Claim Missing Document
Check
Articles

Found 34 Documents
Search

EKSPLORASI JAMUR ENDOFIT PADA Echinochloa crus-galli (L.) P.Beauv UNTUK MENGENDALIKAN JAMUR Pyricularia oryzae PADA TANAMAN PADI SECARA IN-VITRO Sopialena, Sopialena; Suryadi, Andi; Sofian, Sofian; Azzahra, Jessie
Agrifor : Jurnal Ilmu Pertanian dan Kehutanan Vol 23, No 2 (2024): Oktober 2024
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31293/agrifor.v23i2.7622

Abstract

Penyakit penting pada padi salah satunya yaitu penyakit blas yang disebabkan oleh jamur Pyricularia oryzae. Penyakit menyerang hampir seluruh bagian tanaman seperti daun, buku-buku pada batang dan ujung tangkai malai. Pengendalian hayati menggunakan agensia hayati yang mempunyai kemampuan relatif lebih baik daripada yang lain adalah jamur endofit. Penelitian bertujuan untuk mengidentifikasi jenis jamur endofit pada gulma Echinochloa crus-galli L. dan menganalisis jenis jamur endofit yang efektif untuk menghambat pertumbuhan jamur Pyricularia oryzae. Penelitian ini dilaksanakan bulan Agustus – November 2023 di Laboratorium Ilmu Hama dan Penyakit Tumbuhan. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) sebanyak 4 perlakuan yang diulang sebanyak 10 kali. Percobaan perlakuan menggunakan (P1) Pyricularia oryzae vs Jamur Aspergillus niger, (P2) Pyricularia oryzae vs Jamur Gliocladium sp., (P3) Pyricularia oryzae vs Jamur Trichoderma sp. dan (P0) Pyricularia oryzae tanpa perlakuan (kontrol). Berdasarkan hasil penelitian setelah dilakukan uji daya hambat dari masing – masing jamur endofit pada hari ke tujuh memiliki perbedaan dimana persentase daya hambat tertinggi yaitu pada jamur Gliocladium sp. dengan persentase sebesar 16.5% diikuti oleh jamur Trichoderma sp. dengan persentase sebesar 5.70% dan disusul oleh jamur Aspergullis niger dengan persentase sebesar 2.78%. 
Identifikasi Patogen Pascapanen pada Buah Tomat (Solanum lycopersicum) di Pasar Tradisional Kota Samarinda Mirza, Muhammad Alexander; Sopialena, Sopialena; Rachim, Abdul Muhammad
Jurnal Agroekoteknologi Tropika Lembab Vol 7, No 2 (2025): Agroekoteknologi Tropika Lembab Volume 7 Nomor 2 Februari 2025
Publisher : Mulawarman University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/jatl.7.2.2025.18950.119-127

Abstract

Mikroorganisme atau mikroba merupakan organisme yang memiliki ukuran yang sangat kecil. Salah satu jasad renik yang termasuk dalam mikrob adalah jamur dan bakteri patogen. Jamur dan bakteri patogen merupakan penyebab penurunan produk pascapanen buah tomat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis-jenis jamur dan bakteri patogen pascapanen pada buah tomat yang dijual di empat pasar tradisional Kota Samarinda.Pengambilan sampel dilakukan di lokasi pedagang buah tomat di empat pasar tradisional yang ada di Kota Samarinda, yaitu Pasar Merdeka, Pasar Segiri, Pasar Rahmat, dan Pasar Sungai Dama. Pengamatan dilakukan di Laboratorium Ilmu Hama Penyakit Tumbuhan, Fakultas Pertanian, Universitas Mulawarman.pada bulan Maret-Juni 2024. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode survei di lapangan dan pengamatan secara makroskopis dan mikroskopis di laboratorium. Data hasil wawancara, pengamatan gejala dan tanda patogen pada buah tomat serta identifikasi karakteristik patogen secara makroskopis dan mikroskopis dianalisis secara deskriptif dan disajikan dalam bentuk gambar yang dibandingkan dengan literatur yang sesuai. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat empat jenis jamur patogen yang menyebabkan kerusakan pada buah tomat pascapanen di pasar tradisional Kota Samarinda, yaitu Geotrichum sp., Fusarium oxysporum, Colletotrichum sp., Mucor sp., dan Aspergilus niger. Jenis dan spesies bakteri yang menyebabkan kerusakan pada buah tomat pascapanen yaitu bakteri gram negatif, bakteri gram negatif dan berbentuk kokus
Antagonistic Test of Endophytic Fungi from Black Pepper (Piper nigrum L.) against Fusarium oxysporum the Main Cause of Fusarium Wilt in Chili Plants (Capsicum annuum L.) Sofian, Sofian; Sopialena, Sopialena; Aprilia, Risna
Journal of Agriprecision & Social Impact Vol. 2 No. 3 (2025): November: JAPSI (Journal of Agriprecision & Social Impact)
Publisher : CV. Komunitas Dunia Peternakan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62793/japsi.v2i3.75

