Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

Pertanggung Jawaban Hukum Administrasi Dalam Melakukan Pertolongan Persalinan Di Luar Fasilitas Pelayanan Kesehatan Dihubungkan Dengan Permenkes No 97 Tahun 2014 Ayudiah, Febra; Rahmawati, Diyah Tepi; Syafrie, Ice Rakzah; Lorenza, Dinda; Selvia, Chica
SENGKUNI Journal (Social Science and Humanities Studies) Vol. 4 No. 2 (2023)
Publisher : Perkumpulan Dosen Muda (PDM) Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37638/sengkuni.4.2.383-400

Abstract

Didalam Peraturan Menteri Kesehatan Pertanggung jawaban hukum administrasi dalam melakukan pertolongan persalinan diluar fasilitas Kesehatan tersebut menjelaskan tidak berarti adanya larangan bagi bidan atau tenaga kesehatan lainnya untuk membantu persalinan di luar fasilitas kesehatan. Bidan Justru dapat membantu persalinan di luar fasilitas kesehatan yang sulit di jangkau oleh warga. Dalam Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia nomor 28 tahun 2017 Tentang Izin Penyelenggaraan Praktik Bidan Pasal 46 ayat 5 Sanksi administatif meliputi : 1) Teguran lisan, 2) Teguran tertulis, 3) Pencabutan SIPB untuk sementara paling lama 1 (satu) tahun, atau, 4) Pencabutan SIPB selamanya. Berkaitan dengan hal itu, sanksi administratif dimaksudkan agar bidan senantiasa bertindak secara professional dan sesuai dengan prosedur yang berlaku. Berdasarkan latar belakang diatas maka penulis tertarik untuk meneliti Pertanggung Jawaban Hukum Administrasi Dalam Melakukan Pertolongan Persalinan Di Luar Fasilitas Pelayanan Kesehatan Dihubungkan Dengan Permenkes No 97 Tahun 2014, Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah Bagaimana Pertanggung Jawaban Hukum Administrasi Dalam Melakukan Persalinan Di Luar Fasilitas Pelayanan Kesehatan Dihubungkan Dengan Permenkes No. 97 Tahun 2014 dan Bagaimana Pengawasan Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Bagi Bidan Yang Melakukan Pertolongan Persalinan Di Luar Fasilitas Pelayanan Kesehatan, Dalam penelitian ini penulis menggunakan jenis penelitian yuridis normatif atau penelitian hukum normatif, Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini yaitu  Studi kepustakaan (library reasearch). Kesimpulan yang didapat dalam penelitian ini adalah 1. Pertanggung Jawaban hukum administrasi bidan yang melakukan pertolongan persalinan di luar fasilitas pelayanan kesehatan dihubungkan dengan Permenkes No. 97 Tahun 2014. Dalam Peraturan Pasal 14 tersebut, persalinan harus dilakukan di fasilitas pelayanan kesehatan, tetapi bidan dapat melakukan pertolongan diluar fasilitas pelayanan kesehatan jika fasilitas pelayanan kesehatan sulit dijangkau oleh masyarakat, akan tetapi apabila bidan tidak  menjalankan sesuai ketentuan penyelenggaraan praktik bidan, berarti tidak hanya melanggar kode etik tetapi juga dapat dikenai sanksi administratif, dengan demikian berlaku sanksi adminitratif, berupa teguran lisan, teguran tertulis, pencabutan SIPB untuk sementara paling lama 1 (satu tahun), atau pencabutan SIPB selamanya. Pengawasan dan pembinaan Ikatan Bidan Indonesia bagi bidan dengan cara melakukan pertemuan dengan para pengurus cabang, ketua ranting. Pada kenyataannya, walaupun dilapangan pengawasan sudah dijalankan tetapi belum maksimal karena, terdapat beberapa kendala seperti keterbatasan waktu dan SDM pengurus Ikatan Bidan Indonesia baik pusat maupun cabang atau ranting.Kata Kunci : Pertanggungjawaban, Hukum Administrasi, Persalinan 
Gerakan Mandiri Senam Hamil Untuk Kebugaran dan Daya Tahan Tubuh pada Ibu Hamil di Era Pandemi Covid-19 Rahmawati, Diyah Tepi; Syafrie, Ice Rakizah; Iswari, Indra; Kadarsih, Mitra; Ekaguspita, Dwi
Jurnal PADAMU NEGERI (Pengabdian pada Masyarakat Bidang Eksakta) Vol. 2 No. 1 (2021)
Publisher : Perkumpulan Dosen Muda (PDM) Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2035.127 KB) | DOI: 10.37638/padamunegeri.v2i1.525

