Claim Missing Document
Check
Articles

Found 35 Documents
Search

Smoking Behavior, Social Support, and Cessation Motivation in Smoking Among Health Sciences’ Students Nur Melizza; Anggraini Dwi Kurnia; Nur Lailatul Masruroh; Indrasari Dwi Yulianti
Jurnal Keperawatan Vol. 11 No. 2 (2020): Juli
Publisher : University of Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (333.331 KB) | DOI: 10.22219/jk.v11i2.12654

Abstract

ABSTRACT Introduction: Many students have been accustomed to smoking, including those majoring at health sciences. Theoretically, they are supposed to be the ones who are actively aware of some possible health damages caused by smoking habit. Thus, people around them play an essential role in taking control of someone’s pattern through social support, especially over those who are highly motivated to quit smoking. Objective: This study aimed to identify smoking behavior, social support, and cessation motivation in smoking among health sciences’ students. Methods: This research was categorized as observational-descriptive one, with the use of accidental sampling technique to recruit as many as 63 students of faculty of health sciences who were defined as active smokers. The data, furthermore, were collected by means of a questionnaire. At last, a statistical-descriptive analysis was used to evaluate the data. Result: The result was most of the involved respondents were shown to have a moderate trend of smoking (65%). On the other hand, the majority of the respondents had been supported through some types of social support with relatively high percentage, to name appraisal support (indicating 71%), tangible support (indicating 87%), self-esteem support (indicating 97%), and belonging support (indicating 92%). Moreover, most of the respondents were equipped by the high level of quittance motivation from smoking, signifying 71%.  Discussion: This research had indicated that the level of smoking habit perceived by the respondents was moderate. In short, appraisal support was defined as high, tangible support low, self-esteem support high, and belonging support high. In addition, some of the respondents had demonstrated a high level of quittance motivation from smoking
HUBUNGAN KUALITAS TIDUR DENGAN TEKANAN DARAH PADA PASIEN HIPERTENSI DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS CIPTOMULYO Anggraini Dwi Kurnia; Nur Melizza; Nurul Hikmah; Nur Lailatul Masruroh; Cici Indah Setyowati; Yoyok Bekti Prasetyo
CHMK NURSING SCIENTIFIC JOURNAL Vol 4 No 2 (2020): CHMK NURSING SCIENTIFIC JOURNAL
Publisher : Cintra Bangsa University - Literacy and Publishing Center (CBU-LPC)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37792/thenursing.v4i2.789

Abstract

Angka kejadian hipertensi diprovinsi Jawa Timur presentasinya mencapai 20,43% atau sekitar 1.828.669 orang. Banyak faktor yang menyebabkan terjadinya hipertensi salah satunya adalah kualitas tidur. Kualitas tidur merupakan proses ketika seseorang dalam menjalani tidur, yang dilakukan untuk mempertahankan keadaan tidur dan untuk mendapatkan tahapan Rapid Eye Movement (REM) dan Non Repid Eye Movement (NREM) yang sesuai. Tujuan penelitian untuk mengetahui hubungan antara kualitas tidur dengan tekanan darah pada pasien hipertensi di wilayah kerja Puskesmas Ciptomulyo. Menggunakan metode korelasi observasional analitik dengan desain penelitian cross sectional . Metode pengumpulan data kualitas tidur pasien menggunakan kuesioner PSQI, dan pengukuran tekanan darah menggunakan sphymomanometer aneroid dan stetoskop. Sampel penelitian sebanyak 44 pasien hipertensi berusia 20-59 tahun di wilayah kerja Puskesmas Ciptomulyo dengan teknik sampling non-probability pusposive sampling, dan menggunakan analisa data uji spearman rank. Berdasarkan uji spearman didapatkan hubungan yang signifikan antara kualitas tidur dengan tekanan darah sistolik (p 0,040 < alpha 0,05) dengan kekuatan hubungan lemah (0,310), namun tidak terdapat hubungan yang signifikan antara kualitas tidur dengan tekanan darah diastolik (p 0,623 > alpha 0,05) dengan kekuatan hubungan yang sangat lemah (0,076). Dapat disimpulkan terdapat hubungan yang signifikan antara kualitas tidur dengan tekanan darah sistolik pada pasein hipertensi di wilayah kerja Puskesmas Ciptomulyo.
HUBUNGAN ANTARA PENGGUNAAN SOSIAL MEDIA DENGAN STATUS GIZI PADA REMAJA AKHIR Anggraini Dwi Kurnia; Nur Melizza; Nur Lailatul Masruroh; Yoyok Bekti Prasetyo
Jurnal Keperawatan Priority Vol. 5 No. 1 (2022)
Publisher : Universitas Prima Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34012/jukep.v5i1.2015

