Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN RESIKO JATUH PADA LANSIA DI BPPLU KOTA BENGKULU TAHUN 2017 Ramlis, Ravika
Journal of Nursing and Public Health Vol 6 No 1 (2018)
Publisher : UNIVED Press, Universitas Dehasen Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (118.011 KB) | DOI: 10.37676/jnph.v6i1.498

Abstract

The incidence of falls in the elderly group may cause injury to the soft tissues and fractures of the thigh or wrist and even result in death. In addition, the State also can cause a variety of health problems including: pain, physical discomfort, the limitations of mobilization, and the slow healing process so that it will have an impact towards kondisilansia, where they will experience the problem of addiction to perform daily activities.Research methods the research design used was descriptive analytic. The study tried to gather information on factor-related risk factors for falls in the elderly include factor intrinsic, extrinsic, and circumstantial. The sample in this study is the whole elderly in BPPLU city of Bengkulu , namely an amount of 60 people. The method of sampling in this research are the total sampling.The results showed that there is a relationship between the intrinsic risk factors for falls in the elderly in Bengkulu City Year 2017 BPPLU. There is a relationship between extrinsic factors with risk of falls in the elderly in Bengkulu City Year 2017 BPPLU. Researchers suggest to the BPPLU can be a cornerstone of the implementation of the programme of activities, coaching, guidance and counseling in an attempt to increase knowledge about the factors factors that are associated with the risk of falls in the elderly.
HUBUNGAN PENGETAHUAN SIKAP DAN PRAKTEK PERSONAL HYGIENE DENGAN KEJADIAN KEPUTIHAN REMAJA PUTRI DI SMA N 4 KOTA BENGKULU Samidah, Ida; Ramlis, Ravika
Journal of Nursing and Public Health Vol 4 No 2 (2016)
Publisher : UNIVED Press, Universitas Dehasen Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (139.641 KB) | DOI: 10.37676/jnph.v4i2.858

Abstract

World Health Organization (WHO) juga menyebutkan bahwa angka kejadian keputihan di Eropa hanya 25% saja sedangkan di Indonesia Lebih dari 70% wanita mengalami keputihan. Faktor-faktor yang dapat mempengaruhi keputihan antara lain dapat disebabkan oleh kurang baiknya pesonal hygiene, pengetahuan dan sikap yang kurang baik mengenai keputihan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan pengetahuan, sikap dan praktek personal hygiene dengan kejadian keputihan remaja putri di SMAN 4 Kota Bengkulu. Metode penelitian ini menggunakan desian deskriptif analitik, menggunakan desain cross-sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswi SMAN 4 Bengkulu pada yang berjumlah 499 orang dengan jumlah sampel 77 responden diambil dengan teknik random sampling. Pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan data primer dan skunder, dianalisis dengan univariat menggunakan tabel distribusi frekuensi dan bivariat menggunakan uji chi scuare. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Hampir dari sebagian responden (46,8%) mempunyai pengetahuan yang kurang tentang keputihan, sebagian dari responden (50,6%), mempunyai sikap yang unfavorabel terhadap keputihan, sebagian besar responden (57,1%), kurang baik dalam melakukan personal hygiene, sebagian besar responden (66,2%), mengalami keputihan. Ada hubungan antara pengetahuan, sikap dan personal hygiene dengan Kejadian Keputihan Remaja Putri di SMAN 4 Kota Bengkulu. Kepada pihak SMAN 4 Kota Bengkulu diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan kesehatan remaja tentang kesehatan reproduksi dengan mengadakan pendidikan kesehatan reproduksi yang dimasukan kedalam kurikulum pendidikan.
Hubungan Pengetahuan Ibu tentang Demam Typhoid dengan Pemberian Nutrisi dan Cairan pada Klien Demam Typhoid Usia 1-6 Tahun di Ruang Edelwis RSUD DR M. Yunus Bengkulu 2014 Ramlis, Ravika
Journal of Nursing and Public Health Vol 2 No 2 (2014)
Publisher : UNIVED Press, Universitas Dehasen Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1404.444 KB) | DOI: 10.37676/jnph.v2i2.859

