Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

BENTUK PERTUNJUKAN SILEK LAMPUNG DI LAMBAN BALAK WAY NAPAL KABUPATEN PESISIR BARAT Oktapia, Selvi; Habsary, Dwiyana; Bulan, Indra
Jurnal Seni dan Pembelajaran Vol 13, No 3 (2025): Jurnal Seni dan Pembelajaran
Publisher : Jurnal Seni dan Pembelajaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk pertunjukan Silek Lampung yang dilaksanakan di Lamban Balak Way Napal, Kabupaten Pesisir Barat, serta mengidentifikasi berbagai unsur yang membentuk pertunjukan tersebut. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif, dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teori bentuk yang digunakan sebagai acuan dalam penelitian ini adalah teori yang dikemukakan oleh Bastomi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pertunjukan Silek Lampung adalah sebuah bentuk yang disajikan dalam wujud nyata dapat dilihat dan dapat didengar. Bentuk pertunjukan adalah sesuatu yang berlaku dalam waktu, tempat pertunjukan dan interaksi penonton. Wujud yang dapat dilihat adalah Gerak, Pola Lantai, Properti, Tata Rias dan Busana. Wujud yang dapat didengar adalah Musik Iringan. Silek Lampung merupakan bagian integral dari budaya masyarakat Lampung yang masih dilestarikan hingga saat ini. Dengan demikian, Silek Lampung di Lamban Balak Way Napal bukan sekadar pertunjukan seni, melainkan juga merupakan cerminan dari identitas, nilai-nilai, dan tradisi masyarakat Lampung. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan wawasan lebih dalam mengenai pentingnya pelestarian seni dan budaya lokal, serta mendorong generasi muda untuk terus melestarikan warisan budaya yang ada. Kata kunci: Bentuk, Silek Lampung, Way Napal
TARI BUJANTAN BUDAMPING VS TARI NYAMBAI : KESETARAAN DALAM UPACARA ADAT PERNIKAHAN LAMPUNG SAI BATIN (NAYUH) Nuraini, Lilis; Kuriawan, Agung; Bulan, Indra
Jurnal Seni dan Pembelajaran Vol 13, No 3 (2025): Jurnal Seni dan Pembelajaran
Publisher : Jurnal Seni dan Pembelajaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini membahas tentang bentuk Tari Bujantan Budamping di Pekon Tanjung Jati, Kecamatan Lemong, Kabupaten Pesisir Barat. Tari Bujantan Budamping merupakan tarian tradisional yang diwariskan turun-temurun dan hanya dapat ditampilkan pada acara adat pernikahan masyarakat Lampung sai batin, yang biasa disebut dengan nayuh. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teori bentuk yang digunakan sebagai acuan dalam penelitian ini adalah teori yang dikemukakan oleh Hadi (2007). Hasil penelitian menunjukkan bahwa tari Bujantan Budamping ditarikan oleh dua orang penari laki-laki dengan empat jenis ragam gerak yaitu, lakkah kanan, lakkah kikhi,lakkah kudan, dan lakkah hadap.. Tarian ini menggunakan pola lantai berhadapan dan pola lantai abstrak atau tak beraturan. Dalam hal tata rias, Tari Bujantan Budamping menggunakan tata rias natural, sementara busana yang dikenakan meliputi tumpal, kaway handak, kopiah tungkus, jas halom, dan celana halom. Tari ini ditarikan tanpa alat musik, melainkan hanya dengan iringan lantunan syair atau pantun saja. Selain itu, tari Bujantan Budamping juga menggunakan properti adadap. Pertunjukan tari ini tidak memiliki spesifikasi khusus tempat pertunjukan, melainkan menyesuaikan dengan lokasi pelaksanaan acara nayuh.Kata Kunci: Bentuk, Tari Bujantan Budamping, Lemong.
Eksistensi Tari Sigeh Penguten dalam Dunia Pendidikan di Bandar Lampung Habsary, Dwiyana; Adzan, Nabilla Kurnia; Bulan, Indra
Arus Jurnal Sosial dan Humaniora Vol 4 No 1: April (2024)
Publisher : Arden Jaya Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57250/ajsh.v4i1.314

