Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Implementasi Hukum Tidak Menghadiri Undangan Walimah dengan Sengaja ditinjau dari Mazhab Syafi’i (Studi Kasus Desa Kebun Sayur Batu Bara) Nurul Hidayah, Erika; Wanto, Sugeng
UNES Law Review Vol. 6 No. 2 (2023)
Publisher : Universitas Ekasakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31933/unesrev.v6i2.1659

Abstract

This research aims to find out the Islamic law that lives in society and the community's response to Islamic law in the Batu Bara Sayur Garden Village. The method used in this research is field research which is used to collect information through interviews with a number of elements of society and through field observations. According to the Shafi'i School, everyone who is invited is obliged to attend the invitation, but the invitation will be void if there is an excuse. However, in the village of Batu Bara Vegetable Gardens, attending a walimah's invitation is considered a normal thing, when they are invited they don't seem to care and don't give a clear reason why they don't attend the walimah's invitation. When attending a walimah invitation, you also need to look at the terms and criteria regarding whether or not the walimah is required to attend. The results of this research show that the implementation of the law of not attending a walimah's invitation intentionally is a sinful act, because according to the Syafi'i School of Law, attending a Walimah's invitation is fardhu 'ain, and this is not practiced and implemented properly by the Batu Bara Vegetable Garden Village Community.
Penguatan Literasi Gizi dan UMKM Desa melalui Inovasi Puding Daun Kelor Kudadiri, Putri Amalia; Hasanah Khadijah; Hafidz Az-Dzikri; Ariyansyah, Muhammad; Wanto, Sugeng
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara Vol. 7 No. 1 (2026): Edisi Januari - April
Publisher : Lembaga Dongan Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Daun kelor ( Moringa oleifera ) merupakan pangan lokal dengan kandungan gizi tinggi, namun pemanfaatannya di masyarakat pedesaan masih terbatas dan belum bernilai ekonomi optimal. Penelitian ini bertujuan meningkatkan literasi gizi serta mendorong penguatan ekonomi kreatif UMKM Desa Secanggang melalui inovasi pengolahan daun kelor menjadi puding bergizi. Metode yang digunakan adalah pendekatan partisipatif melalui kegiatan sosialisasi dan pemaksaan langsung kepada ibu-ibu PKK sebagai mitra utama. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman peserta mengenai manfaat gizi daun kelor serta kemampuan mengolahnya menjadi produk puding yang layak dikonsumsi dan berpotensi dipasarkan. Inovasi puding daun kelor dinilai sesuai dengan kondisi masyarakat karena memanfaatkan bahan-bahan lokal yang mudah diperoleh, biaya produksi rendah, dan proses pembuatannya sederhana. Kegiatan ini memberikan dampak positif berupa peningkatan kesadaran gizi keluarga sekaligus membuka peluang usaha rumah tangga berbasis pangan lokal yang mendukung penguatan ekonomi desa kreatif.
The Perspective Of The Mufassir Of Indonesia On "Birrul Walidain" In Qs. Al-Isra' Verses 23-24: An Analysis Of The Sandwich Generation Phenomenon On Social Media Sayuti, Fadilatun Nisa As Sayuti; Arifin, Zainal; Wanto, Sugeng
Ishlah: Jurnal Ilmu Ushuluddin, Adab dan Dakwah Vol. 8 No. 1 (2026): Juni (In Press)
Publisher : Fakultas Ushuluddin, Adab dan Dakwah IAIN Kerinci

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study discusses Birrul walidain which means being devoted to both parents, not just as a courtesy, but as the main moral foundation and the highest obligation after monotheism, according to the view of Mufassir often quoted that devotion does not mean "blind obedience" if the parents' orders are contrary to religious principles or beyond the reach of the child's physical and financial abilities. Humility (janahadz-dzulli) is a mental attitude, does not mean being a "slave" without limits to the ability of birrul walidain to be devoted to parents in terms of finance, called sandwich generation when in the midst of financial responsibility, the purpose of this study is to examine how the concept of birrul walidain and how this sandwich generation phenomenon is widely discussed in social media. In this study using qualitative methods and using a library approach (Library Research) namely by collecting data from several sources namely theses, articles, journals, books or youtube as a method to analyze the sandwich generation. The findings and results of this study demonstrate that birrul walidain (devotion to parents) is a form of devotion to parents, one of which is providing for parents who are no longer able to earn a living. The sandwich generation is someone who is stuck between the obligation to provide for parents and their extended family/children. Balancing birrul walidain (devotion to parents) amidst financial pressures as a sandwich generation is indeed not easy. In the view of Nusantara exegetes, this obligation is very noble, but it must also be carried out with wisdom, justice, and proportionality, without oppressing oneself or the nuclear family. And maintaining financial literacy to enable us to meet the needs of our parents, household, and children. Penelitian ini membahas tentang Birrul walidain yang dimana makna berbakti kepada kedua orang tua, bukan sekadar sebagai sopan santun, melainkan sebagai fondasi moral utama dan kewajiban tertinggi setelah tauhid, menurut pandangan Mufassir sering mengutip bahwa bakti tidak berarti "ketaatan buta" jika perintah orang tua bertentangan dengan prinsip agama atau di luar jangkauan kemampuan fisik dan finansial anak. Rendah hati (janahadz-dzulli) adalah sikap mental, bukan berarti menjadi "budak" tanpa batas kemampuan birrul walidain berbakti kepada orang tua dari segi finansial, disebut sandwich generation ketika berada di tengah-tengah tanggung jawab secara finansial, permasalahan dalam artikel ini adalah tentang bagaimana fenomena sandwich generation ini dalam Kehidupan apakah berdampak negatif atau berupa bakti anak terhadap orangtua, Serta tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengkaji tentang bagaimana konsep birrul walidain. Dalam penelitian ini menggunakan metode kualitatif dan menggunakan pendekatan kepustakaan ( Library Research ) yaitu dengan mengumpulkan data dari beberapa sumber yaitu tesis, artikel, jurnal, buku ataupun youtube sebagai metode untuk menganalisi sandwich generation. Temuan dan hasil dalam penelitian ini birrul walidain adalah berbakti kepada orangtua salah satunya yaitu dengan memberi nafkah kepada orangtua yang sudah tidak mampu lagi mencari nafkah. Untuk sandwich generation adalah seseorang yang berada diantara kewajiban menafkahi orangtua, keluarga kecil/anak-anak kita berada diantara keduanya, Menyeimbangkan birrul walidain (berbakti kepada orang tua) di tengah tekanan finansial sebagai generasi sandwich memang bukan hal mudah. Dalam pandangan mufassir Nusantara, kewajiban ini sangat mulia, tetapi juga harus dijalankan dengan hikmah (kebijaksanaan), keadilan, dan proporsionalitas, tanpa menzalimi diri sendiri atau keluarga inti. dan menjaga literasi finansial untuk memungkinkan kita mencukupi kebutuhan orangtua dan rumah tangga kita dan anak-anak.