Abstract

Penyakit demam typhoid yang biasa juga disebut typus atau types merupakan salah satu penyakit menular yang disebabkan bakteri salmonela typhi yang menyerang saluran percernaan. Penyakit ini mudah ditemukan dan selalu ada dimasyarakat (endemik) Indonesia, mulai dari usia balita, anak-anak dan dewasa. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui tingkat pengetahuan ibu tentang demam typhoid dengan pemberian nutrisi dan cairan pada klien demam typhoid usia 1-6 tahun di Ruang Edelweis RSUD M. Yunus Bengkulu.Tujuan penelitian ini adalah mengetahui hubungan pengetahuan ibu tentang demam typhoid dengan pemberian nutrisi dan cairan pada klien demam typhoid usia 1-6 tahun di ruang edelweis RSUD M.Yunus BengkuluTahun 2014.Metode penelitian yang di gunakan secara analitik dengan pendekatan cross sectional. Penelitian ini dilakukan di RSUD M. Yunus Bengkulu pada bulan Juni s.d Juli 2014. Populasi penelitian ini adalah seluruh ibu dengan anak usia 1-6 tahun yang menderita demam typhoid yang di rawat inap di RSUD M. Yunus Bengkulu dengan jumlah sampel sebanyak 40 orang dengan memberikan 10 kuesioner kepada ibu.Hasil penelitian ini menunjukkan dengan ρ < 0,05 artinya ada hubungan antara pengetahuan ibu tentang demam typhoid dengan pemberian nutrisi dan cairan pada klien demam typhoid usia 1-6 tahun di Ruang Edelweis RSUD M. Yunus Bengkulu.Disarankan kepada responden yang di pilih mempunyai pengetahuan yang baik tentang demam typhoid, memberikan nutrisi dan cairan yang baik serta menjadi responden atas kemauan sendiri.
HUBUNGAN BERAT BADAN DENGAN GAMBARAN CITRA TUBUH PADA SISWI SMAN 1 KOTA BENGKULU HERMIATI, DILFERA; RAMLIS, RAVIKA
Journal of Nursing and Public Health Vol 9 No 1 (2021)
Publisher : UNIVED Press, Universitas Dehasen Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pada masa ini, remaja mulai mengalami berbagai perubahan penting salah satunya adalah perubahan fisik. Perubahan fisik yang terjadi membuat remaja menjadi lebih memperhatikan dirinya dan melakukan penilaian tentang penampilan fisiknya. Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk melihat hubungan antara berat badan dengan gambaran citra tubuh pada siswi di SMAN 1 Kota Bengkulu.Teknik pengambilan sampel menggunakan metode total sampling dengan jumlah sampel 158 orang. Penelitian ini menggunakan desain penelitian cross sectional untuk melihat keterkaitan antara variable dependen dan independent. Hasil penelitian ini menunjukkan adanya hubungan yang significan antara berat badan dengan gambaran citra tubuh pada siswi di SMAN 1 Kota Bengkulu. Diharapkan dengan ditemukan hasil ini maka baik siswi yang memiliki berat badan tidak ideal harus tetap memiliki gambaran citra yang positif sehingga akan lebih menghargai diri sendiri dan percaya terhadap diri sendiri walaupun memilili keterbatasan namun harus menonjolkan.
Clinical Instructor Training Using One Minute Preceptor (OMP) Guidance Method In Rsud Argamakmur North Bengkulu Pebriani, Emi; Yuniarti, Pipi; Ramlis, Ravika
Student Scientific Journal Vol 2 No 2 (2024): Juli
Publisher : Universitas Dehasen Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37676/ssj.v2i2.6693

