Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Implementasi Model Project Based Learning dalam Pembelajaran Menulis Teks Ilmiah pada Mahasiswa Rachman, Anita Kurnia; Ike Dian Puspita Sari
Paradigma: Jurnal Filsafat, Sains, Teknologi, dan Sosial Budaya Vol. 32 No. 1 (2026): Paradigma: Jurnal Filsafat, Sains, Teknologi, dan Sosial Budaya
Publisher : Universitas Insan Budi Utomo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33503/paradigma.v32i1.2950

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi model Project Based Learning (PjBL) serta mengkaji efektivitasnya dalam meningkatkan kemampuan menulis teks ilmiah mahasiswa pada mata kuliah Penulisan Proposal Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia angkatan 2022. Penelitian ini menggunakan pendekatan mixed method dengan desain sekuensial eksplanatori, yang mengombinasikan data kuantitatif dan kualitatif. Data kuantitatif diperoleh melalui tes kemampuan menulis proposal penelitian sebelum dan sesudah penerapan PjBL, sedangkan data kualitatif diperoleh melalui observasi, angket, dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan PjBL dapat dilaksanakan dengan baik sesuai tahapan pembelajaran berbasis proyek. Secara kuantitatif, terjadi peningkatan rata-rata kemampuan menulis teks ilmiah mahasiswa dari kategori cukup menjadi kategori baik pada seluruh aspek penilaian. Secara kualitatif, PjBL mampu meningkatkan keaktifan, motivasi, dan kemandirian mahasiswa dalam proses pembelajaran, meskipun masih ditemukan kendala pada pengelolaan waktu dan penentuan topik penelitian. Dengan demikian, model Project Based Learning efektif digunakan sebagai alternatif pembelajaran menulis teks ilmiah di perguruan tinggi.
CITRA PEREMPUAN DALAM IKLAN TELEVISI Rachman, Anita Kurnia
ALFABETA: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya Vol. 1 No. 1 (2018): ALFABETA: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya
Publisher : Universitas Insan Budi Utomo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33503/alfabeta.v1i1.932

Abstract

Iklan memberikan informasi kepada penonton televesi untuk mengetahui berbagai informasi tentang apapun yang dibutuhkan penonton. Iklan saat ini banyak menghadirkan perempuan untuk menarik minat penonton. Perempuan memangmemberiakan daya tarik tersendiri pada tayangan iklan. Hal ini memunculkaneksploitasi perempuan sebagai objek seksual berdasarkan cara berpikir stereotype (meniru), seringkali muncul dalam berbagai karya iklan televisi.Perbedaan gender memberikan budaya dalam masyarakat, yaitu sistem patriaki. Sistem ini memberikan kekuasaan pada laki-laki. Hal ini menimbulkan citra yangdisebut P-5 yang melekat pada perempuan melalui iklan yang diperankan. Citra itu,yaitu citra peraduan, citra pigura, citra pilar rumah tangga, citra pergaulan, da citra pinggan. Posisi perempuan dalam bermasyarakat memberikan andil terhadap kekerasan perempuan dalamm media massa atau media televisi. Mengupayakan peranan wanita baik di dunia pertelevisian khususnya iklan yang memberikan pendidikan tentang gender. Upaya ini perlu disosialisasikan untuk menumbuhkan rasa toleransi, sikap saling menghormati, saling memahami serta saling membantu antara laki-laki dan perempuan.
Tokoh Utama Awan Dalam Film Nanti Kita Cerita Tentang Hari Ini (Kajian Psikologi Sastra) Joyowongso, Nugroho; Rachman, Anita Kurnia; Susandi, Susandi
ALFABETA: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya Vol. 9 No. 1 (2026): ALFABETA: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya
Publisher : Universitas Insan Budi Utomo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33503/alfabeta.v9i1.3067

Abstract

Film terbentuk dari perkembangan karya sastra sehingga dapat dinikmati dalam bentuk audio visual. Penelitian ini merupakan jenis kualitatif deskriptif dan mengaji tentang kepribadian tokoh utama Awan dan bertujuan untuk mendeskripsikan struktur kepribadian yang meliputi id, ego, super ego yang terdapat dalam diri tokoh. Kajian ini menggunakan pendekatan psikologi sastra oleh Sigmund Freud. Jenis data dalam penelitian ini, yaitu berupa frasa, kata, dan kalimat dari dialog yang dilakukan oleh tokoh. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini, yaitu teknik analisis teks. Peneliti dibagi tiga tahapan mengumpulkan data. Tahap pertama, menonton film. Tahap kedua, transkip film. Tahap ketiga, pencatatan. Tahap ke empat pengkodean. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa struktur kepribadian tokoh Awan meliputi id, ego, dan super ego. Id merupakan pembawaan sejak lahir dan menunjukkan keadaan batin. Ego merupakan pribadi yang membantu id saat membuat keputusan. Ego bersifat dilakukan saat keadaan sadar. Super ego merupakan tindakan yang mengenali kebaikan, keburukan dan prinsip idealis.
The Meaning of Traditional Expressions in Muritana Marriages in Central Sumba District, East Nusa Tenggara Wali, Eva Arnas; Setyowati, Endang; Rachman, Anita Kurnia
Journey: Journal of English Language and Pedagogy Vol. 9 No. 2 (2026): Journey: Journal of English Language and Pedagogy
Publisher : UIBU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33503/journey.v9i2.3093

Abstract

Language is an important element of cultural identity that must be preserved because it is passed down from generation to generation. In the Muritana community of Central Sumba, traditional expressions are still maintained, especially in traditional marriage ceremonies. This study aims to identify, describe, and analyze the meanings of traditional expressions used in the marriage rituals of the Muritana ethnic group in Central Sumba Regency, East Nusa Tenggara. The study employs an ethnolinguistic approach using the theoretical framework of James W. Underhill to understand how language reflects the worldview, cultural values, and social structure of the community. This research uses a qualitative method with data in the form of words, phrases, and sentences spoken in traditional marriage rituals. The data were obtained through observation, interviews with traditional elders and community leaders, and documentation. The results show that traditional expressions in Muritana marriage rituals contain symbolic meanings that reflect respect, the strengthening of kinship ties, and the maintenance of social harmony between families. For example, the expression “Ndima mai ngia ti umma nanni anamu” conveys humility and respect from the groom’s family when proposing to the bride’s family. These expressions also indicate the patrilineal social structure and the moral values upheld by the Muritana community. Therefore, traditional language in marriage ceremonies not only functions as a means of communication but also as a cultural medium that preserves identity, social order, and the continuity of Muritana traditions.