Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Pengaruh Pemberian Back Massage Menggunakan Virgin Coconut Oil Terhadap Intensitas Nyeri Kepala Pada Lansia Hipertensi : The Effect of Giving Back Massage Using Virgin Coconut Oil on Headache Intensity in Hypertensive Elderly Pramesti, Dewa Ayu Sri; Susila, I Made Dwie Pradnya; Dewi, Putu Adi Cahya; Gandari, Ni Komang Matalia
Journal Nursing Research Publication Media (NURSEPEDIA) Vol. 3 No. 3 (2024): Journal Nursing Research Publication Media (NURSEPEDIA)
Publisher : Journal Nursing Research Publication Media (NURSEPEDIA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55887/nrpm.v3i3.138

Abstract

Latar Belakang: Nyeri kepala merupakan masalah yang sering dirasakan oleh penderita hipertensi, disebabkan karena kerusakan vaskuler akibat dari hipertensi pada seluruh pembuluh perifer. Penggunaan VCO (Virgin Coconut Oil) dalam terapi back massage  dapat  mengaktivasi respon relaksasi. Respon relaksasi yang ditimbulkan menyebabkan terapi back massage  dengan menggunakan VCO dapat menurunkan nyeri kepala pada penderita hipertensi.Tujuan: Mengetahui pengaruh pemberian back massage menggunakan virgin coconut oil terhadap intensitas nyeri kepala pada lansia hipertensi. Metode: Desain penelitian pra eksperimental dengan rancangan one-group pre-post test design. Sampel penelitian adalah pasien hipertensi sebanyak 32 orang dengan teknik purposive sampling. Pengumpulan data menggunakan Visual Analogue Scale, analisis menggunakan uji paired t test. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan rata-rata nyeri kepala pre-test 6,09 dan post test 2,94. Hasil uji paired t test didapatkan nilai p-value = 0,001< 0,05 menunjukkan ada pengaruh pemberian back massage menggunakan virgin coconut oil terhadap intensitas nyeri kepala pada lansia hipertensi. Kesimpulan: Hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa back massage menggunakan virgin coconut oil berpengaruh signifikan terhadap intensitas nyeri penderita hipertensi.
The Effect Of Progressive Mobilization On The Event Of Decubitus In Patients With Mechanical Ventilation In Icu Room Of Mangusada Hospital IGAA Sherlyna Prihandhani; Ni Komang Matalia Gandari; I Dewa Agung Gde Fanji Pradiptha; Nina Rismawati Hakim
STRADA : Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol. 10 No. 2 (2021): November
Publisher : Universitas STRADA Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30994/sjik.v10i2.849

Abstract

This study aimed at identifying the effect of progressive mobilization on pressure ulcer incidents in patient with mechanical ventilation in the Intensive Care Unit at Mangusada Hospital. The design of this study was PreExperiment (one group pretest and posttest design). The instrument used in this study was a standard procedure of Richmond Agitation Sedation Scale (RASS) and observation sheet of Decubitus. The result of the test indicated most of the respondents experienced grade I pressure ulcer (decubitus) before being given progressive mobilization therapy and after the therapy, all respondents (100%) did not show pressure ulcer (decubitus) incident. Wilcoxon test showed that there was an effect of progressive mobilization on pressure ulcer incidents in patient with mechanical ventilation in the Intensive Care Unit at Mangusada Hospital (p-value = 0,042).
Effectiveness of Puzzle Therapy as Brain Exercise in Improving Memory Function Among Older Adults with Dementia: A Case Series Study Gandari, Ni Komang Matalia; Apriliani, Ni Luh Putu; Putra, I Putu Wira Kusuma; Rismawan, I Made
Bali Medical and Wellness Journal Vol. 2 No. 3 (2025): Bali Medical and Wellness Journal
Publisher : PT BMW Journal Sejahtera

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71341/bmwj.v2i3.49

Abstract

Background: Memory impairment significantly impacts the quality of life for older adults living with dementia. Non-pharmacological interventions, such as puzzle therapy, have emerged as promising, low-cost strategies for managing cognitive decline and providing environmental enrichment. Objective: To analyze the effectiveness of puzzle therapy as a brain exercise in improving memory function among older adults with moderate dementia. Methods: This case series involved three older adults (aged 74–84 years) residing at the Tresna Werdha Wana Seraya Social Institution in Bali. Participants engaged in puzzle therapy sessions lasting 10–15 minutes, conducted thrice over one week. Cognitive and memory functions were assessed using the Mini-Mental State Examination (MMSE) before and after the intervention. Results: All participants demonstrated measurable cognitive gains. Baseline MMSE scores ranging from 15 to 16 improved to post-intervention scores of 19 to 21, reflecting a consistent mean improvement of 4.0 points. Notable enhancements were observed specifically in the domains of orientation, immediate recall, and concentration. Conclusion: Puzzle therapy serves as a feasible and effective cognitive stimulation tool for improving memory function in older adults with moderate dementia. These findings support the integration of structured brain exercises into routine geriatric nursing care within institutional settings.
Hubungan Dukungan Keluarga Dengan Tingkat Kecemasan Narapidana : The Relationship Between Family Support and Prisoners' Anxiety Levels Megantara, I Kadek Enal; Wulandari , Ni Putu Dita; Purwaningsih , Ni Komang; Gandari, Ni Komang Matalia
Journal of Intan Nursing Vol. 5 No. 1 (2026): Journal of Intan Nursing
Publisher : STIKES Intan Martapura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54004/join.v5i1.372

Abstract

Pendahuluan: Perasaan cemas juga menimbulkan masalah dalam konsep diri individu dan cenderung memiliki ancaman pada jiwa dan psikis seperti kehilangan arti hidup dan merasa tidak berguna atau depresi. Berbagai faktor dapat menjadi pemicu timbulnya kecemasan pada narapidana tersebut, salah satunya adalah dukungan yang didapatkan oleh narapidana selama menjalani masa tahanan. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan dukungan keluarga dengan tingkat kecemasan narapidana di Rumah Tahanan Negara Kelas IIB Bangli. Metode: Penelitian ini menggunakan desain cross sectional. Sampel penelitian sebanyak 71 orang yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Variabel dalam penelitian ini meliputi, variabel indenpenden berupa dukungan keluarga dan variabel dependen berupa tingkat kecemasan. Data dukungan keluarga dan kecemasan dikumpulkan dengan kuesioner dan lembar Depression Anxiety Stress Scale (DASS)-21. ata kemudian dianalisis menggunakan uji Rank Spearman. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan dukungan keluarga pada narapidana sebagian besar berada dalam kategori sedang (53,5%) dengan tingkat kecemasan narapidana lebih banyak berada dalam kategori ringan (70,4%). Berdasarkan hasil uji analisis bivariat didapatkan nilai p=0,003 (<0,05) yang berarti bahwa ada hubungan dukungan keluarga dengan tingkat kecemasan narapidana. Kesimpulan: Dukungan keluarga memiliki hubungan signifikan dengan tingkat kecemasan narapidana di Rumah Tahanan Negara Kelas IIB Bangli.