Abstract

The competence of professional nurses is measured through competency tests organized by the Ministry of Research, Technology and Higher Education (Kemenristek Dikti, 2015). But until now, there are still many problems encountered in nurse human resources in achieving competency test graduation well. Clinical learning determines the quality of nursing students' learning outcomes. Thus, preceptors can be said to be the embodiment of the implementation of the nursing education curriculum provided by clinical supervisors and can be a provision for students to apply knowledge based on their competencies. The lack of interaction time between preceptors and students can be caused by the workload of preceptors. Seeing the limitations and duties of preceptors, a clinical guidance method is needed that can overcome these problems. The One Minute Preceptor (OMP) guidance method is an effective guidance method that can be used in limited time (Fagundes et al., 2020). This clinical guidance method is a method that is not too complicated and is considered right on target to overcome the problem of limited time owned by preceptors (Seki et al., 2016). So it is necessary to organize a better learning system. This study aims to improve the ability of preceptors to educate students in providing safe nursing care. The type of research is quantitative with a pre-post test quasi experiment design. The sample in this study consisted of 37 preceptors. Academic Preceptor 11 people, Clinical Preceptor 26 people. Sampling with total sampling. The results showed that most of the preceptors were female, aged late adulthood (36-45 years), most had a Ners education and had been preceptors for 1-5 years. The mean post test scores of knowledge, attitudes, skills and cumulative preceptors were higher than the pre-test scores. This study shows that clinical instructors need to be equipped with understanding and skills in their implementation in guiding students. It is expected that preceptors can apply the One Minute Preceptor (OMP) guidance method in nursing practice
Pijat Bayi Untuk Meningkatkan Nafsu Makan, Kualitas Tidur Dan Daya Tahan Tubuh Di Era Pandemi Di Desa Seberang Belitar Kabupaten Rejang Lebong Tahun 2021. Rahmawati, Diyah Tepi; Syafrie, Ice Razkiyah; Umami, Desi Aulia; Ramlis, Ravika; Jumita, Jumita
Jurnal PADAMU NEGERI (Pengabdian pada Masyarakat Bidang Eksakta) Vol. 2 No. 2 (2021)
Publisher : Perkumpulan Dosen Muda (PDM) Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1771.52 KB) | DOI: 10.37638/padamunegeri.v2i2.458

Abstract

Pijat merupakan terapi sentuh tertua dan terpopuler yang dikenal manusia. Pijat telah lama dilakukan hampir di seluruh dunia termasuk di Indonesia dan diwariskan secara turun temurun. Pijat tersebut bertujuan untuk menghilangkan rasa sakit dan mengembalikan tubuh menjadi segar bugar kembali. Pijat dapat diterapkan di semua kalangan umur mulai dari bayi hingga dewasa. Sentuhan pijat bayi dan sentuhan kasih sayang yang dimulai pada usia dini dapat meningkatkan kulitas hidup anak dan orang tua. Sehingga pijat bayi merupakan cara yang paling baik dalam meningkatkan kedekatan hubungan emosional  orang tua dan bayi (Bounding), daya tahan tubuh, membantu mengatasi kembung dan menjadi sarana yang efektif untuk berkomunikasi serta memahami tentang kebutuhan bayi. Disamping itu therapy SPA (Solus per Aquos) merupakan salah satu tekhnik untuk menstimulasi perkembangan motorik dan sensorik bagi bayi karena berada di suatu media Hydro sehingga massa bayi menjadi ringan dengan demikian bayi akan bebas bergerak, seperti waktu dalam kandungan berada dalam cairan amnion.Kata Kunci :  Imunitas, Pijat Bayi, Relaksasi,  Therapy SPA
Implementasi Fungsi Organisasi Melalui Kegiatan Pemetaan Kawasan Rawan Dan Rentan Narkoba Di Kota Bengkulu Marlianto, Nuche; RS, Danur Azissah; Pebriani, Emi; Ramlis, Ravika; Hermiati, Dilfera
Jurnal Dehasen Untuk Negeri Vol 3 No 2 (2024): Juli
Publisher : Universitas Dehasen Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37676/jdun.v3i2.6526

