Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Kepemimpinan Spiritual Founder Yayasan Indonesia Bershalawat Kediri Puspita, Maulidiyah Ayu; Hakim, Ahmad Khairul
Journal of Islamic Management Vol. 5 No. 1 (2025): January
Publisher : Program Studi Manajemen Dakwah Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Sunan Ampel Surabaya, UIN Sunan Ampel Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15642/jim.v5i1.1857

Abstract

This study aims to analyse the spiritual leadership of the founder of Indonesia Bershalawat Kediri Foundation and to analyse the impact of the application of spiritual leadership. To analyse these issues, the researcher used qualitative research methods by using data triangulation techniques through interviews, observation, and documentation. The results of this study are the leadership applied at the Indonesia Bershalawat Foundation, the founder of the Indonesia Bershalawat Foundation uses a spiritual leadership style with attitude values in spiritual leadership according to Fry's theory, namely vision, altruistic, and hope/faith. Vision is realised by an understanding of the vision, a vision statement, inspiration from the vision, and a clear vision. Altruistic is manifested by leaders and followers showing care, working as discussed, being honest, trusting and loyal, courageous and caring. Hope/faith is manifested by having faith, carrying out beliefs, persevering, making more effort, and challenging goals in their vision will be passionate in the face of obstacles, enduring difficulties and suffering in achieving their goals. However, in this case, researchers found a character trait that is not found in the theory, namely firmness but compassion. In addition, the impact of the spiritual leadership of the founder of the Indonesia Bershalawat Foundation provides spiritual well being which includes calling and membership. There are several indicators of calling, namely the importance of work for the person, the meaning of work for his life and the statement that work makes a difference in life. While membership indicators are feeling understood in the organisation, feeling valued in the organisation, feeling valuable in the organisation, feeling respected in the organization.
MODEL PENINGKATAN PENDAPATAN MASYARAKAT PEDESAAN DAN PENDAMPINGAN BERBASIS KOTORAN TERNAK SAPI SEBAGAI LAHAN BISNIS Hakim, Ahmad Khairul; Mauludin, Muchammad Firman; Hermanto, M.; Rokhim, Saiku
Cakrawala Vol. 13 No. 1: Juni 2019
Publisher : Badan Riset dan Inovasi Daerah Provinsi Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32781/cakrawala.v13i1.291

Abstract

Kemiskinan di pedesaan dan perkotaan merupakan permasalahan utama yang harus segera diatasi. Kabupaten Tuban dan Bojonegoro merupakan dua kabupaten mempunyai permasalahan yang hampir sama yaitu tingkat kemiskinan yang tinggi di Jawa Timur. Oleh karenanya tujuan penelitian ini adalah menerapkan peningkatan pendapatan masyarakat pedesaan dan pendampingan berbasis kotoran ternak sapi yang digunakan sebagai media pembudidayaan cacing di Kabupaten Tuban dan Kabupaten Bojonegoro. Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian tindakan yang dilaksanakan di dua lokasi di Jawa Timur, yaitu Desa Talun Kecamatan Montong Kabupaten Tuban dan Desa Sekaran Kecamatan Kasiman Kabupaten Bojonegoro. Kelompok sasaran adalah kelompok ternak di masing-masing wilayah. Data hasil penelitian yang terkumpul kemudian diolah dan dianalisis secara diskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelatihan dan pendampingan berbasis kotoran ternak sapi yang digunakan sebagai media pembudidayaan cacing di Kabupaten Tuban dan Kabupaten Bojonegoro dikemas dalam bentuk FGD dan praktik pembudidayaan yang selanjutnya dilakukan observasi dan pendampingan secara intensif. Produk yang dihasilkan antara lain : cacing hidup, cacing kering, cacing bubuk, dan kascing. Adapun pemasaran pada hasil pembudidayaan cacing termasuk produk yang dihasilkan yaitu dengan menerapkan pemasaran melalui e-marketing. Kesimpulan yang didapat bahwa estimasi peningkatan pendapatan dari pembudidayaan cacing tanah dapat meningkatkan pendapatan 25% hingga 100% dari pendapatan sebelumnya.Kata kunci : e-marketing, pembudidayaan cacing, kotoran sapi, pendampingan masyarakat, dan peningkatan pendapatan.
Optimalisasi Penggunaan Media Sosial untuk Meningkatkan Minat Jamaah di Sahelia Haji dan Umrah Sari, Kunti Pamungkas; Hakim, Ahmad Khairul
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 1 (2026): Februari - April
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i1.4631

Abstract

Indonesia merupakan negara dengan jumlah penduduk muslim terbesar di dunia, sehingga potensi industri perjalanan ibadah haji dan umrah sangat besar dan kompetitif. Perkembangan teknologi digital, khususnya media sosial, telah mengubah pola pencarian informasi dan pengambilan keputusan calon jamaah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi optimalisasi penggunaan media sosial oleh Sahelia Haji dan Umrah dalam meningkatkan minat jamaah, serta mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambat dalam penerapannya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan objek penelitian Sahelia Haji dan Umrah di Surabaya. Data diperoleh melalui wawancara mendalam dengan pimpinan dan karyawan, observasi lapangan, serta dokumentasi, yang kemudian dianalisis melalui tahapan transkripsi, coding, kategorisasi, dan penarikan kesimpulan dengan teknik triangulasi untuk menjamin validitas data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Sahelia telah memanfaatkan media sosial, terutama Instagram, TikTok, Facebook, dan WhatsApp, sebagai sarana promosi, komunikasi, dan edukasi jamaah melalui konten informatif, testimoni, serta dokumentasi kegiatan. Optimalisasi dilakukan melalui konsistensi unggahan dan pemanfaatan fitur interaktif. Namun, tingkat keterlibatan audiens dan konversi pendaftaran masih relatif rendah. Faktor pendukung meliputi tingginya penggunaan media sosial masyarakat dan kemudahan akses informasi, sedangkan faktor penghambat mencakup keterbatasan sumber daya manusia dan belum optimalnya strategi konten. Penelitian ini menegaskan bahwa media sosial memiliki peran strategis dalam meningkatkan minat jamaah, tetapi memerlukan pengelolaan konten yang lebih terencana, relevan, dan interaktif agar hasilnya optimal.