Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : Empiricism Journal

Pengaruh Penggunaan Model Pembelajaran Inkuiri Terbimbing terhadap Prestasi Belajar Fisika Siswa SMP Iskandar, Jono; Gummah, Syifaul; Prayogi, Saiful; Asy'ari, Muhammad
Empiricism Journal Vol. 2 No. 1: June 2021
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/ej.v2i1.515

Abstract

Pembelajaran di dalam kelas yang cenderung berpusat pada guru disinyalir menjadi penyebab rendahnya prestasi belajar siswa. Penggunaan mode pembelajaran yang tepat diharapkan mampu membuat siswa berperan aktif dalam proses pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran inkuiri terbimbing terhadap prestasi belajar fisika siswa. Jenis penelitian ini adalah quasi eksperimen dengan pretest-posttest control group design. Siswa pada kelas VIII4 (34 siswa) dijadikan sebagai kelompok eksperimen dan siswa pada kelas VIII6 (34 siswa) sebagai kelompok control yang dipilih menggunakan claster random sampling technique. Data penelitian dikumpulkan menggunakan instrumen tes objektif yang telah diuji validitas, reliabilitas, daya pembeda dan indeks kesukaran. Perbedaan prestasi belajar siswa dianalisis menggunakan uji-t setelah dinyatakan memenuhi uji prasyarat normalitas dan homogenitas data. Berdasarkan hasil analisis data, diperoleh skor rata-rata pretest kelompok eksperimen sebesar 36,17 dan kelompok kontrol sebesar 39,5. Sedangkan skor rata-rata posttest kelompok eksperimen sebesar 65,41 dan kelas kontrol sebesar 50. Hasil uji-t menunjukkan thitung = 6,07 > ttabel = 2,00, sehingga dapat disimpulkan bahwa penggunaan metode pembelajaran Inkuiri Terbimbing berpengaruh secara signifikan terhadap prestasi belajar fisika siswa SMP. The Effect of the Use of Guided Inquiry Learning Model on the Physics Learning Achievement of Junior High School Students Abstract Learning in the classroom that tends to be teacher-centered is allegedly the cause of the low student achievement. The use of appropriate learning modes is expected to be able to make students play an active role in the learning process. This study aims to determine the effect of the guided inquiry learning model on students' physics learning achievement. This type of research is a quasi-experimental with a pretest-posttest control group design. Students in class VIII4 (34 students) were used as the experimental group and students in class VIII6 (34 students) as the control group were selected using the cluster random sampling technique. The research data were collected using an objective test instrument that had been tested for validity, reliability, discriminatory power and difficulty index. Differences in student achievement were analyzed using t-test after being declared to meet the prerequisite tests for normality and data homogeneity. Based on the results of data analysis, the average pretest score of the experimental group was 36.17 and the control group was 39.5. While the posttest average score of the experimental group is 65.41 and the control class is 50. The t-test results show tcount = 6.07 > ttable = 2.00, so it can be concluded that the use of guided inquiry learning model has a significant effect on junior high school students’ physics learning achievement.
Pengembangan Video Pembelajaran Kontekstual untuk Meningkatkan Motivasi dan Kemampuan Analisis Siswa Nuari, Alan; Gummah, Syifaul; Habibi, Habibi
Empiricism Journal Vol. 4 No. 2: December 2023
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/ej.v4i2.1306

