Claim Missing Document
Check
Articles

Found 18 Documents
Search

Hubungan Konsumsi Fast Food Dengan Status Gizi Pada Remaja Kelas VIII Di SMPN 27 Bandar Lampung Agusni, Muhammad Yosa; Nurmalasari, Yesi; Mandala, Zulhafis; Putri, Devita Febriani
Jurnal Ilmiah Manusia Dan Kesehatan Vol. 7 No. 3 (2024): Jurnal Ilmiah MANUSIA DAN KESEHATAN
Publisher : FAKULTAS ILMU KESEHATAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PAREPARE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31850/makes.v7i3.3076

Abstract

Konsumsi makanan cepat saji atau junk food telah menjadi tren yang semakin populer di kalangan masyarakat, terutama remaja. Namun, pola makan yang didominasi oleh fast food dapat menyebabkan masalah kesehatan serius, seperti obesitas dan gangguan gizi. Studi menunjukkan bahwa konsumsi fast food secara berlebihan berkorelasi dengan peningkatan risiko penyakit seperti hipertensi, diabetes, dan obesitas pada remaja. Melihat prevalensi yang semakin meningkat, Penelitian ini bertujuan untuk menginvestigasi hubungan antara konsumsi fast food dan status gizi pada remaja kelas VIII di SMPN 27 Bandar Lampung. Tujuan Penelitian untuk mengetahui hubungan antara konsumsi fast food dan status gizi pada remaja kelas VIII di SMPN 27 Bandar Lampung. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dan rancangan penelitian ini adalah analitik observasional dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah remaja kelas VIII di SMPN 27 Bandar Lampung. Sampel yang digunakan berjumlah 72 siswa yang dipilih dengan metode simple random sampling. Pengambilan data dilakukan dengan pengukuran berat dan tinggi badan siswa serta mengisi kuesioner Food Frequency Questionnaires. Uji statistik menggunakan uji Spearman. Hasil uji statistik menunjukan terdapat hubungan yang signifikan antara fast food dengan status gizi pada remaja kelas VIII di SMPN 27 Bandar Lampung dengan nilai sig.(2-tailed) sebesar 0,000 dan nilai r 0,652. Diharapkan pihak sekolah dapat membuat kantin sehat dan melarang penjualan makanan makanan yang tidak sehat atau sejenis fast food untuk beredar di dekat sekolah. Kata kunci: fast food, status gizi, remaja
Pengaruh Durasi Terapi Hemodialisis Terhadap Tingkat Depresi Pada Pasien Gagal Ginjal Kronis Di Rumah Sakit Bintang Amin Meilinda, Sri Rany; Prasetia, Toni; Mandala, Zulhafis
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 12, No 7 (2025): Volume 12 Nomor 7
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jikk.v12i7.20429

Abstract

Penyakit ginjal kronis (CKD) adalah gangguan progresif dan irreversibel pada fungsi ginjal, yang umumnya disebabkan oleh diabetes dan hipertensi. Pasien CKD yang menjalani terapi hemodialisis seumur hidup kerap mengalami tekanan psikologis, terutama depresi. WHO melaporkan bahwa sekitar 10% populasi dunia terdampak CKD, dengan angka kejadian yang terus meningkat, termasuk di Indonesia. Di RS Bintang Amin Bandar Lampung, tercatat 884 kasus CKD pada tahun 2021. Terapi hemodialisis jangka panjang dapat menimbulkan masalah psikososial, sehingga penting untuk memahami dampaknya terhadap kondisi mental pasien. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh durasi hemodialisis terhadap tingkat depresi pada pasien CKD di RS Bintang Amin tahun 2024–2025. Penelitian dilakukan secara kuantitatif dengan desain cross-sectional. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 52,0% pasien menjalani hemodialisis lebih dari satu tahun, sementara 48,0% menjalani kurang dari satu tahun. Tingkat depresi lebih tinggi ditemukan pada pasien dengan durasi hemodialisis kurang dari satu tahun (63,7%) dibandingkan dengan mereka yang menjalani lebih dari satu tahun (35,9%). Uji Chi-Square menghasilkan nilai p = 0,024, yang menunjukkan adanya hubungan signifikan antara durasi hemodialisis dan tingkat depresi. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa pasien yang menjalani hemodialisis dalam waktu kurang dari satu tahun memiliki kecenderungan mengalami depresi yang lebih tinggi dibandingkan pasien dengan durasi terapi yang lebih lama. 
Hubungan Kadar HbA1c Dengan Fungsi Ginjal Pada Pasien Diabetes Melitus Tipe 2 Di Rumah Sakit Bintang Amin Octaviani, Rosa Sabrina; Triswanti, Nia; Mandala, Zulhafis; Esfandiari, Firhat
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 12, No 7 (2025): Volume 12 Nomor 7
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jikk.v12i7.20298

