Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

Aplikasi perawatan luka dengan menggunakan minyak zaitun pada ulkus diabetes mellitus Azizah, Lutfi Shofiatul; Handayani, Estrin; Wahyuningtyas, Eka Sakti
Borobudur Nursing Review Vol 1 No 2 (2021): Borobudur Nursing Review Vol 1 No 2 (July-December 2021)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Magelang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31603/bnur.5405

Abstract

Latar belakang :Diabetes Mellitus merupakan penyakit yang sering dikenal dengan kencing manis, yaitu kadar gula dalam darah yang tidak mampu diproses oleh pankreas shingga tidak mampu menghasilkan insulin sesuai kebutuhan tubuh. Diabetes Mellitus memmiliki dua tipe yaitu tipe satu dan tipe dua. Diabetes tipe satu atau IDDM (Insulin Dependent Diabetes Mellitus) terjadi karena adanya gangguan pada produksi insulin. Diabetes Mellitus tipe dua yaitu hrmoon yang tidak dapat berfungsi dengan baik didalam tubuh dan menimbulkan adanya luka ulkus Diabetes Mellitus. Untuk mengatasinya maka perlu dilakukan terapi nonfarmakologi. Salah satunya dengan aplikasi perawatan luka dengan menggunakan minyak zaitun. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengaaplikasikan perawatan luka dengan menggunakan minyak zaitun pada ulkus Diabetes Mellitus. Metode : Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi kasus atau puposive sampling. Sample yang diambil dalam penelitian ini adalah seorang dengan masalah ulkus Diabetes Mellitus dengan skor hasil 32. Data penelitian ini diambil dengan mengunakan metode observasi partisipatif, wawancara tidak struktur, dan dokumentasi. Setelah ditabulasi data yang dianalisis dengan menggunakan domain analisis. Hasil : hasil penelitian didapatkan bahwa aplikasi perawatan luka dengan menggunakan minyak zaitun dapat mempercepat perubahan perbaikan pada ukuran luka , jumlah eksudate, warna disekitar luka, jaringan granulasi dan epitalisasi. Kesimpulan: Minyak zaitun dapat digunakan untuk perawatan luka dapat mempercepat perubahan perbaikan pada ukuran luka, jumlah eksudate, warna disekitar luka, jaringan granulasi dan epitalisasi. Saran: Oleh karena itu minyak zaitun dapat diaplikasikan pada pasien dengan ulkus diabetes Mellitus tipe 2.
Standarisasi Parameter Spesifik Non Spesifik Ekstrak Etanol Daun Kersen (Muntingia calabura L) Asal Daerah Blitar Jawa Timur Jihan Arini; Ratna Wijayatri; Eka Sakti Wahyuningtyas; Estrin Handayani; Herma Fanani Agusta
CERATA Jurnal Ilmu Farmasi Vol 16 No 2 (2025): Cerata Jurnal Ilmu Farmasi
Publisher : Universitas Muhammadiyah Klaten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61902/cerata.v16i2.1642

