Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

Hubungan Kepatuhan Pasien Chronic Kidney Disease (CKD) Yang Menjalani Hemodialisis Dengan Indeks Massa Tubuh (IMT) Di Rumah Sakit Bintang Amin Bandar Lampung Nurandira, Dinda Roro Fauziah; Purwaningrum, Ratna; Detty, Ade Utia; Prasetia, Toni
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 12, No 10 (2025): Volume 12 Nomor 10
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jikk.v12i10.20507

Abstract

Masalah kesehatan global yang utama, Chonic Kidney Disease (CKD) memiliki tingkat morbiditas dan mortalitas yang tinggi. Kepatuhan yang tinggi diperlukan untuk hemodialisis, pengobatan penggantian ginjal, untuk meningkatkan kualitas hidup pasien. Salah satu ukuran status gizi pasien CKD adalah Indeks Massa Tubuh (IMT). Penelitian ini berupaya untuk memastikan hubungan kepatuhan pasien CKD yang menjalani hemodialisis dengan IMT di Rumah Sakit Bintang Amin di Bandar Lampung tahun 2024. Penelitian ini menggabungkan metodologi cross-sectional retrospektif dengan metode penelitian observasional analitik. Sebanyak 76 responden dipilih menggunakan total sampling dari Rekam Medis pasien CKD pada tahun 2024. Mayoritas pasien hemodialisis yang patuh, menurut temuan penelitian, memiliki IMT dalam kisaran normal. Kepatuhan dan IMT tidak terdapat hubungan signifikan (p = 0,240). Kepatuhan pasien CKD yang menjalani hemodialisis dengan IMT di Rumah Sakit Bintang Amin di Bandar Lampung tidak terdapat hubungan signifikan pada tahun 2024.
Hubungan Pengetahuan Dengan Kepatuhan Diet Pasien Diabetes Mellitus Tipe II Di Rumah Sakit Pertamina Bintang Amin Bakhtiar, Muhammad Fazri; Detty, Ade Utia; Sani, Nopi
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 12, No 4 (2025): Volume 12 Nomor 4
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jikk.v12i4.16459

Abstract

Diabetes Mellitus Tipe II merupakan penyakit gangguan metabolik menahun akibat pankreas tidak memproduksi cukup insulin atau tubuh tidak dapat menggunakan insulin yang diproduksi. Secara efektif salah satu pilar penatalaksanaan Diabetes Mellitus Tipe II adalah diet sehingga pengetahuan akan diet, berpengaruh terhadap tatalaksana. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui tingkat kepatuhan diet pasien Diabetes Mellitus Tipe II di Rumah Sakit Pertamina Bintang Amin (RSPBA). Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif. Desain penelitian ini menggunakan desain penelitian analitik observasional dengan pendekatan cross sectional, dengan menggunakan teknik Random Sampling Uji statistik bivariat dengan menggunakan Chi square. Berdasarkan hasil analisis penelitian menunjukkan adanya hubungan antara pengetahuan dengan kepatuhan diet pasien Diabetes Melitus dengan Tipe 2 p value= 0,00. Hasil nilai OR= 21,778
Hubungan jumlah leukosit dengan derajat PPOK pada pasien rawat inap Anastasya, Cyntia; Nurmalasari, Yesi; Detty, Ade Utia; Tarida, Fransisca
JOURNAL OF Qualitative Health Research & Case Studies Reports Vol 5 No 6 (2025): November Edition 2025
Publisher : Published by: Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerjasama dengan Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/quilt.v5i6.1477