Abstract

Sebagian besar kasus COVID-19 yang ditemukan pada wanita hamil adalah tergolong kasus ringan, adanya transmisi vertikal yang rendah dibuktikan dari hasil tes sampel ibu dan bayi, minimnya kasus spontaneous abortus, kelahiran bayi prematur, kematian bayi, serta gangguan perkembangan. ASI dari ibu hamil positif COVID-19 juga cukup aman diberikan pada bayi dikarenakan kasus positif asam nukleat SARS-CoV-2 sangat minim ditemukan. Senam  hamil  dapat  diambil  manfaatnya untuk    perawatan    tubuh    serta    mengurangi timbulnya  berbagai  gangguan  akibat  perubahan postur  tubuh.  Latihan  senam  hamil  tidak  dapat dikatakan  sempurna  bila  pelaksanaannya  tidak disusun  secara  teratur  dan  intensif  (Rahmawati, Rosyidah&  Marharani,2016) Tujuan dan manfaat senam hamil adalah: Menjaga kondisi otototot dan persendian., Pendahuluan Perubahan fisiologis yang terjadi selama kehamilan, mempunyai dampak yang bersifat patologis bagi wanita hamil. Tim pengabdian masyarakat dari FIKes Unived mengadakan kegiatan pemberdayaan masyarakat berupa kegiatan tentang, pengaruh pemberian senam hamil terhadap tingkat kecemasan dan kualitas tidur pada ibu hamil di Praktik Mandiri Bidan Zaihana Muharamah priyono, S.S.T. Metode yang digunakan dalam pengabdian kali ini adalah demonstrasi dan mengajarkan praktik langsung Gerakan-gerakan senam hamil dengan tetap mematuhi protocol Kesehatan. Dengan diadakan nya kegiatan pelatihan ” Gerakan Mandiri Senam Hamil Untuk Kebugaran dan Daya Tahan Tubuh pada Ibu Hamil di Era Pandemi Covid-19 diharapkan mampu meningkatkan kesehatan, kebugaran, dan daya tahan tubuh ibu dan janin sehingga tercapainya kehamilan dan persalinan yang nyaman dan aman di tengah-tengah wabah covid-19.  Kata Kunci :  Ibu Hamil, Senam Hamil, Pandemi Covid-19, Daya Tahan Tubuh
Pijat Bayi Untuk Meningkatkan Nafsu Makan, Kualitas Tidur Dan Daya Tahan Tubuh Di Era Pandemi Di Desa Seberang Belitar Kabupaten Rejang Lebong Tahun 2021. Rahmawati, Diyah Tepi; Syafrie, Ice Razkiyah; Umami, Desi Aulia; Ramlis, Ravika; Jumita, Jumita
Jurnal PADAMU NEGERI (Pengabdian pada Masyarakat Bidang Eksakta) Vol. 2 No. 2 (2021)
Publisher : Perkumpulan Dosen Muda (PDM) Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1771.52 KB) | DOI: 10.37638/padamunegeri.v2i2.458

