Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

Strategies For Defending The Yellow Islamic Classic Book Tradition in Madrasah Al Washliyah Harahap, Muhammad Riduan; Lubis, M Syukri Azwar
Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam Vol. 12 No. 04 (2023): Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Al Hidayah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30868/ei.v12i04.5284

Abstract

This paper aims to discuss In an era of dynamic globalization and rapid changes in educational paradigms, educational institutions around the world are faced with the challenge of revising and modernizing their methods and curricula. This context also applies to Madrasah Al Washliyah which has a deep tradition of teaching the YellowIslamic classic Book. This paper explores how Madrasah Al Washliyah maintains the essence of the Kitab Kuning tradition while remaining relevant amidst the evolution of global education. Using a qualitative approach, the study uncovers the various techniques, innovations, and strategic measures implemented by the madrasah in combining traditional and contemporary methods. The main finding of this study is the application of hybrid methods in the teaching of the Kitab Kuning by Madrasah Al Washliyah. It is also found that community support, active participation of alumni, as well as the madrasah's ability to adapt the content and teaching approach to the needs of the younger generation, play a vital role in the sustainability of this tradition. This study offers a valuable perspective for other educational institutions that seek to blend tradition with the demands of modernity in the current era.
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN SENTRA AGAMA BAGI ANAK USIA 5-6 TAHUN DI RA AL MUKHLISHIN Indah, Indah; Harahap, Muhammad Riduan; Irwansyah, Irwansyah
Jurnal Review Pendidikan dan Pengajaran Vol. 7 No. 3 (2024): Volume 7 No 3 Tahun 2024
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jrpp.v7i3.29504

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk: 1) Mengidentifikasi proses penerapan model pembelajaran sentra agama pada anak usia 5-6 tahun di RA Al Mukhlishin. 2) Menyelidiki materi yang diimplementasikan dalam sentra agama bagi anak usia 5-6 tahun di RA Al Mukhlishin. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif, dengan pengumpulan data melalui wawancara dan observasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) Proses model pembelajaran sentra agama bagi anak usia 5-6 tahun di RA Al Mukhlishin terdiri dari delapan tahapan, termasuk penataan lingkungan, penyambutan, permainan pembuka, transisi, pengalaman sebelum, selama, dan setelah bermain. 2) Materi dalam sentra agama melibatkan permainan seperti puzzle hijaiyah, kartu hijaiyah, dan kegiatan edukatif lainnya seperti cerita tentang para Nabi dan orang-orang shaleh, serta praktik ibadah dan pengetahuan dasar keimanan. 3) Problematika yang muncul termasuk kesulitan guru dalam mengelola kelas, keterbatasan ruang pada kegiatan tertentu, dan kurangnya sarana pembelajaran.
PENERAPAN PROGRAM TAHFIDZ DAN TAHSIN AL-QUR’AN DI PONDOK PESANTREN DARUL QUR’AN KABUPATEN DELI SERDANG Tampubolon, Arifin Azwar; Harahap, Muhammad Riduan; Matondang , Ade Rahman
Jurnal Review Pendidikan dan Pengajaran Vol. 7 No. 3 (2024): Vol. 7 No. 3 (2024): Volume 7 No 3 Tahun 2024 (Special Issue)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jrpp.v7i3.31263

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dua hal utama: 1) Perencanaan program tahfidz dan tahsin al-Qur’an di Pondok Pesantren Darul Qur’an, dan 2) Pelaksanaan program tahfidz dan tahsin al-Qur’an di Pondok Pesantren Darul Qur’an. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pengumpulan data melalui wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) Perencanaan program tahfidz dan tahsin al-Qur’an di Pondok Pesantren Darul Qur’an telah disusun dengan baik melalui diskusi dengan pihak-pihak terkait, termasuk kepala yayasan, koordinator tahfidz tahsin, guru, seluruh perangkat sekolah, serta partisipasi orang tua siswa. 2) Pelaksanaan program tahfidz dan tahsin al-Qur’an di Pondok Pesantren Darul Qur’an berlangsung sesuai rencana, dengan target hafalan sebanyak 3 juz (yaitu juz 28, 29, dan 30) pada tahap awal, dan seluruh 30 juz setelah enam tahun. Untuk tahsin al-Qur’an, targetnya adalah siswa mampu membaca al-Qur’an dengan tartil. Koordinator bekerjasama dengan guru pembimbing menyusun laporan hasil pembelajaran tahfidz dan tahsin yang disampaikan kepada kepala sekolah pada akhir semester.
Penerapan Wahdatul Ulum dalam Penelitian Ilmiah Khairani, Ridha; Sumanti, Solihah Titin; Harahap, Muhammad Riduan
MUDABBIR Journal Research and Education Studies Vol. 5 No. 2 (2025): Vol. 5 No. 2 Juli-Desember 2025
Publisher : Perkumpulan Manajer Pendidikan Islam Indonesia (PERMAPENDIS) Prov. Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56832/mudabbir.v5i2.2277