Abstract

Background: COPD is a respiratory disorder that causes persistent and progressive airflow obstruction. This condition occurs due to damage to the bronchi and bronchioles, as well as damage to the air sacs (alveoli), which progresses to emphysema. Purpose: To determine the relationship between leukocyte count and COPD severity in hospitalized patients. Method: This was a quantitative study with an observational analytical design and a cross-sectional approach. The sample was selected using purposive sampling. Bivariate statistical tests used chi-square. Results: A total of 34 respondents had normal leukocyte counts, 1 respondent (2.9%) had COPD grade 4. Of the 7 respondents with low leukocyte counts, none had COPD grade 4. Of the 21 respondents with high leukocyte counts, 4 respondents (19.0%) had COPD grade 4. The chi-square statistical test yielded a p-value of 0.042. Conclusion: There is a relationship between leukocyte count and COPD severity in hospitalized patients.   Keywords: COPD; GOLD; Leukocyte Count.   Pendahuluan: PPOK merupakan gangguan pada organ pernapasan yang mengakibatkan hambatan aliran udara secara berkelanjutan dan cenderung memburuk. Kondisi ini terjadi akibat gangguan pada saluran bronkus dan bronkiolus, serta kerusakan pada kantung udara (alveoli) yang berkembang menjadi emfisema. Tujuan: Untuk mengetahui hubungan antara jumlah leukosit dengan derajat PPOK pada pasien rawat inap. Metode: Penelitian kuantitatif dengan desain analitik observasional dan pendekatan cross sectional. Pemilihan sampel menggunakan teknik sampling Purposive Sampling. Uji statistik bivariat menggunakan Chi Square. Hasil: Jumlah responden sebanyak 34 orang yang memiliki leukosit normal, sebanyak 1 responden (2.9%) dengan derajat PPOK GOLD 4, dari 7 responden yang jumlah leukositnya rendah, tidak ada yang mengalami PPOK dengan derajat PPOK GOLD 4, dan dari 21 responden yang jumlah leukositnya tinggi, sebanyak 4 responden (19,0%) dengan derajat PPOK GOLD 4. Hasil uji statistik menggunakan Chi – Square diperoleh nilai p value 0,042. Simpulan: Terdapat hubungan jumlah leukosit dengan derajat PPOK pada pasien rawat inap. Kata Kunci: GOLD; Jumlah Leukosit; PPOK.  
Hubungan Polusi Udara Dengan Angka Kejadian Rhinitis Alergi Pada Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati Angkatan 2021 Aulyasari, Fina; Detty, Ade Utia; Utami, Deviani; Wijaya, Bara Ade
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 12, No 11 (2025): Volume 12 Nomor 11
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jikk.v12i11.20765

Abstract

Rhinitis alergi ialah inflamasi kronis pada mukosa hidung akibat reaksi alergi, yang banyak dipengaruhi oleh faktor lingkungan, salah satunya ialah polusi udara. Tujuan studi ini ialah mengetahui hubungan antara polusi udara dengan angka kejadian rhinitis alergi pada mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati Angkatan 2021. Studi ini memakai desain analitik observasional dan pendekatan cross-sectional, diselenggarakan pada  bulan Februari-Maret 2025. Sampel yang dipakai yaitu 96 mahasiswa yang ditentukan melalui teknik simple random sampling, memakai kuesioner modifikasi untuk mengukur paparan polusi udara dan kuesioner Score for Allergic Rhinitis (SFAR) untuk mengidentifikasi rhinitis alergi. Hasil memperoleh di antara 46 mahasiswa yang tidak terpapar polusi udara, 73,9% tidak mengalami rhinitis alergi, sementara 26,1% mengalaminya, serta dari 50 mahasiswa yang terpapar polusi udara, 42% tidak mengalami rhinitis alergi, dan 58% mengalaminya. Uji statistik chi-square menunjukkan p = 0,002 (< 0,05), yang menandakan adanya hubungan signifikan antara polusi udara dan kejadian rhinitis alergi, dengan nilai Odds Ratio (OR) 3,913, yang berarti individu yang terpapar polusi udara memiliki risiko 3,9 kali lebih besar untuk mengalami rhinitis alergi. Hail ini menunjukkan bahwa polusi udara merupakan faktor risiko signifikan terhadap kejadian rhinitis alergi pada mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati.
Hubungan kemampuan komunikasi efektif tenaga medis terhadap kepuasan pasien Detty, Ade Utia; Rizki, Fakhri; Liasari, Deni Eka
JOURNAL OF Qualitative Health Research & Case Studies Reports Vol 6 No 1 (2026): January Edition 2026
Publisher : Published by: Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerjasama dengan Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/quilt.v6i1.2069

