Claim Missing Document
Check
Articles

Found 35 Documents
Search

UPAYA PASIEN DAN KELUARGA PENDERITA TB PARU DALAM MEMPERTAHANKAN STATUS GIZI : STUDI KUALITATIF Nur Lailatul Masruroh; Anggraini Dwi Kurnia; Nur Melizza
Jurnal Keperawatan Komprehensif (Comprehensive Nursing Journal) Vol. 5 No. 2 (2019): JURNAL KEPERAWATAN KOMPREHENSIF (COMPEREHENSIVE NURSING JOURNAL)
Publisher : STIKep PPNI Jawa Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (757.854 KB) | DOI: 10.33755/jkk.v5i2.140

Abstract

Penelitian yang bertujuan untuk mengevaluasi status nutrisi pasien TB saat pertama kali terdiagnosa TB dan belummemulai pengobatan, menunjukkan bahwa BMI rerata saat pendaftaran awal adalah 18,7 kg/m2, 51% penderita TBdinilai mengalami kekurangan gizi, dimana 24% mengalami gizi buruk ringan, 12% sedang dan 15% berat. Dua bulansetelah memulai pengobatan rerata BMI adalah 19,5 kg/m2, dengan jumlah pasien yang mengalami kekurangan gizimengalami penurunan menjadi 40%, dengan prosentase 21% gizi buruk ringan, 11% sedang dan 8% gizi buruk berat.Dalam penelitian tersebut dijelaskan bahwa status gizi dikaitkan secara bermakna dengan usia, status perkawinan,pendapatan per bulan (pekerjaan), tingkat pendidikan, kepercayaan untuk menghindari jenis makanan tertentu dankeluarga dekat pada saat mulai pengobatan TB. Temuan ini menunjukkan perlunya dukungan nutrisi selama pengobatanTB dengan didukung oleh berbagai faktor yaitu usia, jenis kelamin, status perkawinan, pendapatan, tingkat pendidikan,kepercayaan dan support keluarga. Oleh karena itu penelitian ini bertujuan untuk mengembangan upaya peningkatanstatus gizi pada pasien dengan Tuberkulosis. Untuk mencapai tujuan tersebut maka dirancang penelitian yang bertujuanuntuk menggali Upaya dalam Mempertahankan Status Gizi Pasien TB Paru. Hasil penelitian ini menjawab tujuanpenelitian ini yaitu untuk memaparkan upaya penderita TB paru dalam mempertahankan status gizi baik. Dengan desainpenelitian deskriptif kualitatif exploratory study dan menggunakan metode pengumpulan data wawancara mendalamkepada 10 orang partisipan penderita TB dengan status gizi baik, maka hasil penelitian ini dapat disimpulkan ke dalamempat tema, yaitu : (1). Hambatan dalam Pola Makan Penderita TB Paru fase Aktif, (2). Pola Makan Penderita TB Parufase Aktif, (3). Extra Nutrisi yang dikonsumsi Penderita TB Paru fase Aktif dan (4). Dukungan keluarga bagi PenderitaTB Paru fase Aktif.
Determinant Factors That Influence Open Defecation Behavior In Rural Communities In Indonesia Dzilfiyah Dzilfiyah; Nur Melizza; Anggraini Dwi Kurnia; Nur Lailatul Masruroh
Media Keperawatan Indonesia Vol 5, No 3 (2022)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (269.974 KB) | DOI: 10.26714/mki.5.3.2022.192-198

