Claim Missing Document
Check
Articles

Found 34 Documents
Search

UJI EFEKTIVITAS PESTISIDA NABATI DARI EKSTRAK DAUN SALAM, LENGKUAS DAN KUNYIT TERHADAP BUSUK BUAH RHIZOCTONIA (Rhizoctonia solani Kühn ) PADA TOMAT (Lycopersicum esculentum Mill.) SECARA IN VITRO Suryadi, Andi; Sofyan, Sofyan; Sopialena, Sopialena; Catherine, Yustiana
Agrifor : Jurnal Ilmu Pertanian dan Kehutanan Vol 23, No 1 (2024): Maret 2024
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31293/agrifor.v23i1.6974

Abstract

Busuk buah rhizoctonia adalah salah satu penyakit pada tomat yang terjadi karena adanya serangan dari cendawan Rhizoctonia solani Kühn yang menyebabkan penurunan hasil buah tomat yang cukup signifikan dan mempengaruhi tinggi permintaan pasar, sehingga membutuhkan upaya pengendalian jamur yang dapat mengimbangi angka serangan penyakit. Secara teknis petani saat ini menggunakan pestisida sintetik untuk pengendalian penyakit pada tanaman budidaya yang dapat menimbulkan dampak negatif bagi lingkungan, sehingga dibutuhkan alternatif pengendalian dengan menggunakan pestisida nabati. Penelitian ini dilakukan untuk mengidentifikasi jamur penyebab penyakit, mengetahui pengaruh pemberian ekstrak daun salam, lengkuas dan kunyit terhadap jamur, serta menganalisis kombinasi terbaik ekstrak daun salam, lengkuas dan kunyit dengan konsentrasi 5% untuk mengendalikan jamur penyebab penyakit busuk buah Rhizoctonia pada tanaman tomat. Penelitian ini dilakukan di Laboratorium Ilmu Hama Penyakit Tumbuhan, Fakultas Pertanian, Universitas Mulawarman dari Januari  hingga April 2023. Hasil percobaan disusun dalam  Rancangan Acak Lengkap dengan 8 perlakuan dan diulang sebanyak 6 kali. Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan sidik ragam (ANOVA) dan di uji lanjut menggunakan uji Beda Nyata Terkecil (BNT) pada taraf 5%. Penelitian ini menunjukan pemberian ekstrak daun salam, lengkuas dan kunyit memberikan aktivitas penghambatan pada pertumbuhan koloni jamur. Pemberian perlakuan kombinasi ekstrak daun salam, lengkus dan kunyit memiliki efektifitas terbaik dalam menghambat pertumbuhan koloni jamur uji dengan konsentrasi 5% ditunjukkan pada daya hambat sebesar 53,56%.
Inventarisasi Organisme Pengganggu Tumbuhan pada Tanaman Buah Naga (Hylocereus sp.) di Desa Batuah Kecamatan Loa Janan Kabupaten Kutai Kartanegara Siwi, Karica; Sopialena, Sopialena; Akhsan, Ni'matuljannah; Saleh, Yumardian
Jurnal Agroekoteknologi Tropika Lembab Vol 8, No 2 (2026): Agroekoteknologi Tropika Lembab Volume 8 Nomor 2 Februari 2026
Publisher : Mulawarman University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/jatl.8.2.2026.20018.9-16

