Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

Pengaruh Senam Tera Terhadap Penurunan Nyeri Sendi Pada Lansia Penderita Rheumatoid Arthritis di Wilayah UPTD Puksemas Kediri III Ni Putu Sinta Dewi; Ni Komang Matalia Gandari; Ida Ayu Agung laksmi; Putu Wira Kusuma Putra
Journal Center of Research Publication in Midwifery and Nursing Vol 9 No 2 (2025): Journal Center of Research Publication in Midwifery and Nursing
Publisher : STIKES Bina Usada Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36474/caring.v9i2.584

Abstract

Latar Belakang: Rheumathoid Arthritis (RA) merupakan gangguan peradangan kronis autoimun atau respon autoimun, dimana imun seseorang bisa terganggu dan turun yang menyebabkan hancurnya organ sendi dan lapisan pada sinovial, terutama pada tangan, kaki dan lutut. Meskipun tidak menimbulkan kematian secara langsung, namun arthritis dapat menimbulkan kecacatan bagi penderitanya. Metode: Penelitian ini menggunakan metode kuantitiatif pre-eksperimen dengan One Group Pretest Postest design. Sampel diambil menggunakan metode purposive sampling dan diperoleh besar sampel sejumlah 46 responden. Kegiatan senam tera dilakukan selama 1 minggu dengan 3 kali pertemuan selama 30 menit. Analisis data menggunakan wilcoxone sign rank test. Hasil Penelitian: Diketahui responden dengan nyeri ringan sebelum kegiatan sebanyak 22 orang (47,8%) dan nyeri sedang sebanyak 29 orang (52,2%). Sedangkan setelah melakukan kegiatan senam tera diketahui responden dengan nyeri ringan sebanyak 41 orang (89,1%) dan nyeri sedang 5 orang (10,9). Berdasarkan hasil uji wilxocon yang melibatkan 46 responden diketahui nilai p value 0,023 (p < 0,05), maka H0 ditolak dan Ha diterima yakni ada pengaruh senam tera terhadap penurunan nyeri sendi pada lansia penderita Rheumatoid Arthritis di UPTD Puksemas Kediri III. Kesimpulan: Berdasarkan hasil penerapan kegiatan senam tera yang telah dilakukan maka dapat disimpulkan bahwa sterdapat pengaruh senam tera terhadap penurunan nyeri sendi pada lansia penderita Rheumatoid Arthritis di UPTD Puksemas Kediri III
Hubungan Dukungan Keluarga Dengan Tingkat Kecemasan Narapidana : The Relationship Between Family Support and Prisoners' Anxiety Levels I Kadek Enal Megantara; Ni Putu Dita Wulandari; Ni Komang Purwaningsih; Ni Komang Matalia Gandari
Journal of Intan Nursing Vol. 5 No. 1 (2026): Journal of Intan Nursing
Publisher : STIKES Intan Martapura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54004/join.v5i1.372

Abstract

Pendahuluan: Perasaan cemas juga menimbulkan masalah dalam konsep diri individu dan cenderung memiliki ancaman pada jiwa dan psikis seperti kehilangan arti hidup dan merasa tidak berguna atau depresi. Berbagai faktor dapat menjadi pemicu timbulnya kecemasan pada narapidana tersebut, salah satunya adalah dukungan yang didapatkan oleh narapidana selama menjalani masa tahanan. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan dukungan keluarga dengan tingkat kecemasan narapidana di Rumah Tahanan Negara Kelas IIB Bangli. Metode: Penelitian ini menggunakan desain cross sectional. Sampel penelitian sebanyak 71 orang yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Variabel dalam penelitian ini meliputi, variabel indenpenden berupa dukungan keluarga dan variabel dependen berupa tingkat kecemasan. Data dukungan keluarga dan kecemasan dikumpulkan dengan kuesioner dan lembar Depression Anxiety Stress Scale (DASS)-21. ata kemudian dianalisis menggunakan uji Rank Spearman. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan dukungan keluarga pada narapidana sebagian besar berada dalam kategori sedang (53,5%) dengan tingkat kecemasan narapidana lebih banyak berada dalam kategori ringan (70,4%). Berdasarkan hasil uji analisis bivariat didapatkan nilai p=0,003 (<0,05) yang berarti bahwa ada hubungan dukungan keluarga dengan tingkat kecemasan narapidana. Kesimpulan: Dukungan keluarga memiliki hubungan signifikan dengan tingkat kecemasan narapidana di Rumah Tahanan Negara Kelas IIB Bangli.
Pemberian Terapi Reminiscence Terhadap Peningkatan Fungsi Kognitif Pada Lansia Ni Nyoman Nuri Tri Laksmi; Ni Komang Matalia Gandari; Nyoman Sutresna; I Putu Artha Wijaya
Jurnal Keperawatan Karya Bhakti Vol. 10 No. 2 (2024)
Publisher : Akademi Keperawatan Karya Bhakti Nusantara, Magelang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56186/jkkb.155

