Claim Missing Document
Check
Articles

Found 26 Documents
Search

PENGETAHUAN LOKAL WAMAIGI TANDRA PADA ETNIK NIAS Zebua, Rosania Krisda Prilyani; Gea, Helen Nardalia; Zebua, Aktivis Karnitus; Okhotada Yosefo Laia; Samueli Defan Daeli; Febryani, Ayu
Jurnal Antropologi Sumatera Vol. 22 No. 1 (2024): Vol 22, No 1 (2024): Jurnal Antropologi Sumatera, Desember 2024
Publisher : Program Studi Antropologi Sosial Pascasarjana Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jas.v22i1.66762

Abstract

Suku bangsa Nias merupakan salah satu suku bangsa yang mendiami wilayah Sumatera Utara, tepatnya di Pulau Nias, dengan berbagai tradisi yang masih dilakukan hingga saat ini. Tradisi yang ada dilestarikan, dihormati, dan diimplementasikan untuk mempertahankan identitas budaya kelompok etnik Nias. Kehidupan yang dijalani oleh kelompok etnik Nias dipandu oleh setiap unsur tradisi yang memiliki nilai-nilai luhur yang diturunkan dari generasi ke generasi. Alam terkait erat dengan etnik Nias. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk (1). Menganalisis implementasi tandra wamaigi lokal adat sebagai strategi dalam menghadapi tantangan lingkungan di Kabupaten Nias Barat, (2). Mencari upaya mempertahankan tandra wamaigi lokal asli di kalangan etnik Nias di Kabupaten Nias Barat, (3). Menganalisis dampak pelaksanaan tandra wamaigi lokal adat terhadap upaya pelestarian lingkungan dan budaya di Kabupaten Nias Barat. Penelitian ini menggunakan kombinasi data penelitian (metode campuran) yang mengacu pada Cresswel (2017). Hasil penelitian yang dilakukan dengan menggunakan metode embedded campuran akan menghasilkan penyajian data deskriptif. Penyajian data penelitian berdasarkan pertanyaan yang memiliki perbandingan kelompok variabel kualitatif-kuantitatif, serta menarik kesimpulan dengan menghubungkan kedua variabel berdasarkan data dibandingkan dengan konsep/teori yang ada.    
Making Traditional Ingredients of Green Coconut Oil as a Facility for Medical and Non-Medical Treatment in Tembung, Percut Sei Tuan District Fadli, Muhammad; Suharyanto, Agung; Maswita, Maswita; Bahri, Samsul; Febryani, Ayu; Parinduri, Wina Mariana
Jurnal Antropologi Sumatera Vol. 21 No. 1 (2023): Jurnal Antropologi Sumatera, December 2023
Publisher : Program Studi Antropologi Sosial Pascasarjana Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jas.v21i1.49040

Abstract

This study aims to analyze the prevalence of individuals choosing traditional medicine for both medical and non-medical treatment, emphasizing the unwavering faith of the Tembung community in the efficacy of traditional medicine, particularly green coconut oil, and herbal remedies. The literature review is anchored in the concept of preserving local wisdom in traditional medicine. Employing a qualitative research approach with an ethnographic lens, the author conducted data collection through observation, in-depth interviews, and documentation, utilizing Spradley's model for analysis. The findings reveal the persistent utilization of ancestral herbal remedies in traditional medicine, driven by ingrained beliefs and financial considerations, particularly as a cost-effective alternative for both medical and non-medical ailments. In summary, the study concludes that the community's strong belief in traditional medicine is rooted in its affordability and accessibility, allowing individuals to seek treatment without bureaucratic hurdles. The paper underscores the importance of government support and monitoring to ensure that traditional medicine aligns with regulations, fostering a sense of security for those seeking treatment within these practices. It is recommended that the government continues to collaborate with traditional medicine practices, ensuring a balance between cultural preservation and adherence to established standards.
Problematika Perempuan Menikah Penderita HIV/AIDS dalam Analisis Kuasa Tubuh Foucoult di Kota Medan Andriansyah, Dedi; Supsiloani, Supsiloani; Febryani, Ayu; Nur Azmi, Siti Wardani; Tarigan, Lisbhet Br
Jurnal Antropologi Sumatera Vol. 21 No. 1 (2023): Jurnal Antropologi Sumatera, December 2023
Publisher : Program Studi Antropologi Sosial Pascasarjana Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jas.v21i1.54030

Abstract

This research focuses on the problems experienced by married women suffering from HIV AIDS with a theoretical study of Michel Foucoult's body power. The design of this research is qualitative research with a phenomenological approach. This aims to reflect the life world of HIV AIDS cases among married women in the city of Medan. There are several things that underlie the permissive state of the informants which cannot be separated from the pressure (determinism) of cultural values that have been constructed into the informants' understanding. The state of determinism that influences this problem includes the cultural value of the household which provides space for the construction of patriarchal domination. This then presents the episteme of "serving" the husband which creates oppression (subaltern) in women. Not only do they face chronic health problems, but also complicated household problems due to their illness. Even though this woman's position is also that of a victim who was infected by her husband
PERALIHAN PETANI KOPI MENJADI PETANI SALAK DI DESA PERBAJI KECAMATAN TIGANDERKET KABUPATEN KARO Santika Br Tarigan, Meidia; Febryani, Ayu
NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial Vol 11, No 3 (2024): NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jips.v11i3.2024.1123-1129