Abstract

Muntingia calabura L, atau yang biasa disebut kersen banyak ditemukan di wilayah beriklim tropis Indonesia seperti daerah Blitar Jawa Timur. Tanaman kersen (Muntingia calabura L) banyak ditemukan pada wilayah beriklim tropis, serta temasuk dalam jenis tanaman perennial yang mampu tumbuh tinggi hingga 10 meter, dengan batang tegak yang berbentuk bulat, berkayu, dan memiliki sistem percabangan sympodial. Standarisasi tanaman kersen (Muntingia calabura L) memiliki tujuan sebagai upaya memperoleh produk herbal yang terjamin keamanan, khasiat, dan mutunya. Ekstrak tanaman ini distandarisasi berdasarkan dua parameter, yaitu parameter spesifik dan parameter non-spesifik. Parameter spesifik, tanaman yang digunakan adalah (Muntingia calabura L), dengan bagian yang dimanfaatkan yaitu daun (folium). Hasil uji organoleptik memperlihatkan bahwa ekstrak yang diperoleh memiliki konsistensi yang kental berwarna hijau tua kehitam-hitaman, beraroma khas pahit, serta memiliki rasa pahit. Pengujian kandungan kimia mengungkap bahwa ekstrak etanol daun kersen (Muntingia calabura L) memiliki kandungan alkaloid, flavonoid, saponin, tannin, dan terpenoid. Pada parameter non-spesifik, hasil uji kadar air menunjukkan bahwa ekstrak etanol daun kersen (Muntingia calabura L) memiliki kadar air 0%, dengan bobot jenis sebesar 1,0443 g/ml. Selain itu, hasil analisis juga menunjukkan bahwa ekstrak ini bebas dari cemaran logam berat, baik kadmium (Cd) maupun timbal (Pb).
Formulasi Dan Optimasi Sediaan Salep Luka Akut Berbasis Daun Wungu Graptophyllum Pictum L. Griff Dan Madu Klanceng Tiwi Oktaviyani; Ratna Wijayatri; Eka Sakti Wahyuningtyas; Estrin Handayani; Sodiq Kamal
JFIOnline | Print ISSN 1412-1107 | e-ISSN 2355-696X Vol 17 No 2 (2025): Jurnal Farmasi Indonesia
Publisher : Pengurus Pusat Ikatan Apoteker Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35617/jfionline.v17i2.409

Abstract

Abstract: Acute wounds require quick and appropriate treatment to prevent complications such as infection and scar tissue formation. This study aims to develop and optimize an ointment formula based on Graptophyllum pictum L. Griff wungu leaf extract and klanceng honey, which is intended to prepare for the healing of acute wounds. Graptophyllum pictum L Griff leaves are known to have anti-inflammatory and antimicrobial properties, while klanceng honey is famous for its ability to accelerate tissue regeneration. The research process included the determination of Graptophyllum pictum L Griff leaves to ensure the authenticity of the ingredients, extraction using the maceration method with 96% ethanol and the manufacture of Graptophyllum pictum L Griff leaves ointment with concentrations of F1 10%, F2 7.5% and F3 5%. Evaluation of physical properties through a series of preparation tests to assess organoleptic, homogeneity, pH, dispersibility, adhesion, and stability. The optimization of the ointment preparation of the combination of Graptophyllum pictum L Griff leaves and klanceng honey showed that the ointment met all quality criteria as an ointment preparation intended for acute wounds, the preparation also had excellent stability. This research is expected to be the basis for the development of natural products for the treatment of acute wounds that are more effective, and safe to use.
A Case Study: Application of Kersen Leaf Extract (Muntingia Calabura L.) and Manuka Honey Ointment Combination On Second Degree Superficial Burns Shella Oktavia Cahyaningrum; Estrin Handayani; Eka Sakti Wahyuningtyas; Ratna Wijayatri
Viva Medika Vol 17 No 1 (2024)
Publisher : LPPM Universitas Harapan Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35960/vm.v17i1.1302

Abstract

Background: Burns are a significant cause of morbidity and mortality globally. Intensive treatment is necessary to prevent infection and manage erythema in burn wounds. This case study aims to evaluate the effectiveness of a combination ointment containing Kersen (Muntingia calabura L.) leaf extract and Manuka honey in treating second degree superficial burns. Methods: A case study design employing evidence-based practice was used. Data were collected through interviews, observations, and physical examination. The study was conducted from October 14-28, 2023 in Mirikerep Hamlet, Pringsurat Village, Temanggung Regency, Indonesia. A comprehensive nursing care approach was implemented, including assessment, diagnosis, intervention, implementation, and evaluation. Results: Macroscopic examination revealed a significant reduction in wound area from 5.5x3 cm to 0.5x0.3 cm after treatment with the combination ointment. The ointment effectively promoted epithelialization and tissue regeneration in the healing process of second-degree superficial burns. Conclusions: The combination ointment containing Kersen leaf extract and Manuka honey demonstrates potential as an effective treatment for second degree superficial burns. Further research is warranted to elucidate the mechanisms underlying its therapeutic effects.