Abstract

Fusarium wilt, caused by Fusarium oxysporum, is a major constraint in chili (Capsicum annuum L.) cultivation due to its severe impact on plant health and yield. Excessive use of synthetic fungicides to control this disease has resulted in environmental pollution and the development of resistant pathogens. This study aimed to identify endophytic fungi from black pepper (Piper nigrum L.) and evaluate their antagonistic potential against F. oxysporum as an eco-friendly biological control strategy. The novelty of this research lies in the exploration of endophytic fungi from black pepper, a crop not commonly studied as a microbial reservoir for chili disease control, providing new insight into cross-host endophytic interactions and their potential application in sustainable plant protection. Endophytic fungi were isolated from the stems, roots, and leaves of healthy black pepper plants, while F. oxysporum isolates were obtained from diseased chili plants. All isolates were cultured on Potato Dextrose Agar (PDA) and tested using a dual culture assay under a completely randomized design (CRD) with five treatments and six replications. Inhibition percentage and colony growth were observed for seven days, and antagonistic mechanisms such as competition, antibiosis, and parasitism were examined microscopically. Four endophytic fungi—Trichoderma sp., Gliocladium sp., Aspergillus niger, and Aspergillus flavus—showed antagonistic activity against F. oxysporum. The highest inhibition rates (60–75%) were observed in Gliocladium sp. and Trichoderma sp., primarily through competition and antibiosis mechanisms. These results demonstrate the potential of black pepper-derived endophytic fungi as novel, effective, and environmentally safe biocontrol agents, offering an innovative approach to developing sustainable alternatives to synthetic fungicides in integrated plant disease management systems.
UJI EFEKTIVITAS PESTISIDA NABATI DARI EKSTRAK DAUN SALAM, LENGKUAS DAN KUNYIT TERHADAP BUSUK BUAH RHIZOCTONIA (Rhizoctonia solani Kühn ) PADA TOMAT (Lycopersicum esculentum Mill.) SECARA IN VITRO Suryadi, Andi; Sofyan, Sofyan; Sopialena, Sopialena; Catherine, Yustiana
Agrifor : Jurnal Ilmu Pertanian dan Kehutanan Vol 23, No 1 (2024): Maret 2024
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31293/agrifor.v23i1.6974

Abstract

Busuk buah rhizoctonia adalah salah satu penyakit pada tomat yang terjadi karena adanya serangan dari cendawan Rhizoctonia solani Kühn yang menyebabkan penurunan hasil buah tomat yang cukup signifikan dan mempengaruhi tinggi permintaan pasar, sehingga membutuhkan upaya pengendalian jamur yang dapat mengimbangi angka serangan penyakit. Secara teknis petani saat ini menggunakan pestisida sintetik untuk pengendalian penyakit pada tanaman budidaya yang dapat menimbulkan dampak negatif bagi lingkungan, sehingga dibutuhkan alternatif pengendalian dengan menggunakan pestisida nabati. Penelitian ini dilakukan untuk mengidentifikasi jamur penyebab penyakit, mengetahui pengaruh pemberian ekstrak daun salam, lengkuas dan kunyit terhadap jamur, serta menganalisis kombinasi terbaik ekstrak daun salam, lengkuas dan kunyit dengan konsentrasi 5% untuk mengendalikan jamur penyebab penyakit busuk buah Rhizoctonia pada tanaman tomat. Penelitian ini dilakukan di Laboratorium Ilmu Hama Penyakit Tumbuhan, Fakultas Pertanian, Universitas Mulawarman dari Januari  hingga April 2023. Hasil percobaan disusun dalam  Rancangan Acak Lengkap dengan 8 perlakuan dan diulang sebanyak 6 kali. Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan sidik ragam (ANOVA) dan di uji lanjut menggunakan uji Beda Nyata Terkecil (BNT) pada taraf 5%. Penelitian ini menunjukan pemberian ekstrak daun salam, lengkuas dan kunyit memberikan aktivitas penghambatan pada pertumbuhan koloni jamur. Pemberian perlakuan kombinasi ekstrak daun salam, lengkus dan kunyit memiliki efektifitas terbaik dalam menghambat pertumbuhan koloni jamur uji dengan konsentrasi 5% ditunjukkan pada daya hambat sebesar 53,56%.