Abstract

Background: The quality of healthcare delivery can be improved by identifying current problems, and a key area to identify these problems is through customer satisfaction assessments. Many factors contribute to patient dissatisfaction in hospitals, one of which is communication from medical staff. Lack of communication between hospital staff and patients is a common complaint among patients in hospitals. Purpose: To analyze the relationship between effective communication skills of medical staff and patient satisfaction in hospitals. Method: This quantitative study used a cross-sectional design. The population was all patients at Bintang Amin Hospital. The sampling technique used was purposive sampling with a sample of 100 respondents. The instrument used was a questionnaire, and the statistical test used was the chi-square test. Results: The frequency distribution of effective communication was good (61%), and satisfaction (66%). The chi-square test result showed a p-value of 0.000 <0.05. Conclusion: There is a relationship between effective communication skills of medical staff and satisfaction.   Keywords: Effective Communication; Medical Personnel; Patients; Satisfaction.   Pendahuluan: Kualitas penyediaan pelayanan kesehatan dapat ditingkatkan dengan mendeteksi masalahnya saat ini, dan area penting untuk mengenali masalah tersebut melalui penilaian kepuasan pelanggan. Banyak faktor penyebab ketidakpuasan pasien di rumah sakit, salah satunya adalah faktor komunikasi dari tenaga medis. Kurangnya komunikasi antara staf rumah sakit dengan pasien merupakan salah satu alasan keluhan umum pasien di rumah sakit. Tujuan: Untuk menganalisis hubungan kemampuan komunikasi efektif tenaga medis terhadap kepuasan pasien di rumah sakit. Metode: Jenis penelitian kuantitatif dengan rancangan penelitian cross sectional, populasi adalah seluruh pasien di RS. Bintang Amin, teknik sampling yang digunakan adalah purposive sampling dengan sampel 100 responden. Instrumen menggunakan kuesioner dan uji statistic yang digunakan  uji chi square. Hasil: Distribusi frekuensi komunikasi efektif (61%) baik, kepuasan (66%) puas. Hasil uji chi square p-value 0.000<0.05. Simpulan: Ada hubungan komunikasi efektif tenaga medis terhadap kepuasan.   Kata Kunci : Komunikasi Efektif, Kepuasan, Tenaga Medis, Pasien
Analisis faktor kepuasan pasien di rumah sakit Detty, Ade Utia; Rizki, Fakhri; Liasari, Deni Eka
JOURNAL OF Qualitative Health Research & Case Studies Reports Vol 6 No 1 (2026): January Edition 2026
Publisher : Published by: Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerjasama dengan Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/quilt.v6i1.2070

Abstract

Background: The quality of healthcare service provision can be improved by detecting current problems, and important areas to recognize these problems through customer satisfaction assessment. Five general dimensions of service quality are tangible evidence, reliability, responsiveness, assurance, and empathy. If consumers see that the application of quality dimensions in daily work will significantly affect their needs and expectations, then this situation can lead to positive consumer behavior. Purpose: To analyze patient satisfaction factors at Bintang Amin Hospital. Method : This type of quantitative research with a cross-sectional research design, the population is all patients at Bintang Amin Hospital, the sampling technique used is purposive sampling with a sample of 100 respondents. The instrument uses a questionnaire and the statistical test used is the chi-square test. Results: The frequency distribution of reliability (63%) was good, assurance (59%) was good, tangible evidence (61%)  was good, empathy (61%) was good, responsiveness (60%) was good, and satisfaction (64%) is satisfied. The results of the chi-square test p-value 0.000 ≤ 0.05. Conclusion: There is a relationship between reliability, assurance, tangibles, empathy, and responsiveness and satisfaction.   Keywords: Assurance; Empathy; Reliability; Responsiveness; Satisfaction; Tangibles.   Pendahuluan: Kualitas penyediaan pelayanan kesehatan dapat ditingkatkan dengan mendeteksi masalahnya saat ini, dan area penting untuk mengenali masalah tersebut melalui penilaian kepuasan pelanggan. Lima dimensi umum kualitas pelayanan berupa bukti fisik (tangible), kehandalan (reliability), daya tanggap (responsiveness), jaminan (assurance), dan empati (empathy). Apabila konsumen melihat bahwa penerapan dimensi kualitas dalam pekerjaan sehari-hari akan sangat memengaruhi kebutuhan dan harapan mereka, maka situasi ini dapat menyebabkan perilaku konsumen yang positif.   Tujuan: Untuk menganalisis faktor kepuasan pasien di rumah sakit. Metode: Jenis penelitian kuantitatif dengan rancangan penelitian cross sectional, populasi adalah seluruh pasien di RS. Bintang Amin, teknik sampling yang digunakan adalah purposive sampling dengan sampel 100 responden. Instrumen menggunakan kuesioner dan uji statistic yang digunakan  uji chi square. Hasil: Distribusi frekuensi kehandalan (63%) baik, jaminan (59%) baik, bukti fisik (61%) baik, empati (61%) baik, daya tanggap (60%) baik, dan kepuasan (64%) puas. Hasil uji chi square p value 0.000 ≤ 0.05. Simpulan: Ada hubungan faktor keandalan, jaminan, bukti fisik, empati, dan daya tanggap terhadap kepuasan.   Kata Kunci: Bukti Fisik; Daya Tanggap; Empati; Jaminan; Kehandalan; Kepuasan.