Claim Missing Document
Check
Articles

KAJIAN KEBUTUHAN PRODUK DESAIN PADA MUSEUM PRABU GEUSAN ULUN SEBAGAI TEMPAT WISATA EDUKASI SEJARAH Attorik, Amalia Rachma; Rosandini, Morinta
Gorga : Jurnal Seni Rupa Vol. 13 No. 1 (2024): Gorga : Jurnal Seni Rupa
Publisher : Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/gr.v13i01.53160

Abstract

 The Prabu Geusan Ulun Museum, which is located in Sumedang Regency, has the potential to be an educational tourism destination. However, the Prabu Geusan Ulun Museum has had obstacles in expanding its existence to the wider community. The lack of artistic and design touches on supporting assets hampers the progress of the museum organization. The aim of this research is to present a design product as a solution to the process of strengthening and introducing the Prabu Geusan Ulun Museum to create the image and character of the museum. Based on practical design theory in Indonesia, it is divided into 3 groups, namely industrial design, graphic design and interior design. This research uses qualitative methods with data collection techniques namely literature study, observation and interviews. The results of this research are based on practical theory in Indonesia, namely, industrial design produces merchandise, creates supporting designs for public facilities, and creates designs for outdoor stages or system exhibitions, while graphic design produces sign systems, short films in the form of documentation of activities or attractions held at the Prabu Museum Geusan Ulun, and Instagram post template design. Providing design products that suit the image and needs of the Prabu Gesuan Ulun Museum by utilizing and developing potential by implementing it in design products is expected to help introduce the existence of the Prabu Geusan Ulun Museum to the wider community.Keywords: Museum Prabu Geusan Ulun, Design Products.AbstrakMuseum Prabu Geusan Ulun yang terletak di Kabupaten Sumedang mempunyai potensi sebagai destinasi wisata edukasi, pada keberjalanan museum Prabu Geusan Ulun memiliki kendala dalam memperluas eksistensinya kepada masyarakat luas. Minimnya sentuhan seni dan desain pada aset pendukung membuat terhambatnya perkembangan kemajuan organisasi museum. Tujuan penelitian ini yaitu menghadirkan produk desain sebagai solusi pada proses penguatan dan pengenalan Museum Prabu Geusan Ulun untuk menciptakan citra dan karakter museum. Berdasarkan teori desain praktis di Indonesia dibagi menjadi 3 kelompok, yaitu desain industri, desain grafis, dan desain interior. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan teknik pengumpulan data ialah studi literatur, observasi, dan wawancara. Hasil dari penelitian ini berdasarkan teori praktis di Indonesia yaitu, desain industri menghasilkan merchandise, membuat desain penunjang sarana umum, dan membuat desain panggung luar atau pameran bersistem, sedangkan desain grafis menghasilkan sign system, film pendek berupa dokumentasi kegiatan atau atraksi yang dilaksanakan di Museum Prabu Geusan Ulun, dan desain template postingan Instagram. Mengadakannya produk desain yang sesuai dengan citra dan kebutuhan Museum Prabu Gesuan Ulun dengan memanfaatkan serta mengembangkan potensi dengan mengimplementasikannya pada produk desain diharapkan dapat membantu memperkenalkan keberadaan Museum Prabu Geusan Ulun kepada masyarakat luas.Kata Kunci: konseptualisasi, desain interior, rumah tinggalAuthors:Amalia Rachma Attorik : Universitas TelkomMorinta Rosandini : Universitas Telkom References:Angeline, W., Nurusholih, S., & Syafikarani, A. (2023). Perancangan Strategi Promosi Koleksi      Museum Prabu Geusan Ulun Melalui Pameran Augmented Reality. e-Proceedings of                 Art & Design, 10(5).Fadli, M. R. (2021). Memahami Desain Metode Penelitian Kualitatif. Humanika, Kajian Ilmiah Mata Kuliah Umum, 21(1), 33-54. 