Claim Missing Document
Check
Articles

Found 9 Documents
Search

STUDI EFEKTIFITAS LIMBAH KULIT PISANG (MUSA ACUMINATE) SEBAGAI BIOSORBEN LOGAM BERAT SENG (ZN) Billy Harnaldo Putra, Dini Fatmi,
Menara Ilmu Vol 12, No 9 (2018): Vol. XII No. 9 Oktober 2018
Publisher : LPPM Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33559/mi.v12i9.952

Abstract

Penelitian ini bertujuan mempelajari efesiensi penyerapan logam berat seng (Zn) denganpemanfaatan limbah kulit pisang sebagai biosorben Aktivator NaOH ,HNO3, KOH, danZnCl2 pada perairan yang tercemar. Kulit pisang (Musa acuminate) didalamnyamengandung beberapa komponen biokimia, salah satunya adalah asam galakturonik.Asam galakturonik menyebabkan kuat untuk mengikat ion logam yang merupakan gugusfungsi gula karboksil. Tahap preparasi dilakukan dengan pemanasan suhu 60oC selama2x24 jam. Bahan adsorben diblender dan diaktivasi menggunakan NaOH ,HNO3, KOH,dan ZnCl2 selama 2 jam. Pada penelitian ini dilanjutkan dengan cara variasi pH 4, 6 dan8. Uji kinetika dilakukan dengan cara variasi waktu kontak 30, 60, 90 dan 120 menit.Sedangkan uji adsorpsi maksimum dengan cara variasi Konsentrasi larutan logam Znsebesar 20 mg/l, 25 mg/l, 50 mg/l, 75 mg/l, dan 100 mg/l. Uji adsorpsi menggunakan SSA(Spektrometer Serapan Atom). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pH optimum padaadsorpsi kulit pisang terhadap ion Zn terjadi pada pH 8. Penyerapan logam Zn lebih besarpada aktivator HNO3 yaitu 1.7631 mg/l Sedangkan uji kinetika waktu optimum diketahuipada waktu 90 menit pada aktifator NaOH 2.2269 mg/l dan hasil variasi konsentrasi yangmemiliki kemampuan adsorpsi terbesar adalah 75 mg/l. Serta peningkatan kapasitas yangsemakin meningkat pada konsentrasi 20 mg/l sampai 100 mg/l.Keyword : Kulit pisang, aktifator, logam Zn, SSA
KAJIAN HUBUNGAN MASA KERJA, PENGETAHUAN, KEBIASAAN MEROKOK, DAN PENGGUNAAN MASKER DENGAN GEJALA PENYAKIT ISPA PADA PEKERJA PABRIK BATU BATA MANGGIS GANTIANG BUKITTINGGI Billy Harnaldo Putra; Rifka Afriani
HUMAN CARE JOURNAL Vol 2, No 2 (2017): Human Care Journal
Publisher : Universitas Fort De Kock

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (453.817 KB) | DOI: 10.32883/hcj.v2i2.70