Abstract

Diabetes Melitus (DM) merupakan gangguan pada sistem metabolisme tubuh yang menyebabkan kadar gula dalam darah menjadi sangat tinggi secara kronis akibat masalah pada produksi insulin atau ketidakpekaan tubuh terhadap insulin, yang dapat menyebabkan berbagai komplikasi serius salah satunya terhadap fungsi ginjal yang dapat dilihat melalui pemeriksaan kreatinin serum. Metode Penelitian: Penelitian ini menggunakan pendekatan korelasional analitik. Data dikumpulkan melalui penggunaan rekam medis sebagai data sekunder,penelitian ini menggunakan pendekatan desain potong lintang yang dilaksanakan di Rumah Sakit Bintang Amin pada tahun 2024.Hasil Penelitian: Berdasarkan penelitian hubungan kadar HbA1c dengan fungsi ginjal pada pasien diabetes melitus tipe 2 di Rumah Sakit Bintang Amin Bandar lampung 2024 dan didapatkan total sampel 93 orang, maka dapat disimpulkan presentase hasil kadar HbA1c ≥ 7%  pada penderita diabetes melitus tipe 2  yaitu 93,5%.presentase hasil kadar kreatinin serum ≥ 1.1 mg/dl pada penderita diabetes melitus tipe 2 yaitu 73,1%. Terdapat hubungan yang bermakna antara kadar HbA1c dengan fungsi ginjal pada penderita diabetes melitus tipe 2 dengan nilai p-value 0,023.
Hubungan Tingkat Pengetahuan Dengan Tingkat Percaya Diri Dalam Melakukan Bantuan Hidup Dasar (Bhd) Pada Mahasiswa Co-Assistant Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati Angkatan 2019 Khansa, Diara; Wulandari, Mardheni; Mandala, Zulhafis; Anggraini, Marisa
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 12, No 5 (2025): Volume 12 Nomor 5
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jikk.v12i5.20448

Abstract

Bantuan Hidup Dasar (BHD) merupakan tindakan yang diberikan ketika pasien tiba-tiba dan tidak sadar bernafas secara tidak sadar diuji untuk respons pasien. Tujuan dari penelitian ini untuk memperoleh hasil apakah ada hubungan antara pengetahuan dengan tingkat percaya diri dalam melakukan bantuan hidup dasar pada mahasiswa co-assistent Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati angkatan 2019. Cross-sectional merupakan jenis penelitian analitik obbservasional yang mana jenis penelitian ini di gunakan. Populasi di penelitian ini 127 mahasiswa co-assistant Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati angkatan 2019. Total sampling digunakan untuk menentukan sampel di penelitian ini. P-value yang didapatkan dari penelitian ini sebesar 0,000 (<0,05), yang mempresentasikan antara Tingkat Pengetahuan Bantuan Hidup Dasar dengan Tingkat Kepercayaan Diri untuk melakukan Bantuan Hidup Dasar (BHD) terbukti signifikan. Yang mana kesimpulannya terbukti adanya hubungan antara tingkat pengetahuan dengan tingkat percaya diri dalam melakukan bantuan hidup dasar (BHD).
PERBEDAAN LABORATORIUM KADAR PROTEIN ALBUMIN DAN GLOBULIN PADA ANAK STUNTING DAN ANAK TIDAK STUNTING DI KABUPATEN TANGGAMUS LAMPUNG TAHUN 2024 Safira , Adinda; Dalfian, Dalfian; Mandala, Zulhafis; Hermawan, Dessy
Jurnal Review Pendidikan dan Pengajaran Vol. 7 No. 2 (2024): Volume 7 No. 2 Tahun 2024
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jrpp.v7i2.27685