Abstract

Lansia merupakan kelompok individu yang telah memasuki tahap akhir fase kehidupan, dimana banyak sekali permasalahan yang sering dihadapi para lansia salah satunya adalah menurunnya fungsi kognitif. Fungsi kognitif merupakan proses mental yang memperoleh pengetahuan serta kemampuan kecerdasan yang meliputi aspek yang dikenal dengan domain kognitif yaitu atensi, memori, bahasa, kemampuan visual dan fungsi eksekutif. Lansia dengan menurunnya fungsi kognitif jika tidak segera ditangani akan berdampak pada aktivitas sehari-hari yang tidak normal seperti ketergantungan dan sulit berinteraksi. Salah satu terapi yang dapat meningkatkan fungsi kognitif lansia adalah terapi memori . Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh terapi memori terhadap peningkatan fungsi kognitif pada lansia. Penelitian ini menggunakan Design Pre-Eksperimental dengan pendekatan One Group Pretest-Posttest dengan jumlah sampel sebanyak 38 orang dengan menggunakan teknik Purposive Sampling . Instrumen penelitian ini menggunakan kuesioner MMSE ( Mini Mental Status Examation ). Data dianalisis menggunakan uji Wilxocon Signed Rank Test . Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebelum diberikan terapi memori dari 38 responden sebagian besar mengalami fungsi kognitif global sedang sebanyak 17 orang (44,7%) dan setelah diberikan terapi memori dari 38 responden sebagian besar mengalami fungsi kognitif global sedang sebanyak 18 orang (47,4%). ). ) meningkat (3,3%). Hasil analisis data diperoleh nilai p value 0,000<0,05, dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh terapi memori terhadap peningkatan fungsi kognitif pada lansia di Banjar Pengiasan, Desa Mengwi, Kab. Badung. Disarankan agar nantinya lansia yang mengalami masalah penurunan fungsi kognitif dapat melakukan terapi memori sebagai pengobatan alternatif dalam meningkatkan fungsi kognitif.
The Relationship Betwen Long Waiting for Schedule of Surgery With Anxiety of Patients Undergoing Elective Surgery at Bali Royal Hospital A.A. Ngurah Nara Kusuma; Claudia Wuri Prihandini; Kadek Pasek Adimulyawan; Ni Komang Matalia Gandari
Midwinerslion : Jurnal Kesehatan STIKes Buleleng Vol 8 No 2 (2023): MIDWINERSLION Jurnal Kesehatan STIKes Buleleng
Publisher : LPPM STIKes Buleleng

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52073/midwinerslion.v8i2.316

Abstract

Pendahuluan: lamanya waktu tunggu jadwal operasi pasien yang menjalani operasi elektif dapat menyebabkan reaksi stres fisiologis maupun psikologis, yang mungkin menimbulkan kecemasan. Kecemasan yang dialami pasien sebelum pembedahan akan memunculkan berbagai macam akibat diantaranya terjadi penundaan pembedahan. Tujuan penelitian ini adalah Untuk mengetahui hubungan lama menunggu jadwal operasi dengan kecemasan pasien yang menjalani operasi elektif di Rumah Sakit Bali Royal. Metode : Desain penelitian ini menggunakan kuantitatif korelatif observasional dengan menggunakan pendekatan cross-sectional. Studi dilakukan di Rumah Sakit Bali Royal dengan jumlah sampel sebanyak 30 sampel dengan teknik accidental sampling. Hasil : Hasil penelitian ini menunjukkan sebanyak 6,7% dengan tingkat kecemasan ringan, 36,7% pada tingkat kecemasan Sedang dan 56,7% mengalami tingkat Kecemasan Berat. Diskusi : Diharapkan bagi tenaga perawat agar dapat memberikan KIE dan motivasi dalam pencegahan cemas bagi pasien yang menjalani waktu tunggu tindakan operasi elektif.
HUBUNGAN SELF EFFICACY DENGAN KEPATUHAN MINUM OBAT HIPERTENSI DI PUSKESMAS KERAMBITAN I A.A. Ngurah Nara Kusuma; Claudia Wuri Prihandini; Ni Komang Matalia Gandari; Ida Ayu Gde Suryadewi
Midwinerslion : Jurnal Kesehatan STIKes Buleleng Vol 9 No 1 (2024): MIDWINERSLION Jurnal Kesehatan STIKes Buleleng
Publisher : LPPM STIKes Buleleng

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52073/mjksb.v9i1.427

Abstract

Hipertensi atau tekanan darah tinggi merupakan kondisi ketika tekanan darah di atas batas normal, Kondisi ini dapat menyebabkan berbagai macam komplikasi kesehatan yang membahayakan nyawa jika dibiarkan. Gangguan ini dapat menyebabkan peningkatan risiko terjadinya penyakit jantung, stroke, hingga kematian sehingga diperlukan kepatuhan dalam minum obat agar dapat meminimalisir komplikasi. Kepatuhan minum obat pada pasien hipertensi dipengaruhi oleh kepercayaan diri dalam berperilaku dalam pengobatan hipertensi atau yang disebut dengan self efficacy. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara self efficacy dengan kepatuhan minum obat hipertensi di Puskesmas Kerambitan I. Metode penelitian ini dilakukan dengan desain observasional analitik serta pendekatan cross sectional. Data dikumpulkan dengan menggunakan kuesioner efikasi diri secara umum dan kuesioner kepatuhan minum obat. Data dianalisis menggunakan uji spearman’s rho. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar pasien hipertensi mempunyai self efficacy yang tinggi yaitu sebanyak 30 orang dengan persentase 65,2%, dan sebagian besar mempunyai kepatuhan minum obat yang tinggi yaitu sebanyak 21 orang dengan persentase 45,7%. Analisis hubungan antara efikasi diri dengan kepatuhan minum obat hipertensi diperoleh nilai p<0,001 sehingga dapat dikatakan ada hubungan antara efikasi diri dengan kepatuhan minum obat hipertensi di Puskesmas Kerambitan I. Rekomendasi penelitian ini diharapkan dapat menjadi masukan bagi perawat untuk selalu memberikan peningkatan self efikasi pasien sehingga kepatuhan dalam minum obat.