Abstract

AbstrakKajian terhadap bakaran aktivitas pabrik batu bata Manggis Gantiang Bukittinggi telah diketahui memiliki kadar partikulat PM10 yang diatas ambang batas ISPU dengan kategori berbahaya (Putra, et.al, 2016). Hal ini dapat menyebabkan gejala infeksi saluran pernafasan akut (ISPA) pada pekerja di pabrik batu bata tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan faktor masa kerja, pengetahuan, kebiasaan merokok, dan penggunaan masker terhadap gejala ISPA pada pekerja batu bata di Kelurahan Manggis Gantiang, Bukittinggi. Hubungan ini dilihat dengan pendekatan desain cross sectional dan analisis chi-square. Deteksi penyakit ISPA dilakukan penggukuran dengan menggunakan peak flow meter dan kuisioner gejala ISPA. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 46 responden pekerja pabrik batu bata dengan pengecekan peek flow meter diketahui 35 orang (76.08%) yang memiliki gejala berat sementara dengan penilaian kuisioner terdapat 27 orang (58.7%), yang memiliki pengetahuan rendah tentang dampak bakaran sebanyak 24 orang (52.2%), yang menggunakan masker saat bekerja sebanyak 26 orang (56.5%), yang sudah lama bekerja 27 orang (58.7%), dan yang memiliki kebiasaan merokok 36 orang (78.3%). Hasil uji statistik hubungan gejala ISPA dengan pengetahuan memiliki nilai p=0.041, OR=4.333 (CI= 1.235- 15.206), terhadap penggunaan masker dengan p=0.002, OR= 9.800 (CI=2.500 – 38.411), terhadap masa kerja dengan p=0.026, OR= 0.204 (CI= 0.057 – 0.726), dan terhadap merokok dengan p=0.031, OR= 9.000 (CI= 1.031–78.574). Dari kajian ini, diketahui bahwa Pengetahuan, Penggunaan Masker, Masa Kerja dan Merokok berhubungan dengan gejala ISPA pada pekerja pabrik batu bata dengan tingkat hubungan yang tertinggi pada variabel penggunaan masker oleh pekerja. Sehingga, dapat dikatakan perlunya perlindungan diri dari para pekerja terhadap dampak dari aktivitas pabrik batu bata terhadap kesehatan sistem pernafasan.  Kata kunci: Bakaran aktivitas Pabrik Batu Bata, Gejala ISPA, Masa Kerja, Kebiasaan  Merokok, Pengetahuan, Penggunaan Masker AbstractThe study on brick kiln factory in Manggis Gantiang Urban Village Bukittinggi, Indonesia shows a high particulate level of PM2.5 and PM10 which are above the ISPU level (Putra, et.al, 2016). The effect of this, many workers will suffer the symptoms of an acute upper respiratory infection (URI) in the brick kiln factory. Thus, the purpose of this study is to examine the relationship between working duration, knowledge of URI, smoking habit, and using of mask towards the symptoms of URI to brick workers in Manggis Gantiang Urban Village, Bukittinggi, Indonesia. The data was analyzed with a cross sectional design approach and chi-square analysis. The detection of URI was measured using peak flow meter and questionnaire. The results using peak flow meter showed that a total of 35 brick kiln workers (76.08%) out of 46 respondents had severe symptoms while by using questionnaire, there were only 27 brick kiln workers. The study also found that there were 24 brick kiln workers (52.2%) who have a lower knowledge level of URI, 26 brick kiln workers (56.5%) who used a mask during working hours, 27 brick kiln workers (58.7%) with a long-work duration and 36 brick kiln workers (78.3%) who have a smoking habit. Statistical results shows that there is a relationship between URI’s symptoms and knowledge of URI (p=0.041, OR=4.333 (CI= 1.235- 15.206), towards using of mask p=0.002, OR= 9.800 (CI=2.500 – 38.411), towards working duration p=0.031, OR= 9.000 (CI= 1.031–78.574). Therefore, there is a relationship between working duration, knowledge of URI, smoking habit, and using of mask towards URI’s symptoms to brick kiln workers in Manggis Gantiang Urban Village, Bukittinggi, Indonesia. It is important to enhance workforce-safety and workforce-protection in the brick kiln factory in order to promote respiratory health for brick kiln workers.  Keywords: brick kiln factory, URI’s symptoms, working duration, knowledge of URI, smoking habit, using of mask 
PENGARUH PERBEDAAN SUHU DAN LAMA PENYIMPANAN ASI PERAH TERHADAP KANDUNGAN ZAT MAKRONUTRIEN Febriniwati Rifdi; Billy Harnaldo Putra; Sonia Maharani
Maternal Child Health Care Vol 4, No 2 (2022): Maternal Child Health Care
Publisher : Universitas Fort de Kock Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32883/mchc.v4i2.2002