Abstract

Perbedaan Laboratorium Kadar Protein Albumin Dan Globulin Pada Anak Stunting Dan Anak Tidak Stunting Di Kabupaten Tanggamus Lampung Tahun 2024. Pendahuluan : Hasil Dari Studi Status Gizi Indonesia (Ssgi) Tahun 2021 Yang Melibatkan 34 Provinsi Menunjukkan Penurunan Angka Stunting Nasional Dari 27,7% Pada Tahun 2019 Menjadi 24,4% Pada Tahun 2021. Meskipun Prevalensi Stunting Mengalami Penurunan, Namun Menurut Kriteria Who, Angka Tersebut Masih Termasuk Dalam Kategori Tinggi (>20%). Tujuan : Untuk Mengetahui Perbedaan Dari Kadar Protein Albumin Dan Globulin Darah Pada Anak Stunting Dan Anak Tidak Stunting Di Kabupaten Tanggamus Lampung Tahun 2024. Metode : Jenis Penelitian Ini Menggunakan Penelitian Analisis Kuantitatif. Rancangan Penelitian Ini Adalah Random Sederhana Dengan Pendekatan Case Control Study. Populasi Subyek Penelitian Adalah Anak Usia 1 Tahun Sampai Dengan 3 Tahun. Total Populasi Anak Stunting Di Wilayah Kerja Puskesmas Pasar Simpang, Kecamatan Kota Agung Timur, Kabupaten Tanggamus Adalah 98 Orang Anak. Total Sampel Yaitu Sebanyak 30 Responden, Yang Terdiri Dari Kelompok Anak Stunting Sebanyak 15 Sampel Dan Kelompok Kontrol Adalah Anak Tidak Stunting Sebanyak 15 Sampel. Uji Statistik Yang Digunakan Dalam Penelitian Ini Adalah Uji T-Independent. Hasil : Diketahui Rerata Kadar Protein Albumin Dan Globulin Darah Pada Anak Tidak Stunting Di Kabupaten Tanggamus Lampung Tahun 2024 Yaitu Protein Total 6,75 G/Dl, Kadar Albumin 4,22 G/Dl Dan Kadar Globulin 2,55 G/Dl. Diketahui Rerata Kadar Protein Albumin Dan Globulin Darah Pada Anak Stunting Di Kabupaten Tanggamus Lampung Tahun 2024 Yaitu Protein Total Adalah 7,10 G/Dl, Kadar Albumin 4,68 G/Dl Dan Kadar Globulin 2,56 G/Dl. Kesimpulan : Tidak Ada Perbedaan Yang Signifikan Rerata Kadar Protein Total Dan Rerata Kadar Globulin Antara Anak Stunting Dan Anak Tidak Stunting; Ada Perbedaan Yang Signifikan Rerata Kadar Albumin Antara Anak Stunting Dan Anak Tidak Stunting, Dimana Kadar Albumin Pada Anak Stunting Lebih Tinggi Daripada Kadar Albumin Pada Anak Tidak Stunting.
Pengaruh Pemberian Susu Beras Terhadap Pertumbuhan Mencit Model Stunting Amalia, Nafa; Dalfian, Dalfian; Febriyani, Arti; Kurniati, Mala; Mandala, Zulhafis
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 13, No 2 (2026): Volume 13 Nomor 2
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jikk.v13i2.22203

Abstract

Stunting merupakan masalah gizi kronis yang berdampak pada pertumbuhan dan perkembangan anak. Pemberian susu beras berpotensi menjadi solusi alternatif dan ekonomis untuk menangani stunting. Studi ini dilaksankan untuk mengetahui pengaruh pemberian susu beras terhadap pertumbuhan mencit (Mus musculus) model stunting. Studi ini berjenis eksperimental in vivo dengan desain Randomized Controlled Trial (RCT), pre and post test with control group design, menggunakan 25 ekor mencit jantan strain C57BL/6. Induksi stunting dilakukan melalui pemberian diet rendah protein selama 21 hari dan indometasin selama 7 hari. Subjek dikelompokkan dalam lima kelompok: kontrol normal (KN), kontrol negatif (K-), perlakuan susu beras 1 x sehari (K+), perlakuan susu beras 2 x sehari (KP1), dan perlakuan susu beras 3 x sehari (KP2). Parameter yang diukur ialah berat badan dan panjang ekor sebelum dan sesudah perlakuan. Hasil uji menunjukkan tidak terdapat pengaruh signifikan secara statistik pada peningkatan berat badan untuk kelompok K+ (p = 0,376) dan KP2 (p = 0,376). Demikian pula pada hasil uji panjang ekor, tidak ditemukan pengaruh signifikan pada kelompok K+ (p = 0,796) dan KP2 (p = 0,796). Secara deskriptif, pemberian susu beras menunjukkan tren pertumbuhan linier pada berat badan dan panjang ekor mencit model stunting, meskipun belum menunjukkan bukti statistik yang kuat dalam studi ini.
Hubungan Status Gizi Dan Kebiasaan Sarapan Pagi Terhadap Prestasi Belajar Pada Siswa Sekolah Dasar Di Min 2 Tanggamus Rakharen, Lidiya Ayis; Mandala, Zulhafis; Nurmalasari, Yesi; Putri, Devita Febriani
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 13, No 3 (2026): Volume 13 Nomor 3
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jikk.v13i3.21016

