Claim Missing Document
Check
Articles

Found 33 Documents
Search

EFEKTIFITAS EFFLEURAGE MASSAGE DAN COUNTERPRESSURE TERHADAP TINGKAT NYERI IBU BERSALIN KALA 1 FASE AKTIF DI PMB IIS ROSITA KECAMATAN TENJO KABUPATEN BOGOR : STUDY LITERATURE REVIEW Nengsih, Lisda; Ciptiasrini, Uci; Sari, Agustina
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 1 (2024): MARET 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i1.17992

Abstract

Angka nyeri persalinan yang telah dilaporkan didapatkan hasil bahwa rata-rata di Indonesia sebanyak 85-90% wanita hamil yang akan menghadapi persalinan mengalami nyeri persalinan yang hebat dan 7-15% tidak disertai rasa nyeri. Kondisi nyeri yang hebat pada kala I persalinan memungkinkan para ibu cenderung memilih cara yang paling gampang dan cepat untuk menghilangkan rasa nyeri. Metode Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Pengambilan sampel secara acak dan design penelitian dengan melakukan penilaian sebelum dan setelah intervensi dilakukan. hasil asuhan kebidanan ada pengaruh pemberian pijat effleurage message terhadap penurunan tingkat skala nyeri pada ibu bersalin dengan nyeri persalinan setelah dilakukan intervensi selama 30 menit yaitu 3% . Pada responden yang di berikan intervensi counterpressure tidak ada pengaruh terhadap pengurangan tingkat skala nyeri ibu bersalin dengan nyeri persalinan yaitu 0%. Diharapkan dapat menambah wawasan klien tentang cara mengurangi tingkat skala nyeri pada ibu bersalin.
EFEKTIVITAS AIR KELAPA HIJAU DAN PIJAT EFFLEURAGE UNTUK MENGURANGI DISMENORE PRIMER PADA REMAJA PUTRI DI POSKESDES KUTAMEKAR SOBANG Ciptiasrini, Uci; Apriyani, Magdalena Tri Putri; Kurniawati, Iis
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 2 (2024): JUNI 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i2.28206

Abstract

Data World Health Organization (WHO) tahun 2020 sebesar 1.769.425 jiwa atau 90% wanita yang mengalami dismenore Angka kejadian dismenore di Indonesia menurut Riskesdas tahun 2018, sebesar 64,25% yang terdiri dari 54,89% dismenore primer dan 9,36% dismenore sekunder. Dismenore primer merupakan nyeri haid tanpa adanya kelainan pada organ genital dan biasanya pertama kali dialami oleh wanita berumur 20 tahun atau lebih muda setelah siklus ovulasi menetap. Dismenore memiliki dampak yang dapat mengganggu aktivitas pada remaja seperti belajar di sekolah, semangat menurun, kurang bahkan sulit konsentrasi, sampai tidak masuk sekolah. Tujuan untuk mengetahui efektivitas air kelapa hijau dan pijat effleurage terhadap pengurangan nyeri dismenore primer pada remaja putri di Poskesdes Kutamekar Sobang tahun   2024. Sampel dalam penelitian ini adalah 2 responden yaitu remaja yang mengalami dismenore primer dengan membandingkan secara langsung terhadap respon dari air kelapa hijau dan pijat effleurage. Waktu penelitian dilaksanakan pada tanggal 1 Februari 2024 sampai 28 Februari 2024. Metode pengumpulan data dengan cara pengkajian yaitu wawancara untuk menggali data yang di butuhkan terkait dengan penelitian yang akan dilakukan pada remaja putri dengan dismenore primer. Hasil Terdapat perbedaan skala nyeri dismenore primer pada remaja yang diberikan air kelapa hijau dan pijat effleurage. Penurunan skala nyeri pada remaja yang diberikan pijat effleurage lebih signifikan dibandingkan yang diberikan air kelapa hijau.
Efektivitas Relaksasi Otot Progresif Terhadap Penurunan Intensitas Nyeri Dismenore Pada Remaja Putri di SMP Wilayah UPT Puskesmas Kersamenak Tahun 2023 Fauzi, Puji Sri; Ciptiasrini, Uci; Darmi, Salfia
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 4 No. 2 (2024): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v4i2.9759