Abstract

Expressed breast milk is breast milk that is taken by expressing it from the breast to be stored and later given to the baby. A working mother, who still wants to give exclusive breastfeeding, will find it difficult to give her breast milk directly so that breast milk is given in the form of expressed milk. Basically, breast milk is sterile, but during storage at room temperature, the number of bacteria can increase and decrease the nutrients contained in breast milk. The nutritional components contained in breast milk are macronutrients such as protein, carbohydrates and fats. This study was a pure experimental study using post tes only group design. The purpose of this study was to examine the effect of differences in temperature and storage duration of Dairy Milk on the content of macronutrients (protein, carbohydrates, fat). The sample in this study were exclusively breastfeeding mothers for 3 to 6 months who were in the working area of the Nilam Sari Public Health Center, Bukittinggi City. Statistical test using One Way Annova test. The results of this study indicate that the levels of protein, carbohydrates, and fat in breast milk stored for 6 hours at room temperature 20-250C, for 7 days and 14 days in a freezer at a temperature of -150C experienced a significant decrease with a p value of 0.000 < 0.05. The conclusion of this study is that there is an effect of temperature and storage time of expressed breast milk on the content of macronutrients (protein, carbohydrates, fat). Therefore, breast milk should be given directly to the baby. However, for working mothers, the storage of expressed breast milk can still be done by taking into account the sterility of the breast milk container, the storage temperature and not repeating the storage. Keywords : Storage Temperature, Storage Duration, Macronutrient Of Breast Milk
PENGARUH PENGETAHUAN, EKONOMI DAN IKLIM TERHADAP KEJADIAN DEMAM BERDARAH DENGUE (DBD) DI ASIA TENGGARA TAHUN 2022 (STUDI META ANALISIS) fauzan akbar; Efriza Efriza; Billy Harnaldo Putra
HUMAN CARE JOURNAL Vol 7, No 3 (2022): Human Care Journal
Publisher : Universitas Fort De Kock

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32883/hcj.v7i3.2315

Abstract

Latar Belakang : Demam Berdarah Dengue (DBD) merupakan salah satu masalah kesehatan pada masyarakat di Negara tropis maupun Negara sub-tropis. Asia Tenggara dan Pasifik Barat. 70% menjadi Beban Global yang terkena dampak yang parah adalah Negara di Asia. Penelitian ini bertujuan melihat determinan kejadian Demam Berdarah Dengue (DBD) di Asia Tenggara, prinsip berbasis bukti (Evidance Based) sangat penting dalam menentukan kebijakan kesehatan.Metode : Metode penelitian Meta-analisis dengan analisis fixed effect model dan random effect model untuk menganalisis beberapa penelitian dengan menggunakan pendekatan sistematis dan teknik statistik untuk mengidentifikasi, menilai dan menggabungkan hasil penelitian ilmiah relevan dengan penelitian observasional determinan kejadian DBD di Asia Tenggara untuk mencapai kesimpulan yang lebih kuat. Hasil : Hasil pencarian artikel studi melalui database PubMed, Springer Link, Google Schoolar dan PLOS Neglected Tropical Diseases diperoleh 26 artikel studi penelitian yang relevan, 17 desain Cross-sectional, 6 desain Case Control dan 3 desain Cohort. Hasil dari telaah sistematis artikel studi ditemukan Pengetahuan OR 6.52 (CI 0.14-12.89), Ekonomi OR 1.66 (CI 0.85-1.38), dan Iklim OR 1.18 (CI 0.13-2.23). Kesimpulan : Kesimpulan penelitian khususnya bagi stakeholder kesehatan perlunya peningkatan promosi kesehatan terhadap pengetahuan masyarakat tentang pencegahan DBD terutama pada masyarakat yang berusia produktif baik usia sekolah maupun yang bekerja dengan mobilitas tinggi.Kata kunci        : Demam Berdarah Dengue (DBD), Pengetahuan, Ekonomi, iklim Meta-analisisDaftar Bacaan  : 36 (2015-2022)
Analisis Kadar Total Fenolik Sediaan Teh Herbal Dari Kulit Buah Naga Super Merah (Selenicereus costaricensis) Dan Daun MINT (Mentha piperita L.) Yesti, Yulia; Fadhilah, Nailatul; Putra, Billy Harnaldo; Elfia, Mega; Devitria, Rosa; Gusriyani, Sri; Saputra, Harry Ade
Jurnal Penelitian Dan Pengkajian Ilmiah Eksakta Vol 3 No 2 (2024): Jurnal Hasi Penelitian Dan Pengkajian Ilmiah Eksakta - JPPIE
Publisher : LPPM Universitas Dharma Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47233/jppie.v3i2.1526