Abstract

Pendahuluan: Permasalah gizi pada masa remaja akhir diantaranya yakni gizi kurang, gizi lebih, dan obesitas. Berdasarkan data RISKESDAS 2018, di Indonesia Remaja kurus prevalensinya yakni 6,7% sedangkan, remaja gemuk prevalensinya sebesar 9,5%. Tujuan: penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan penggunaan social media dengan status gizi pada remaja akhir. Metode: Penelitian menggunakan pendekatan cross sectional study dengan tehnik purposive sampling. Partisipan dalam penelitian ini adalah mahasiswa S1 program studi keperawatan Angkatan 2018 dan 2019 sejumlah 179 mahasiwa. Analisa data menggunakan pearson product moment. Hasil: Hasil dalam penelitian menunjukkan bahwa penggunaan media sosial responden yaitu sedang dengan hasil 66,11% (119 orang), lebih dari separuh memiliki status gizi yang normal (58,7%) sejumlah 105 mahasiswa. serta tidak ada hubungan yang signifikan antara penggunaan media sosial dengan minat belajar mahasiswa S1 Keperawatan dengan nilai Sig. (2.tailed) = 0,425 sehingga nilai Sig. (2.tailed) > 0,005. Kesimpulan: Dikarenakan tidak ada hubungan antara penggunaan sosial media dan status gizi, untuk itu diperlukan identifikasi factor lainnya yang mempengaruhi status gizi pada mahasiswa.
PENDAMPINGAN KADER POSYANDU LANSIA KOTA MALANG Nur Lailatul Masruroh
Abdi Dosen : Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2021): Maret 2021
Publisher : LPPM Univ. Ibn Khaldun Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (421.31 KB) | DOI: 10.32832/abdidos.v5i1.848

Abstract

Dengan meningkatnya populasi lansia, maka diperlukan penilaian berkala untuk deteksi dini kesehatan lansia dengan penyediaan layanan kesehatan yang terjamin, berkualitas dan terlaksananya pelayanan pada lanjut usia melalui kelompok (posyandu) lanjut usia yang melibatkan semua lintas sektor terkait, swasta dan swadaya masyarakat. Posyandu Rw 09 Kelurahan Pandanwangi berdiri sejak Desember 2018, dengan permasalahan utama adalah rendahnya angka kunjungan lansia ke posyandu lansia dan kurangnya pemahaman lansia akan permasalahan kesehatannya (tingginya angka lansia penderita hipertensi (54,20%), hiperkolesterol (34,20%), serta keluhan lain adalah nyeri sendi (20%) dan TB paru (2,8%). Metode pelaksanaan yang dilakukan team pengabdian masyarakat adalah dengan memberikan penyuluhan kesehatan untuk meningkatkan pemahaman lansia dan keluarga tentang berbagai penyakit yang diderita serta bagaimana perawatannya termasuk pentingnya melakukan monitoring kesehatan berkala dengan melakukan kunjungan ke posyandu lansia secara rutin, dan juga dilakukan pelatihan kepada kader kesehatan tentang pemeriksaan tekanan darah dan demontrasi senam lansia. Dengan penyuluhan yang diberikan telah dapat meningkatkan pengetahuan lansia dan keluarga tentang penyakit dan pentingnya melakukan kunjungan ke posyandu lansia. Serta dengan kegiatan pendampingan kader posyandu lansia diharapkan dapat meningkatkan kualitas layanan yang diberikan kader kesehatan sehingga juga meningkatkan minat lansia untuk datang ke posyandu lansia.
Factors Related to the Low Nutritional Status among Tuberculosis Patients Anggraini Dwi Kurnia; Nurlailatul Masruroh; Nur Melizza
Jurnal Keperawatan Padjadjaran Vol. 8 No. 1 (2020): Jurnal Keperawatan Padjadjaran
Publisher : Faculty of Nursing Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (283.994 KB) | DOI: 10.24198/jkp.v8i1.1294

