Claim Missing Document
Check
Articles

Found 35 Documents
Search

Application of Biomechanics to Overcome Low Back Pain in Pregnant Women in Karnganyar Village: Penerapan Biomekanika untuk Mengatasi Nyeri Punggung Bawah pada Ibu Hamil di Kelurahan Karanganyar Mutoharoh, Siti; Wibowo, Eko Ari; Astuti, Dyah Puji; Sumarni, S
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 18th University Research Colloquium 2023: Bidang Pengabdian Masyarakat
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Nyeri punggung sering terjadi pada ibu hamil khususnya pada trimester II dan III. Nyeri punggung ini menyebabkan rasa takut dan cemas sehingga dapat meningkatkan stress yang dialami oleh ibu hamil. Nyeri punggung bawah dan kecemasan pada ibu hamil saling memperburuk satu sama lain. Kejadian nyeri pada bagian punggung ibu hamil dilaporkan bervariasi dari 50%- 80%. Biomekanika adalah disiplin ilmu yang mengintegrasikan faktor-faktor yang mempengaruhi gerakan manusia, yang diambil dari pengetahuan dasar seperti fisika. Pendekatan biomekanika menitik beratkan pada struktur tulang dan posisi pengangkatan, dimana struktur tulang terutama pada tulang belakang akan mengalami tekanan yang berlebih ketika melakukan pengangkatan meskipun frekuensinya jarang. Pendekatan biomekanika memandang tubuh manusia sebagai suatu sistem, yang terdiri dari elemen-elemen yang saling berkait dan terhubung satu sama lain melalui sendi-sendi dan jaringan otot yang ada. Penerapan pendekatan biomekanika pada ibu hamil dinilai dapat mencegah dan mengurangi terjadinya cidera berupa nyeri punggung. Tujuan dari pengabdian masyarakat ini adalah meningkatkan pengetahuan ibu hamil tentang pendekatan biomekanika untuk dapat diterapkan dalam aktivitas kehidupan sehari-hari sehingga dapat mencegah dan mengurangi kejadian nyeri punggung bawah selama hamil. Metode kegiatan ini adalah dengan memberikan penyuluhan kesehatan pada kelas ibu hamil di Kelurahan Karanganyar, Kebumen. Terdapat 20 ibu hamil yang terbagi menjadi 2 kelas ibu hamil. Materi diberikan langsung saat kelas hamil melalui metode pembelajaran orang dewasa. Diskusi dilakukan baik secara langsung maupun tidak langsung melalui wa group. Pengukuran pengetahuan melalui pre test dan post test. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan ibu hamil tentang penerapan biomekanika untuk mengurangi nyeri punggung selama kehamilan. Tingkat pengetahuan ibu hamil pada saat pre test mayoritas adalah cukup (60%), sedangkan saat post test mayoritas baik (75%). Kesimpulan kegiatan ini pengabdian masyarakat melalui penyuluhan kesehatan tentang penerapan prinsip biomekanika pada ibu hamil efektif untuk meningkatkan pengetahuan ibu hamil sehingga diharapkan dapat mencegah dan mengurangi kejadian nyeri punggung bawah selama hamil.
Improving the Role of Healthy Kitchens with Cooking Training in Preventing Stunting in Toddlers in Dendang Village, Bangka Barat: Peningkatan Peran Dapur Sehat dengan Pelatihan Memasak dalam Mencegah Stunting pada Balita di Desa Dendang Bangka Barat Rahmadiani, Fitria; Saraswati, Rina; Mutoharoh, Siti
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 18th University Research Colloquium 2023: Bidang Pengabdian Masyarakat
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan: Pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan ibu tentang stunting dan pengolahan makanan yang baik dan benar, serta meningkatkan kesadaran ibu tentang gizi keluarga dan kesehatan keluarga. Metode: Pelatihan ini dilakukan sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat di Desa Dendang Bangka Barat, Kepulauan Bangka Belitung. Kegiatan ini melibatkan 50 peserta yang terdiri dari calon pengantin, ibu hamil, wanita usia subur (WUS), dan tim pendampingan keluarga (TPK) di tingkat desa. Pelatihan melibatkan kolaborasi antara Perguruan Tinggi dan Pemerintah Daerah. Pengetahuan, praktik pelatihan memasak, dan evaluasi kegiatan diukur sebelum dan setelah pelatihan. Hasil: Hasil pre-test menunjukkan tingkat pengetahuan ibu tentang stunting dan makanan sehat, serta keamanan pangan sebesar 77.12-80.66 dapat dikatakan cukup. Setelah penyampaian materi dan pelatihan memasak, terjadi peningkatan pengetahuan ibu tentang stunting dan pengolahan makanan yang baik dan benar menjadi 83.32-86.85 dapat dikatakan baik. Kesimpulan: Pelatihan ini berhasil meningkatkan pengetahuan ibu tentang stunting dan pengolahan makanan yang baik dan benar. Peningkatan pengetahuan ini berdampak positif pada kesadaran ibu tentang gizi keluarga dan kesehatan keluarga. Kolaborasi antara Perguruan Tinggi dan Pemerintah Daerah Desa Dendang Bangka Barat merupakan bentuk pengabdian kepada masyarakat dalam upaya penanganan stunting di desa tersebut.
Pengaruh Penggunaan Gadget Terhadap Kedisiplinan Shalat Remaja Desa Tanjungsari Petanahan Kebumen Mutoharoh, Siti; Kurniawan, Benny
Tarbi: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Vol 3 No 2 (2024)
Publisher : IAINU Kebumen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33507/tarbi.v3i2.2088

