Claim Missing Document
Check
Articles

Found 26 Documents
Search

FACTORS THAT RELATED TO THE MENSTRUAL CYCLE ON CONTRACEPTIVE INJECTION USERS IN THE DISTRICT OF PUSKESMAS SETU 1 IN 2023 Dalila Eka Saffanah; Mizna Sabila; Rusman Efendi; Luqman Effendi
Muhammadiyah International Public Health and Medicine Proceeding Vol. 4 No. 1 (2024): PROCEEDING MUHAMMADIYAH INTERNATIONAL PUBLIC HEALTH AND MEDICINE CONFERENCE - F
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61811/miphmp.v4i1.524

Abstract

Significant population growth can have an impact on several things, such as malnutrition that cannot be handled, and some social facilities that are not yet qualified. One of the ways to control population growth is through the KB (birth control) program. However, the use of KB can trigger health problems such as disturbances or changes in the menstrual cycle. This research is quantitative research with analytical methods and used cross-sectional as the study design. The sample for this study was 64 KB acceptors in the District of Puskesmas Setu 1, who were taken using the Probability Proportionate to Size (PPS) technique. Based on the analysis test, there were 4 out of 5 independent variables that correlated with the menstrual cycle, there is nutritional status (p-value 0.010); duration of use (p-value 0.003); re-use compliance (p-value 0.000), while the age variable does not correlate with the menstrual cycle (p-value = 0.755). There is a significant correlation between variables, that is nutritional status, duration of use, and re-use compliance. Suggestions for KB acceptors is to always consult with experts regarding appropriate contraception and the long-term effects that are likely to be obtained.
Peran dan Persepsi Ayah dalam Mendukung Pemberian ASI Ekslusif: Sebuah Perspektif Health Belief Model Sabilla, Mizna; Bahri, Syaiful; Ariasih, Rr. Arum; Dzaljad, Rifma Ghulam
Journal of Religion and Public Health Vol 5, No 2 (2023)
Publisher : Faculty of Health Sciences, Syarif Hidayatullah State Islamic University of Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/jrph.v5i2.37109

Abstract

AbstractFather's support is one of the influential factors in the success of exclusive breastfeeding. The concept of the Health Belief Model has not been applied to gain an understanding of exclusive breastfeeding behavior from the perspective of fathers. This study aims to describe the role and perceptions of fathers in supporting exclusive breastfeeding using the Health Belief Model concept. The study took place in South Tangerang City and was conducted using a qualitative method involving 5 couples who have children aged 6-24 months and have successfully achieved exclusive breastfeeding. Data collection was done through focus group discussions, and data validation was achieved through source triangulation. All fathers played a role by providing both physical and emotional support. They had perceptions of the benefits of exclusive breastfeeding for their babies and wives. Perceived barriers stemmed from work, wives, and parents/in-laws. Some informants had low perceptions of threat in supporting breastfeeding. Positive perceptions of exclusive breastfeeding encourage fathers to play a supportive role. Education regarding the benefits of exclusive breastfeeding should be provided to fathers and grandparents. Advocacy for paternity leave or work-from-home is needed to support exclusive breastfeeding.Keywords: Exclusive Breastfeeding, Father Role, Health Belief Model
Peran dan Persepsi Ayah dalam Mendukung Pemberian ASI Ekslusif: Sebuah Perspektif Health Belief Model Sabilla, Mizna; Bahri, Syaiful; Ariasih, Rr. Arum; Dzaljad, Rifma Ghulam
Journal of Religion and Public Health Vol. 5 No. 2 (2023)
Publisher : Journal of Religion and Public Health

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/jrph.v5i2.37109

Abstract

AbstractFather's support is one of the influential factors in the success of exclusive breastfeeding. The concept of the Health Belief Model has not been applied to gain an understanding of exclusive breastfeeding behavior from the perspective of fathers. This study aims to describe the role and perceptions of fathers in supporting exclusive breastfeeding using the Health Belief Model concept. The study took place in South Tangerang City and was conducted using a qualitative method involving 5 couples who have children aged 6-24 months and have successfully achieved exclusive breastfeeding. Data collection was done through focus group discussions, and data validation was achieved through source triangulation. All fathers played a role by providing both physical and emotional support. They had perceptions of the benefits of exclusive breastfeeding for their babies and wives. Perceived barriers stemmed from work, wives, and parents/in-laws. Some informants had low perceptions of threat in supporting breastfeeding. Positive perceptions of exclusive breastfeeding encourage fathers to play a supportive role. Education regarding the benefits of exclusive breastfeeding should be provided to fathers and grandparents. Advocacy for paternity leave or work-from-home is needed to support exclusive breastfeeding.Keywords: Exclusive Breastfeeding, Father Role, Health Belief Model
Hubungan Mindful Eating (ME) dan Healthy Eating Literacy (HEL) dengan Status Indeks Masa Tubuh (IMT) pada Remaja di Kota Tangerang Selatan Mustakim, Mustakim; Sabilla, Mizna; Efendi, Rusman; Aprillia, Tyas
Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol 13 No 01 (2024): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat
Publisher : UIMA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33221/jikm.v13i01.2456