Abstract

Kejadian dismenore pada remaja di Puskesmas Kersamenak tahun 2022 tercatat sebanyak 648 remaja yang melakukan kunjungan ke Puskesmas Karangpawitan dengan keluhan mengalami dismenore. Salah satu cara untuk mengurangi dismenore adalah terapi peregangan dan relaksasi dari otot-otot pada tubuh yang mudah dilakukan serta dapat mengurangi intensitas nyeri sehingga aman untuk dilakukan. Tujuan dari penelitian ini guna mengetahui efektivitas relaksasi otot progresif terhadap penurunan intensitas nyeri dismenore pada remaja putri. Penelitian ini menggunakan quasi eksperimen dengan pre test - post test whit control group design. Populasi pada penelitian seluruh remaja yang tercatat sebagai siswi di SMP yang berada di Wilayah Kerja Puskesmas Kersamenak sebanyak148 orang. Sampel dalam penelitian menggunakan purposive sampling sebanyak 30 orang remaja putri yang mengalami nyeri dismenore dan dibagi dalam dua kelompok yaitu kelompok eksperimen dan control masing-masing sebanyak 15 orang. Instrument yang digunakan berupa lembar observasi skala nyeri dan petunjuk teknis relaksasi otot. Analisis data menggunakan uji Wilcoxon. Rata-rata skala nyeri dismenore pada kelompok eksperimen sebelum diberikan relaksasi otot progresif sebesar 5,93 setelah diberikan sebesar 0,73 sedangkan pada kelompok kontrol pada observasi pertama sebesar 5,80 dan pada observasi kedua sebesar 2,13. Hasil bivariat menunjukkan p-value sebesar 0,000. Terdapat pengaruh pemberian terafi relaksasi otot progresif terhadap penurunan nyeri dismenore pada remaja putri. Diharapkan dapat menjadi informasi dan menambah pengetahuan pada remaja putri dalam mengatasi dismenore serta dapat melakukan penanganan secara mandiri sebagai perawatan sehari-hari dalam mengatasi dismenore dengan melakukan terafi relaksasi otot progresif sebagai salah satu cara yang aman untuk dilakukan.
Efektivitas Buah Jambu Biji Dan Sayur Daun Bayam Untuk Meningkatkan Hemoglobin Pada Ibu Hamil Trimester Iii Dengan Anemia Ringan Hormayani, Hormayani; Ciptiasrini, Uci; Yolandia, Rita Ayu
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 4 No. 2 (2024): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v4i2.9831

Abstract

Angka kematian ibu di Indonesia pada tahun 2022 mencapai 207 per 100.000 KH melebihi target rencana strategi atau renstra sebesar 190 per 100.000 KH. Tiga penyebab utama kematian ibu diantaranya yaitu perdarahan (30%), hipertensi dalam kehamilan atau Preeklampsia (25%), dan infeksi (12%). Anemia adalah menurunnya massa eritrosit yang menyebabkan ketidakmampuannya untuk memenuhi kebutuhan oksigen ke jaringan perifer. Secara klinis, anemia dapat diukur dengan penurunan kadar hemoglobin (Hb), hematokrit, atau hitung eritrosit, namun yang paling sering digunakan adalah pengujian kadar hemoglobin (Hb). Survey awal penelitian di TPMB “H” dari 10 Ibu hamil terdapat 3 yang mengalami anemia dan mereka tidak mengetahui manfaat jambu biji dan sayur daun bayam untuk penanganan anemia. Metode studi kasus ini dengan secara sederhana diartikan sebagai proses penyelidikan atau pemeriksaan secara mendalam, terperinci dan detail pada suatu peristiwa tertentu atau khusus yang terjadi dengan sampel 2 orang yang dilakukan selama 7 hari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kadar hemoglobin pada responden yang diberikan daun sayur bayam sebelum intervensi 10,5 g/dL menjadi 10,7 g/dL yaitu dengan kenaikan 0,2 g/dL, sedangkan kadar hemoglobin pada responden yang diberikan jus jambu biji merah sebelum intervensi 10,7 g/dL menjadi 11 g/dL yaitu dengan kenaikan 0,3 g/dL. Hal ini menunjukan jus jambu biji lebih efektif dibandingkan daun sayur bayam dalam menaikkan kadar Hb pada ibu hamil yang mengalami anemia ringan sehingga terapi non farmakologi ini dapat membantu menaikkan kadar Hb ibu hamil, disamping pemberian tablet Fe tetap diberikan untuk mengoptimalkan terapi pada anemia.
Efektivitas Rebusan Sirih Merah Dan Rebusan Sirih Hijau Dalam Penatalaksanaan Flour Albus Pada Remaja Putri Di PMB Herlina Tahun 2023 Aprianti, Angga; Tri Putri, Magdalena; Ciptiasrini, Uci
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 4 No. 2 (2024): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v4i2.10047