10.21831/hum.v21i1.Faradita, N. C., Martono, S., Yurisma, D. Y. (2023). Perancangan Destination Branding Kawasan Pantai Pucanglaban Sebagai Upaya Meningkatkan Brand Awareness. Gorga: Jurnal Seni Rupa, 12(2), 374-379. https://doi.org/10.24114/gr.v12i2.49570Gantina, D., Boediman, S. F., Nurbaeti, N., & Gunawijaya, J. (2021).Museum Prabu Geusan Ulun Kabupaten Sumedang Sebagai Daya Tarik Wisata Kabupaten Sumedang. Jurnal Pariwisata Trisakti, 26(3), 233-242. https://doi.org/10.30647/jip.v26i3.1583Meisari, Y., Cardiah, T., & Raja, M. T. M. (2021). Redesain Interior Museum Prabu Geusan Ulun. eProceedings of Art & Design, 8(2).Mendayun, A. I. (2020). E-Book Profile Museum Prabu Geusan Ulun. Sumedang: Yayasan Nazhir Wakaf Pangeran Sumedang.Mendayun, A. I. (2023), œKebutuhan Museum Prabu Geusan Ulun.Hasil Wawancara Pribadi: 3 April 2023, Museum Prabu Geusan Ulun.Mendayun, A. I. (2023), œKebutuhan Museum Prabu Geusan Ulun. Hasil Wawancara Pribadi: 7 Juni 2023, Museum Prabu Geusan Ulun.Mudawamah, N. S. (2021). Pengelolaan Koleksi di Museum Musik Indonesia sebagai Upaya Pelestarian Warisan Budaya. Fihris: Jurnal Ilmu Perpustakaan dan Informasi, 16(1), 1-20.  https://doi.org/10.14421/fhrs.2021.162.1-20Oetari, J., Ciptandi, F., & Rosandini, M. (2023). Analisis Visual Artefak Budaya Makuta Binokasih Sang Hyang Pake. Jurnal Rupa, 8(1), 6-7. https://doi.org/10.25124/rupa.v8i1.5592Prihatin, P., Sunarmi., & Soerwalan, S. (2024) Menglobalisasikan Bendawi Kriya Di Museum Prabu Geusan Ulun Di Sumedang, Jawa Barat. Gorga: Junal Seni Rupa, 13(1), 118-126. https://doi.org/10.24114/gr.v13i01.55528Sachari, A., & Sunarya, Y. Y. (2000). Tinjauan Desain. Penerbit Institut Teknologi Bandung. Tanpa Tahu
Exploration of motif patterns using the space-time-plane system and flat design stylization with La Galigo epic inspiration Muslikhani, Aghnia Fauzul; Rosandini, Morinta; Takao, Gina Shobiro
Gelar: Jurnal Seni Budaya Vol. 21 No. 2 (2023)
Publisher : Institut Seni Indonesia Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33153/glr.v21i2.5472

Abstract

The development of storytelling motifs is enhanced through the Space-Time-Plane (STP) system, a drawing technique that integrates Image Way and Grammar principles. This system adeptly represents spatial and temporal dimensions, facilitating the creation of illustrative storytelling. Its application extends to translating images into meaning and vice versa, showcasing its impact on the textile sector. Notably, it drives the evolution of non-repetitive motif compositions embodying story concepts presented with flat design styling. Despite its successes, applying the STP system to motif development poses challenges, particularly when incorporating motifs into product patterns, leading to story truncation. Conversely, the non-repetitive motif composition using the STP system ensures the entire narrative is encapsulated in a single image, preventing any intersection of motifs. Motif development with the STP system draws inspiration mainly from modern sources despite its closer connection to traditional Indonesian art, particularly heroic stories like the epic La Galigo. While developments inspired by heroic narratives, including La Galigo, exist, their visualization remains confined to single-image models. The primary aim of this research is to generate an inspirational motif rooted in Indonesian traditional art, specifically the La Galigo epic. This is achieved through the utilization of the STP system, flat design styling, and repetitive composition or repeated illustration models. Employing an exploratory method, the research culminates in a repetitive motif composition, providing an alternative resolution to the issue of truncated motifs in non-repetitive composition models. The study aspires to contribute significantly to research focused on enriching the application of the STP system in visualizing stories through the manipulation of textile motif compositions.