Abstract

Prestasi belajar merupakan indikator keberhasilan proses pembelajaran yang dipengaruhi oleh berbagai faktor, baik internal maupun eksternal. Status gizi dan kebiasaan sarapan pagi merupakan faktor yang diduga berperan dalam memengaruhi prestasi belajar siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara status gizi dan kebiasaan sarapan pagi dengan prestasi belajar pada siswa kelas V-VI di MIN 2 Tanggamus. Penelitian ini menggunakan metode analitik observasional dengan pendekatan cross sectional. Sampel penelitian berjumlah 81 siswa yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Status gizi diukur menggunakan Indeks Massa Tubuh (IMT), kebiasaan sarapan diperoleh melalui kuesioner, dan prestasi belajar dinilai berdasarkan rata-rata nilai rapor. Analisis data menggunakan uji korelasi Spearman. Hasil penelitian menunjukkan tidak terdapat hubungan antara status gizi dengan prestasi belajar (p = 0,194; r = 0,146), serta tidak terdapat hubungan antara kebiasaan sarapan pagi dengan prestasi belajar (p = 0,601; r = 0,059). Tidak terdapat hubungan yang signifikan antara status gizi maupun kebiasaan sarapan pagi dengan prestasi belajar siswa.
Hubungan Jenis Terapi Diabetes Melitus Pada Tingkat Kesembuhan Pasien Tuberkulosis Di Rumah Sakit Bintang Amin Bandar Lampung Zaky, Shiddiq Al; Rafie, Rakhmi; Mandala, Zulhafis; Prasetia, Toni
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 13, No 4 (2026): Volume 13 Nomor 4
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jikk.v13i4.21664

Abstract

Tuberkulosis (TB) dan diabetes melitus (DM) merupakan masalah kesehatan global dengan prevalensi tinggi termasuk di Indonesia. Kesembuhan pasien TB-DM dipengaruhi oleh 2 faktor, yaitu kontrol glukosa yang buruk/hiperglikemia kronis dapat menurunkan kekebalan tubuh terhadap Mycobacterium tuberculosis pada penderita DM sehingga mengurangi efektivitas terapi. Tujuan penelitian ini ialah untuk mengetahui hubungan jenis terapi DM pada tingkat kesembuhan pasien TB di RS Bintang Amin Bandar Lampung tahun 2024. Penelitian ini dilakukan dengan desain cross-sectional menggunakan data sekunder dari rekam medis. Teknik pengambilan sampel yang digunakan total sampling yaitu seluruh anggota populasi yang berjumlah 38 orang dijadikan sampel. Hasil penelitian menunjukkan, dari total 38 pasien, terapi insulin menunjukkan tingkat kesembuhan tertinggi yaitu 82,4% (17 pasien). Pada terapi kombinasi sebesar 44,4% (9 pasien), dan pada terapi oral hanya 41,7% (12 pasien). Sebaliknya, kegagalan kesembuhan paling banyak terjadi pada terapi oral (58,3%), diikuti terapi kombinasi (55,6%), dan paling sedikit pada terapi insulin (17,6%). Analisis bivariat menggunakan uji Chi-Square diperoleh terdapat hubungan signifikan antara jenis terapi DM dengan tingkat kesembuhan pasien TB. Kelompok insulin menunjukkan hasil yang jauh lebih baik dibandingkan kelompok oral dan kombinasi dengan nilai p-value 0.039 (p 0.05).