Claim Missing Document
Check
Articles

Found 26 Documents
Search

Fenomena Curhat Secara Anonim di Akun Menfess Twitter (Studi Etnografi Virtual Pada Akun @collegemenfess) Ayu Febryani; Ade Liza Maulitaya
PADARINGAN (Jurnal Pendidikan Sosiologi Antropologi) Vol 5, No 03 (2023): PADARINGAN : Jurnal Pendidikan Sosiologi Antropologi
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/pn.v5i03.9308

Abstract

This study aims to describe the background, the reasons for choosing to confide in the @collegemenfess menfess account, and describe the benefits that are obtained after confiding in the menfess @collegemenfess account. This research was conducted using qualitative research with a virtual ethnographic approach. The data collection technique used was observation, interviews, and documentation. The data analysis technique used in this study is the Cyber Media Analysis (AMS) technique. The results of this study explain that someone's background sends messages/confinees at @collegemenfeess because of their anonymous status which allows them to reveal their true identity. With this anonymous status, message senders are free to express opinions and express themselves. So that the benefits obtained are the satisfaction felt by the sender of the message because he can issue his complaints and also get the information he wants.
Pengetahuan Lokal Manaku dan Nilafo dalam Pemanfaatan Tumbuhan pada Etnik Nias di Kabupaten Nias Barat Ayu Febryani; Dedi Andriansyah; Nop Berilayani Hia; Aktivis Karnitus Zebua; Helen Nardalia Gea
Anthropos: Jurnal Antropologi Sosial dan Budaya (Journal of Social and Cultural Anthropology) Vol 9, No 1 (2023): Anthropos Juli
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/antro.v9i1.46710

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk pengeksplorasian dan pendokumentasin pengetahuan lokal etnik Nias dalam pemanfaatan dan pengelolaan tumbuhan lokal sebagai pangan dan obatan. Penelitian dilaksanakan di Kecamatan Sirombu, Mandrehe dan Mandrehe Barat, Kabupaten Nias Barat. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode etnografi dengan teknik pengumpulan data melalui observasi secara langsung dan wawancara mendalam bersama masyarakat setempat. Data yang telah dikumpulkan kemudian dianalisis dengan menggunakan tahapan analisis Spradley. Hasil penelitian mengungkapkan adanya pengetahuan lokal manaku dengan memanfaatkan tumbuhan sagu (zagu) sebagai pangan. Kemudian, nilafo sebagai pengetahuan lokal dalam pemanfaatan tumbuhan wewe usö (daun benalu pohon duku) sebagai obatan yang saat ini masih diketahui oleh masyarakat setempat. Namun eksistensi pengetahuan lokal ini mendapatkan tantangan yakni masih minimnya proses pendokumentasian dan penulisan. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi tambahan referensi kajian etnobotani terkait pengetahuan lokal Etnik Nias di Kabupaten Nias Barat.
Kearifan Lokal Berbasis Mitigasi Bencana sebagai Pengembangan Materi pada Mata Kuliah Kearifan Lokal Budaya Sumatera Utara Febryani, Ayu; Puspitawati, Puspitawati; Malau, Waston; Rulyani, Ayu; Lubis, Dinda Rizky Fadillah
Jurnal Antropologi Sumatera Vol 21, No 2 (2024): Jurnal Antropologi Sumatera, Juni 2024
Publisher : Program Studi Antropologi Sosial Pascasarjana Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jas.v21i2.53910

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menemukan bentuk kearifan lokal berbasis mitigasi bencana pada kelompok etnik di Kabupaten Karo dan Langkat. Metode penelitian yang digunakan ialah kualitatif dengan pendekatan naturalistik. Pendekatan penelitian ini diterapkan untuk mengamati secara natural aktivitas budaya masyarakat dalam kaitannya dengan kearifan lokal berbasis mitigasi bencana. Hasil penelitian diuraikan bahwa terdapat kearifan lokal berbasis mitigasi bencana di Kabupaten Langkat dan Karo, diantaranya ritual tolak bala, ritual jamu laut, dan pelestarian pohon mangrove di Desa Jaring Halus, dan tradisi sarilala di Desa Tiganderket. Selanjutnya, data temuan disusun dalam pengembangan materi ajar untuk direfleksikan kembali dengan kondisi perkembangan kognitif, sikap, dan perilaku peserta didik dalam memahami upaya menjaga lingkungan secara lokal. Penelitian ini diharapkan menjadi acuan terhadap pengembangan materi ajar pada mata kuliah Kearifan Lokal Budaya Sumatera Utara dan memberikan kontribusi dalam mengembangkan dan menerapkan usaha pencegahan bencana melalui pelestarian kearifan lokal.
Problematika Perempuan Menikah Penderita HIV/AIDS dalam Analisis Kuasa Tubuh Foucoult di Kota Medan Andriansyah, Dedi; Supsiloani, Supsiloani; Febryani, Ayu; Nur Azmi, Siti Wardani; Tarigan, Lisbhet Br
Jurnal Antropologi Sumatera Vol 21, No 1 (2023): Jurnal Antropologi Sumatera, December 2023
Publisher : Program Studi Antropologi Sosial Pascasarjana Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jas.v21i1.54030