Abstract

The problem of sanitation development in Indonesia is a socio-cultural challenge. one of which is the behavior of people who are used to doing OD. OD behavior can be influenced by various factors, both internal and external, including education, occupation, income, knowledge, attitudes, and physical environment. The purpose of this study is to determine the determinant factors that influence the behavior of open defecation. This research uses a cross-sectional approach located in Kedawang Village, Nguling Village, Kedawang Village, Pasuruan Regency. This research was conducted from December 2020 – May 2021. The sampling technique used was purposive sampling with a total sample of 126 people who were selected based on inclusion and exclusion criteria. Data were analyzed using IBM SPSS statistics 20 software with a significance level of 0.05. The majority of respondents, namely 64 people or 50.8% of respondents have attitudes with fewer categories. On average, respondents have less perception of 83 people or 65.9%, lack of knowledge (99.2%), and less physical environment (114%). Meanwhile, the open defecation behavior carried out by the community was in the frequent category (56.3%). The results show that from several factors analyzed, the factors that influence open defecation behavior are attitude (sig 0.000) and perception (sig 0.000). Factors that influence open defecation behavior are attitudes and perceptions. Poor attitudes and perceptions will result in people doing open defecation behavior.
Factors Related to the Low Nutritional Status among Tuberculosis Patients Anggraini Dwi Kurnia; Nurlailatul Masruroh; Nur Melizza
Jurnal Keperawatan Padjadjaran Vol. 8 No. 1 (2020): Jurnal Keperawatan Padjadjaran
Publisher : Faculty of Nursing Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jkp.v8i1.1294

Abstract

Tuberculosis and malnutrition are serious problems. Tuberculosis causes malnutrition that potentially lessen patients’ immunity and increase the risk for activating tuberculosis. The purpose of this study was to identify the factors related to the low nutritional status among tuberculosis patients in Malang City. This research applied a corelational study. The subjects involved were tuberculosis patients with BMI<18.5. Chi-square and Fisher Exact Test were used to analyse the identified factors. Moreover, binary logistic regression to identify factors related to the low nutritional status among tuberculosis patients in Malang City. This study found almost half of participants (46.8%) had poor family knowledge about dietary TB patients. More than half of the participant’s culture (62.5%) was abstinence. A more than half of participant (59.6%) had Moderate malnutritions. There was no significant correlation between low nutritional satus and variable of gender p=1.000, education p=0.404, family knowledge p=0.767, and culture p=0.310. The significant correlation was occupational status with p=0.043. The binary logistic regression showed that tuberculosis patient with unoccupied are 1.286 times more likely to have a low nutritional status. Occupational status was the one factor that significantly related to the low nutritional status among TB patients in Malang City.
Assistance School Program Sman 02 Batu: Through The Pancasila Student Profile Strengthening Project (P5) In Health Promotion: Pendampingan Program Sekolah Penggerak Sman 02 Batu: Melalui Project Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) Dalam Promosi Kesehatan Nur Melizza; Anggraini Dwi Kurnia; Nur Lailatul Masruroh; Sri Hariyati; Hardianti; Muhammad Ridwan; Ade Nopy Ruthmitasai; Ingga Nursanti
Jurnal Pengabdian Masyarakat Kesehatan Vol. 8 No. 4 (2022): JPM | Edisi Khusus 2022
Publisher : LPPM - STIKES Pemkab Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33023/jpm.v8i4.1301