Abstract

Narcotics and psychotropic substances are drugs, materials that are useful in the field of health care, but on the other hand can cause dependence which is very detrimental if used without strict supervision. Narcotic substances were originally indicated for medicinal purposes, but with the development of science and technology, types of narcotics can be misused. Drug abuse has become a serious problem in various countries, both in developed countries and in Indonesia. To deal with the problem of narcotics, the activity "Implementation of Organizational Functions Through Mapping Activities of Drug Prone and Vulnerable Areas in Urban Children and Youth in 2024 at the Kandang Village Office, Kampung Melayu District, Bengkulu City" was carried out. The purpose of this activity is to realize a clean city from drugs. In the community service activities that have been carried out, it is considered very important. The results achieved in the formation of Volunteers, Intelligence in the Working Area of Kelurahan Kandang, Kampung Melayu Subdistrict, Bengkulu City, whose members consist of local people, both youth and youth organizations as well as community leaders who are chosen and trusted by the community. They will help socialize and control community activities, including monitoring and controlling those suspected of being involved in consuming or distributing drugs. Assistance to the cadres has been provided in health services and counseling activities, not only related to drugs but also other health issues, through technical guidance from BNN Bengkulu City.
ANALISIS PERTUMBUHAN DAN PERKEMBANGAN ANAK USIA PRASEKOLAH DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS SAWAH LEBAR APRIANTI, DELTA; RAMLIS, RAVIKA
Journal of Nursing and Public Health Vol 12 No 2 (2024)
Publisher : UNIVED Press, Universitas Dehasen Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pemantauan pertumbuhan anak merupakan alat untuk mengetahui status gizi anak balita. Salah satu status gizi balita yang mudah diketahui masyarakat yaitu dengan adanya garis merah di Kartu menuju Sehat (KMS) Balita. Masalah pertumbuhan balita akan bertambah lebih komplek, jika tidak dilakukan penanganan dengan cepat. Peranan dari keluarga khususnya para ibu harus memilki kesadaran dan memperhatikan hal-hal yang perlu dilakukan dengan pemberian asupan gizi pada anak dan mengikuti program pemerintah pemberian vitamin dan imunisasi dengan melakukan kunjungan di posyandu, untuk melakukan pemeriksaan sesuai dengan panduan KIA. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui Analisis Pertumbuhan dan Perkembangan Anak Usia Prasekolahh di Wilayah Kerja Puskesmas Sawah Lebar. Desain penelitian yang digunakan yaitu penelitan deskriptif dengan pendekatan cross-sectional. Populasi dalam penelitian ini sebanyak 338 responden. Besar sampel penelitian ini sebanyak 138 responden. Cara pengambilan sampel penelitian ini menggunakan probability sampling dengan teknik simple random sampling. Alat pengumpulan data yang digunakan Kuesioner Pra Skrining Perkembangan (KPSP). Analisis data deskriptif. Hasil penelitian menunjukan mayoritas perkembangan anak yaitu kategori sesuai 148 responden (80,9%), meragukan 32 responden (17,5%), dan penyimpangan 3 responden (1,6%). Kemudian hasil penelitian pertumbuhan mayoritas anak kategori normal yaitu 176 responden (96,2%), kurus 3 responden (1,6), dan gemuk 4 responden (2,2%). Penelitian ini menunjukan sebagian besar responden memiliki perkembangan yang sesuai dan pertumbuhan yang normal. Gambaran tumbuh kembang anak usia prasekolah mayoritas dalam kategori sesuai dan normal. Kepada orang tua diharapkan dapat memperhatikan tumbuh kembang anak untuk mencegah keterlambatan tumbuh kembang anak.
PENGARUH ROLE CONFLICT TERHADAP KEPUASAN KERJA DAN TINGKAT STRES PERAWAT PELAKSANA DI RUMAH SAKIT BHAYANGKARA KOTA BENGKULU RAMLIS, RAVIKA; PEBRIANI, EMI; HERMIATI, DILFERA; MARLIANTO, NUCHE
Journal of Nursing and Public Health Vol 13 No 1 (2025)
Publisher : UNIVED Press, Universitas Dehasen Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Konflik adalah sebuah proses interaksi yang dihasilkan karena adanya ketidakcocokan, ketidaksetujuan dan ketidaksesuaian antara dua pihak atau lebih (Fernando, 2017). Setiap individu di dalam organisasi merupakan penyebab timbulnya konflik, baik dilakukan secara sadar maupun tidak (Bassere et al, 2017). Pada perawat potensi terjadinya konflik cukup besar karena perawat merupakan SDM dengan jumlah banyak dan memberikan pelayanan selama 24 jam kepada klien. Konflik yang terjadi antar perawat Australia dilaporkan sebanyak 38%, Amerika 32% dan di Korea sebanyak 23% (Hidaya, 2017). Di Indonesia menurut Noviasari (2018), setiap rumah sakit memiliki laporan konflik yang terjadi antar perawat, rata-rata sekitar 15% perawat yang ada di rumah sakit mengalami konflik setiap tahunnya. Perawat sangat rentan terhadap stress pekerjaan, khususnya pada peran mereka. penyebab stres tersebut sering menjadi alasan mengapa perawat seringkali merasa kelebihan beban kerja, ataupun merasa kurang dihargai. Metode: Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif. Populasi pada penelitian ini adalah 30 orang perawat di ruang rawat inap. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik total sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner stres kerja dalam bentuk google form. Analisa data menggunakan analisa chi-square untuk menguji hubungan stres kerja dan kepuasan kerja. Data diolah secara analisis univariat dan bivariat Hasil dan Pembahasan: Hasil penelitian menunjukkan dari 30 responden terdapat 20 orang (66,6 %) yang mengalami stres kerja dalam kategori sedang dan dan kepuasan kerja perawat dalam kategori cukup sebanyak 16 orang (53,33%). Dari hasil uji statistik didapatkan bahwa Nilai sig < 0.05, yaitu sebesar 0.00 yang berarti bahwa terdapat pengaruh role conflict terhadap kepuasan kerja perawat. Kesimpulan: Disarankan kepada pihak rumah sakit harus lebih memperhatikan apa penyebab stres perawat dan konflik peran.
Relationship Between Tooth Brushing Behaviour And Cariogenic Food Consumption Habits With Dental Caries Incidence Dental Caries In SD Negeri 50 Bengkulu City Year 2024 Kurniamy, Cimiendy Selli; Ramlis, Ravika; Rustandi, Handi
Student Scientific Journal Vol 3 No 2 (2025): Juli
Publisher : Universitas Dehasen Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37676/ssj.v3i2.8334

