMPUAN Deviyani Hasibuan, Sahra; Sukatno, Sukatno; Pardede, Nurhasanah
Ristekdik : Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol 10, No 9 (2025): RISTEKDIK: JURNAL BIMBINGAN DAN KONSELING - SEPTEMBER 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/ristekdik.2025.v10i9.1028-1030

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kepercayaan diri dengan penyesuaian diri siswa kelas VII dan VIII di SMP Negeri 4 Padangsidimpuan. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif korelasi dengan jumlah sampel 123 siswa. Instrumen pengumpulan data berupa kuesioner dengan uji validitas dan reliabilitas. Hasil analisis data menunjukkan terdapat hubungan positif dan signifikan antara kepercayaan diri dengan penyesuaian diri siswa (r=0,717; p0,05), artinya semakin tinggi kepercayaan diri maka semakin tinggi pula penyesuaian diri siswa.
Mencegah Nomophobia Sejak Dini Melalui Layanan BK di MDTA Aek Badak Julu : Penelitian Habibi, Asmaryadi; Pardede, Nurhasanah; Dongoran, Putoro; Mayasari, Eny; Nasution, Fauzan Habibie; Adriany, Devi; Astari, Mutiara
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 3 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 3 (Januari 202
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i3.3825

Abstract

Smartphone use has become an essential part of people's lives, including elementary school-aged children, due to the ease of access to information, entertainment, and communication in the digital era. However, early childhood should have the mental freedom to learn without dependence on digital media. This study used a qualitative descriptive method with data triangulation techniques through observation and unstructured interviews, as well as a Participatory Action Research (PAR) approach involving the madrasah principal and teachers. Data analysis was carried out through data reduction, data presentation, and conclusion drawing. The results showed that the influence of technology remains strong in MDTA Aek Badak Julu, although not all students own mobile phones. Many students are exposed to parental mobile phone content and exhibit symptoms of addiction, including nomophobia. This dependence is influenced by a lack of parental supervision and the habit of giving mobile phones to children. Guidance and Counseling Services have proven effective in changing student behavior so that they better understand that mobile phones are not primary needs, even though the village environment strongly emphasizes religious education.