Abstract

The background for conducting this research is because there are problems related to the use of gadgets by teenagers which can make them forget prayer times when using gadgets. Given the background to this problem, the aim of this research is to find out whether there is an influence from the use of gadgets on the prayer discipline of teenagers in Tanjungsari Village, Petanahan, Kebumen. This research includes field research with a quantitative type of research. The data was obtained from the results of data collection techniques using questionnaires and interviews. The sample used for research was 30 teenagers from Dukuh Gandu, Tanjungsari Village, Petanahan, Kebumen. The data analysis uses a simple linear regression analysis technique to determine whether or not there is an influence from the independent variable Use of Gadgets and the dependent variable Prayer Discipline. After conducting research, the results showed that the calculated F value was 12,473 with a significance level of 0.001 < 0.05, which means the significance value is smaller than 0.05, so it can be concluded that there is an influence of gadget use on prayer discipline. Therefore, the research hypothesis Ha is accepted and Ho is rejected, which means that there is an influence of the use of gadgets on the prayer discipline of teenagers in Tanjungsari Village, Petanahan, Kebumen. The influence of using gadgets on prayer discipline is 30.8%.
Pemahaman Manajemen Dakwah dalam Organisasi Politik dalam Partai Keadilan Sosial (PKS) Sejarah, Tantangan, Strategi dan Dampaknya Terhadap Masyarakat Wiratama, Muhammad Ikrar; Fauziah, Nabila; Abdurrahman, Ishak; Mutoharoh, Siti
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 5 No. 3 (2025): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v5i3.18758

Abstract

This article discusses the management of dakwah in political organizations, focusing on the concept, challenges, opportunities, and its impact on society. Through an analytical approach, this study identifies the role of political organizations in spreading dakwah values ​​and the strategies used to manage dakwah effectively. The results of the study indicate that good dakwah management can improve social justice and public morality, although it also has the potential to cause polarization. This study is expected to contribute to the development of da'wah theory and practice in a political context.
Understanding the Psychosocial Roots of Adolescent Self-Harm: Findings from a Descriptive Cross-Sectional Study in Indonesia Agustin, Ike Mardianti; Sumarsih, Tri; Andri, Irmawan; Mutoharoh, Siti
Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI) Vol. 9 No. 3 (2026): March 2026
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/mppki.v9i3.8691

Abstract

Introduction: Self-harm or torturing oneself by intentionally injuring or cutting which is done to relieve the suffering felt. Self-harm behavior is often done by teenagers who are followed by mental health disorders such as symptoms of depression and anxiety. The purpose of this research analyzing predisposing factors of self-harm in adolescence at SMA N 1 Pejagoan. Methods: This study employed a quantitative research using descriptive analytic method with cross sectional approach, sampling using proportional random sampling. The number of samples in this study were 285 adolescents at SMA N 1 Pejagoan. Using 2 questionnaires to determine self-harm behavior using (self-harm inventory instrument) and to determine predisposing factors of self-harm using a predisposing factor screening instrument which has been declared valid, The validity tests indicated that all variables were statistically significant with P-values of <0.001, confirming that the instruments accurately measured their respective constructs and reliable was assessed using Cronbach’s alpha with p-value 0.769 and 0.784. Data analysis using Descriptive statistics were applied for univariate analysis to summarize demographic characteristics and study variables. Results: The results of this study were 271 (95.1%) respondents included in the Self-Harm Group and 14 (4.9%) respondents included in the non Self-Harm group. The majority of predisposing factors causing self-harm behavior were biological with a low category of 138 (48.4%) respondents, for psychological factors the majority were in the medium category of 186 respondents (65.3%) and for socio-cultural predisposing factors the majority were in the low category of 209 (73.3%) respondents. Conclusion: The majority of teenagers are in the self-harm group as many as 271 (95.2%). The biological predisposition factors are mostly in the low risk category as many as 138 (48.4%) respondents, the psychological factors are mostly in the medium risk category as many as 186 (65.3%) respondents and the socio-cultural predisposition factors are mostly in the low category as many as 209 (73.3%) respondents. The results of this study are expected to be a reference material for the need to include mental health material in the school curriculum and recommend further research on the analysis of screening factors predisposing to self-harm in adolescents at SMA N 1 Pejagoan.