PENGEMBANGAN MOTIF DENGAN SISTEM RWD MELALUI PENGGAYAAN ILUSTRASI FLAT DESIGN DENGAN INSPIRASI DAMAR KURUNG Azzahira, Syarifah; Rosandini, Morinta; Viniani, Prafitra
eProceedings of Art & Design Vol. 10 No. 3 (2023): Juni 2023
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Seni  tradisi  di  Indonesia  lebih  dekat menggunakan  teknik menggambar sistem Ruang Waktu Datar (RWD) yang memanfaatkan cara gambar objek dan tata ungkapan sehingga objek yang disusun dapat menghasilkan ilustrasi yang bercerita. Di  sisi  lain, ditemukannya kesamaan  sitem RWD dan tren ilustrasi  flat design yaitu bentuk yang berkesan datar sehingga menjadi potensi penggabungan kedua teknis ilustrasi  dengan  menggunakan  inspirasi  seni  Damar  Kurung  yang  menggunakan sistem RWD. Tujuan penelitian ini adalah menciptakan motif yang lebih inovatif dari penggabungan  sistem RWD dengan penggayaan  ilustrasi  flat design. Penelitian  ini menggunakan metode  kualitatif  berupa  studi  literatur  buku  dan  jurnal,  observasi berupa  analisa  visual  untuk  memahami  karakteristik  teknik,  wawancara  kepada illustrator,  studi  brand,  dan  eksplorasi pengolahan  motif  dengan  memanfaatkan sistem RWD dan penggayaan flat design melalui inspirasi Damar Kurung. Hasil akhir dari  penelitian  ini  adalah  menciptakan  inovasi  motif  yang  diaplikasikan  dengan teknik  digital  printing  pada  lembaran  kain  dan  diterapkan  pada  busana  fashion wanita. Kata kunci: damar kurung, flat design, ilustrasi, sistem rwd
PENGEMBANGAN MOTIF ILUSTRASI BAHASA RUPA (RWD) DENGAN PENGGAYAN FLAT DESIGN MENGGUNAKAN INSPIRASI BATIK GENDONGAN LASEM POHON HAYAT DAN SATWA Farhani, Shafiradita; Rosandini, Morinta; Viniani, Prafitra
eProceedings of Art & Design Vol. 10 No. 3 (2023): Juni 2023
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Karya  seni  dalam  seni  tradisi  Indonesia menggunakan  ilustrasi  Bahasa  rupa Ruang  Waktu  Datar  (RWD),  ini merupakan  sebuah  cara  tata  ungkap  yang  dituangkan dalam sebuah  gambar dengan  cara  terdahulu,  seni  tradisi  Indonesia  juga berpengaruh terhadap  penggayaan  desain  yang  sedang  populer  saat  ini  yaitu  flat  design.  Adanya keterkaitan antara RWD dengan flat design, hal ini berpotensi digabungkan untuk inovasi motif, dalam upaya menciptakan suatu  teknik menggambar yang  lebih  inovatif dengan menggabungkan  tata  ungkap  sebuah  cerita  dari  salah  satu  seni  tradisi  Indonesia  yang menjadi  inspirasi  utamnya  yaitu  batik  gendongan  Lasem  Pohon  Hayat  dan  Satwa. Penelitian  ini menggunakan metode  penelitian  kualitatif  dengan  teknik  pengumpulan data berupa studi pustaka mencari buku dan jurnal terkait dengan penelitian, observasi mencari data dengan studi brand secara online, wawancara dengan ilustrator Diani Apsari mengenai penggayaan ilustrasi yang sedang tren saat ini, studi visual mengenai gambar RWD  dengan  flat  design,  serta melakukan  eksplorasi  pengembangan motif  kain  batik gendongan lasem pohon hayat dan satwa. Penelitian ini bertujuan menghasilkan inovasi motif dengan menggabungkan sistem RWD dan flat design dengan menggunakan inspirasi batik gendongan Lasem Pohon Hayat dan Satwa, serta mengaplikasikan hasil  lembaran kain pada produk fashion. Kata kunci: fashion, flat design, lasem, ruang waktu datar (rwd)