Abstract

Pijat merupakan terapi sentuh tertua dan terpopuler yang dikenal manusia. Pijat telah lama dilakukan hampir di seluruh dunia termasuk di Indonesia dan diwariskan secara turun temurun. Pijat tersebut bertujuan untuk menghilangkan rasa sakit dan mengembalikan tubuh menjadi segar bugar kembali. Pijat dapat diterapkan di semua kalangan umur mulai dari bayi hingga dewasa. Sentuhan pijat bayi dan sentuhan kasih sayang yang dimulai pada usia dini dapat meningkatkan kulitas hidup anak dan orang tua. Sehingga pijat bayi merupakan cara yang paling baik dalam meningkatkan kedekatan hubungan emosional  orang tua dan bayi (Bounding), daya tahan tubuh, membantu mengatasi kembung dan menjadi sarana yang efektif untuk berkomunikasi serta memahami tentang kebutuhan bayi. Disamping itu therapy SPA (Solus per Aquos) merupakan salah satu tekhnik untuk menstimulasi perkembangan motorik dan sensorik bagi bayi karena berada di suatu media Hydro sehingga massa bayi menjadi ringan dengan demikian bayi akan bebas bergerak, seperti waktu dalam kandungan berada dalam cairan amnion.Kata Kunci :  Imunitas, Pijat Bayi, Relaksasi,  Therapy SPA
Pendampingan Pasien Kanker Sistem Reproduksi Wanita Melalui Therapi Akupressure Sebagai Upaya Mengurangi Efek Kemotherapi Di Rumah Singgah Kanker Baiti Jannati Bengkulu Metasari, Des; Rahmawati, Diyah Tepi; Sianipar, Berlian Kando; Diniarti, Fiya
Jurnal Dehasen Untuk Negeri Vol 3 No 2 (2024): Juli
Publisher : Universitas Dehasen Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37676/jdun.v3i2.6039

Abstract

Cancer of the reproductive system is the most common type of cancer suffered with the highest order of breast cancer after cervical cancer. Kemotherapi is one of the therapies undertaken by cancer patients including patients with reproductive system cancers including breast cancer and mammal cancer, this motherfire uses chemicals that can cause side effects in patients including headaches (myalgia), nausea and vomiting, alopecia etc. Acupressure is one type / way of health care that is done through pressing techniques on the surface of the body on acupuncture points using fingers, or other body parts, or blunt-tipped aids with health purposes. The acupressure method prioritizes promotive and preventive., Acupressure can also reduce pain in cancer patients as a result of motherhood, besides that it can also reduce nausea and vomiting. The purpose of this service is to find out that acupressure carried out on cervical cancer patients and breast cancer who undergo mothership can reduce side effects due to motherhood that is adopted. The method of this study was to acupressure patients who treated motherfire at the Biati Jannati halfway house as much as 15 pasein, The results of this study showed that there was a decrease in maternal side effects after acupressure for 1 month with decreased side effects in the form of pain, nausea and vomiting
The role of soybeans on hemoglobin levels in pregnant women Tangerang City in 2022 Afrilia, Eka Mardiana; Musa, Siti Mardhatillah; Wahidin; Lestari, Murni; Rahmawati, Diyah Tepi
MEDIA ILMU KESEHATAN Vol 13 No 2 (2024): Media Ilmu Kesehatan
Publisher : Universitas Jenderal Achmad Yani Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30989/mik.v13i1.1266