Abstract

Tuberculosis and malnutrition are serious problems. Tuberculosis causes malnutrition that potentially lessen patients’ immunity and increase the risk for activating tuberculosis. The purpose of this study was to identify the factors related to the low nutritional status among tuberculosis patients in Malang City. This research applied a corelational study. The subjects involved were tuberculosis patients with BMI<18.5. Chi-square and Fisher Exact Test were used to analyse the identified factors. Moreover, binary logistic regression to identify factors related to the low nutritional status among tuberculosis patients in Malang City. This study found almost half of participants (46.8%) had poor family knowledge about dietary TB patients. More than half of the participant’s culture (62.5%) was abstinence. A more than half of participant (59.6%) had Moderate malnutritions. There was no significant correlation between low nutritional satus and variable of gender p=1.000, education p=0.404, family knowledge p=0.767, and culture p=0.310. The significant correlation was occupational status with p=0.043. The binary logistic regression showed that tuberculosis patient with unoccupied are 1.286 times more likely to have a low nutritional status. Occupational status was the one factor that significantly related to the low nutritional status among TB patients in Malang City.
Prevalensi Konsumsi Kopi dan Hubungannya Dengan Tekanan Darad Nur Melizza; Anggraini Dwi Kurnia; Nur Lailatul Masruroh; Yoyok Bekti Prasetyo; Faqih Ruhyanudin; Erma Wahyu Mashfufa; Fitria Kusumawati
Faletehan Health Journal Vol 8 No 01 (2021): Faletehan Health Journal, March 2021
Publisher : Universitas Faletehan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33746/fhj.v8i01.140

Abstract

Hypertension is known as the silent killer or deadly disease in secret because it has no specific signs and symptoms. Coffee consumption has historically been considered to have a negative effect on the body and is often linked as a factor that can lead to high blood pressure. The purpose of this study was to determine the relationship between coffee consumption and blood pressure in hypertensive patients. The design in this study used a cross-sectional study. Respondents of this study were 36, taken using a sampling technique, namely purposive sampling with inclusion criteria: consuming coffee and being willing to be respondents; and exclusion: had a history of other chronic diseases such as endocrine disorders. Data collection using a questionnaire and Spearman correlation statistical test. The results showed that there was a relationship between coffee consumption and blood pressure, respondents consumed the most coffee in the mild and moderate category with the majority of blood pressure being stage 1 hypertension. The results of the Spearman correlation test concluded that there was a relationship between coffee consumption and blood pressure in hypertensive patients. The correlation coefficient (r) of this study shows positive results, namely 0.424, which means that there is a strong enough relationship between coffee consumption and blood pressure. The increasing frequency of coffee will further increase the increase in blood pressure in hypertensive patients.
PENDAMPINGAN KADER POS PEMBINAAN TERPADU (POSBINDU) KELOMPOK BIMBINGAN IBADAH HAJI DAN UMROH: Administration Of Integrated Development Post Office (POSBINDU) Guidance Group For Hajj And Umrah Worship Anggraini Dwi Kurnia; Nur Melizza; Nur Lailatul Masruroh; Cici Indah Setyowati
Jurnal Pengabdian Masyarakat Kesehatan Vol. 6 No. 2 (2020): JPM | September 2020
Publisher : LPPM - STIKES Pemkab Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33023/jpm.v6i2.611

Abstract

Kesehatan pada Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umroh juga menjadi perhatian bagi keperawatan komunitas. Kondisi Kesehatan akan sangat menunjang dalam memperlancar proses ibadah. Tujuan dari kegiatan pengabdian masyarkat ini adalah untuk meningkatan kesehatan jemaah melalui peningkatan pengetahuan dan keterampilan kader posbindu agar dapat melakukan pengontrolan kesehtan berkala melalui kegiatan posbindu. Pelatihan masyarakat dikemas dalam bentuk pelatihan kader posbindu dengan menggunakan metode ceramah dan demonstrasi. Metode ini memiliki beberapa keunggulan diantaranya, dapat membuat pengajaran menjadi lebih jelas dan konkret, sehingga menghindari verbalisme (pemahaman secara kata-kata atau kalimat), peserta lebih mudah memahami apa yang dipelajari, proses pengajaran lebih menarik, dan peserta dirangsang untuk aktif mengamati, menyesuaikan antara teori dengan kenyataan dan mencoba melaukannya sendiri. Peserta yang telibat merupakan beberapa jama’ah dan pengurus sejumlah 12 orang yang terdiri dari 6 perempuan dan 6 laki-laki. Usia peserta antara 41-60 tahun, setelah diberikan ceramah dan demonstrasi tingkat pengetahuan peserta 100% dalam kategori baik. Hasil ini didapatkan melalui evaluasi tes yang dilaksanakan setelah rangkaian kegiatan pelatihan. Kegiatan pengabdian masyarakat efektif meningkatkan pengetahuan dan keterampilan peserta sebagai kader posbindu yaitu dengan memahami pengetahuan terkait penyakit umum, persiapan sebagai calon jemaah haji dan tindakan pemeriksaan dasar dalam kegiatan posbindu.
EDUKASI PERAN REMAJA DALAM PENCEGAHAN COVID-19 PADA SISWA SMA/SMK DI MALANG: THE EDUCATION OF YOUTH ROLE IN PREVENTING COVID-19 AMONG HIGH SCHOOL STUDENTS IN MALANG Anggraini Dwi Kurnia; Nur Melizza; Nur Lailatul Masruroh; Yoyok Bekti Prasetyo
Jurnal Pengabdian Masyarakat Kesehatan Vol. 7 No. 2 (2021): JPM | September 2021
Publisher : LPPM - STIKES Pemkab Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33023/jpm.v7i2.836