Abstract

Teh herbal atau herbal tea merupakan salah satu produk minuman campuran teh dan tanaman herbal yang memiliki khasiat dalam membantu pengobatan suatu penyakit atau sebagai penyegar. Teh herbal dapat dikonsumsi sebagai minuman sehat yang praktis untuk menjaga kesehatan. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah kulit buah naga super merah (Selenicereus costaricensis) yang diperoleh dari Kecamatan Ampek Angkek, Kabupaten Agam dan daun mint (Mentha piperita L.) yang diperoleh dari Kecamatan Ampek Koto, Kabupaten Agam, Potensi kulit buah naga super merah sebagai obat masih belum termanfaatkan dengan optimal. Salah satu cara untuk mendapatkan khasiatnya, yaitu kulit buah naga super merah (Selenicereus costaricensis) atau super red ini dikonsumsikan dengan daun mint (Mentha piperita L.) dalam bentuk kering yang kemudian diseduh dan diminum. Minuman ini biasanya disebut dengan teh herbal. Tujuan penelitian adalah mengetahui kadar total fenolik terbaik dari 5 variasi komposisi pada sediaan herbal kulit buah naga super merah dan daun mint. Variasi komposisi kulit buah naga super merah dengan daun mint adalah 9:1; 8:2; 7:3; 6:4; 5:5. Uji kadar total fenolik dilakukan menggunakan metoda spektrofotometri UV-Vis. Kadar total fenolik dari 5 variasi komposisi sediaan teh hebal kulit buah naga super merah dan daun mint dengan kadar total fenolik tertinggi pada formulasi 5:5 dengan nilai total kadar fenolik yaitu 0,255 %. Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa semakin sedikit kulit buah naga super merah dan semakin banyak daun mint maka semakin tinggi kadar total fenolik. Untuk peneliti selanjutnya disarankan menggunakan metoda freeze drying untuk pengeringan agar tidak merusak senyawa yang terdapat dalam sampel.
Pengaruh Pemberian Salep Fraksi Etil Asetat Daun Binahong Anredera cordifolia (Ten.) Steenis terhadap Penyembuhan Luka Eksisi pada Tikus Gusriyani, Sri; Yesti , Yulia; Harnaldo Putra, Billy; Ade Saputra, Harry; Maulidya, Reza
FASKES : Jurnal Farmasi, Kesehatan, dan Sains Vol. 2 No. 2 (2024): Bulan November 2024 Faskes : Jurnal Farmasi, Kesehatan, dan Sains
Publisher : Program Studi Farmasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32665/faskes.v2i2.3305

