Claim Missing Document
Check
Articles

Found 34 Documents
Search

UJI EFEKTIVITAS JAMUR Metarhizium anisoplae DAN Beauveria bassiana Bals LOKAL DAN KOMERISIAL TERHADAP HAMA KUTU DAUN (Aphis craccivora) PADA TANAMAN KACANG PANJANG (Vigna sinensis L.) Sopialena Sopialena; Abdul sahid; Juita hutajulu
Agrifor : Jurnal Ilmu Pertanian dan Kehutanan Vol 21, No 1 (2022): Maret 2022
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31293/agrifor.v21i1.5939

Abstract

Kutu daun dapat menurunkan kualitas dan kuantitas produk kacang panjang. Penelitian bertujuan untuk melihat efektifitas beberapa jamur entomopatogen (jamur Metarhizium anisopliae lokal, Beauveria bassiana Bals lokal, Metarhizium anisopliae komersial dan Beauveria bassiana Bals komersial) dalam mengendalikan kutu daun Aphis craccivora C.L. Koch.Untuk membandingkan efektivitas jamur entomopatogen  (jamur Metarhizium anisopliae dan Beauveria bassiana Bals) isolat lokal Kalimantan Timur dan isolat komersial.Penelitian dilakukan di lapangan dan di Laboratorium Hama Penyakit Tumbuhan  Fakultas Pertanian Universitas Mulawarman. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap yang terdiri dari lima perlakuan san lima ulangan. Perlakuan yang dingunakan yaitu dengan aplikasi Isolat Beauveria bassiana Bals lokal, Metarhizium anisopliae lokal, Beauveria bassiana Bals komersial, Metarhizium anisopliae komersial. Hasil penelitian menunjukan bahwa jamur entomopatogen (jamur Metarhizium anisopliae lokal, Beauveria bassiana Bals lokal, Metarhizium anisopliae komersial dan Beauveria bassiana Bals komersial) efektif dalam mengendalikan populasi Hama Kutu Aphis craccivora C.L. Koch. dan efektivitas jamur entomopatogen (jamur Metarhizium anisopliae dan Beauveria bassiana Bals) isolat lokal Kalimantan Timur dan isolat komersial tidak berbeda nyata dalam menekan populasi hama Kutu Daun Aphis craccivora C.L. Koch.
KETAHANAN BEBERAPA VARIETAS TOMAT TERHADAP PENYAKIT Fusarium oxysporum DENGAN PEMBERIAN Trichoderma sp. Sopialena .
Agrifor : Jurnal Ilmu Pertanian dan Kehutanan Vol 14, No 1 (2015): Maret
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31293/af.v14i1.1112

Abstract

Fusarium wilt caused by Fusarium oxysporum .F. oxysporum including soil-borne diseases because it can survive in the soil in the form of klamidiospora,.  This fungus is relatively difficult to separate the soil. One technique is to use a control that disease-resistant varieties.  Some tomato varieties are known to have different resistance to fusarium wilt.  Some of these varieties are expected to break the life cycle of disease in the field.  The use of antagonistic fungi Trichoderma sp. can be hiperparasit on several species of fungi that cause plant diseases, growing very fast, and not become a disease of higher plants.  Trichoderma sp. naturally a parasite that many types of fungi attack the plant destroyer (broad spectrum control) and is a fungus that is involved in the natural competition among fungi.
KAJIAN FAKTOR IKLIM TERHADAP DINAMIKA POPULASI Pyricularia oryzae PADA BEBERAPA VARIETAS PADI SAWAH (Oryza sativa) Sopialena .
Agrifor : Jurnal Ilmu Pertanian dan Kehutanan Vol 14, No 2 (2015): Oktober
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31293/af.v14i2.1432

Abstract

Study On Climate Factor Pyricularia oryzae Population Dynamics Of Some Variety Rice Field Rice (Oryza sativa). The research was conducted in June-September 2015 in the district of North Samarinda. The purpose of this study was to determine the climatic factors (temperature, humidity and rainfall) the most dominant on the rate of broad patches, the rate of infection of the pathogen P. intensity of the attacks and the number of spores of P. oryzae oryzae on rice varieties of rice (Inpari7, Ciherang and Cibogo) and to determine the effect of the number of spores of P. oryzae against pathogen attack intensity of P. oryzae on rice varieties of rice (Inpari7, Ciherang and Cibogo) in the district of North Samarinda. The parameters used in this study are climatic factors (humidity, temperature and rainfall) in the field, the extensive development of the disease spots of blast, the intensity of the attack and the number of pathogenic P. oryzae spores of P. oryzae.The results showed that the climatic factors influencing the development of extensive patches of blast disease, the intensity of the attack and the number of pathogenic P. oryzae spores of P. oryzae. Inpari7 varieties are more susceptible than Ciherang and Cibogo seen extensive development of the high spots of blast disease, the intensity of the attack and the number of pathogenic P. oryzae spores of P. oryzae at the beginning of the first week after planting.
PENGENDALIAN HAMA PENTING TANAMAN PADI MENGGUNAKAN JAMUR Beauveria bassiana Bals Sopialena Sopialena; Abdul Sahid; Nike Stella Trifena Rugian
Agrifor : Jurnal Ilmu Pertanian dan Kehutanan Vol 20, No 1 (2021): Maret 2021
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31293/agrifor.v20i1.4875