Abstract

Penelitian ini bertujuan menghasilkan video pembelajaran kontekstual yang layak untuk meningkatan kemampuan analisis siswa. Video pembelajaran kontekstual ini dihasilkan melalui tahapan pengembangan ADDIE yakni: analyze, design, development, implementation dan evaluation. Uji coba empirik video pembelajaran ini dilakukan pada kelas sebelas IPA SMA Negeri 1 Masbagik dengan jumlah siswa sebanyak 34 orang. Hasil uji kelayakan produk video pembelajaran kontekstual berdasarkan tiga validator memiliki nilai rata-rata persentase kelayakan sebesar 79% dengan kriteria “layak” sehingga dapat digunakan sebagai bahan atau media pembelajaran. Hasil analisis data angket motivasi belajar terhadap peningkatan motivasi belajar siswa menggunakan video pembelajaran kontekstual ini juga memiliki persentase sebesar 82% dengan kualifikasi “baik”. Berdasarkan hasil uji empirik menggunakan soal uraian menunjukkan bahwa skor rata-rata pretest dan postest mengalami peningkatan yang signifikan berturut dari 0,79 menjadi 0,86, sehingga  nilai rata-rata dari skor N-gain diperoleh sebesar 0,45 dengan kriteria interprestasi (sedang). Hasil pengembangan ini dapat di simpulkan bahwa video pembelajaran kontekstual memenuhi kategori layak dan secara empirik mampu meningkatkan kemampuan analisis siswa. Development of Contextual Learning Videos to Improve Students' Motivation and Analysis Ability Abstract This research aims to produce contextual learning videos that are suitable for improving students' analytical skills. This learning video was produced through ADDIE development, namely: analyze, design, development, implementation and evaluation. The empirical test of the learning video was carried out in class 11 science at SMA Negeri 1 Masbagik as many as 34 students. The feasibility test results from the three validators have an average percentage value of 79% with "feasible criteria" so that it can be used as a learning media. The results of the analysis of 'learning motivation' on increasing student learning motivation using contextual learning videos also have a percentage of 82% with the "Good Category". Based on the results of empirical tests using descriptive questions, it shows that the average pretest and posttest scores have increased significantly from 0.79 to 0.86, so the average value of the N-gain score is 0.45 with "Medium Criteria". The results can be concluded that contextual learning videos meet the appropriate category and are empirically able to improve students' analytical skills.
Pengembangan Modul Fisika Berbasis Masalah untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Pani, Andriadi; Sukroyanti, Baiq Azmi; Gummah, Syifaul
Empiricism Journal Vol. 5 No. 1: June 2024
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/ej.v5i1.1314

Abstract

Tujuan penelitian pengembangan ini adalah untuk menghasilkan prototype modul fisika berbasis masalah yang layak digunakan untuk meningkatkan hasil belajar fisika siswa. Model pengembangan yang digunakan dalam penelitian pengembangan ini adalah ADDIE, dimana model ADDIE terdiri dari 5 tahap pengembangan yaitu tahap analysis, design, development, implementation dan evaluation. Penelitian dilakukan di SMA Negeri 1 Keruak dengan subjek uji coba pada tahap penerapan berjumlah 32 siswa. Ditinjau hasil berdasarkan analisis penilaian dua orang validator menunjukkan bahwa produk modul fisika yang dikembangkan memperoleh kategori  sangat layak untuk diterapkan. Kategori ini diperkuat juga oleh respon positip siswa terhadap modul fisika berbasis masalah sehingga efektif meningkatkan hasil belajar mereka. Efek penerapan modul fisika berbasis masalah memperlihatkan adanya peningkatan hasil belajar fisika siswa yang dalam hal ini berkategori sedang (N-gain=0,44). Penelitian ini disimpulkan bahwa produk modul fisika berbasis masalah secara umum lebih efektif meningkatkan hasil belajar siswa dibandingkan dengan bahan ajar yang biasa digunakan. Kedepannya, modul ini dapat menjadi salah satu alternatif bahan ajar yang digunakan oleh guru untuk mengeksplorasi tingkat kemampuan berpikir siswa dalam belajar fisika di sekolah. Development of Problem-Based Modules to Improve Student Learning Outcomes Abstract The aim of the research is to produce a prototype problem-based physics module that is suitable for use to improve student physics learning outcomes. The development used is the ADDIE model namely: analysis, design, development, implementation and evaluation stages. The research was conducted at SMA Negeri 1 Keruak with a sample of 32 students. The results based on the assessment analysis of two validators show that the physics module product developed is categorized as very suitable for application. This category is also strengthened by students' positive responses to the problem-based physics module so that it effectively improves their learning outcomes. The effect of implementing the problem-based physics module shows an increase in students' physics learning outcomes, which in this case is in the medium category (N-gain=0.44). This research concluded that problem-based physics module products are generally more effective in improving student learning outcomes compared to commonly used teaching materials. In the future, this module can become an alternative teaching material used by teachers to explore the level of students' thinking abilities in learning physics at school.