Abstract

Latar Belakang: Luka merupakan suatu keadaan yang ditandai dengan kerusakan pada jaringan tubuh. Penyembuhan luka adalah suatu bentuk proses usaha untuk memperbaiki kerusakan yang terjadi pada kulit. Tujuan: penelitian ini bertujuan untuk  mengetahui konsntrasi yang paling efektif pada salep fraksi etil asetat sebagai penyembuhan luka eksisi pada tikus. Metode Penelitian ini dilakukan dengan cara melukai punggung tikus dengan diameter  2cm. Pengolesan salep dilakukan 2 kali sehari selama 14 hari. Hewan di bagi menjadi 6 kelompok yaitu kontrol (-), Basis, kontrol (+), and Konsentrasi 5,10,15%. Parameter yang di gunakan ialah presentase luas penyembuhan luka, waktu epitelisasi dan histopatologi. Salep daun binahong dibuat menjadi 3 konsentrasi yaitu 5%, 20%, 15%. Salep fraksi etil asetat daun binahong. dapat memberikan pengaruh dalam proses penyembuhan luka eksisi pada tikus. Hasil: Pada penelitian ini didapatkan hasil yang terbaik yaitu pada konsentrasi 15%, dengan presentasi penyembuhan luka 95,60 %, waktu epitelisasi hari ke 6, histopatologi pada fibroblast skor 3, kolagen 3, dan inflamasi 3. Simpulan dan Saran Perlakuan yang paling efektif adalah pemberian salep konsentrasi 15%.Di buktikan dengan uji One Way Anova dengan nilai signifikansi lebih besar dari 0,05 dan data berdistribusi normal. Pada penelitian selanjutnya disarankan mengukur kadar hidroksiprolin.
Pembuatan dan Evaluasi Sediaan Masker Gel Peel Off dari Ekstrak Air Mikroalga Spirulina Platensis Kirani , Zabilla; Putra , Billy Harnaldo; Rahmadasmi, Nola; Fitriani , Oryza Sativa; Nanda , Nanda; Andika, Miming; Hasanah , Rizqa; Haq. AH, Ahdi Dinil; Wulandari , Desti
Journal of Pharmaceutical and Sciences JPS Volume 8 Nomor 2 (2025)
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Tjut Nyak Dhien

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36490/journal-jps.com.v8i2.620

Abstract

Background: The microalgae Spirulina platensis is a microalgae with numerous benefits, particularly in the fields of health and cosmetics. One of its active compounds, phycocyanin, is a water-soluble antioxidant that is beneficial for facial skincare. A peel-off gel mask is a practical cosmetic product that can be peeled off directly after drying. Objective: This study aimed to develop a peel-off gel mask containing Spirulina platensis water extract and evaluate its physical quality. Methods: The peel-off gel mask was prepared by adding Spirulina platensis water extract at three different concentrations: 0.25% (F1), 0.5% (F2), and 0.75% (F3). Physical quality evaluation included organoleptic testing, homogeneity, viscosity, pH, drying time, adhesiveness, and stability at 4°C and 40°C. A comparison was also made with a commercial spirulina mask product (F4, 0.25%). Results: The physical quality assessment showed that all formulations met the requirements for organoleptic properties, homogeneity, viscosity, pH, drying time, and adhesiveness. In the stability test, the base formula (F0) and F1 (0.25%) were the most stable in terms of organoleptic parameters, while all formulations remained stable in pH. The viscosity of all four formulations remained stable after two months of storage. The commercial mask (F4) exhibited similar physical quality results to F1, with both meeting all requirements. Conclusion: The peel-off gel mask containing Spirulina platensis water extract was successfully developed with satisfactory physical quality. The 0.25% concentration formula (F1) demonstrated good stability, comparable to commercially available products.
Pengaruh Pemberian Krim Ekstrak Daun Sirih Merah (Piper ornatum N.E.Br.) Terhadap Penyembuhan Luka Bakar Pada Tikus Gusriyani, Sri; Yulia Fitri; Yulia Yesti; Harry Ade Saputra; Billy Harnaldo Putra; Rama Feriska Putra
An-Najat Vol. 3 No. 3 (2025): Agustus : An-Najat : Jurnal Ilmu Farmasi dan Kesehatan
Publisher : STIKes Ibnu Sina Ajibarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59841/an-najat.v3i3.3258