Abstract

Pendahuluan : Keputihan  atau flour albus merupakan salah satu kondisi terkait sistem reproduksi yang umum dialami oleh wanita. Sebenarnya, keputihan sendiri bisa menjadi salah satu mekanisme pembersih dari sistem reproduksi wanita. Cairan keputihan dihasilkan oleh kelenjar di dalam vagina dan leher rahim. Ketika keputihan terjadi, cairan yang keluar melalui vagina dapat membawa keluar sel-sel mati dan bakteri dari dalam. Dengan demikian, vagina tetap bersih dan terhindar dari berbagai infeksi. Tujuan : Untuk mengetahui sebelum dilakukan pemberian rebusan air daun sirih merah dan daun sirih hijau pada remaja putri yang mengalami keputihan di PMB Herlina tahun 2023. Metode : Desain penelitian yang digunakan adalah menggunakan metode Study Case Literature Review dengan pendekatan studi kasus. Hasil : Kegiatan ini dilaksanakan pada remaja putri yang mengalami keputihan. Pada penelitian ini sampel sebanyak 2 orang dimana 1 sampel menggunakan intervensi pemberian air rebusan sirih merah dan 1 sampel dengan air rebusan sirih hijau. Penelitian ini dilakukan di PMB Herlina Puding Besar dan dilakukan pada bulan Desember Tahun 2023. Kesimpulan : Penelitian menggunakan analisi univariat untuk mendeskripsikan asuhan kebidanan dan untuk mengetahui efektifitas rebusan sirih merah dan rebusan sirih hijau dalam penatalaksanaan flour albus pada remaja putri di PMB Herlina Tahun 2023.
Efektifitas Minuman Jahe Dan Jus Jeruk Terhadap Penurunan Emesis Gravidarum Pada Ibu Hamil Trimester 1 Di PMB D Tahun 2023 Arisandi, Deasy; Ciptiasrini, Uci; Hanifa, Fanni
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 4 No. 2 (2024): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v4i2.10149

Abstract

Emesis Gravidarum merupakan salah satu masalah yang umum dihadapi oleh 70% – 80% wanita dalam masa kehamilan yang menimbulkan gejala mual dan muntah. Upaya pemerintah dalam pencegahan terhadap penyulit atau komplikasi pada masa kehamilan dengan menggunakan Antenatal Care (ANC) terpadu yang tujuannya untuk memenuhi hak setiap ibu hamil agar mendapatkan pelayanan yang berkualitas. Tujuan penelitian ini Untuk mengetahui bagaimana efektifitas minuman jahe dan jus jeruk terhadap penurunan emesis gravidarum pada ibu hamil trimester 1 di PMB D tahun 2023. Meode studi kasus ini dengan secara sederhana diartikan sebagai proses penyelidikan atau pemeriksaan secara mendalam, terperinci dan detail pada suatu peristiwa tertentu atau khusus yang terjadi dengan sampel 2 orang yang dilakukan selama 7 hari. Hasilnya adalah 1 Ada penurunan emesis gravidarum pada ibu hamil sebelum dan  sesudah pemberian minuman jahe. Ada penurunan emesis gravidarum pada ibu hamil sebelum dan  sesudah pemberian jus jeruk. Ada Pengaruh perbedaan pemberian minuman jahe dan jus jeruk terhadap penurunan emesis gravidarum pada ibu hamil di PMB D tahun 2023. Kesimpulan : Terdapat efektifitas minuman jahe dan jus jeruk terhadap penurunan emesis gravidarum pada ibu hamil trimester 1. Saran untuk tempat penelitian, diharapkan bagi lahan penelitian dapat mengajarkan dan menganjurkan ibu hamil yang mengalami mual muntah untuk diberikan seduhan jahe dan jus buah jeruk untuk mengurangi mual muntah pada ibu hamil.
Pengaruh Terapi Relaksasi Benson dan Pemberian Ekstrak Jahe Pada Penurunan Skala Nyeri Dismenorhea Primer Pada Remaja Di TPMB R Kabupaten Cianjur Tahun 2024 Dewi, Ratna Agustina; Hanifa, Fanni; Ciptiasrini, Uci
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 4 No. 3 (2024): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v4i3.10542