Abstract

COVID 19 merupakan penyakit yang bisa menyerang semua kalangan tak kecuali dengan remaja. Remaja yang terserang COVID 19, neniliki gejala ringan bahkan cenderung orang tanpa gejala. Sehingga sangat rentan untuk melakukan penyebaran COVID 19 jika tidak melakukan protocol Kesehatan dengan baik dan benar Tujuan dari pengabdian adalah meningkatkan pengetahuan peran remaja dalam melakukan pencegahan COVID 19 pada siswa siswi SMA/SMK se Malang Raya. Metode yang dilaksanakan yakni bekerja sama dengan prodi Keperawatan D3 Universitas Muhammadiyah Malang dengan melakukan zoominar dengan sasaran siswa SMK/SMA. Evaluasi yang dilakukan dengan cara memberikan post test setelah pemberian edukasi. Hasil yang didapatkan dengan cara memberikan posttest setelah pemberian edukasi, dengan hasil pengetahuan tentang peran remaja dalam melakukan pencegahan COVID 19 pada siswa siswi SMA/SMK se Malang Raya meliputi: kurang (4%), pengetahuan cukup (60%), dan baik (36%). Setelah dilakukan zoominar, pemahaman siswa dalam peran remaja dalam melakukan pencegahan COVID 19 mengalami peningkatan. Hal ini diperlukan mengingat remaja menjadi role model bagi temannya.
Efektivitas Perawatan Kaki Terhadap Gejala Neuropati Perifer Pada Penderita Diabetes Mellitus Anggraini Dwi Kurnia; Nur Lailatul Masruroh; Nur Melizza; Yoyok Bekti Prasetyo; Cici Indah setyowati
Malahayati Nursing Journal Vol 4, No 6 (2022): Volume 4 Nomor 6 2022
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (127.431 KB) | DOI: 10.33024/mnj.v4i6.6468

