Claim Missing Document
Check
Articles

PENGELOMPOKAN KABUPATEN/KOTA DI SUMATERA BARAT BERDASARKAN FAKTOR TERKAIT KEJADIAN DEMAM BERDARAH DENGUE DENGAN METODE FUZZY SUBTRACTIVE CLUSTERING SRI DELIMAWATI; HAZMIRA YOZZA; MAIYASTRI MAIYASTRI
Jurnal Matematika UNAND Vol 10, No 1 (2021)
Publisher : Jurusan Matematika FMIPA Universitas Andalas Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jmu.10.1.150-158.2021

Abstract

. Demam berdarah dengue(DBD) adalah penyakit infeksi virus akut yang disebabkan oleh virus dengue. Provinsi Sumatera Barat merupakan salah satu provinsi di Indonesia yang memiliki angka penderita DBD cukup tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mengelompokkan kabupaten/kota di Sumatera Barat berdasarkan faktor terkait kejadian DBD yakni kejadian banjir, penampungan air, fasilitas dan tenaga kesehatan dan penduduk miskin. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode fuzzy subtractive clustering(FSC). Berdasarkan pengolahan dengan metode FSC didapat hasil pengklasteran dengan 2 klaster , 4 klaster, 5 klaster, 7 klaster dan 8 klaster. Dari validitas klaster ditemukan jumlah klaster terbaik yaitu 7 klaster. Berdasarkan karakteristik klaster, secara umum klaster 4 merupakan klaster terbaik dibandingkan dengan klaster lainnya. Klaster 3, klaster 5 dan klaster 7 merupakan klaster terendah, sehingga pada klaster tersebut banyak indikator yang harus mendapat penanganan lebih supaya angka penderita DBD dapat berkurang.Kata Kunci: Demam Berdarah Dengue(DBD), Fuzzy Subtractive Clustering(FSC)
ANALISIS KEPUASAN KONSUMEN DI RESTORAN SEDERHANA PADANG DENGAN MENGGUNAKAN ANALISIS FAKTOR DEBY CINTYA RIZAL; MAIYASTRI MAIYASTRI; YUDIANTRI ASDI
Jurnal Matematika UNAND Vol 10, No 4 (2021)
Publisher : Jurusan Matematika FMIPA Universitas Andalas Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jmu.10.4.449-455.2021

Abstract

Analisis faktor adalah teknik analisis multivariat yang digunakan untuk mengelompokkan variabel-variabel yang berkorelasi ke dalam kelompok variabel yang disebut faktor dimana antara satu faktor dengan faktor lainnya tidak saling berkorelasi. Faktor-faktor yang terbentuk ini dapat menerangkan sebagian besar informasi yang terkandung pada variabel. Pada penelitian ini dilakukan analisis faktor untuk menentukan faktor-faktor kepuasan konsumen di Restoran Sederhana Padang. Analisis yang digunakan adalah analisis faktor eksploratori dengan metode pendugaan Principal Component Analysis (PCA). Metode rotasi faktor yang digunakan adalah rotasi varimax. Data yang digunakan merupakan data primer yang diperoleh melalui penyebaran kuesioner kepada seratus orang konsumen Restoran Sederhana Padang. Dari penelitian ini diperoleh bahwa terdapat tiga faktor yang menjadi faktor-faktor kepuasan konsumen Restoran Sederhana Padang. Ketiga faktor tersebut yaitu faktor produk dan pelayanan, faktor harga produk, dan faktor emosional konsumen.Kata Kunci: Analisis faktor, Kepuasan Konsumen, Principal Component Analysis (PCA)
EVALUASI PELAYANAN ADMINISTRASI TERPADU (PATEN) DENGAN MENGGUNAKAN METODE SERVQUAL SIX SIGMA (STUDI KASUS DI KECAMATAN KURANJI, PADANG) Hesti Yolanda; Izzati Rahmi HG; Maiyastri .
Jurnal Matematika UNAND Vol 6, No 1 (2017)
Publisher : Jurusan Matematika FMIPA Universitas Andalas Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jmu.6.1.118-127.2017