Abstract

Masalah obesitas pada anak telah mencapai proporsi epidemi. Obesitas di seluruh dunia meningkat hampir tiga kali lipat sejak 1975. Pada 2016, lebih dari 1,9 miliar orang dewasa, berusia 18 tahun ke atas, mengalami overweight dan lebih dari 650 juta mengalami obesitas. Obesitas dapat dicegah dengan berbagai macam intervensi, salah satunya adalah dengan memperbaiki perilaku makan melalui konsep Mindfulness Eating (ME) dan Healthy Eating Literacy (HEL). Studi ini bertujuan untuk mengetahui hubungan ME dan HEL dengan Indeks Massa Tubuh (IMT) pada remaja di Kota Tangerang Selatan. Studi dilakukan dengan menggunakan pendekatan kuantitatif disain studi potong lintang pada 193 remaja di Kota Tangerang Selatan dengan menggunakan metode purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan secara online dengan menggunakan google form. Data dianalisis secara univariat dan bivariat menggunakan uji chi-square. Hasil studi menunjukkan tidak terdapat hubungan antara ME (nilai p = 0,248) dan HEL (nilai p = 0,811) dengan status IMT pada remaja di Kota Tangerang Selatan. Studi lebih lanjut diperlukan untuk mengkonfirmasi bahwa konsep ME dan HEL dapat menjadi intervensi dalam pencegahan kejadian obesitas pada remaja.
Hubungan Mindful Eating (ME) dan Healthy Eating Literacy (HEL) dengan Status Indeks Masa Tubuh (IMT) pada Remaja di Kota Tangerang Selatan Mustakim, Mustakim; Sabilla, Mizna; Efendi, Rusman; Aprillia, Tyas
Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 13 No. 01 (2024): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat
Publisher : UIMA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33221/jikm.v13i01.2456

Abstract

Masalah obesitas pada anak telah mencapai proporsi epidemi. Obesitas di seluruh dunia meningkat hampir tiga kali lipat sejak 1975. Pada 2016, lebih dari 1,9 miliar orang dewasa, berusia 18 tahun ke atas, mengalami overweight dan lebih dari 650 juta mengalami obesitas. Obesitas dapat dicegah dengan berbagai macam intervensi, salah satunya adalah dengan memperbaiki perilaku makan melalui konsep Mindfulness Eating (ME) dan Healthy Eating Literacy (HEL). Studi ini bertujuan untuk mengetahui hubungan ME dan HEL dengan Indeks Massa Tubuh (IMT) pada remaja di Kota Tangerang Selatan. Studi dilakukan dengan menggunakan pendekatan kuantitatif disain studi potong lintang pada 193 remaja di Kota Tangerang Selatan dengan menggunakan metode purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan secara online dengan menggunakan google form. Data dianalisis secara univariat dan bivariat menggunakan uji chi-square. Hasil studi menunjukkan tidak terdapat hubungan antara ME (nilai p = 0,248) dan HEL (nilai p = 0,811) dengan status IMT pada remaja di Kota Tangerang Selatan. Studi lebih lanjut diperlukan untuk mengkonfirmasi bahwa konsep ME dan HEL dapat menjadi intervensi dalam pencegahan kejadian obesitas pada remaja.
Faktor – Faktor yang Berhubungan dengan Kejadian Gizi Kurang pada Anak Usia Sekolah Dasar di Kampung Pemulung Kelurahan Jurang Mangu Timur Tahun 2022: Factors Associated with Malnutrition in Elementary School Age Children in Pemulung Village, East Jurang Mangu Village, 2022 Putri Nabila Rohmah; Mustakim; Mizna Sabilla; Istianah Surury
Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI) Vol. 5 No. 11 (2022): November 2022
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/mppki.v5i11.2740

Abstract

Latar belakang: Gizi merupakan salah satu masalah kesehatan di Indonesia, bahkan di kalangan anak sekolah dasar. Masalah gizi umum, seperti gizi kurang dan gizi lebih, dapat mempengaruhi kesehatan anak-anak di masa depan jika masalah gizi ini tidak segera diatasi. Masalah gizi kurang pada umumnya disebabkan oleh beberapa faktor. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor – faktor yang berhubungan dengan kejadian gizi kurang pada anak usia sekolah dasar di kampung pemulung Kelurahan Jurang Mangu Timur tahun 2022 Metode: Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain penelitian menggunakan studi cross sectional. Sebanyak 60 responden dengan usia 7-12 tahun menggunakan total sampling. Pengumpulan data menggunakan FFQ dan kuesioner, data dikumpulkan pada bulan April-Mei. Hasil: Berdasarkan hasil penelitian di kampung pemulung Kelurahan Jurang Mangu Timur didapatkan hasil responden yang memiliki status gizi normal sebanyak 71,7%, dan yang memiliki status gizi kurang sebanyak 28,3%, Terdapat hubungan antara pola makan dengan status gizi kurang nilai dengan p-value =0,020. Dan terdapat hubungan antara tingkat pengetahuan ibu dengan status gizi kurang dengan nilai p-value= 0,019. Kesimpulan: Faktor yang mempengaruhi kejadian gizi kurang antara lain pola makan dan tingkat pengetahuan ibu, sementara pola asuh, pendapatan orang tua, Pendidikan orang tua, pekerjaan ibu dan pekerjaan ayah tidak berhubungan dengan kejadian gizi kurang. Diharapkan ibu-ibu di Kampung Pemulung Kelurahan Jurang Mangu Timur untuk rutin mengikuti kegiatan penyuluhan tentang gizi seimbang untuk anak-anak yang di adakan oleh Pueskesmas atau Tenaga Kesehatan lainnya.