Abstract

Profil Pelajar Pancasila dirancang untuk menjawab satu pertanyaan besar, yaitu “Pelajar dengan profil (kompetensi) seperti apa yang ingin dihasilkan oleh sistem Pendidikan Indonesia?”. Pernyataan ini berkaitan dengan dua hal, yaitu kompetensi untuk menjadi warga negara Indonesia yang demokratis dan untuk menjadi manusia unggul dan produktif di Abad ke-21.           Projek penguatan Profil Pelajar Pancasila memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk “mengalami pengetahuan” sebagai proses penguatan karakter sekaligus kesempatan untuk belajar dari lingkungan sekitarnya. Dalam kegiatan projek ini, peserta didik memiliki kesempatan untuk mempelajari tema-tema atau isu penting seperti perubahan iklim, antiradikalisme, kesehatan mental, budaya, wirausaha, teknologi, dan kehidupan berdemokrasi sehingga peserta didik bisa melakukan aksi nyata dalam menjawab isu-isu tersebut sesuai dengan tahapan belajar dan kebutuhannya. Tujuan dari pengabdian ini adalah untuk memberikan pelatihan dan pendampingan kepada siswa dalam mempersiapkan dan melakukan promosi Kesehatan. Metode pelaksanaan pengabdian masyarakat ini berupa penyuluhan, demonstrasi dan diskusi yang dilaksanakan secara luring atau tatap muka. Kegiatan ini terdiri dari 2 sesi, pada sesi 1 materi yang disampaikan adalah cuci tangan, oral hygiene, bullying, kesehatan reproduksi, serta penyusunan satuan acara penyuluhan (SAP). Kemudian, pada sesi kedua dilakukan penguatan informasi terkait materi yang telah diberikan. Hasil kegiatan ini adalah berupa peningkatan pengetahuan terkait materi cuci tangan, oral hygiene, bullying, kesehatan reproduksi, serta penyusunan satuan acara penyuluhan (SAP). Hasil menunjukkan untuk pretest dengn kategori kurang sebanyak 12,5%, cukup 16,7%, baik 70,8%. Pada posttest pengetahuan peserta meningkat menjadi kategori kurang menurun menjadi 8,3%, cukup menurun menjadi 12,5%, dan baik meningkat menjadi 79,2%
Analisis Hubungan antara Pengetahuan dan Perilaku Mahasiswa Profesi Kesehatan Universitas Muhammadiyah Malang dalam Upaya Pencegahan COVID-19 Titik Agustiyaningsih; Anggraini Dwi Kurnia; Nur Lailatul Masruroh; Ika Lestari Ningtias
Jurnal Ilmiah Keperawatan Indonesia (JIKI) Vol 6, No 2 (2023): Jurnal Ilmiah Keperawatan Indonesia (JIKI)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31000/jiki.v6i2.8092

Abstract

Latar belakang: COVID-19 merupakan penyakit dengan virus jenis baru yang dapat menular dari satu orang ke orang lain melalui percikan (droplet) dari pernapasan saat batuk atau bersin. Upaya pencegahan terbaik  yaitu dengan pengetahuan yang baik dan menerapkan perilaku sehat untuk mengontrol penyebaran virus COVID-19. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya hubungan antara pengetahuan dan perilaku mahasiswa dalam upaya pencegahan COVID-19. Metode: Rancangan penelitian ini adalah survei analitik dengan pendekatan cross sectional. Penelitian dilakukan di kampus 2 Universitas Muhammadiyah Malang dengan total sampel 194 dan teknik pengumpulan menggunakan purposive sampling. Kriteria inklusi meliputi mahasiswa aktif Profesi Ners, Apoteker, Fisioterapis, D3 Keperawatan , dan bersedia menjadi responden. Pengambilan data menggunakan kuesioner pengetahuan dan perilaku secara online menggunakan googleform. Analisis uji statistik menggunakan korelasi spearman. Hasil: Sebagian besar pengetahuan mahasiswa tinggi (53,6%) dan mayoritas perilaku mahasiswa sedang dalam upaya pencegahan COVID-19 sebesar 66,5%. Hasil uji korelasi spearman menunjukkan nilai signifikansi p=0,000<0,05 dengan nilai koefisien 0,300 dan kekuatan korelasi yang positif. Semakin meningkat pengetahuan seseorang maka semakin meningkat pula perilakunya dalam melakukan pencegahan COVID-19. Salah satu faktor yang mempengaruhi pengetahuan ialah faktor pendidikan dimana semakin tinggi pendidikan seseorang maka semakin mudah orang tersebut menerima informasi. Simpulan: Pengetahuan yang baik sangat mempengaruhi perubahan perilaku seseorang. Maka disarankan untuk mahasiswa  meningkatkan dan mempertahankan pengetahuan serta perilaku yang baik sehingga usaha pencegahan untuk mengurangi penyebaran COVID-19 dapat diterapkan.Kata Kunci: COVID-19; Pengetahuan; Perilaku
Analysis of religious coping relationships with family resilience in utilizing socio-economic resources during the COVID-19 pandemic Yoyok Bekti Prasetyo; Faridi Faridi; Nur Lailatul Masruroh; Nur Melizza; Siska Sufianti Safitri
Jurnal Keperawatan Padjadjaran Vol. 11 No. 1 (2023): Jurnal Keperawatan Padjadjaran
Publisher : Faculty of Nursing Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jkp.v11i1.2168