Abstract

Dismenorea merupakan suatu gejala rasa sakit yang dirasakan selama menstruasi yang disebabkan oleh otot uterus yang kejang sehingga dapat mengganggu aktifitas. Pemberian terapi relaksasi benson dan pemberian ekstrak jahe dapat membantu mengurangi nyeri dismenorhea. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh terapi relaksasi benson dan pemberian ekstrak jahe pada penurunan skala nyeri dismneorhea primer pada remaja di TPMB R. Jenis penelitian yang digunakan yaitu deskriptif dengan metode pendekatan studi kasus. Subjek yang digunakan sejumlah 2 orang dengan kriteria yaitu remaja dengan nyeri dismenorhea primer dan bersedia diberikan intervensi relaksasi benson dan pemberian ekstrak jahe. Pengukuran nyeri menggunakan Numeric Rating Scale (NRS). Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada pengaruh terapi relaksasi benson dan pemberian ekstrak jahe pada penurunan skala nyeri dismenorea primer pada remaja putri. Hasil dari penelitian ini diharapkan bagi remaja putri agar menerapkan terapi relaksasi benson dan pemberian ekstrak jahe untuk membantu mengurangi nyeri dismenorea.
Pengaruh Pemberian Teh Bunga Rosella Dan Jus Jambu Biji Terhadap Peningkatan Kadar Hemoglobin Pada Remaja Anemia di PMB “ M” Toboali Bangka Selatan Tahun 2024 Dahlia, Mira; Pangestu, Gaidha Khusnul; Ciptiasrini, Uci
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 4 No. 3 (2024): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v4i3.10671

Abstract

Masa remaja biasanya sangat memperhatikan bentuk badan, sehingga banyak yang mengkonsumsi makanan yang tidak adekuat. Akibatnya, remaja putri lebih rawan terkena anemia. Anemia pada remaja dapat meningkatkan risiko gangguan kesehatan reproduksi, perkembangan motorik, dan kecerdasan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian teh bunga rosella dan jus jambu biji terhadap peningkatan kadar hemoglobin pada remaja anemia di PMB “ M” Toboali Bangka Selatan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah study case literatur review. Penelitian ini dilakukan di PMB “ M” Toboali Bangka Selatan pada bulan maret 2024. Populasi pada penelitian ini adalah ibu hamil yang berkunjung di PMB “ M” Toboali Bangka Selatan. Besar sampel yang dibutuhkan pada penelitian ini yaitu 2 remaja yang mengalami masalah anemia ringan. Kedua sampel tersebut dilakukan intervensi masing masing diberikan teh rosela dan jus jambu biji. Teknik sampling pada penelitian adalah purposive sampling. Hasil penelitian didapatkan responden pertama yang diberikan intervensi teh rosela mengalami peningkatan kadar hb dari 11 gr/dl menjadi 12,0 gr/dl selama 7 hari dan mengalami peningkatan sebesar 1,0 gr/dl. Sedangkan responden kedua yang diberikan intervensi jus jambu biji mengalami peningkatan kadar hb dari 11,1 gr/dl menjadi 12,5 gr/dl selama 7 hari dan mengalami peningkatan sebesar 1,4 gr/dl. Dapat disimpulkan bahwa pemberian jus jambu biji lebih baik dalam meningkatkan kadar hb dibandingkan teh rosela. Disarankan remaja dapat mengonsumsi teh rosela dan jus jambu biji untuk mengatasi anemia.
Pengaruh Pemberian Kunyit Asam Dan Massage Effleurage Terhadap Penurunan Nyeri Dismenore Primer Pada Remaja Putri Di PMB E Tahun 2024 Sutrisnawati, Nolisa; Jayatmi, Irma; Ciptiasrini, Uci
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 4 No. 3 (2024): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v4i3.10823