Abstract

Abstrak. Pelayanan publik merupakan kegiatan atau rangkaian kegiatan dalam rangkapemenuhan kebutuhan pelayanan bagi setiap warga negara atas barang, jasa danpelayanan administratif yang disediakan oleh penyelenggara pelayanan publik. Untukmeningkatkan pelayanan publik, pada tahun 2010 melalui Permandagri no 4, pemerintahmengeluarkan pedoman pelayanan administrasi terpadu kecamatan (PATEN). Penelitianini bertujuan untuk menganalisis tingkat kepuasan masyarakat terhadap PATEN di KantorCamat Kuranji dan mengevaluasi pelayanan publik di Kantor Camat Kuranji melaluipenilaian masyarakat dengan cara menerapkan metode Servqual Six Sigma. Berdasarkanhasil analisis, dapat diketahui bahwa kualitas pelayanan pada Kantor Camat Kuranjibelum sesuai dengan kriteria yang ditentukan. Dari analisis proses perhitungan Servqualmenunjukkan bahwa masih terdapat indikator-indikator yang belum mencapai targetkepuasan, dengan nilai rata-rata tingkat kepuasan yaitu sebesar 80,81406%, sedangkandari analisis Six Sigma, diperoleh nilai rata-rata DPMO sebesar 191859,4 dan rata-ratanilai sigma sebesar 2,4. Berdasarkan hasil pengukuran baseline kinerja, terdapat 14 indikatoryang berada dibawah nilai rata-rata tingkat kepuasan, nilai rata-rata DPMO danrata-rata nilai Sigma. Dari 14 indikator tersebut, melalui analisis dengan menggunakandiagram pareto dapat diketahui bahwa indikator yang menjadi prioritas untuk dilakukanperbaikan adalah ruang terbuka hijau yang belum tertata kerapiannya serta area parkiryang belum aman, nyaman dan teratur.Kata Kunci: Pelayanan publik, Servqual, Six Sigma, Baseline kinerja
PERBANDINGAN METODE KUADRAT TERKECIL DAN METODE BAYES PADA MODEL REGRESI LINIER BERGANDA YANG MENGANDUNG MULTIKOLINIEIRITAS Siska Auqino; Maiyastri Maiyastri; Rita Diana
Jurnal Matematika UNAND Vol 8, No 1 (2019)
Publisher : Jurusan Matematika FMIPA Universitas Andalas Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jmu.8.1.307-312.2019

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji perbandingan Metode Kuadrat Terkecil (MKT) dan metode Bayes pada model regresi linier berganda yang mengandung multikolinieritas. Pada regresi linier berganda, asumsi yang sering tidak terpenuhi yaitu tidak ada multikolinieritas di antara variabel prediktor. Adanya multikolinieritas menyebabkan estimasi MKT menjadi tidak efisien. Oleh karena itu diperlukan metode alternatif yang menghasilkan kesalahan estimasi yang lebih kecil. Data yang digunakan adalah data random dengan dua variabel prediktor yang dibangkitkan sehingga data memenuhi sifat model yang diteliti. Penelitian ini menunjukkan bahwa metode Bayes lebih baik dalam mengestimasi parameter regresi linier berganda dilihat dari nilai Mean Squared Error (MSE) yang lebih kecil dibandingkan dengan MKT.Diterima: Direvisi: Dipublikasikan :Kata Kunci: Metode Kuadrat Terkecil, Metode Bayes, Multikolinieritas
PENDUGAAN ANGKA PENGANGGURAN DI KABUPATEN PADANG PARIAMAN MENGGUNAKAN SMALL AREA ESTIMATION DENGAN PENDEKATAN HIERARCHICAL BAYES (HB) LOGNORMAL Mia Mauliani; Maiyastri Maiyastri; Rita Diana
Jurnal Matematika UNAND Vol 7, No 4 (2018)
Publisher : Jurusan Matematika FMIPA Universitas Andalas Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jmu.7.4.15-21.2018

Abstract

Informasi mengenai Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) yang tersedia sampai saat ini hanya bisa diketahui sampai pada tingkat kabupaten. Padahal untuk berbagai tujuan dan kepentingan maka informasi yang memadai yang bisa menjangkau area yang lebih kecil menjadi sangat penting. Penelitian ini bertujuan untuk medapatkan TPT pada level kecamatan menggunakan metode SAE dengan pendekatan Hierarchical Bayes (HB) lognormal. Hasil estimasi TPT dengan penduga HB menghasilkan nilai standar error yang lebih kecil daripada penduga langsung, sehingga penduga HB lebih baik dibandingkan penduga langsung.Kata Kunci: Tingkat Pengangguran Terbuka, Hierarchical Bayes, Lognormal, Small Area Estimation
PERBANDINGAN RESIKO INVESTASI BANK CENTRAL ASIA DAN BANK MANDIRI MENGGUNAKAN MODEL GENERALIZED AUTOREGRESSIVE CONDITIONAL HETEROSCEDASTICITY (GARCH) Nurul Saadah; Maiyastri .; Hazmira Yozza
Jurnal Matematika UNAND Vol 5, No 4 (2016)
Publisher : Jurusan Matematika FMIPA Universitas Andalas Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jmu.5.4.80-88.2016