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan eksistensi tari Sigeh Penguten dalam dunia pendidikan. Sejak tarian ini dibentuk kemudian muncul di tahun 1989 hingga tahun 2023, tari Sigeh Penguten masih dapat ditemui keberadaannya. Berdasarkan fenomena ini menunjukkan, bahwa proses transmisi budaya melalui tari Sigeh Penguten masih terus dilakukan. Metode yang digunakan adalah metode kualitatif, adapun teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara, dan studi pustaka. Landasan konsep yang digunakan untuk membedah fenomena ini adalah konsep eksistensi. Hasil penelitian ini menunjukkan, bahwa tari Sigeh Penguten senantiasa menjadi pilihan untuk dijadikan materi dasar dalam proses pembelajaran tari. Ciri khas yang melekat pada tarian ini senantiasa terjaga tanpa disadari oleh masyarkat. Alasan tarian ini dijadikan materi dasar dalam pembelajaran tari karena keragaman gerak dan elemen-elemen didalamnya. Selain itu, nilai yang dilekatkan pada tari Sigeh Penguten hingga saat ini masih terus dipegang dan diakui oleh masyarakat Lampung, nilai tersebut adalah menghargai tamu yang datang. Nilai lainnya adalah memulai suatu pekerjaan atau kegiatan dengan senantiasa mengingat Sang Pencipta.
Analisis Gerak Tari menggunakan Notasi Laban: Metode Pendokumentasian Tari Habsary, Dwiyana; Adzan, Nabilla Kurnia; Bulan, Indra
Arus Jurnal Sosial dan Humaniora Vol 4 No 2: Agustus (2024)
Publisher : Arden Jaya Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57250/ajsh.v4i2.541

Abstract

Notasi Laban merupakan salah satu notasi tari yang mampu menggambarkan gerak secara proses dalam bentuk simbol-simbol. Simbol-simbol yang terdapat pada notasi laban terbagi menjadi simbol arah dan level. Simbol lainnya adalah merupakan penjelasan detail untuk menunjukkan bagian-bagian tubuh lainnya yang bergerak. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan faktor-faktor apa saja yang menjadi kendala dalam mempelajari notasi Laban. Selain itu, penelitian ini juga bertujuan untuk mendeskripsikan apa yang dibutuhkan dalam mempelajari notasi Laban. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif. Adapun teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara, dan studi pustaka. Hasil penelitian menunjukkan, bahwa sebagian besar mahasiswa mengalami kesulitan dalam menuliskan gerak tari dalam bentuk notasi. Hal ini disebabkan oleh beberapa faktor, pertama adalah tidak tersedianya buku teks dalam bahasa Indonesia. Faktor kedua adalah sulitnya menghafalkan simbol-simbol yang terdapat dalam notasi Laban. Faktor ketiga yaitu kurangnya kemampuan analisis siswa dalam menggunakan perspektif Laban.
Tari Dibingi sebagai Bentuk Legitimasi Kekuasaan Saibatin di kabupaten Pesisir barat Bulan, Indra; Lestari, Goesthy Ayu Mariana Devi; Juwita, Dwitya
Arus Jurnal Sosial dan Humaniora Vol 4 No 2: Agustus (2024)
Publisher : Arden Jaya Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57250/ajsh.v4i2.591