Abstract

Background: Anemia in pregnancy is a condition affecting around 70% of pregnant women in Indonesia due to factors such as iron deficiency, vitamin B12 deficiency, and vitamin C deficiency. Soybeans can be an alternative food to prevent anemia in pregnant women, as they are a vital source of health.Objective: To determine the benefits and effects of consuming processed soybean foods on hemoglobin levels in mothers during pregnancy.Method: The study utilized a quasi pre-experimental approach with a pretest-posttest approach to analyze data from 25 pregnant women at Azzahra 2 Clinic Tangerang from July to August in 2022.Results:The results showed that after consuming processed soybean food, pregnant women's hemoglobin levels increased from 10 g/dl to 10.5 g/dl. The effect of giving processed soybean food on hemoglobin in pregnant women at Az-Zahra Clinic 2 Tangerang City was significant (p-value= 0.000 < 0.05).Conclusion: The study concluded that there is a relationship between the provision of processed soybeans and increasing hemoglobin levels in pregnant women. Pregnant women can consume processed soy foods as an alternative to traditional diets.
The role of soybeans on hemoglobin levels in pregnant women Tangerang City in 2022 Afrilia, Eka Mardiana; Musa, Siti Mardhatillah; Wahidin; Lestari, Murni; Rahmawati, Diyah Tepi
MEDIA ILMU KESEHATAN Vol 13 No 2 (2024): Media Ilmu Kesehatan
Publisher : Universitas Jenderal Achmad Yani Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30989/mik.v13i1.1266

Abstract

Background: Anemia in pregnancy is a condition affecting around 70% of pregnant women in Indonesia due to factors such as iron deficiency, vitamin B12 deficiency, and vitamin C deficiency. Soybeans can be an alternative food to prevent anemia in pregnant women, as they are a vital source of health.Objective: To determine the benefits and effects of consuming processed soybean foods on hemoglobin levels in mothers during pregnancy.Method: The study utilized a quasi pre-experimental approach with a pretest-posttest approach to analyze data from 25 pregnant women at Azzahra 2 Clinic Tangerang from July to August in 2022.Results:The results showed that after consuming processed soybean food, pregnant women's hemoglobin levels increased from 10 g/dl to 10.5 g/dl. The effect of giving processed soybean food on hemoglobin in pregnant women at Az-Zahra Clinic 2 Tangerang City was significant (p-value= 0.000 < 0.05).Conclusion: The study concluded that there is a relationship between the provision of processed soybeans and increasing hemoglobin levels in pregnant women. Pregnant women can consume processed soy foods as an alternative to traditional diets.
Faktor - Faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian Diare Dalam Pemberian Mpasi Bayi 6-12 Bulan Di Puskemas Sawah Lebar Tahun 2024 Koryani, Ikke Agustin; Rahmawati, Diyah Tepi; Putri, Yesi
Jurnal Multidisiplin Dehasen (MUDE) Vol 4 No 1 (2025): Januari
Publisher : Universitas Dehasen Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37676/mude.v4i1.7449

Abstract

Data from UNICEF (2020), explains that every year the death rate among children reaches 91,000 with the main cause being preventable infections. One of these infectious diseases is diarrhea or in the medical world it is called gastroenteritis. The aim of the research is to determine the factors associated with the incidence of diarrhea in giving MPASI to babies 6-12 months at the Sawah Lebar Community Health Center in 2024. The method used in this research uses analytical research with a cross sectional design. The population of this study included 375 babies in the working area of ​​the Sawah Lebar Community Health Center. The sampling technique used the Accidental Sampling technique based on inclusion criteria. The sample used was 79 people. The bivariate test results show that the variable maternal knowledge with the incidence of diarrhea obtained a chi-square p-value of 0.001, the history of exclusive breastfeeding with the incidence of diarrhea obtained a chi-square p-value of 0.001, the method of giving MPASI and the incidence of diarrhea obtained a chi-square p-value. value is 0.001, so it can be concluded that there is a relationship between mother's knowledge, history of exclusive breastfeeding and how to give MPASI with the incidence of diarrhea in giving MPASI to babies 6-12 months at the Sawah Lebar Community Health Center in 2024. It is recommended that the community health center provide information about the importance of knowledge about diarrhea and providing breast milk. Exclusively, always wash your hands with soap so that your baby doesn't experience diarrhea.
Kuliah Kerja Nyata Tematik Periode Ke 1 Tahun 2025 Desa/Kelurahan Pematang Gubernur Kecamatan Muara Bangkahulu Kota Bengkulu Pebriani, Emi; Qurratul A’yuni; Hasanah, Fikrah Mardatillah; Diokissti; Annisa Yulianti; Helta Nurwahyuni; Rahmawati, Diyah Tepi; Tuti Rohani; Danur Azissah
Jurnal Pengabdian Mitra Persada Vol. 1 No. 2 (2025): April
Publisher : Utami Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70963/jpmp.v1i2.177