Abstract

Background: Religious coping has a very important role in overcoming difficult problems in the family. The purpose of this study was to determine the relationship between religious coping with family resilience in utilizing socioeconomic resources during the COVID-19 pandemic. Method: The research design used was analytical descriptive with a cross-sectional approach. The respondents in this study were 242 villagers in East Java Province. Data were collected by SWBS for religious coping and FRAS for family resilience. Data analysis used logistic regression. Results: Factors that influence family resilience in utilizing socioeconomic resources involve religious coping. Families that have adequate religious coping will have a greater opportunity to have resilience in communication and problem-solving compared to families with inadequate religious coping (OR: 1.081; 95% CI: 1.038 - 1.127). Conclusion: Family resilience in utilizing socioeconomic resources is strongly influenced by religious coping factors. Strengthening the community with a religious approach is needed to support the family's line of defense against this pandemic condition.
Effect of Counselling on Medication Adherence in Tb Patients with the DOTS Strategy: A Scoping Review Kurnia, Anggraini Dwi; Ni’mah, Isna Hidayatun; Masruroh, Nur Lailatul; Melizza, Nur
Jurnal Aisyah : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol 6, No 4: December 2021
Publisher : Universitas Aisyah Pringsewu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (647.903 KB) | DOI: 10.30604/jika.v6i4.762