Abstract

Jamur entomopatogen Beauveria bassiana Bals sangat potensial mengendalikan berbagai serangga hama, penelitian ini dilakukan untuk pengendalian  hama penting  tanaman  padi dengan menggunakan jamur Beauveria bassiana Bals di Desa Sebuntal Kecamatan Marang Kayu Kabupaten Kutai Kartanegara. Adapun tujuan penelitian adalah mengidentifikasi  hama serangga penting yang terdapat di lahan sawah  Desa Sebuntal Kecamatan Marangkayu Kabupaten Kutai Kartanegara Provinsi Kalimantan Timur dan untuk mengetahui konsentrasi  Beauveria bassiana Bals.yang efektif dalam mengendalikan intensitas serangan hama penting pada tanaman padi sawah (Oryza sativa L.). Penelitian disusun dalam Rancangan Acak Kelompok (RAK), terdiri dari lima perlakuan yaitu dengan konsentrasi B0 = (kontrol), B1 = 5 ml/liter, B2 = 10 ml/liter, B3 = 15 ml/liter, dan B4 = 20 ml/liter. masing-masing perlakuan diulang 4 kali, Perlakuan Beauveria bassiana diaplikasikan pada umur 2 minggu setelah tanam, 3 minggu setelah tanam, 4 minggu setelah tanam,  5 minggu setelah tanam, 6 minggu setelah tanam, 7 minggu setelah tanam, 8 minggu setelah tanam, 9 minggu setelah tanam, 10 minggu setelah tanam, 11 minggu setelah tanam dan 12  minggu setelah tanam. Hasil penelitian menunjukkan  bahwa ada  3 (tiga) hama serangga penting yang teridentifikasi yang terdapat di lahan sawah  Desa Sebuntal Kecamatan Marangkayu Kabupaten Kutai Kartanegara Provinsi Kalimantan Timur, yaitu: hama Putih Palsu (Chanaphalocrosis medinalis) pada fase vegetatif, penggerek batang (tryporiza sp.) pada fase generatif (beluk) dan hama walang sangit (Leptocorixa acuta) pada fase generatif  dan konsentrasi yang efektif dalam mengendalikan hama pada tanaman padi (Oryza sativa L.) adalah 15 ml/L.
Giving Effect Trichoderma sp. In Tomato Plant To Production Factors Sopialena Sopialena
Agrifor : Jurnal Ilmu Pertanian dan Kehutanan Vol 17, No 2 (2018): Oktober
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31293/af.v17i2.3620

Abstract

Research on the effect of Trichoderma sp. In tomato plants on the factors of production is a study carried out for 4 months starting from June to October 2017. The research was carried out at the Green House of the Faculty of Agriculture, Mulawarman University, Samarinda.This research was conducted using a completely randomized design (CRD) with each treatment repeated 3 times. The treatment is Po: Without Trichoderma sp. / Control treatment; P1: 25 g culture of Trichoderma sp. per polybag; P2: 30 g of mushroom culture Trichoderma sp. per polybag; P3: 35 g of mushroom culture Trichoderma sp. Per polybag; and P4: 40 g culture of Trichoderma sp. per polybag As the second factor, tomato varieties include V1: Lentana; V2: Permata and V3: Ratna. The data observed included the number of planting fruit (calculated from the first harvest to the last harvest for each crop); Average diameter of planting fruit and. The average weight of fresh fruit plantations.The results showed that the dose of 40g Trichoderma sp. most effective in controlling F. oxysporum wilt disease on tomato plants, which can increase tomato crop production by 293.48 g. Variety treatment was not significantly different from all treatments. So that there is no interaction between Trichoderma sp. and tomato varieties.
EFEKTIVITAS CENDAWAN ENDOFIT SEBAGAI PENGENDALI PENYAKIT BLAST PADA TANAMAN PADI (Oryza sativa) Sopialena Sopialena; Suyadi Suyadi; Sofian Sofian; Devi Tantiani; Aziz Nur Fauzi
Agrifor : Jurnal Ilmu Pertanian dan Kehutanan Vol 19, No 2 (2020): Oktober 2020
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31293/af.v19i2.4813