Abstract

Abstrak. Data return saham adalah salah satu data deret waktu. Jika ingin melakukanpemodelan return, maka dapat dilakukan pemodelan deret waktu. Model rataan returnmenggunakan model Autoregressive Moving Average (ARMA). Sedangkan untuk memodelkanragam digunakan model Generalized Autoregressive Conditional Heteroscedasticity(GARCH). Setelah melakukan beberapa tahapan diperoleh model ARMA(1,0) danGARCH(1,1) sebagai model terbaik untuk data return saham Bank Central Asia. Sedangkanmodel terbaik untuk data return saham Bank Mandiri adalah model ARMA(0,1)dan GARCH(1,1). Model yang diperoleh digunakan untuk melakukan peramalan returndan volatilitas dalam pengukuran resiko. Salah satu alat ukur yang digunakan untukmengukur resiko adalah Value at Risk. Dari perhitungan resiko untuk kedua bank diperolehbahwa resiko maksimum Bank Mandiri lebih besar dari resiko maksimum BankCentral Asia.
PERBANDINGAN METODE KUADRAT TERKECIL DAN BAYES PADA MODEL REGRESI DENGAN GALAT YANG TIDAK NORMAL Nurhakiki .; Maiyastri .; Rita Diana
Jurnal Matematika UNAND Vol 6, No 2 (2017)
Publisher : Jurusan Matematika FMIPA Universitas Andalas Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jmu.6.2.78-84.2017

Abstract

Metode Kuadrat Terkecil (MKT) merupakan metode yang sering digunakan untuk menduga parameter model regresi. Pendugaan paramater dengan menggunakan MKT harus memenuhi asumsi-asumsi tertentu terhadap galatnya yang dinamakan dengan asumsi klasik. Salah satu asumsinya adalah asumsi kenormalan, dimana asumsi residual berdistribusi normal. Jika asumsi kenormalan tidak dipenuhi maka penduga MKT menjadi tidak efisien, oleh karena itu diperlukan metode pendugaan lain, salah satunya adalah metode bayes. Pada metode bayes, parameter model diasumsikan sebagai suatu peubah acak yang memiliki distribusi tertentu yang disebut distribusi prior. Distribusi posterior diperoleh dengan menggabungkan informasi prior dan informasi yang diperoleh dari sampel melalui teorema Bayes. Rataan dari distribusi posterior ini merupakan penduga bagi parameter model. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa metode Bayes menghasilkan nilai absolut bias dan MSE lebih kecil dibandingkan dengan metode MKT dalam mengestimasi paramater regresi linier sederhana untuk galat berdistribusi tidak normal.Kata Kunci: Analisis Regresi Linier, Metode Kuadrat Terkecil, Metode Bayes, Galat Tidak Normal.
PENERAPAN METODE SIX SIGMA PADA PT. AMANAH INSANILLAHIA UNTUK MENGURANGI JUMLAH PRODUK CACAT AIR MINERAL DALAM KEMASAN Silmiati Silmiati; Yudiantri Asdi; Maiyastri Maiyastri
Jurnal Matematika UNAND Vol 7, No 4 (2018)
Publisher : Jurusan Matematika FMIPA Universitas Andalas Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jmu.7.4.50-60.2018