Abstract

This research focuses on the problems experienced by married women suffering from HIV AIDS with a theoretical study of Michel Foucoult's body power. The design of this research is qualitative research with a phenomenological approach. This aims to reflect the life world of HIV AIDS cases among married women in the city of Medan. There are several things that underlie the permissive state of the informants which cannot be separated from the pressure (determinism) of cultural values that have been constructed into the informants' understanding. The state of determinism that influences this problem includes the cultural value of the household which provides space for the construction of patriarchal domination. This then presents the episteme of "serving" the husband which creates oppression (subaltern) in women. Not only do they face chronic health problems, but also complicated household problems due to their illness. Even though this woman's position is also that of a victim who was infected by her husband
Making Traditional Ingredients of Green Coconut Oil as a Facility for Medical and Non-Medical Treatment in Tembung, Percut Sei Tuan District Fadli, Muhammad; Suharyanto, Agung; Maswita, Maswita; Bahri, Samsul; Febryani, Ayu; Parinduri, Wina Mariana
Jurnal Antropologi Sumatera Vol 21, No 1 (2023): Jurnal Antropologi Sumatera, December 2023
Publisher : Program Studi Antropologi Sosial Pascasarjana Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jas.v21i1.49040

Abstract

This study aims to analyze the prevalence of individuals choosing traditional medicine for both medical and non-medical treatment, emphasizing the unwavering faith of the Tembung community in the efficacy of traditional medicine, particularly green coconut oil, and herbal remedies. The literature review is anchored in the concept of preserving local wisdom in traditional medicine. Employing a qualitative research approach with an ethnographic lens, the author conducted data collection through observation, in-depth interviews, and documentation, utilizing Spradley's model for analysis. The findings reveal the persistent utilization of ancestral herbal remedies in traditional medicine, driven by ingrained beliefs and financial considerations, particularly as a cost-effective alternative for both medical and non-medical ailments. In summary, the study concludes that the community's strong belief in traditional medicine is rooted in its affordability and accessibility, allowing individuals to seek treatment without bureaucratic hurdles. The paper underscores the importance of government support and monitoring to ensure that traditional medicine aligns with regulations, fostering a sense of security for those seeking treatment within these practices. It is recommended that the government continues to collaborate with traditional medicine practices, ensuring a balance between cultural preservation and adherence to established standards.
KEPERCAYAAN ETNIK JAWA PADA WAREL DI DESA SAMBIREJO TIMUR PASAR 7 TEMBUNG KECAMATAN PERCUT SEI TUAN Agus Tina, Aisyah; Febryani, Ayu
NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial Vol 11, No 4 (2024): NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jips.v11i4.2024.1428-1434

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui alasan etnik Jawa memercayai adanya warel, mengungkap pengalaman dalam melaksanakan warel, dan menganalisis realitas yang terjadi pada etnik Jawa yang memercayai warel terkait pantangan perkawinan anak kembar di Desa Sambirejo Timur Pasar 7 Tembung, Kecamatan Percut Sei tuan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan wawancara, dan dokumentasi dengan analisis berupa reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa alasan etnik Jawa memercayai warel yang ditujukan pada pantangan pernikahan anak kembar pada waktu yang bersamaan ialah (1) warel telah membudaya pada etnik Jawa di Desa Sambirejo Timur, (2) warel adalah simbol kelanggengan rumah tangga anak kembar Jawa, (3) anak kembar merupakan anak yang lahir dari rahim yang sama pada waktu yang sama, maka dianggap tabu bila perkawinan dilakukan pada waktu yang sama, (4) tidak melaksanakan warel dianggap tidak memahami adat dan adab, (5) melanggar warel akan mendatangkan musibah.  Adapun pengalaman etnik Jawa yang memercayai warel ialah rumah tangga berjalan harmonis. Realitas yang terjadi bahwa warel masih menjadi kontrol sosial bagi etnik Jawa dalam memahami makna kehidupan, sehingga masih terus dilaksanakan pada etnik Jawa di Desa Sambirejo Timur.
Strategi Optimalisasi Culture Experience Generasi Karo dalam Upaya Mempertahankan Gendang Lima Sendalanen Tarigan, Kesia Vanessa Br; Bangun, Oktriani Br; Tampubolon, Nadia Malika; Depari, Samuel Pratama; Rambe, Maya Sari; Febryani, Ayu
Grenek: Jurnal Seni Musik Vol. 13 No. 2 (2024): Grenek: Jurnal Seni Musik
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/grenek.v13i2.61699