Abstract

Penelitian ini membahas mengenai tari Debingi sebagai bentuk legitimasi kekuasaan Saibatin dalam Upacara Adat di Kabupaten Pesisir Barat. Tarian ini adalah tari persembahan pada saat acara pernikahan adat Saibatin yang dimiliki oleh keturunan bangsawan,oleh karena itu tarian ini jarang dipertunjukkan selain pada saat acara tertentu saja. Dengan alasan tersebut saat ini keberadaan tari Dibingi kurang dikenal oleh masyarakat umum, terutama pada generasi muda sehingga tari Dibingi Bebai tidak dipelajari dan dipentaskan oleh masyarakat umum di Pesisir Barat. Tidak heran pada saat diadakan pertunjukan tari Debingi, masyarakat sangat antusias menyaksikan tarian tersebut. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif berdasarkan data lapangan,dengan menggunakan teknik observasi,wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukkan, Legitimasi Tari Dibingi sebagai bentuk relasi kuasa Saibatin dalam Upacara Adat diKabupaten Pesisir Barat terlihat dari bagaimana pengakuan masyarakat terhadap keputusan Saibatin untuk menjadikan Tari Dibingi sebagai tari khusus keluarga Saibatin. Masyarakat di Kabupaten Pesisir Barat, menerima, mengakui, dan sangat antusias terhadap tadi Dibingi karena tarian tersebut diekslusifkan, sehingga menunjukan kharisma, wewenang, dan kewibawaan Saibatin yang masih kuat. Hal tersebut juga sangat didukung dengan mayoritas penduduk di Kabupaten Pesisir Barat merupakan ulun Lappung beradat Saibatin.
Dokumentasi Tari Sigeh Penguten: Studi Gerak dan Struktur Koreografi Sebagai Upaya Pelestarian Habsary, Dwiyana; Adzan, Nabilla Kurnia; Bulan, Indra; Putri, Dera Marsanda
Arus Jurnal Sosial dan Humaniora Vol 5 No 3: Desember (2025)
Publisher : Arden Jaya Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57250/ajsh.v5i3.1701

Abstract

Tari Sigeh Penguten merupakan salah satu tari tradisional Lampung yang memiliki nilai budaya tinggi dan kerap ditampilkan dalam acara penyambutan atau diletakkan pada pembuka acara. Sebagai bagian dari warisan budaya takbenda, penting untuk mendokumentasikan tari ini secara sistematis guna menjaga keberlangsungan dan keasliannya. Penelitian ini bertujuan untuk mendokumentasikan struktur koreografi Tari Sigeh Penguten melalui metode kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan meliputi observasi langsung terhadap penampilan tari, studi dokumen, serta analisis visual terhadap rekaman pertunjukan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Tari Sigeh Penguten terdiri atas beberapa struktur utama, yaitu pembukaan, inti, dan penutup, yang masing-masing memiliki ragam gerak khas dengan makna simbolik tersendiri. Dokumentasi dilakukan melalui pencatatan naratif sebagai Langkah awal sebelum dinotasikan. Studi ini diharapkan dapat menjadi referensi dalam pelestarian dan pengembangan seni tari tradisional, serta sebagai bahan ajar dalam pendidikan seni.
Evaluasi Keterampilan Dasar Mengajar Mahasiswa Pada Mata Kuliah Microteaching Prodi Pendidikan Tari Wendhaningsih, Susi; Juwita, Dwi Tiya; Bulan, Indra; Ningsih, Lora Gustia
Journal of Authentic Research Vol. 5 No. 1 (2026): Februari
Publisher : LITPAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/cxn3zm73

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengevaluasi keterampilan dasar mengajar mahasiswa Program Studi Pendidikan Tari Universitas Lampung pada mata kuliah Microteaching. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan pengumpulan data melalui observasi nonpartisipan, wawancara mendalam, dan dokumentasi, serta dianalisis menggunakan model Miles dan Huberman dan fishbone diagram untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi keterampilan mengajar. Subjek penelitian terdiri dari 63 mahasiswa dari dua kelas yang mengikuti microteaching pada Juli–Agustus 2025. Hasil menunjukkan mahasiswa mampu merencanakan pembelajaran, memberikan penguatan, mengelola kelas, dan membimbing kelompok kecil. Namun, kemampuan mengaitkan materi lama dengan materi baru, menjelaskan secara interaktif, menggunakan media pembelajaran secara optimal, dan merancang pertanyaan lanjutan yang menstimulasi berpikir kritis masih perlu ditingkatkan. Faktor yang memengaruhi keterampilan mengajar meliputi kesiapan mahasiswa, metode pembelajaran, kondisi lingkungan kelas, bimbingan dosen, dan karakteristik materi tari. Temuan menekankan pentingnya microteaching yang terstruktur, strategi pembelajaran kontekstual, dan penerapan scaffolding untuk meningkatkan kompetensi pedagogis serta kualitas pengajaran mahasiswa. Studi ini memberikan dasar empiris bagi pengembangan program pembelajaran yang lebih efektif dalam pendidikan seni tari di tingkat perguruan tinggi.