Abstract

Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) memiliki potensi lahan yang luas, iklim yang sesuai, serta antusiasme petani lokal sebagai daerah penghasil buah naga utama di Kalimantan Timur, bahkan secara nasional. Desa Batuah Kecamatan Loa Janan merupakan salah satu desa produsen buah naga yang cukup tinggi yang dikelola bersama gabungan kelompok tani. Pengolahan dan pemanfaatan buah naga kini dihadapkan dengan masalah budidaya serta hama dan penyakit. Serangan hama dan penyakit dapat menurunkan hasil panen serta menurunkan kualitas dan kuantitas laba, sehingga menjadi hambatan tersendiri dalam produksi buah naga. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi hama dan penyakit yang menyerang buah naga di Desa Batuah. Penelitian inventarisasi ini dilakukan selama 1 bulan di lima kebun buah naga yang berbeda. Pengambilan sampel dilakukan secara acak pada tanaman yang menunjukkan gejala serangan. Identifikasi patogen jamur dilakukan di laboratorium secara morfologi berdasarkan kultur dan pengamatan mikroskopis, sementara identifikasi hama dan nematoda dilakukan di lapangan dan laboratorium melalui pengamatan visual dan morfologi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tanaman buah naga di Desa Batuah banyak terserang hama dan penyakit, yang sebagian besar oleh jamur, bakteri, dan lalat buah. Namun, untuk bakteri dapat dilihat hanya dengan gejala dan tanda, sementara nematoda yang ditemukan adalah non parasit. Beberapa tanaman yang diserang oleh jamur diantaranya Fusarium sp, Phytophthora sp. Pythium sp. Botryodiplodia sp. dan Bipolaris sp. Jamur yang banyak didapatkan dalam penelitian ini adalah Fusarium sp. Hama yang banyak ditemui dan merusak buah naga adalah larva lalat buah (Bactrocera sp). Nematoda non parasit yang ditemukan pada tanaman buah naga dalam penelitian ini adalah nematoda Rhabditis sp., Dorylaimus sp., dan Aphelenchus sp.
Virus Persistence Of Mosaic Causes In Chili Seed At Different Temperatures: Persistensi Virus Penyebab Mosaik Pada Benih Cabai Pada Beberapa Suhu Sopialena
Agrifarm : Jurnal Ilmu Pertanian Vol 9 No 1 (2020): July
Publisher : Universitas Widya Gama Mahakam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24903/ajip.v9i1.928

Abstract

The study entitled Persistence of the virus that causes mosaic disease in chili seeds originating from the production of chili plants that are attacked by a virus that is treated by soaking at some temperature aims to see the persistence or presence of the virus that causes the mosaic. The persistence of the virus is done by observing the chilli seedlings that are 8 weeks after planting. The research was carried out at the Plant Pest and Disease Laboratory, Faculty of Agriculture, Mulawarman University, Samarinda. The study was conducted using the observation method that is directly observing the treatment carried out. This study used 5 treatments and each of 4 replications, consisting of: C1 = treatment of warm water with a temperature of 40 ° C for 10 minutes, C2 = treatment of warm water with a temperature of 45 ° C for 10 minutes, C3 = treatment of warm water with a temperature 50 ° C for 10 minutes, C4 = treatment of warm water with a temperature of 55 ° C for 10 minutes, Cs = treatment of warm water with a temperature of 60 ° C for 10 minutes. The results showed that soaking warm water had an influence on the persistence of viruses carried in the seeds to the development of mosaic disease in chilies. Temperatures of 50 ° C and above have been able to prevent mosaics disease at chillie plant.
Effectiveness of Endophyte Fungi as a Controling of Blast Disease on Paddy (Oryza sativa) : EFEKTIVITAS CENDAWAN ENDOFIT SEBAGAI PENGENDALI PENYAKIT BLAST PADA TANAMAN PADI (Oryza sativa) Sopialena; Devi Tantiani
Agrifarm : Jurnal Ilmu Pertanian Vol 9 No 2 (2020): December
Publisher : Universitas Widya Gama Mahakam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24903/ajip.v9i2.980

Abstract

The research was conducted to determine: endophyte fungi on paddy plant (Oryza sativa); the antagonistic percentageof endophyte fungi against to Pyricularia oryzae Cav.; and the antagonistic mechanisms between each endophyte fungi to Pyricularia oryzae Cav..The experiment was conducted at the Integrated Laboratory of Agriculture Faculty of Mulawarman University, and samples of infected plant was collected from Sungai Kapih village, Sambutan Sub-district of Samarinda City The experimental treatments was arranged in a Completely Randomized Design (CRD), consisting of four treatments and each treatment was repeated ten times.The results showed that endophyte fungi isolated from the paddy plant (Oryza sativa) were Trichoderma sp., Rhizopus sp., Gliocladium sp., and Penicillium sp. The competition was proved as the antagonistic mechanism of Rhizopus sp. against, while antibiosis was proved as the antagonistic mechanism of Penicillium sp. against. Trichoderma sp. and Gliocladium sp. against were shown to have two antagonistic mecanism are competition and parasitsm. The capability of endophyte fungi as a biological agents to compete those P. Oryzae was express an antagonism capacity differences, the highest rate of inhibition was occurred on the P. oryzae vs Gliocladium sp.(78,96%). Keywords :Pyricularia oryza Cav., Endophyte fungi, Antagonistic mechanim