Abstract

Dismenore adalah nyeri yang biasa dialami wanita ketika menstruasi , namun dismenorhe yang tidak ditangani dengan baik akan berdampak pada terganggunya aktivitas sehari-hari gejalanya menimbulkan kram, kontraksi otot polos pada rahim, sakit kepala, sakit perut, kecemasan berlebihan, merasa lelah dan lemah, Penanganan non farmakologi dengan mengkonsumsi kunyit untuk mengurangi nyeri waktu haid. Secara alamiah, minuman kunyit asam memiliki kandungan bahan aktif kurkumin yang berfungsi sebagai analgetika, antipiretika, dan anti inflamasi, kandungan Curcumine pada kunyit dan anthocyanin pada asam jawa akan menghambat reaksi Cyclooxygenase (COX-2) sehingga dapat menghambat atau mengurangi terjadinya inflamasi. Selain itu dengan massage effleurage adalah gerakan menggunakan seluruh permukaan tangan yang ditempelkan pada bagian tubuh yang digosok ringan dan menenangkan. Tujuan pijat effleurage. adalah untuk meningkatkan sirkulasi darah, menghangatkan otot perut, dan meningkatkan relaksasi fisik dan mental Metode Penelitian kualitatif yaitu metode yang fokus pada pengamatan yang mendalam. Pendekatan studi kasus yaitu pendekatan yang dilakukan secara intensif, terperinci dan mendalam terhadap gejala-gejala tertentu.Informan pada penelitian ini yaitu pada 2 orang remaja putri dengan keluhan nyeri haid (dismenore) primer yang datang berkunjung ke PMB E. Kriteria Remaja Putri yang masuk ke dalam penelitian ini adalah remaja putri dengan keluhan nyeri haid (dismenore) yang dapat berkomunikasi dengan baik.Pengaruh pemberian Kunyit Asam terhadap Terhadap Penurunan Nyeri Dismenore Primer menggunakan skala skor Numeric Rating Scale (NRS) yaitu sebelum dilakukan intervensi dengan seduhan kunyit asam 2x sehari skor 5 dan setelah intervensi menjadi skor 3.Pada intervensi massage efflurage sebelum diberikan intervensi skor NRS 6 dan setelah intervensi menjadi skor 2. metode ini dilakukan 3 hari berturut turut Hasil pengamatan bahwa massage effleurage lebih berpengaruh dalam menurunkan intensitas nyeri dismenore primer pada remaja putri
Pengaruh Effleurage Massage Terhadap Tingkat Skala Nyeri Punggung Pada Ibu Hamil Trimester III Di Puskesmas Gekbrong Kabupaten Cianjur Tahun 2024 Nurmalasari, Yuni; Ciptiasrini, Uci; K, Milka Anggraeni
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 4 No. 3 (2024): Innovative: Journal Of Social Science Research (Special Issue)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v4i3.11797

Abstract

Kehamilan merupakan proses fisiologis yang terjadi pada setiap wanita dalam fase reproduksi. Pertumbuhan dan perkembangan janin di uterus dapat mengakibatkan perubahan anatomi dan fisiologis pada ibu hamil. Terjadinya nyeri punggung diakibatkan karena adanya perubahan musculoskeletal, dengan pemberian terapi non farmakologi effleurage massagedapat menurunkan tingkat skala nyeri punggung pada ibu hamil trimester III. Penelitian ini menggunakan desain Quasi Eksperimental dengan metode pengambilan sampel teknik total sampling, yang mana mengambil sampel ibu hamil trimester III primigravida yang mengalami nyeri punggung di BPM Kenny, Kotalama Malang. Analisa data yang digunakan dalam penelitian ini adalahuji analisa Marginal Homogeinity untuk mengetahui pengaruh effleurage massageterhadap tingkat skala nyeri punggung. Berdasarkan penelitian yang dilakukan, dari 32 responden yang belum mendapatkan terapi effleurage massagemengalami tingkat skala nyeri punggung: 20 responden (62,5%) mengalami tingkat skala nyeri sedang (4-6) dan 12 responden (37,5%) mengalami tingkat skala nyeri berat (7-10). Sedangkan sesudah diberikan masasage effleurageskala nyeri punggung turun: 12 responden (37,5%) menjadi tingkat skala nyeri ringan (1-3) dan 20 responden (62,5%) dengan rentang tingkat skala nyeri sedang (4-6). Hasil dari analisa bivariat menggunakan uji Marginal Homogeneity Test menunjukkan bahwa nilai ρ ≤ 0,05 yaitu 0,001 sehingga terdapat pengaruh effleurage massageterhadap tingkat skala nyeri punggung ibu hamil trimester III primigravida. Bagi pembaca manfaat effleurage massagedapat digunakan sebagai informasi dan pengetahuan terapi untuk penanganan ibu hamil yang mengalami nyeri punggung..