PENGOLAHAN MOTIF MENGGUNAKAN TEKNIK SYMMETRY PATTERN DENGAN INSPIRASI TENUN LAWO BUTU FLORES PADA PRODUK FASHION Djoehara, Amanda Raniaputri; Rosandini, Morinta; Viniani, Prafitra
eProceedings of Art & Design Vol. 10 No. 3 (2023): Juni 2023
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Repetisi merupakan salah satu teknik yang paling sering digunakan dalampembuatan motif. Symmetry pattern merupakan salah satu teknik pengolahan motifrepetisi yang memiliki dua jenis pengulangan atau repetisi yaitu linear dan planar. Selainitu, teknik ini terdiri dari empat operasi dasar yaitu rotation, reflection, translation danglide reflection. Di sisi lain Indonesia memiliki banyak ragam bentuk motif yang memilikiteknik yang serupa dalam pembuatan motifnya. Salah satunya adalah tenun Lawo Butuasal Flores yang memiliki kesamaan visual yaitu terdapat teknik repetisi simetri sederhanadan jenis pengulangan linear pada motif tenunnya. Penelitian ini memiliki tujuan untukmenghasilkan inovasi olah motif menggunakan teknik symmetry pattern dengan inspirasimotif tenun lawo butu yang kemudian diaplikasikan pada lembaran kain dan produkfashion. Penelitian ini dilakukan menggunakan metode kualitatif dengan metodepengumpulan data melalui studi pustaka, observasi, dan eksplorasi. Eksplorasi yangdilakukan termasuk eksplorasi stilasi, eksplorasi motif dan meta-motif serta eksplorasirepetisi linear. Hasil akhir dari penelitian ini yaitu inovasi motif menggunakan empatoperasi dasar simetri dengan jenis pengulangan linear dengan inspirasi motif lawo butu.Motif yang dihasilkan diaplikasikan pada lembaran kain dan busana ready to wearmenggunakan teknik digital printing dan beading.Kata Kunci: fashion, motif, simetri linear, symmetry pattern, tenun lawo butu
PERANCANGAN AKSESORIS FASHION DENGAN SISTEM MODULAR UNTUK UKM LORI YANG TERINSPIRASI DARI BATIK PAKSI NAGA LIMAN Gantini, Yayu Sri; Rosandini, Morinta; Febriani, Rima
eProceedings of Art & Design Vol. 10 No. 3 (2023): Juni 2023
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Eksplorasi motif terus mengalami perkembangan, sama halnya dengan salahsatu industri fashion di Indonesia yang sudah merespon adanya perkembangan eksplorasimotif yaitu UKM LORI. Saat ini, UKM LORI sedang membutuhkan pengembangan bentukmodular yang terinspirasi dari motif batik lokal. UKM LORI memproduksi aksesoris fashiondengan sistem modular dengan menggabungkan dari berbagai modul. Disisi lain terdapatpotensi pengembangan motif batik Paksi Naga Liman yang dapat diaplikasikan kedalambentuk aksesoris fashion dengan sistem modular. Metode penelitian ini adalah metodekualitatif yaitu pengumpulan data studi literatur, observasi produk di UKM LORI,wawancara dengan pemiliki dari UKM LORI, eksplorasi pengembangan motif batik PaksiNaga Liman dan pengaplikasian pada aksesoris fashion dengan sistem modular. Hasil akhirpenelitian ini adalah pengembangan desain modular dari motif batik Paksi Naga Limankedalam bentuk aksesoris fashion dengan sistem modular di UKM LORI denganmenggunakan material akrilik mirror gold.Kata Kunci: akrilik, batik, modular, motif, paksi naga liman
PERANCANGAN CRAFT KIT DENGAN MENGAPLIKASIKAN TEKNIK BATIK PADA MEDIA TEKSTIL UNTUK ANAK USIA DINI Dzannurazkia, Vathya; Rosandini, Morinta; Viniani, Prafitra
eProceedings of Art & Design Vol. 10 No. 3 (2023): Juni 2023