Abstract

Penelitian dilakukan untuk menentukan: cendawan endofit yang terdapat pada tanaman padi (Oryza sativa); persentase daya hambat cendawan endofit terhadap cendawan Pyricularia oryzae Cav.; dan mekanisme antagonis antara masing-masing cendawan endofit terhadap cendawan Pyricularia oryzae Cav.. Penelitian dilakukan di laboratorium terpadu Fakultas Pertanian Universitas Mulawarman, dan sampel tanaman yang terinfeksi serta tanaman sehat dikumpulkan dari Kelurahan Sungai Kapih, Kecamatan Sambutan, Kota Samarinda. Hasil penelitian disusun dalam Rancangan Acak Lengkap (RAL), yang terdiri dari empat sampel dan setiap sampel diulang sebanyak sepuluh kali. Hasil penelitian menunjukkan bahwa cendawan endofit yang terisolasi dari tanaman padi (Oryza sativa) adalah Trichoderma sp., Rhizopus sp., Gliocladium sp. dan Penicillium sp. Kompetisiterbukti secara in vitro sebagai mekanisme antagonis Rhizopus sp., sedangkan antibiosis terbukti secara in vitro sebagai mekanisme Penicillium sp.. Trichoderma sp dan Gliocladium sp terbukti memiliki dua mekanisme antagonis yaitu kompetisi dan parasitisme. Kemampuan cendawan endofit sebagai agen biologis untuk bersaing dengan cendawan P. oryzae itu menghasikan perbedaan daya antagonisme, tingkat tertinggi penghambatan terjadi padaP.oryzae vs Gliocladium sp. (78,96%).
KERAGAMAN NEMATODA PADA LAHAN REKLAMASI PASCA TAMBANG BATU BARA DI DESA BANGUN REJO KECAMATAN TENGGARONG SEBERANG NEMATODE DIVERSITY IN POST-COAL MINING RECLAMATION LAND IN BANGUN REJO VILLAGE, TENGGARONG SEBERANG DISTRICT sofian sofian; Sopialena Sopialena; Suyadi Suyadi; Haris Rudiyanto
Agrifor : Jurnal Ilmu Pertanian dan Kehutanan Vol 21, No 1 (2022): Maret 2022
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31293/agrifor.v21i1.5951

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui status keragaman nematoda pada lahan reklamasi pasca tambang batubara dan hutan sekunder (pembanding). Penelitian ini dilakukan di Fakultas Pertanian Universitas Mulawarman selama 4(empat) bulan. Pengambilan sampel tanah dilaksanakan di Desa Bangun Rejo Kecamatan Tenggarong Seberang, Kalimantan Timur. Dilanjutkan dengan ekstraksi nematoda menggunakan metode Baermann yang dimodifikasi, dan identifikasi nematoda yang didapatkan sampai tingkat genus berdasarkan ciri morfologinya. Pengamatan nematoda dilakukan di laboratorium Ilmu Hama Penyakit Tumbuhan Fakultas Pertanian Universitas Mulawarman Samarinda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ditemukan 14 genera nematoda, terdiri dari 6 genera nematoda non-paasit dan 8 genera parasit tumbuhan. Genus nematoda yang dominan secara berturut-turut adalah sebagai berikut: Apelenchus, Cephalobus, Dorylaimus, Pratylenchus, dan Rhabditis. Kepadatan populasi nematoda berkisar 30-206 individu 100 gram-1 tanah. Keanekaragaman nematoda pada lahan reklamasi tergolong sedang dengan indeks Shannon-Wienner berkisar 1,22-3,09, sedangkan pada lahan pembanding (hutan sekunder) tergolong tinggi dengan indeks Shannon-Wienner berkisar 3,06 – 3,49. Kata kunci : Lahan Reklamasi Pasca Tambang Batu bara, Keragaman Nematoda, Indikator Biologi.
INVESTASI JAMUR ENDOFIT DALAM PENGENDALIAN PENYAKIT BLAS PADA PADI (Oryza sativa) Sopialena Sopialena; Sofian Sofian; Devi Tantiani; Suyadi Suyadi
Agrifor : Jurnal Ilmu Pertanian dan Kehutanan Vol 20, No 2 (2021): Oktober 2021
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31293/agrifor.v20i2.5505