Abstract

Pemisahan antara ilmu agama dengan ilmu pengetahuan umum sudah lama terjadi di Universitas Islam, yang menimbulkan masalah kemanusiaan dan anggapan bahwa keduanya tidak dapat dipertemukan karena perbedaan objek, metode, hingga institusi. Penelitian ini bertujuan menganalisis dan menyajikan penerapan paradigma Wahdatul Ulum (Kesatuan Ilmu) dalam penelitian ilmiah sebagai solusi atas dikotomi tersebut, khususnya di UIN Sumatera Utara. Penelitian ini menggunakan pendekatan transdisipliner yang berlandaskan kerangka Pendekatan Sistem (Levels of Reality) dan Logika Tengah yang Dimasukkan (The Logic of the Included Middle). Pendekatan ini menuntut rekonstruksi metodologi ilmu-ilmu keislaman agar artikulasi agama dapat terhubung dengan realitas. Kebaharuan penelitian ini terletak pada penegasan urgensi integrasi pengetahuan melalui pendekatan Transdisipliner yang secara holistik melibatkan akademisi dan pemangku kepentingan non-akademisi sebagai fondasi metodologis untuk mengimplementasikan Wahdatul Ulum dalam aktivitas penelitian ilmiah di UIN Sumut. Oleh karena itu, UIN di Sumut harus memiliki sikap beradaptasi dengan segala macam perubahan, khususnya UIN Sumut yang harus memulai untuk menggunakan paradigma wahdatul ulum dalam penelitian ilmiah. Temuan menunjukkan bahwa pendekatan transdisipliner sangat cocok di era ketidakpastian saat ini dan menjanjikan untuk mengatasi kompleksitas persoalan hidup dengan sinergi beragam disiplin. Dengan pendekatan transdisipliner, Wahdatul Ulum sangat cocok di era tidak ketidakpastian ini di mana kemajuan teknologi digital menjadi faktor utama.
Active Deep Learner Experience as an Instructional Strategy in Qur’anic Learning: Links to Engagement, Comprehension, and Retention Sembiring, Srigunana; Harahap, Muhammad Riduan; Prasetyo, Rukmana
Ambarsa : Jurnal Pendidikan Islam Vol. 6 No. 1 (2026): Islamic Religion Education
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Togo Ambarsari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59106/abs.v6i1.434

Abstract

This study aims to explore the implementation of the Active Deep Learner Experience (ADLX) method in Qur'anic learning, and to identify the supporting and hindering factors of its application. The research employs a qualitative approach with a descriptive design. Data was collected through in-depth interviews, participatory observations, and documentation involving the school principal, vice principal, Qur'an coordinator, Qur'an teachers, and 11th-grade students. The findings indicate that the application of the ADLX method in Qur'anic learning has fostered a more active, innovative, and enjoyable learning environment. The learning process is no longer teacher-centre but encourages the active involvement of students in understanding the meanings of Qur'anic verses. This is achieved through stages that include an opening, the core activities (which involve the practice of good manners, talaqqi memorization, and memorization reviews), and a closing with reflection. The supporting factors include adequate facilities and infrastructure, supporting extracurricular programs such as mukhayyam Al-Qur'an and MHQ, ongoing teacher training, and effective coordination among stakeholders. However, there are also hindering factors, including the lack of teacher understanding of the new method, the need for adaptation to the Merdeka Curriculum, and the demand for higher creativity from teachers. This research contributes to the development of more holistic and meaningful Qur'anic learning methods in line with the Merdeka Curriculum. The study also emphasizes the challenge of balancing innovation in pedagogy with teacher readiness and curriculum alignment, which are critical for the successful integration of new learning methods.