Abstract

Luka bakar (combustio) adalah kehilangan jaringan yang disebabkan kontak dengan sumber panas sepeti air, api, bahan kimia, listrik, dan radiasi. Luka bakar akan mengakibatkan tidak hanya kerusakan kulit, tetapi juga mempengaruhi seluruh sistem tubuh. Tujuan penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh pemberian krim ekstrak daun sirih merah terhadap peningkatan sel fibrolast dalam proses penyembuhan luka bakar pada tikus. Metode yang digunakan ialah pembagian kelompok hewan uji menjadi 4 kelompok yaitu kelompok 1 kontrol negatif tikus dilukai tidak diberikan apa-apa, kelompok 2 kontrol positif dimana tikus dilukai diberikan obat pembanding burnazin plus, kelompok 3 tikus dilukai dengan diberikan sediaan basis krim, kelompok 4 tikus dilukai dengan diberikan sediaan krim ekstrak 15%. Lalu setiap kelompok tikus dilukai dengan menggunakan besi baja yang dipanaskan di api biru selama 5 menit lalu ditempelkan ke punggung tikus 5 detik dengan kedalaman 2 mm sampai dermis karena dalam penelitian ini menggunakan luka derajat 2. Berikan sediaan krim 200mg selama 7 hari 2 kali sehari dioleskan ke punggung tikus. Pengukuran parameter yang dilakukan yaitu luas persentase penyembuhan luka bakar, dengan rata-rata luas presentase penyembuhan luka pada konsentrasi 15% menghasilkan 27,5%. Kesimpulannya bahwa krim dengan sediaan ekstrak daun sirih merah (Piper ornatum N.E.Br) konsentrasi 15% dapat memberikan pengaruh dalam proses penyembuhan luka bakar pada tikus. Sarannya dapat disarankan untuk peneliti selanjutnya agar dapat menggunakan metode lain yang bisa digunakan untuk penyembuhan luka bakar dengan menggunakan larutan hidroksiprolin.
ANTIOXIDANT POTENTIAL OF EXTRACT OF BLACK RICE, BAJAKAH WOOD ROOT AND KEBIUL SEED Yesti, Yulia; Kintoko, Kintoko; Nugraha, Ari Satia; Putra, Billy Harnaldo; Gusriyani, Sri; Saputra, Harry Ade; Alfarisyi, Muhammad Iqbal
JURNAL KATALISATOR Vol. 10 No. 2 (2025): Jurnal Katalisator, Volume 10 No 2 Oktober 2025
Publisher : LLDIKTI X Sumbar, Riau, Jambi, Kepri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62769/katalisator.v10i2.3457

Abstract

Exposure to free radicals and oxidative stress are major factors in various degenerative diseases, such as cardiovascular disease, diabetes, cancer, and neurodegenerative diseases. Therefore, the use of natural antioxidant sources is important to reduce the negative effects of free radicals. This study compares the natural antioxidant potential of black rice, bajakah root, and kebiul seeds, whereas previous studies have only identified the antioxidant potential of a single natural ingredient. This study aims to measure the antioxidant potential, such as total polyphenols, total flavonoids, and antioxidant activity, of these three natural materials using distilled water, 70% ethanol, and 96% ethanol as solvents. The experimental research method involved testing antioxidant activity and measuring total phenolics and flavonoids. The results showed that the 70% ethanol extract of black rice had the highest total polyphenol content at 6.83±0.28 mgGAE/g (0.007±0.00%), the 70% ethanol extract of bajakah wood root had the highest flavonoid content at 8.77±0.02 mgQE/g (0.009±0.00%), and the distilled water extract of kebiul seeds showed the strongest antioxidant activity based on an IC50 value of 5.96 ± 0.01 ppm. This study concluded that black rice has potential as a primary source of phenolics and anthocyanins, while bajakah wood root and kebiul seeds are sources of flavonoids with strong antioxidant activity.