Abstract

Tujuan riset ini yaitu menganalisis culture experience pada Etnik Karo dalam menggunakan alat musik gendnag lima Sendalanen. Gendang Lima Sendalanen adalah ansambel musik yang digunakan dalam berbagai upacara adat Karo seperti pernikahan, kematian, guro-guro aron, dan memasuki rumah adat. Penelitian ini menggunakan metode gabungan (mix method) dengan menggunakan tipe kombinasi beturutan (sequential) dan model kombinasi campuran tidak berimbang (Concurrent Embedded Design). Data kualitatif digunakan untuk menganalisis culture experience generasi Karo, penyebab memudarnya penggunaan Gendang Lima Sendalanen, dan strategi optimalisasinya. Sedangkan data kuantitatif diperlukan untuk menemukan persentase culture experience generasi Karo dalam menggunakan alat musik Gendang Lima Sendalanen. Hasil riset menunjukkan bahwa: (1) Culture experience Etnik Karo dalam menggunakan alat musik tradisional Gendang Lima Sendalanen adalah dengan memainkan, membuat alat musik, mendapatkan pengajaran dari orangtua dan komunitas, mendapatkan pelatihan (ekstra kurikuler) dari sekolah, ikut serta dalam pertunjukan budaya dan acara adat; (2) Faktor-faktor penyebab memudarnya penggunaan Gendang Lima Sendalanen karena faktor ekonomi, kurangnya pengetahuan masyarakat mengenai makna, minimnya ahli (expert) musik tradisional khususnya Gendang Lima Sendalanen, masuknya politic bible yang menilai negatif masyarakat menggunakan Gendang Lima Sendalanen; (3) Strategi optimalisasi culture experience melalui pengrajin/pemain musik Gendang Lima Sendalanen, komunitas, dan ekstrakurikuler musik tradisional disekolah. Keseluruhan riset berkontribusi dalam upaya pemajuan kebudayaan dan solusi atas upaya pewarisan budaya.
Against Cultural Amnesia Through Optimizing The Role of The Youth Generation in Paloh Naga Agrotourism Rosalina, Teti; Junaidi, Junaidi; Fatmarini, Amalia; Giry, Taufiq Wijaya; Nasution, Najmi Wardina; Febryani, Ayu
JUPIIS: JURNAL PENDIDIKAN ILMU-ILMU SOSIAL Vol. 14 No. 2 (2022): JUPIIS (JURNAL PENDIDIKAN ILMU-ILMU SOSIAL) DECEMBER
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jupiis.v14i2.38212

Abstract

This article aims to describe strengthening character and love of culture as an effort to fight cultural amnesia through various forms of creativity of the younger generation in Paloh Naga Agrotourism. The research method is an ethnographic method with a naturalistic approach. Collecting data through participatory observation, in-depth interviews, focus group discussions and archiving folklore. The data analysis technique used Spradley ethnographic analysis with a series of analyzes processed using ATLAS.ti software. The research results are; Optimizing the role of the younger generation in cultivating positive characters around Paloh Naga Agrotourism through participation in art training in music, dance, and traditional theatre. While in the field of education, through participation in the Lingkaran Community Learning Activity Center, the program consists of Character Education, Cashier Education (Coastal Children's Area), Taqsir (Taqlimul Qur'an for Coastal Children), Community Reading Parks, and teaching at the Rehabilitation Workshop of the National Narcotics Agency, Deli Serdang District. Furthermore, efforts to fight cultural amnesia in the aspect of cultural love by participating in various activities related to folklore, namely oral folklore performances in the performance of the Paloh Naga Legend ballet, partially oral folklore performances in traditional dance and game practices, and non-verbal folklore training in the course of product exhibitions and traditional cuisine. Furthermore, the regeneration process of the younger generation in fighting cultural amnesia begins with participating in character and art education after fulfilling the requirements to become a volunteer-based on qualifications. Finally, the forms of creativity displayed by the younger generation, include preparing various folklore performances, creating creative dances, playing traditional music and traditional games to strengthen social interaction and the value of creativity, and creating various traditional cuisines.
Kearifan Lokal Berbasis Mitigasi Bencana sebagai Pengembangan Materi pada Mata Kuliah Kearifan Lokal Budaya Sumatera Utara Febryani, Ayu; Puspitawati, Puspitawati; Malau, Waston; Rulyani, Ayu; Lubis, Dinda Rizky Fadillah
Jurnal Antropologi Sumatera Vol. 21 No. 2 (2024): Jurnal Antropologi Sumatera, Juni 2024
Publisher : Program Studi Antropologi Sosial Pascasarjana Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jas.v21i2.53910