Abstract

The World Health Organization (2022) estimates that oral diseases affect nearly 3.5 billion people worldwide. Globally, an estimated 2 billion people suffer from permanent dental caries and 514 million children suffer from primary dental caries. Untreated dental caries (tooth decay) in permanent teeth is the most common health condition according to the Global Burden of Disease. The purpose of this study was to determine the relationship between tooth brushing behavior and cariogenic food consumption habits with the incidence of dental caries at SD Negeri 50, Bengkulu City in 2024. The research method used was descriptive quantitative research with a cross-sectional approach. The sampling technique used simple random sampling technique with a sample size of 69 people representing all students at SD Negeri 50, Bengkulu City. The results of the univariate test analysis showed that most respondents (53.6%) had sufficient tooth brushing behavior, most respondents (55.1%) had moderate cariogenic food consumption habits, and most respondents (66.7%) did not have dental caries. The results of the bivariate analysis obtained the results of tooth brushing behavior (0.000) and cariogenic food consumption habits (0.000) with the incidence of dental caries. There is a relationship between tooth brushing behavior and cariogenic food consumption with the incidence of dental caries at SD Negeri 50, Bengkulu City in 2024. The researcher suggests that for SD Negeri 50, Bengkulu City, the results of this study can be the basis for implementing guidance, coaching, and counseling programs on dental caries.