Abstract

Pengendalian kualitas merupakan hal yang perlu dilakukan untuk mengurangi cacat dan kerugian. Salah satu metode pengendalian kualitas adalah six sigma dengan 5 tahapan yaitu, Define, Measure, Analyze, Improve, Control(DMAIC). PT. Amanah Insanillahia adalah perusahaan yang setiap hari memproduksi air mineral. Dengan pendekatan six sigma pada PT. Amanah Insanillahia diperoleh nilai DPMO sebesar 62.728 yang berarti terdapat 62.728 kemungkinan menghasilkan produk cacat dalam 1 juta kali produksi dan nilai rata-rata sigma level sebesar 3,038. Jenis cacat paling besar adalah cacat gelas tidak standar dengan persentase 12,48 dari total produksi yang disebabkan oleh kurang telitinya karyawan dalam memilih gelas yang akak digunakan, tidak ada acuan dan prosedur pemilihan standar gelas.Kata Kunci: Metode Six Sigma, DMAIC, DPMO, Sigma Level, Diagram Pareto, Diagram Sebab Akibat, Bagan Kendali u
PENERAPAN METODE SIX SIGMA PADA PENGENDALIAN KUALITAS AIR KEMASAN DI PT. GUNUNG NAGA MAS Karina Foresty; Maiyastri .; Yudiantri Asdi
Jurnal Matematika UNAND Vol 7, No 1 (2018)
Publisher : Jurusan Matematika FMIPA Universitas Andalas Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jmu.7.1.103-108.2018

Abstract

Abstrak. PT. Gunung Naga Mas merupakan salah satu produsen air mineral kemasanlokal di Padang, dimana produk yang paling banyak diproduksi adalah air mineralkemasan cup 240 ml. Meningkatnya permintaan pasar berpengaruh terhadap kualitasproduksi produk tersebut. Untuk melihat apakah produk tersebut sudah terkendaliatau tidak, digunakan salah satu program peningkatan kualitas produk yaitu denganmenerapakan metode Six Sigma yaitu metode DMAIC. Penelitian ini bertujuan untukmengidentikasi masalah produksi, mengetahui faktor penyebab cacat, memperoleh solusidalam upaya mengurangi jumlah cacat, mengetahui jenis cacat dan faktor cacat yangpaling mendominasi pada produksi air mineral kemasan cup 240 ml dan membuat bagankendali untuk melihat hasil terkendali atau tidak. Karakteristik kualitas atau Criticalto Quality (CTQ) untuk produksi air mineral kemasan cup 240 ml ada 7 macam yaituair kotor/berisi benda lain, air kurang dari volume pack, lid tidak presisi/timpang, cuppp bocor, cup pp bocor sealer, cup pp rijek pemasok, dan bocor jarum. DPMO dari cacatair mineral kemasan dalam penelitian diperoleh dari nilai rata-rata DPMO sebesar26.547 dan rata-rata Sigma Level sebesar 3,49. Dari peta kendali u disimpulkan bahwahanya cacat bocor jarum yang berada dalam kendali statistik (terkendali) sedangkancacat lainnya tidak terkendali.Kata Kunci: Six Sigma, DMAIC, DPMO, Sigma Level
PERBANDINGAN BAGAN KENDALI T 2 HOTELLING KLASIK DENGAN T 2 HOTELLING PENDEKATAN BOOTSTRAP PADA DATA BERDISTRIBUSI NON-NORMAL MULTIVARIAT Khaulah Binti Afrinaldi; Maiyastri .; Yudiantri Asdi
Jurnal Matematika UNAND Vol 6, No 1 (2017)
Publisher : Jurusan Matematika FMIPA Universitas Andalas Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jmu.6.1.17-24.2017

Abstract

Abstrak. Bagan kendali T2 Hotelling merupakan bagan yang berguna untuk memonitorb rata-rata pergeseran proses dengan asumsi distribusi normal harus dipenuhi. Pada penelitian ini akan digunakan data berdistribusi non-normal multivariat untuk melihat kinerja dari bagan kendali T2 Hotelling dengan pendekatan Bootstrap yangesien memantau proses ketika distribusi yang diamati adalah tidak normal atau tidak diketahui. Data yang digunakan pada penelitian ini adalah data sekunder yaitu data IPK dan Lama studi lulusan matematika FMIPA Unand tahun 2015. Tujuan penelitian ini adalah membandingkan kepekaan bagan kendali T2 Hotelling klasik dengan THotelling pendekatan bootstrap dalam mendeteksi titik-titik yang berada diluar bataskendali. Pada bagan kendali T2 Hotelling klasik terdapat tujuh titik yang berada diluar batas kendali, sedangkan bagan kendali T2 Hotelling pendekatan bootstrap mendeteksisembilan titik yang berada diluar batas kendali.Kata Kunci: Bagan kendali T2 Hotelling, Transformasi Johnson, Bootstrap