Abstract

ABSTRACT Diabetes mellitus foot care is a foot examination carried out every day, carried out after bathing or before using socks and shoes. Foot care behaviour is a very important part of self-management in Diabetes mellitus patients. It aims to increase blood circulation to the legs and is also able to reduce complications of gangrene wounds in people with Diabetes Mellitus. The purpose of this study was to analyse the effectiveness of foot care on symptoms of peripheral neuropathy in patients with diabetes mellitus in Malang, Indonesia. The design used in this study was a quasi-experimental pre and post one group. The number of samples was 15 people with one intervention group in the working area of the Ciptomulyo Health Center. The sampling technique used was purposive sampling with inclusion criteria: willing to be a respondent, diagnosed with type 2 DM, not suffering from gangrene injuries. Exclusion criteria were patients with total bed rest. During pre and post intervention using Michigan Neuropathy Screening Instrument questionnaire to determine symptoms of peripheral neuropathy. The intervention carried out modifies and complements Pinzur's foot care behavior intervention. Data analysis using Wilcoxon Sign rank. The results showed that the average pre-test score of respondents was 20.5, while the average post-test score was 23.5. There was a significant difference between the symptoms of neuropathy before and after foot care treatment. Foot care is very effective in preventing the symptoms of neuropathy in Diabetes Mellitus patients. Keywords: Food care, Model, Diabetes Mellitus ABSTRAK Perawatan kaki diabetes melitus yaitu pemeriksaan kaki yang dilakukan setiap hari, dilaksanakan selepas mandi atau sebelum menggunakan kaos kaki dan sepatu. Perilaku perawatan kaki merupakan salah satu bagian dari management diri pada pasien Diabetes mellitus yang sangat penting dilakukan. Hal ini bertujuan untuk meningkatkan sirkulasi darah ke kaki dan juga mampu untuk menurunkan komplikasi luka gangrene pada penderita Diabetes Mellitus. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisa efektivitas perawatan kaki terhadap gejala neuropati perifer pada penderita diabetes mellitus di Malang, Indonesia. Desain yang digunakan dalam penelitian ini adalah Quasi eksperimental pre dan post one group. Jumlah sampel sebanyak 14 orang dengan satu kelompok intervensi di wilayah kerja Puskesmas Ciptomulyo. Tehnik sampling yang digunakan dengan purposive sampling dengan kriteria inklusi: bersedia menjadi responden, didiagnosa penderita DM Tipe 2, tidak menderita luka gangrene. Kriteria eksklusi yakni pasien dengan bed rest total. Selama pre dan post intervensi menggunakan kuesioner Michigan Neuropathy Screening Instrument untuk mengetahui gejala neuropati perifer. Intervensi yang dilakukan memodifikasi dan melengkapi intervensi perilaku perawatan kaki dari Pinzur. Analisa data menggunakan Wilcoxon Sign rank. Hasil penelitian menunjukkan rata-rata nilai pre-test responden mempunyai nilai 20.5, sedangkan rata-rata nilai poss test sebesar 23,5. Ada perbedaan yang signifikan antara gejala neuropati sebelum dan sesudah perlakuan perawatan kaki. Perawatan kaki sangat efektif untuk mencegah gejala neuropati pada pasien Diabetes Mellitus. Kata Kunci: Perawatan Kaki, Model, Diabetes Mellitus
REVITALISASI UKS, MELALUI PELATIHAN DAN PEMBENTUKAN KADER DI SMP MUHAMMADIYAH 2 INOVASI MALANG Nur Melizza; Anggraini Dwi Kurnia; Nur Lailatul Masruroh
Jurnal Pengabdian Kesehatan Masyarakat Vol 2, No 2 (2021): November: Jurnal Pengabdian Kesehatan Masyarakat
Publisher : Program Studi Kesehatan Masyarakat Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (552.648 KB) | DOI: 10.37905/jpkm.v2i1.11630

Abstract

Di masa pandemi COVID-19, sekolah merupakan salah satu lembaga yang paling terdampak karena harus ditutup total dalam rangka mengendalikan penyebaran virus corona. Dikaitkan dengan kondisi pandemi saat ini, pendampingan dan pengembangan UKS menjadi salah satu kunci dalam pengendalian wabah virus corona di lingkungan sekolah dengan memperhatikan protokol kesehatan yang telah dianjurkan oleh pemerintah. Tujuan dari pengabdian ini adalah untuk melakukan pelatihan pendampingan pengelolaan UKS dan implementasi program usaha kesehatan sekolah (UKS) selama masa pandemi COVID-19 di SMP Muhammadiyah 2 (MUDA) Malang. Metode pelaksanaan pengabdian masyarakat ini berupa penyuluhan, demonstrasi dan diskusiyang dilaksanakan secara daring. Kegiatan ini terdiri dari 2 sesi, pada sesi 1 materi yang disampaikan adalah Pengukuran tanda-tanda vital dan penanganan penyakit yang sering terjadi di Sekolah. Kemudian, pada sesi kedua dilakukan penguatan informasi terkait penyakit Covid-19 dan penanganannya.Hasil kegiatan ini adalah berupa peningkatan pengetahuan terkait materi UKS dan Covid-19 dari siswa SMP Muhammadiyah 2 Inovasi. Sebelum kegiatan pelatihan tingkat pengetahuan peserta cukup (30%) dan kurang (70%), sedangkan setelah dilakukan kegiatan pelatihan tingkat pengetahuan peserta menjadi baik (30%), cukup (20%) dan kurang (50%). Kesimpulan kegiatan pelatihan pengelolaan UKS dapat meinigkatkan kemampuan siswa dalam mencegah Covid-19.Kata Kunci: Program, UKS, Kader, COVID-19, Protokol Kesehatan.