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menemukan bentuk kearifan lokal berbasis mitigasi bencana pada kelompok etnik di Kabupaten Karo dan Langkat. Metode penelitian yang digunakan ialah kualitatif dengan pendekatan naturalistik. Pendekatan penelitian ini diterapkan untuk mengamati secara natural aktivitas budaya masyarakat dalam kaitannya dengan kearifan lokal berbasis mitigasi bencana. Hasil penelitian diuraikan bahwa terdapat kearifan lokal berbasis mitigasi bencana di Kabupaten Langkat dan Karo, diantaranya ritual tolak bala, ritual jamu laut, dan pelestarian pohon mangrove di Desa Jaring Halus, dan tradisi sarilala di Desa Tiganderket. Selanjutnya, data temuan disusun dalam pengembangan materi ajar untuk direfleksikan kembali dengan kondisi perkembangan kognitif, sikap, dan perilaku peserta didik dalam memahami upaya menjaga lingkungan secara lokal. Penelitian ini diharapkan menjadi acuan terhadap pengembangan materi ajar pada mata kuliah Kearifan Lokal Budaya Sumatera Utara dan memberikan kontribusi dalam mengembangkan dan menerapkan usaha pencegahan bencana melalui pelestarian kearifan lokal.
Strategi Optimalisasi Culture Experience Generasi Karo dalam Upaya Mempertahankan Gendang Lima Sendalanen Tarigan, Kesia Vanessa Br; Bangun, Oktriani Br; Tampubolon, Nadia Malika; Depari, Samuel Pratama; Rambe, Maya Sari; Febryani, Ayu
Grenek: Jurnal Seni Musik Vol. 13 No. 2 (2024): Grenek: Jurnal Seni Musik (December)
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/grenek.v13i2.61699

Abstract

Tujuan riset ini yaitu menganalisis culture experience pada Etnik Karo dalam menggunakan alat musik gendnag lima Sendalanen. Gendang Lima Sendalanen adalah ansambel musik yang digunakan dalam berbagai upacara adat Karo seperti pernikahan, kematian, guro-guro aron, dan memasuki rumah adat. Penelitian ini menggunakan metode gabungan (mix method) dengan menggunakan tipe kombinasi beturutan (sequential) dan model kombinasi campuran tidak berimbang (Concurrent Embedded Design). Data kualitatif digunakan untuk menganalisis culture experience generasi Karo, penyebab memudarnya penggunaan Gendang Lima Sendalanen, dan strategi optimalisasinya. Sedangkan data kuantitatif diperlukan untuk menemukan persentase culture experience generasi Karo dalam menggunakan alat musik Gendang Lima Sendalanen. Hasil riset menunjukkan bahwa: (1) Culture experience Etnik Karo dalam menggunakan alat musik tradisional Gendang Lima Sendalanen adalah dengan memainkan, membuat alat musik, mendapatkan pengajaran dari orangtua dan komunitas, mendapatkan pelatihan (ekstra kurikuler) dari sekolah, ikut serta dalam pertunjukan budaya dan acara adat; (2) Faktor-faktor penyebab memudarnya penggunaan Gendang Lima Sendalanen karena faktor ekonomi, kurangnya pengetahuan masyarakat mengenai makna, minimnya ahli (expert) musik tradisional khususnya Gendang Lima Sendalanen, masuknya politic bible yang menilai negatif masyarakat menggunakan Gendang Lima Sendalanen; (3) Strategi optimalisasi culture experience melalui pengrajin/pemain musik Gendang Lima Sendalanen, komunitas, dan ekstrakurikuler musik tradisional disekolah. Keseluruhan riset berkontribusi dalam upaya pemajuan kebudayaan dan solusi atas upaya pewarisan budaya.