Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Pengaruh Senam Tera Terhadap Penurunan Nyeri Sendi Pada Lansia Penderita Rheumatoid Arthritis di Wilayah UPTD Puksemas Kediri III Ni Putu Sinta Dewi; Ni Komang Matalia Gandari; Ida Ayu Agung laksmi; Putu Wira Kusuma Putra
Journal Center of Research Publication in Midwifery and Nursing Vol 9 No 2 (2025): Journal Center of Research Publication in Midwifery and Nursing
Publisher : STIKES Bina Usada Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36474/caring.v9i2.584

Abstract

Latar Belakang: Rheumathoid Arthritis (RA) merupakan gangguan peradangan kronis autoimun atau respon autoimun, dimana imun seseorang bisa terganggu dan turun yang menyebabkan hancurnya organ sendi dan lapisan pada sinovial, terutama pada tangan, kaki dan lutut. Meskipun tidak menimbulkan kematian secara langsung, namun arthritis dapat menimbulkan kecacatan bagi penderitanya. Metode: Penelitian ini menggunakan metode kuantitiatif pre-eksperimen dengan One Group Pretest Postest design. Sampel diambil menggunakan metode purposive sampling dan diperoleh besar sampel sejumlah 46 responden. Kegiatan senam tera dilakukan selama 1 minggu dengan 3 kali pertemuan selama 30 menit. Analisis data menggunakan wilcoxone sign rank test. Hasil Penelitian: Diketahui responden dengan nyeri ringan sebelum kegiatan sebanyak 22 orang (47,8%) dan nyeri sedang sebanyak 29 orang (52,2%). Sedangkan setelah melakukan kegiatan senam tera diketahui responden dengan nyeri ringan sebanyak 41 orang (89,1%) dan nyeri sedang 5 orang (10,9). Berdasarkan hasil uji wilxocon yang melibatkan 46 responden diketahui nilai p value 0,023 (p < 0,05), maka H0 ditolak dan Ha diterima yakni ada pengaruh senam tera terhadap penurunan nyeri sendi pada lansia penderita Rheumatoid Arthritis di UPTD Puksemas Kediri III. Kesimpulan: Berdasarkan hasil penerapan kegiatan senam tera yang telah dilakukan maka dapat disimpulkan bahwa sterdapat pengaruh senam tera terhadap penurunan nyeri sendi pada lansia penderita Rheumatoid Arthritis di UPTD Puksemas Kediri III
Hubungan Dukungan Keluarga Dengan Tingkat Kecemasan Narapidana : The Relationship Between Family Support and Prisoners' Anxiety Levels I Kadek Enal Megantara; Ni Putu Dita Wulandari; Ni Komang Purwaningsih; Ni Komang Matalia Gandari
Journal of Intan Nursing Vol. 5 No. 1 (2026): Journal of Intan Nursing
Publisher : STIKES Intan Martapura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54004/join.v5i1.372

Abstract

Pendahuluan: Perasaan cemas juga menimbulkan masalah dalam konsep diri individu dan cenderung memiliki ancaman pada jiwa dan psikis seperti kehilangan arti hidup dan merasa tidak berguna atau depresi. Berbagai faktor dapat menjadi pemicu timbulnya kecemasan pada narapidana tersebut, salah satunya adalah dukungan yang didapatkan oleh narapidana selama menjalani masa tahanan. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan dukungan keluarga dengan tingkat kecemasan narapidana di Rumah Tahanan Negara Kelas IIB Bangli. Metode: Penelitian ini menggunakan desain cross sectional. Sampel penelitian sebanyak 71 orang yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Variabel dalam penelitian ini meliputi, variabel indenpenden berupa dukungan keluarga dan variabel dependen berupa tingkat kecemasan. Data dukungan keluarga dan kecemasan dikumpulkan dengan kuesioner dan lembar Depression Anxiety Stress Scale (DASS)-21. ata kemudian dianalisis menggunakan uji Rank Spearman. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan dukungan keluarga pada narapidana sebagian besar berada dalam kategori sedang (53,5%) dengan tingkat kecemasan narapidana lebih banyak berada dalam kategori ringan (70,4%). Berdasarkan hasil uji analisis bivariat didapatkan nilai p=0,003 (<0,05) yang berarti bahwa ada hubungan dukungan keluarga dengan tingkat kecemasan narapidana. Kesimpulan: Dukungan keluarga memiliki hubungan signifikan dengan tingkat kecemasan narapidana di Rumah Tahanan Negara Kelas IIB Bangli.
Pemberian Terapi Reminiscence Terhadap Peningkatan Fungsi Kognitif Pada Lansia Ni Nyoman Nuri Tri Laksmi; Ni Komang Matalia Gandari; Nyoman Sutresna; I Putu Artha Wijaya
Jurnal Keperawatan Karya Bhakti Vol. 10 No. 2 (2024)
Publisher : Akademi Keperawatan Karya Bhakti Nusantara, Magelang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56186/jkkb.155

Abstract

Lansia merupakan kelompok individu yang telah memasuki tahap akhir fase kehidupan, dimana banyak sekali permasalahan yang sering dihadapi para lansia salah satunya adalah menurunnya fungsi kognitif. Fungsi kognitif merupakan proses mental yang memperoleh pengetahuan serta kemampuan kecerdasan yang meliputi aspek yang dikenal dengan domain kognitif yaitu atensi, memori, bahasa, kemampuan visual dan fungsi eksekutif. Lansia dengan menurunnya fungsi kognitif jika tidak segera ditangani akan berdampak pada aktivitas sehari-hari yang tidak normal seperti ketergantungan dan sulit berinteraksi. Salah satu terapi yang dapat meningkatkan fungsi kognitif lansia adalah terapi memori . Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh terapi memori terhadap peningkatan fungsi kognitif pada lansia. Penelitian ini menggunakan Design Pre-Eksperimental dengan pendekatan One Group Pretest-Posttest dengan jumlah sampel sebanyak 38 orang dengan menggunakan teknik Purposive Sampling . Instrumen penelitian ini menggunakan kuesioner MMSE ( Mini Mental Status Examation ). Data dianalisis menggunakan uji Wilxocon Signed Rank Test . Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebelum diberikan terapi memori dari 38 responden sebagian besar mengalami fungsi kognitif global sedang sebanyak 17 orang (44,7%) dan setelah diberikan terapi memori dari 38 responden sebagian besar mengalami fungsi kognitif global sedang sebanyak 18 orang (47,4%). ). ) meningkat (3,3%). Hasil analisis data diperoleh nilai p value 0,000<0,05, dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh terapi memori terhadap peningkatan fungsi kognitif pada lansia di Banjar Pengiasan, Desa Mengwi, Kab. Badung. Disarankan agar nantinya lansia yang mengalami masalah penurunan fungsi kognitif dapat melakukan terapi memori sebagai pengobatan alternatif dalam meningkatkan fungsi kognitif.