Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search
Journal : Tadibiya

PROBLEMATIKA PERKEMBANGAN PADA ANAK USIA SEKOLAH DASAR Kosim, Nandang
Ta'dibiya Vol 2 No 1 (2022): Ta'dibiya: Jurnal Agama dan Pendidikan Islam
Publisher : Staisman Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61624/japi.v2i1.7

Abstract

Anak adalah makhluk sosial yang membutuhkan pemeliharaan, kasih sayang dan tempat untuk perkembangannya, serta memiliki perasaan, pikiran, dan kehendaknya sendiri, yang kesemuanya merupakan totalitas psikis dan sifat serta struktur yang berbeda pada setiap tahap perkembangannya. Setiap anak yang lahir ke dunia, sangat rentan dengan berbagai masalah. Masalah yang dihadapi anak terutama anak pada usia sekolah dasar ini biasanya berkaitan dengan gangguan dalam proses perkembangannya. Usia Sekolah Dasar (sekitar 6-12 Tahun) merupakan tahap perkembangan yang penting bahkan fundamental bagi keberhasilan perkembangan selanjutnya. Oleh karena itu, tidak mungkin guru mengabaikan kehadiran dan kepentingannya. Ia akan selalu dituntut untuk memahami karakteristik anak sekolah dasar. Pada tahapan perkembangan anak usia sekolah dasar memiliki potensi gangguan perkembangan yang berbeda-beda, tergantung tahapan perkembangan yang diemban setiap usia. Gangguan perkembangan anak usia sekolah merupakan berbagai potensi masalah perkembangan yang terjadi pada anak usia sekolah. Gangguan perkembangan lainnya antara lain gangguan perilaku, ketidakmampuan belajar, attention deficit hyperactivity disorder (ADHD), autisme, gangguan koordinasi dan tekanan emosional, depresi dan gangguan lainnya. Oleh karena itu, penting bagi orang tua dan guru untuk mengetahui dan memahami masalah anak agar dapat mengetahui dan memahami masalah anak. meminimalkan munculnya dan dampak masalah dan memberikan upaya pemulihan yang tepat.
PENDIDIKAN AGAMA DAN KARAKTER DI SD/MI DALAM PERSPEKTIF ALQUR’AN Kosim, Nandang; Solihat, Aan
Ta'dibiya Vol 3 No 1 (2023): Ta'dibiya: Jurnal Agama dan Pendidikan Islam
Publisher : Staisman Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61624/japi.v3i1.48

Abstract

Character education is an effort to instill good habits so that students are able to behave and act in accordance with the values ​​of good habits that they apply. Character education is an effort to develop the growth of noble character, thoughts, and growth of children. The age of 7-11 years is a golden age for children to accept rational things that are taught by their parents. At this age, it is the right time to teach commendable character to children, so that later they can be attached to their identity. In practice, character education is applied to children through religious teachings. The characters taught are in accordance with the role model of the Prophet Muhammad. This implementation is carried out at home, at school and in the play environment through religious activities, such as congregational prayers, maghrib recitals, Friday taqwa (JUMTAQ) and so on. It is hoped that children can become a generation that excels both in the field of science and technology and their IMTAQ
UPAYA GURU DALAM MENGATASI KESULITAN BELAJAR PADA SISWA DISLEKSIA MELALUI METODE PEMBELAJARAN NEUROLOGICAL IMPRESS DI SDN KABAYAN 2 PANDEGLANG Kosim, Nandang; Sari, Lela
Ta'dibiya Vol 4 No 1 (2024): Ta'dibiya: Jurnal Agama dan Pendidikan Islam
Publisher : Staisman Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61624/japi.v4i1.130

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana upaya guru dalam mengatasi kesulitan belajar pada siswa penderita disleksia dengan menerapkan metode neurologis impresi, mengetahui cara penerapan metode neurologis impresi, dan mengetahui faktor penghambat upaya guru dalam mengatasinya. kesulitan belajar pada siswa penderita disleksia dengan menerapkan metode neuroimpress di SDN Kabayan 2 Pandeglang. Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian kualitatif dengan jenis penelitian studi kasus yaitu pemeriksaan intensif dengan menggunakan berbagai sumber bukti pada satu kesatuan yang dibatasi oleh ruang dan waktu. Instrumen penelitian yang digunakan adalah wawancara, lembar observasi aktivitas belajar dan tes. Hasil penelitian menunjukkan bahwa upaya yang dilakukan guru SDN Kabayan 2 Pandeglang dalam mengatasi kesulitan belajar pada siswa penderita disleksia menggunakan metode yang sudah diterapkan yaitu metode pembelajaran neurological impress.
KONSEP MERDEKA BELAJAR DALAM KITAB IHYA’ULUMUDDIN MENURUT PEMIKIRAN IMAM GHAZALI Kosim, Nandang; Royhatudin, Aat
Ta'dibiya Vol 4 No 2 (2024): Ta'dibiya: Jurnal Agama dan Pendidikan Islam
Publisher : Staisman Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61624/japi.v4i2.150