Abstract

Tuberculosis (TB) is an infectious disease caused by the bacteria Mycobacterium tuberculosis; these bacteria can attack various organs especially the lungs. Lack of knowledge and awareness of the importance of taking medication which leads to poor patient adherence in treatment thus increases the risk of morbidity, mortality and drug resistance in TB patients. Providing counselling is an effort to increase patient’s knowledge and understanding to increase their compliance with medication. This study aims to determine the effect of counselling in increasing medication adherence to TB patients with the DOTS strategy through a literature review. This study used a literature study research method by examining 11 journals related to counselling in increasing medication adherence to TB sufferers. The data was collected by searching data based on article data published on the Google Scholar, Proquest, Pubmed, and EBSCOhost websites. Then the data were analyzed using descriptive analysis. The data was then assessed using the Joanna Briggs Institute (JBI) and data extraction was carried out. In 11 journals related to counselling in improving medication adherence to TB patients, it was found that 11 journals proved that there was an effect of counselling in increasing medication adherence of TB patients with the DOTS strategy. Counselling added to the DOTS strategy is effective in increasing medication adherence to TB patients compared to the DOTS strategy without counselling. There are several methods of providing counseling such as individual counseling, counseling with a psychological approach, telephone counseling, leaflet-based counseling, and counseling-based motivational interviewing. The conclusion of this study is that counselling can improve medication adherence to TB patients with the DOTS strategy. By providing counselling, it can increase the patient's knowledge and understanding so that it can change the patient's behavior to a better and positive direction, which is shown by the patients' behavior who adherence to TB medication.Tuberkulosis (TB) adalah penyakit menular yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis; bakteri ini dapat menyerang berbagai organ terutama paru-paru. Kurangnya pengetahuan dan kesadaran akan pentingnya minum obat yang menyebabkan rendahnya kepatuhan pasien dalam pengobatan sehingga meningkatkan risiko morbiditas, mortalitas dan resistensi obat pada pasien TB. Pemberian konseling merupakan upaya untuk meningkatkan pengetahuan dan pemahaman pasien untuk meningkatkan kepatuhannya dalam minum obat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh konseling dalam meningkatkan kepatuhan minum obat pada pasien TB dengan strategi DOTS melalui studi pustaka. Penelitian ini menggunakan metode penelitian studi kepustakaan dengan menelaah 11 jurnal terkait penyuluhan dalam meningkatkan kepatuhan minum obat pada penderita TB. Pengumpulan data dilakukan dengan mencari data berdasarkan data artikel yang dipublikasikan di website Google Scholar, Proquest, Pubmed, dan EBSCOhost. Kemudian data dianalisis dengan menggunakan analisis deskriptif. Data tersebut kemudian dinilai menggunakan Joanna Briggs Institute (JBI) dan dilakukan ekstraksi data. Pada 11 jurnal terkait konseling dalam meningkatkan kepatuhan minum obat pada pasien TB ditemukan 11 jurnal yang membuktikan adanya pengaruh konseling dalam meningkatkan kepatuhan minum obat pasien TB dengan strategi DOTS. Konseling dengan strategi DOTS lebih efektif dalam meningkatkan kepatuhan minum obat pada pasien TB dibandingkan dengan strategi DOTS tanpa konseling. Ada beberapa metode pemberian konseling seperti konseling individu, konseling dengan pendekatan psikologis, konseling telepon, konseling berbasis leaflet, dan wawancara motivasi berbasis konseling. Kesimpulan dari penelitian ini adalah penyuluhan dapat meningkatkan kepatuhan minum obat pada pasien TB dengan strategi DOTS. Dengan memberikan penyuluhan dapat meningkatkan pengetahuan dan pemahaman pasien sehingga dapat mengubah perilaku pasien ke arah yang lebih baik dan positif, yang ditunjukkan dengan perilaku pasien yang patuh minum obat TB.
Factors Related to the Quality of Life among Elderly with Dementia: A Scoping Review Anggraini Dwi Kurnia; Adit Krisnanda; Nur Lailatul Masruroh; Nur Melizza
Jurnal Aisyah : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol 8, No 2: June 2023
Publisher : Universitas Aisyah Pringsewu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30604/jika.v8i3.2053

Abstract

Dementia is a degenerative neurological condition in the elderly with a syndrome of decreased brain function that affects cognitive, memory and function. One of the significant impacts of dementia is that it causes changes in the quality of life influenced by various factors. This study aims to examine the factors that affect the quality of life of the elderly with dementia based on a scoping review. The design of this research is a literature review. Journal searches were performed on the NCBI, SpringerLink, BioMed Central and EBSCOhost websites using the keywords (“Factors”) OR (“Risk Factors”) OR (“Predictors”) AND (“Influence”) OR (Affect) OR (Impact) OR ( “Associated”) AND (“Quality of Life)” OR (Health Related Quality of Life”) AND (“Elderly”) OR (“Aged” OR (“Older Adults”) AND (“Dementia”) according to inclusion criteria. The journals were then assessed for quality using JBI (Joanna Briggs Institute) and analyzed using thematic analysis method. A total of 11 relevant journals were used in this study with the results of the analysis showing that physical factors are the biggest factors affecting the quality of life of elderly dementia by 46%, followed by psychological factors 34%, other factors 8%, demographic characteristics factors 8% and social factors 4 %. Based on the findings of this study, various treatment strategies or interventions should be developed and implemented to improve the quality of life of the elderly with dementia by further identifying the factors that affect the quality of life.
Hubungan Status Rumah Sehat Dengan Kejadian Tuberkulosis Di Wilayah Kecamatan Campurdarat Zahid Fikri; Wisnu Bayu Samudra Samudra; Anggraini Dwi Kurnia; Nur Lailatul Masruroh; Nur Melizza
Indonesian Health Science Journal Vol. 1 No. 2 (2021): September
Publisher : Universitas Nazhatut Thullab Al- Muafa Sampang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52298/ihsj.v1i2.14