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Indonesia memiliki  kemampuan  literasi  sangat  rendah  dibandingkan  dengan negara  lain,  sehingga  negara  ini  berada  pada  posisi  10  negara  terbawah  di  dunia. Rendahnya kemampuan literasi disebabkan oleh salah satu literasi yang belum diterapkan dengan  baik,  yaitu  perceiving  and  drawing  yang  dapat  dikembangkan melalui  media belajar  craft  sejak  usia  dini.  Tujuan  penelitian  untuk  mengembangkan  media pembelajaran dalam upaya meningkatkan literasi perceiving and drawing melalui craft kit. Penelitian dikaji dengan metode penelitian  kualitatif dengan  teknik pengumpulan data melalui  studi  literatur  yang  berkaitan  dengan  teori  kebutuhan  penelitian.  Kemudian melakukan  observasi  pada  beberapa  brand  craft kit baik  secara  online maupun onsite. Berikutnya dilakukan wawancara dengan beberapa ahli dan terakhir melakukan eksplorasi dalam  beberapa  tahap.  Hasil  dari  penelitian  ini  adalah  sebuah  craft  kit  yang mengaplikasikan teknik batik malam dingin pada media tekstil untuk anak usia dini. Craft kit terdiri dari alat dan bahan seperti malam dingin, cat, bingkai dengan kain primisima, dan  alat  cetak  berbahan  kayu  dimana  seluruh  kit  telah  melewati  tahap  eksplorasi, prototyping, uji validasi, dan evaluasi produk. Maka dari itu, media pembelajaran berupa craft kit ini dapat menghasilkan teknik, material, dan visual yang baru.  Kata kunci: batik, craft kit, literasi, perceiving and drawing, malam dingin
PERANCANGAN CRAFT KIT STRUCTURE TECHNIQUE (TENUN) DENGAN BAHAN TEKSTIL SEBAGAI MEDIA AJAR ANAK USIA DINI Permatasari, Aprillia Indah; Rosandini, Morinta; Viniani, Prafitra
eProceedings of Art & Design Vol. 10 No. 3 (2023): Juni 2023
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sistem  pendidikan  literasi  di  Indonesia  berfokus pada membaca menulis  dan berhitung,  hal  ini  karena  salah  satu  aspek  literasi  dasar  yaitu  perceiving  and  drawing kurang diperhatikan. Kemampuan  literasi perceiving and drawing dapat dilatih melalui media belajar menggunakan craft dengan menstimulasi kemampuan motorik halus dan kognitif  anak.  Sehingga  adanya  peluang  pengembangan  media  ajar  berupa  craft  kit menggunakan  bahan  tekstil  melalui  structure  technique  jenis  teknik  tenun  (woven) dengan menerapkan  konten  lokal. Metode  penelitian menggunakan metode  kualitatif yaitu, melalui studi  literatur untuk mendapatkan data  – data terkait penelitian, melalui wawancara kepada narasumber terkait dengan penelitian yang menghasilkan data bahwa masih jarang produk yang menggunakan bahan tekstil, konten lokal dan kebutuhan media pembelajaran  selain  printable  dan  activity  book, melalui  observasi  dibeberapa  tempat untuk  mengetahui  perkembangan  produk  craft  kit,  serta  melalui  eksplorasi  untuk mendapatkan data mengenai material alat, bahan  tekstil dan visual yang tepat. Tujuan dari  penelitian  ini  adalah  mengembangkan  media  ajar  anak  berupa  craft  kit  melalui pemerkayaan  variasi  teknik,  material  dan  visual.  Hasil  dari  penelitian  ini  adalah menghasilkan produk  craft  kit dengan  structure  techniques  jenis  teknik  tenun  (woven) serta menerapkan konten lokal melalui yaitu pola anyaman polos (plain weave). Kata kunci: anak usia dini, craft kit, literasi, perceiving and drawing, structure technique
PENGEMBANGAN MOTIF BATIK BAKARAN UNTUK PRODUK KAIN PANJANG PADA UMKM BU SUTAR BATIK TULIS BAKARAN Arisanto, Kharisma Putri; Rosandini, Morinta; Takao, Gina Shobiro