Abstract

Penyakit blas merupakan salah satu penyakit utama pada tanaman padi yang mampu menimbulkan kerugian besar bagi para petani sehingga petani mengendalikan penyakit ini dengan menggunakan bahan kimia yang merusak lingkungan dan menimbulkan dampak negatif lain. Melihat pentingnya pengendalian penyakit ini maka dibutuhkan alternatif pengendalian dengan menggunakan agens pengendali hayati. Percobaan dilakukan di Kelurahan Sungai Kapih, Kecamatan Sambutan, Kota Samarinda, dari Desember 2020 hingga April 2021. Hasil percobaan disusun dalam Rancangan Acak Kelompok (RAK) faktorial, yang terdiri dari tiga varietas, dengan lima perlakuan dan diulang sebanyak lima kali. Hasil penelitian menunjukkan bahwa varietas Ciherang merupakan varietas yang paling rentan dibandingkan varietas Kambang dan Pandan Ungu. Cendawan endofit yang diaplikasikan terhadap tanaman memberikan pengaruh yang baik untuk pengendalian penyakit Blas dan juga meningkatkan ketahanan tanaman, dalam hal ini cendawan yang memberikan efektivitas terbaik yaitu cendawan Trichoderma sp. yang mampu menekan intensitas serangan penyakit blas lebih dari 85% sehingga dapat digunakan sebagai alternatif pengendalian yang ramah lingkungan.
MIKROBIA PADA Plant Growth Promoting Rhizobakteri BAMBU, ALANG-ALANG DAN PISANG Sopialena Sopialena; Surya Sila; Sofian Sofian; Jahira S
Agrifor : Jurnal Ilmu Pertanian dan Kehutanan Vol 22, No 1 (2023): Maret 2023
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31293/agrifor.v22i1.6357

Abstract

Plant Growth Promoting Rhizocbacteria (PGPR) adalah sejenis bakteri yang hidup di sekitar perakaran tanaman. Bakteri tersebut hidupnya secara berkoloni menyelimuti akar tanaman sehingga memberikan keuntungan bagi tanaman. tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui jenis bakteri yang terdapat pada PGPR akar bambu, akar alang-alang dan akar pisang. Penelitian dilakukan di laboratorium Hama Penyakit Tumbuhan Fakultas Pertanian Universitas Mulawarman. Isolasi bakteri PGPR dilakukan dengan mengambil sampel dari ketiga bahan larutan PGPR tersebut. Kemudian setiap sampel PGPR diambil sebanyak 2 ml dan ditumbuhkan pada media Nutrient Agar (NA) dengan metode sebar. Dari masing-masing PGPR dibuat pada 4 (empat) cawan petri, sehingga didapat sebanyak 12 isolat bakteri PGPR yang mampu tumbuh pada media tersebut. Beberapa genus yang termasuk dalam PGPR tersebut adalah Pseudomonas, Serratia, Azotobacter, Azospirillum, Acetobacter, Burkholderia, Enterobacter, Rhizobium, Erwinia, Flavobacterium dan Bacillus. Masing-masing isolat rhizobacteria memiliki peranan yang penting dalam mengendalikan serangan patogen dan memicu pertumbuhan. Analisa bakteri digunakan sebagai parameter untuk mengetahui efektivitas serta potensi yang terkandung dalam bakteri tersebut.
PENGENDALIAN PENYAKIT BLAST (Pyricularia oryzae Cav.) PADA PADI MENGGUNAKAN EKSTRAK LENGKUAS (Alpinia galanga Linn.) Sopialena Sopialena
Jurnal Teknologi Lingkungan UNMUL Vol 2, No 1 (2018): Jurnal Teknologi Lingkungan UNMUL
Publisher : Mulawarman University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/jtlunmul.v2i1.1578

Abstract

Abstract Tanaman padi (Oryza sativa) merupakan salah satu tanaman yang berperan penting dalam kehidupan manusia. Salah satu faktor yang mempengaruhi produktivitas tanaman padi adalah penyakit blast yang disebabkan oleh jamur patogen Pyricularia oryzae Cav.  Ekstrak rimpang lengkuas (Alpinia galanga Linn) berpotensi dan efektif dalam menghambat pertumbuhan jamur patogen penyakit blast (Pyricularia oryzae Cav.). pengaruh yang ditunjukkan ekstrak rimpang lengkuas (Alpinia galanga Linn) dalam menghambat pertumbuhan jamur patogen penyakit blast (Pyricularia oryzae Cav.) dengan konsentrasi yang paling efektif yaitu pada konsentrasi tertinggi  (P4 = 8 ml / 10 ml air) sebesar 27,60% sedangkan perlakuan kontrol (P0 = 0 ml / 10 ml air) tidak terhambat atau sebesar 0%. Kata kunci: Padi, Pyricularia oryzae Cav., Alpinia galanga Linn