Abstract

This community service activity aims to conduct socialisation and counselling in efforts to prevent hypertension in RT.07 Pematang Governor Village, Muara Bangkahulu District. In this era there is a change in disease patterns. This is characterised by the increasing number of non-communicable diseases. Until now, hypertension is still one of the non-communicable diseases that is often known as the silent killer because in addition to its sudden appearance, this disease is also one of the diseases causing serious problems (Shaumi & Achmad, 2019). Based on the results of the most disease data at the Muara Bangkahulu Health Centre in 2024, hypertension is ranked second among the most common diseases suffered by the community with an estimated 1,452 people. The implementation of activities in collaboration with RT officials and the Muara Bangkahulu Puskesmas was carried out using socialisation and counseling methods.
Pemberdayaan Masyarakat Dalam Pencegahan Penyakit Ispa Rt 07 Desa/Kelurahan Pematang Gubernur Kecamatan Muara Bangkahulu Kota Bengkulu Marlianto, Nuche; Rameko, Elwindri; Anelva, Tamara; Nanda, Fitra Nuria; Yuliana, Anita; Hafiz, Ahmad; Rahmawati, Diyah Tepi; Rohani, Tuti; Azissah, Danur
Jurnal Dehasen Mengabdi Vol 4 No 1 (2025): Maret-Agustus
Publisher : Universitas Dehasen Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37676/jdm.v4i1.8098

Abstract

ARI is still a major health problem in Indonesia. According to data from the Muara Bangkahulu Community Health Centre in 2024, ARI is the most common problem in Pematang Gubernur Village. The purpose of health counselling in RT 07 Pematang Gubernur Village, Muara Bangkahulu Sub-district is to increase public awareness about the dangers of ARI and the importance of Clean and Healthy Living Behaviour (PHBS). The methods used include interactive lectures and leaflet distribution. Evaluation was conducted after the material was given to measure participants' understanding. In conclusion, this counselling was effective in increasing community knowledge about ARI and PHBS. It is hoped that this improved knowledge can encourage behavioural changes in the community.
Gerakan Sadari Dan Sadanis Sebagai Upaya Pencegahan Kanker Payudara Untuk Meningkatkan Kesehatan Reproduksi Wanita Metasari, Des; Rahmawati, Diyah Tepi; Syafrie, Ice Rakizah
Jurnal Dehasen Untuk Negeri Vol 4 No 2 (2025): Juli
Publisher : LPPJPHKI Universitas Dehasen Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37676/jdun.v4i2.8151

Abstract

Deaths from cervical cancer occur in low and middle income countries such as Indonesia, GLOBOCAN (2019) states that breast cancer ranks second in Indonesia as a cause of death from cancer. Public awareness to carry out early detection efforts for cancer results in many cancer patients who do not know about it and only use health services at a late stage, as a result of which maximum treatment cannot be carried out. Prevention of death can be overcome by increasing public knowledge and early detection efforts through breast self-examination (SADARI) and clinical breast examination (SADANIS)The purpose of this activity is to increase WUS knowledge and teach SADARI and SADANIS examinations.This activity was carried out from May to July 2024 in Bengkulu City on 50 WUS, by providing education about cancer to mobilizing the community to carry out SADARI independently and facilitating SADANIS activities in health service facilities that are referrals for WUS health insurance.The result is 80% of their knowledge increased, 100% were able to demonstrate SADARI according to SOP, 78% performed SADANIS in local health services with the result that no one was at risk of breast cancer. Providing education and simulation of SADARI and SADANIS activities effectively mobilizes the community to make efforts for early detection of breast cancer. The role of health workers in disseminating health information and simulations with the community directly can improve optimal health levels.