eProceedings of Art & Design Vol. 11 No. 1 (2024): Februari 2024
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kabupaten Pati, Jawa Tengah memiliki sentra batik tulis yang berpusat di Desa Bakaran sehingga dikenal dengan istilah 8Batik Bakaran9. Ciri khas motifnya terletak padaisen-isen yang rumit, blebak dari peretakan malam, serta warna hitam kecoklatan. UMKM Bu Sutar Batik Tulis Bakaran merupakan perajin lokal yang memproduksi batik klasik menggunakan pola warisan leluhur sejak 1990. Sedangkan UMKM lain telah mengembangkan desain batik mereka atas dorongan dari pemerintah setempat yang berdampak pada eksistensi dan perluasan target pasar. Di sisi lain, tren 8Berkain9 yangmengajak masyarakat menggunakan lembaran kain khas Indonesia dalam berbusana meningkatkan permintaan produk kain panjang. Tujuan penelitian ini menciptakan karakteristik desain batik Bakaran UMKM Bu Sutar Batik Tulis Bakaran melalui pengembangan stilasi dan komposisi motif sehingga memiliki daya tarik lebih untuk diaplikasikan pada produk kain panjang. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif melalui studi literatur, observasi dan wawancara perajin lokal dan perangkat Desa Bakaran, serta eksplorasi pengolahan motif. Hasil akhir penelitian adalah inovasi pengembangan desain motif menggunakan bantuan metode SCAMPER pada penyusunan komposisinya dengan mempertimbangkan karakteristik yang sesuai dengan UMKM. Pengembangan motif kemudian diterapkan pada produk kain panjang menggunakan teknik batik tulis.Kata Kunci: Batik Bakaran, Batik Tulis, Pengolahan Motif
PENGEMBANGAN MOTIF BATIK TUBAN MELALUI TEKNIK HAND EMBROIDERY PADA KAIN TENUN GEDOG MENGGUNAKAN BENANG TUKEL DENGAN PEWARNA ALAM INDIGOFERA Samudra, Ayyala Syahla; Ciptandi, Fajar; Rosandini, Morinta
eProceedings of Art & Design Vol. 11 No. 1 (2024): Februari 2024
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Beragam jenis kekayaan tradisi di Indonesia salah satunya adalah tradisi wastranya yaitu kain tenun gedog yang berasal dari Kerek, Tuban. Kepopuleran kain tenun gedog secara umum tidak diketahui banyak orang dibandingkan dengan kain-kain tradisional dari daerah lain yang secara tidak langsung memengaruhi perkembangan kain tenun gedog (Emir dan Wattimena, 2018). Maka dari itu, inovasi sangat dibutuhkan untuk mengembangkan tenun ini agar konsumen terus dapat menggemari dan membeli kain tenun gedog sekaligus membangkitkan minat masyarakat Kerek dalam menenun (Emir dan Wattimena, 2018). Beberapa upaya yang sudah dilakukan diantaranya oleh Nazmi (2019) pada penelitian yang berjudul <Eksplorasi Teknik Sulam Menggunakan Benang Tukel Pada Kain Tenun Gedog= . Sebagai upaya menghasilkan kebaruan dan diferensiasi dari inovasiyang sudah ada, peneliti mengembangkan motif batik Tuban melalui teknik hand embroidery dengan benang tukel dengan nilai kebaruan berupa pencelupan benang tukel dengan pewarna alam indigofera. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan metode pengumpulan data yaitu studi literatur, wawancara, observasi, eksplorasi. Maka dari itu hasil akhir penelitian ini yaitu menghasilkan ragam inovasi produk dari kain tenun gedog supaya terus diminati oleh pasar tanpa meninggalkan nilai tradisi yang ada di dalamnya.Kata kunci: kain tenun gedog Tuban, hand embroidery, benang tukel, indigofera