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui alasan petani kopi beralih menjadi petani salak di Desa Perbaji Kecamatan Tiganderket Kabupaten Karo, untuk mengungkap bentuk solidaritas di antara petani pasca peralihan kopi menjadi salak di Desa Perbaji Kecamatan Tiganderket Kabupaten Karo, untuk menganalisis dampak peralihan petani kopi menjadi petani salak di Desa Perbaji Kecamatan Tiganderket Kabupaten Karo. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Teknik pengumpulan data yaitu observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa alasan petani kopi beralih menjadi petani salak di Desa Perbaji yaitu melibatkan diri (ikut serta) dalam peralihan, ringannya pekerjaan, keadaan geografis yang mendukung, sistem perawatan yang mudah, serta modal dan lahan yang dimiliki petani. Selanjutnya dengan peralihan ini terbentuk solidaritas sesama petani salak yang saling mendukung sehingga tercipta hubungan sosial yang erat di antara mereka. Dengan adanya peralihan petani kopi menjadi petani salak di Desa Perbaji memberikan dampak yang positif bagi petani seperti peningkatan penghasilan, tingkat pendidikan anak, dan bertambahnya aset yang dimiliki petani salak.
KEPERCAYAAN ETNIK JAWA PADA WAREL DI DESA SAMBIREJO TIMUR PASAR 7 TEMBUNG KECAMATAN PERCUT SEI TUAN Agus Tina, Aisyah; Febryani, Ayu
NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial Vol 11, No 4 (2024): NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jips.v11i4.2024.1428-1434

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui alasan etnik Jawa memercayai adanya warel, mengungkap pengalaman dalam melaksanakan warel, dan menganalisis realitas yang terjadi pada etnik Jawa yang memercayai warel terkait pantangan perkawinan anak kembar di Desa Sambirejo Timur Pasar 7 Tembung, Kecamatan Percut Sei tuan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan wawancara, dan dokumentasi dengan analisis berupa reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa alasan etnik Jawa memercayai warel yang ditujukan pada pantangan pernikahan anak kembar pada waktu yang bersamaan ialah (1) warel telah membudaya pada etnik Jawa di Desa Sambirejo Timur, (2) warel adalah simbol kelanggengan rumah tangga anak kembar Jawa, (3) anak kembar merupakan anak yang lahir dari rahim yang sama pada waktu yang sama, maka dianggap tabu bila perkawinan dilakukan pada waktu yang sama, (4) tidak melaksanakan warel dianggap tidak memahami adat dan adab, (5) melanggar warel akan mendatangkan musibah.  Adapun pengalaman etnik Jawa yang memercayai warel ialah rumah tangga berjalan harmonis. Realitas yang terjadi bahwa warel masih menjadi kontrol sosial bagi etnik Jawa dalam memahami makna kehidupan, sehingga masih terus dilaksanakan pada etnik Jawa di Desa Sambirejo Timur.
WISATA LIANG BORU NATUMANDI: PENGEMBANGAN PARIWISATA BERBASIS FOLKLOR DI KELURAHAN PARTALI TORUAN, KECAMATAN TARUTUNG Simamora, Indra; Febryani, Ayu
NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial Vol 11, No 7 (2024): NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jips.v11i7.2024.2740-2745

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis problematika yang dihadapi dan upaya pengembangan wisata folklor Boru Natumandi, serta menganalisis eksistensinya dalam mendukung pengembangan destinasi wisata berbasis folklor di Kelurahan Partali Toruan, Kecamatan Tarutung. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara dan dokumentasi. Penelitian ini menghasilkan temuan bahwa problematika yang dihadapi dalam pengembangan wisata ialah (1) kurang terbangunnya komunikasi antara masyarakat dengan pemilik lahan wisata sehingga masyarakat dan pemerintah tidak dapat leluasa dalam meningkatkan  wisata Liang Boru Natumandi; (2) Kurangnya fasilitas yang mendukung bagi wisata yang menyebabkan penurunan minat wisatawan. Adapun upaya yanag dilakukan pemerintah dan masyarakat untuk meningkatkan wisata ialah dengan cara menetapkan Liang Boru Natumandi sebagai cagar budaya, melakukan promosi wisata, dan memberikan pelatihan bagi masyarakat untuk mengembangkan Wisata Liang Boru Natumandi. Eksistensi Legenda Boru natumandi masih menghadapi tantangan dalam pengembangannya. Untuk menghadapi tantangan tersebut, masyarakat menjaga dengan mewariskan cerita legenda Boru Natumandi, merawat dan melakukan revitalisasi pada Liang Boru Natumandi.