Abstract

Latar Belakang: Penyakit TB merupakan penyakit berbasis lingkungan dengan tingkat penyebaran tinggi melalui droplet di udara dan dapat menyebar cepat terutama bila didukung oleh lingkungan dan kondisi rumah yang tidak sehat. Di Indonesia secara nasional terdapat 61,81% rumah yang memenuhi syarat kesehatan. Hasil ini belum memenuhi target Kementrian Kesehatan tahun 2014 yaitu 77%. Rumah sehat bisa diperoleh dengan tersedianya sanitasi perumahan. Sarana sanitasi tersebut berupa ventilasi, suhu, kelembaban, kepadatan hunian, pencahayaan alami, kontruksi bangunan, sarana pembuangan limbah, dan penyediaan air bersih. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan rumah sehat dengan kejadian tuberkulosis. Metode: penelitian ini adalah penelitian dekskriptif analitik dengan pendekatan case control. Penelitian ini dilakukan pada bulan Oktober-November 2020 di Puskesmas Campurdarat. Pengambilan sampel dilakukan dengan purposive sampling, jumlah sampel 24 responden dengan kelompok control 12 responden dan kelompok kasus 12 responden. Analisa data menggunakan analisa bivariate yaitu uji chi-square. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas responden memiliki rumah tidak sehat (75 %), setengah dari responden menderita tuberkulosis (50 %) dan adanya hubungan antara rumah sehat dengan kejadian tuberkulosis (p=0,014) dengan nilai resiko suhu 0,1 kali, kelembapan 0,065 kali, pencahayaan alami 0,111 kali, ventilasi 0,111 kali dan kepadatan hunian 0,1 kali lebih beresiko di banding dengan rumah yang sehat. Diskusi: Adanya hubungan rumah sehat dengan kejadian tuberkulosis dikarenakan bahwa mayoritas responden memiliki rumah tidak sehat. Hal ini bisa dilihat dari mayoritas responden yang tidak membuka jendela saat pagi hari karena rumah berdekatan dengan pengrajin sehingga tidak ada pertukaran udara yang terjadi dalam rumah. Diharapkan petugas kesehatan, dalam memberikan pelayanan kesehatan untuk memotivasi responden untuk memiliki atau memodifikasi rumah menjadi rumah sehat.
The influence of religious coping on family resilience in family interactions during the COVID-19 pandemic Yoyok Bekti Prasetyo; Dinda Dwi Savira; Nur Lailatul Masruroh; Faridi Faridi
Jurnal Aisyah : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol 8, No 1: March 2023
Publisher : Universitas Aisyah Pringsewu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (708.793 KB) | DOI: 10.30604/jika.v8i1.1657

Abstract

Background: Religious coping is very important in overcoming difficult problems in the family. This study aims to analyze the influence of religious coping on family resilience in family interactions during the COVID-19 pandemic.Methods: The research design used is descriptive with a cross-sectional survey approach. Two hundred and forty-two villagers in East Java Province, Indonesia were respondents in this study. Data collection by questionnaire, data analysis using binary logistic regression and multivariate logistic regression. The degree of freedom used is 95% with a standard error of 0.05.Result: Religious coping and education influence family resilience in interacting. Families with adequate religious coping will have 1 time chance of having resilience in interacting compared to families with inadequate religious coping (OR: 1.059; 95% CI: 1.019 – 1.101). Families who work will have a 0.8 times chance of having resilience in interacting compared to families who do not work (OR: 0.759; 95% CI: 0.572 – 1.006). Conclusion: Religious coping factors strongly influence family resilience in utilizing socioeconomic resources. Strengthening the community with a religious approach is needed to support the family's line of defense against this pandemic condition.