Abstract

Konsep Merdeka Belajar yang digagas dalam sistem pendidikan modern bertujuan untuk memberikan kebebasan kepada siswa dalam menentukan cara belajar yang sesuai dengan minat, bakat, dan potensi mereka. Pemikiran Imam Al-Ghazali, salah satu ulama besar dalam sejarah Islam, memiliki relevansi yang kuat dengan prinsip-prinsip kebebasan belajar ini. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji bagaimana konsep Merdeka Belajar dapat ditemukan dalam pemikiran Al-Ghazali, terutama dalam karyanya yang monumental, Ihya' Ulumuddin. Al-Ghazali menekankan pentingnya pendidikan yang holistik, mengintegrasikan aspek intelektual dan spiritual, serta memberikan kebebasan individu dalam memilih jalan menuju kesempurnaan akhlak dan spiritual. Dalam pandangan Al-Ghazali, kebebasan belajar tidak hanya terkait dengan kebebasan intelektual, tetapi juga dengan tanggung jawab moral dan pengembangan diri. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi literatur, mengidentifikasi prinsip-prinsip Al-Ghazali yang relevan dengan Merdeka Belajar, seperti kebebasan dalam berpikir, kemandirian dalam proses belajar, dan tujuan akhir pendidikan untuk mencapai kebahagiaan dunia dan akhirat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemikiran Al-Ghazali dapat memberikan landasan filosofis yang kuat bagi pengembangan konsep Merdeka Belajar dalam konteks pendidikan Islam.
PENINGKATAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS IV MATERI BERMAIN MUSIK SEDERHANA DALAM MENGIRINGI LAGU DAERAH MELALUI MODEL PEMBELAJARAN LANGSUNG DI MIN 2 PANDEGLANG Kosim, Nandang; Ma’rifah, Lilis Nurul; Zaelani Rahman, Elan; Yajid, Yajid
Ta'dibiya Vol 2 No 2 (2022): Ta'dibiya: Jurnal Agama dan Pendidikan Islam
Publisher : Staisman Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61624/japi.v2i2.25

Abstract

Low activity and learning outcomes are caused by students not understanding the subject matter, learning conducted by teachers is less interesting, students are less active and less enthusiastic when participating in learning the art of music. To increase the activity and student learning outcomes, the researchers used a learning model that made it possible to achieve these goals, namely the direct learning model. This classroom action research was conducted in 2 cycles. Each cycle consists of 2 meetings where cycle evaluation is carried out at the end of the cycle. Assessment of student learning outcomes is carried out through assessing the performance of students playing simple music in accompaniment to folk songs in groups. The subjects of this study were students of class IV MIN 2 Pandeglang in semester II. The type of data taken is quantitative and qualitative data. Data collection techniques are tests and nontes. Indicators of success in this study are the percentage of student learning activity of at least 75%, student completeness of at least 75%, and teacher performance of at least B (70). Research that has been done in cycle 1 shows that student learning activity reaches 73.4%. Students who have completed learning are 25 students or 65%, students who have not completed learning are 15 students or 35%, and the average learning result reaches 73.13. The teacher's ability score in cycle 1 reached 78.83 with AB criteria. Based on the results of cycle 1 research, it is necessary to continue action research in cycle 2 to increase student activity and learning outcomes. Research cycle 2 obtained the results of student learning activities 81.5%. Students who complete the study are 37 students or 92.5%, students who do not complete are 3 students or 7.5%, and the class average is 80.4. The value of the teacher's ability in cycle 2 reached 96.71 with criterion A. The research that has been done shows that direct learning can be applied to learning material for playing simple music in accompaniment to folk songs. Based on the results of the study it can be concluded that the direct learning model can improve learning activities, student learning outcomes, and teacher performance in learning the art of music playing simple music in accompaniment to folk songs.
ANALISIS DAMPAK SISWA YANG NAIK KELAS BERSYARAT TERHADAP KUALITAS PEMBELAJARAN KELAS XI DI MADRASAH ALIYAH DARUL HUDA PUSAT MANDALAWANGI Anisa, Anisa; Kosim, Nandang; Royhatudin, Aat; Hidayat, Ahmad
Ta'dibiya Vol 3 No 2 (2023): Ta'dibiya: Jurnal Agama dan Pendidikan Islam
Publisher : Staisman Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61624/japi.v3i2.55

Abstract

This research aims to determine the impact of students who are conditionally promoted to the quality of learning at Madrasah Aliyah Darul Huda, Mandalawangi Center. This research was carried out during for one month, starting on 24 July-23 August 2023. This research method uses qualitative methods, including observation, interviews and documentation. Based on the results of this research, students who are promoted conditionally have an impact on the school, community, environment and especially have a negative impact on themselves. The solution from this research includes several parties, namely: Firstly, parents, parents must pay attention to their children's behavior and care about their children's education. Second, from the school side, the school must provide humanist services so that students are happy at school. If students are happy then the learning process will run conducively and the quality will increase. Not only that, the school also helped improve school discipline and order.
ANALISIS IMPLEMENTASI PROGRAM GURU PENGGERAK DI MADRASAH IBTIDAIYAH NEGERI 2 PANDEGLANG Kosim, Nandang; Royhatudin, Aat; Jubaedah, Siti
Ta'dibiya Vol 5 No 1 (2025): Ta'dibiya: Jurnal Agama dan Pendidikan Islam
Publisher : Staisman Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61624/japi.v5i1.165

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi Program Guru Penggerak di Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 2 Pandeglang. Program Guru Penggerak merupakan inisiatif Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi yang bertujuan untuk mencetak pemimpin pembelajaran yang mampu menggerakkan komunitas belajar dan menumbuhkan iklim pendidikan yang berpihak pada peserta didik. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara mendalam dengan guru penggerak, kepala madrasah, serta dokumentasi pelaksanaan program. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi Program Guru Penggerak di MIN 2 Pandeglang telah berjalan dengan baik dalam beberapa aspek, antara lain: peningkatan kompetensi pedagogik guru, penguatan praktik pembelajaran yang berpusat pada siswa, serta terbentuknya komunitas belajar yang aktif dan kolaboratif. Namun, terdapat pula tantangan yang dihadapi seperti keterbatasan waktu pelatihan, adaptasi kurikulum, serta dukungan yang belum merata dari semua pihak. Secara keseluruhan, program ini memberikan dampak positif terhadap budaya pembelajaran di madrasah dan menjadi pendorong perubahan dalam praktik pendidikan.