Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

Analysis of Nursing Clinical Practice with Chest Physiotherapy Innovation Intervention and Pronation Position on Airway Clearance in Pediatric Patients with Pneumonia in The Keruing Room Sriwidiastuti, Elysa; Prasetyana, Ely; Krisneki, Ice; Kartini, Kartini; Bulan, Magdalena; Rahman, Gajali; Andraini, Rus; Mari’pi, Farida
Jurnal KESANS : Kesehatan dan Sains Vol 3 No 3 (2023): KESANS: International Journal of Health and Science
Publisher : Rifa'Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54543/kesans.v3i3.260

Abstract

Introduction: Pneumonia is also known as "the forgotten killer of children". Based on the 2018 Riskesdas report, the age prevalence of pneumonia among children aged 1-5 years was 2.1%. The prevalence of pneumonia in toddlers and children based on gender characteristics was (2.1%) in males and (2.0%) in females. After observations and interviews in the Keruing room of Harapan Insan Sendawar Hospital, it was found that the innovative intervention of chest physiotherapy and pronation position to improve airway clearance in pediatric patients with pneumonia had never been carried out. Objective: The purpose of KIAN is to analyze the intervention of providing chest physiotherapy actions and pronation positions on improving airway clearance in pneumonia patients in the Keruing room. Methods: Sampling in this KIAN was selected according to the inclusion criteria desired by the researcher with a total sample size of five pneumonia clients. Results and Discussion: From the results of the study, it was found that the provision of chest physiotherapy and a pronated position had changes in secretion production, breath sounds, oxygen saturation (SPO2), pulse and respiratory frequency (RR) in the five patients. So that the intervention of chest physiotherapy innovation and a pronated position is very effective in dealing with airway cleansing in pediatric pneumonia patients. Conclusion: Chest physiotherapy intervention and pronation position can reduce secretion production and increase SPO2 in paediatric pneumonia patients
Contraceptive 3 Month Injection Booklet to Increase Knowledge and Attitude of The Acceptor Putri, Rosalin Ariefah; Halimatussa'diah, Halimatussa'diah; Rahman, Gajali; Virawati, Dini Indo
Journal Midwifery Jurusan Kebidanan Politeknik Kesehatan Gorontalo Vol 10, No 2 (2024): Journal Midwifery
Publisher : Politeknik Kesehatan Kementrian Kesehatan Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52365/jm.v10i2.1269

Abstract

Contaceptive 3-month Injection Booklet is a type of printed media in book form to help health workers convey health messages. This research aims to determine the effect of using booklets on the knowledge and attitudes of 3-month contraceptive injection acceptors at Clinic, Samarinda. This research uses a quantitative type of research with a Quasi-Experimental research design (One Group Pre-post test design). The clarity was carried out in April-May 2024, with a population of 19 3-month contraceptive injection acceptors who visited the clinic. The sampling technique used accidental sampling due to the short research period and limited injectable contraceptive acceptors. data was obtained through pre-test and post-test questionnaires. The results of the analysis obtained a sig value of 0.002, where the p value is 0.05, which means that there is an influence of the use of booklets on the knowledge of 3-month contraceptive injection acceptors. It is determined that there is no impact of utilizing the booklet on the knowledge of 3-month injectable birth control acceptors since the sig value of 0.083 is more than >0.05 in contrast to the attitude value. The use of 3-month injectable contraceptive booklets is effective as a counseling tool to increase acceptor knowledge.
PENGARUH KOMPRES HANGAT DAN KOMPRES DINGIN TERHADAP NYERI PERSALINAN KALA I FASE AKTIF DI PUSKESMAS MUARA KOMAM KABUPATEN PASER TAHUN 2022 Suriani, Suriani; Rahman, Gajali; Wahyuni, Rahmawati
Humantech : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Indonesia Vol. 2 No. 4 (2023): Humantech : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Indonesia 
Publisher : Program Studi Akuntansi IKOPIN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Nyeri pada persalinan merupakan proses yang terjadi secara fisiologis yang disebabkan oleh proses dilatasi serviks, hipoksia otot uterus saat kontraksi, iskemia korpus uteri dan peregangan segmen bawah rahim dan kompresi syaraf di serviks mengakibatkan impuls nyeri bertambah banyak. Terapi kompres hangat dan kompres dingin dianggap sebagai metode efektif pereda nyeri persalinan. Tujuan penelitian untuk mengetahui pengaruh kompres hangat dan kompres dingin terhadapo nyeri persalinan. Jenis penelitian adalah quasi eksperimental dengan rancangan Two Group Pre-test and Post-test Design. Teknik analisa data menggunakan uji pairet t test dan uji independent t test. Terdapat perbedaan nyeri persalinan kala I sebelum dan setelah diberikan kompres hangat nilai p value 0,000. Terdapat perbedaan nyeri persalinan kala I sebelum dan setelah diberikan kompres dingin nilai p value 0,001. Ada perbedaan efektifitas antara kompres hangat dan kompres dingin terhadap nyeri persalinan kala 1 di Puskesmas Muara Komam Kabupaten Paser dengan nilai p value 0,030. Kompres hangat lebih efektif dalam menurunkan nyeri dibandingkan dengan kompres dingin.
HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN DAN DUKUNGAN KELUARGA DENGAN TINGKAT KEKAMBUHAN PADA PASIEN GANGGUAN PERSEPSI SENSORI HALUSINASI Berowi, Ahmad; Rahman, Gajali; Badar, Badar
Jurnal Sains, Teknologi dan Kesehatan Vol. 2 No. 3 (2023): Jurnal Sains, Teknologi dan Kesehatan, Juli 2023
Publisher : LPPM Institut Teknologi Dan Kesehatan Aspirasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55681/saintekes.v2i3.123

Abstract

Salah satu kesehatan jiwa yang sering terjadi dan menimbulkan bahaya yang cukup seperti Halusinasi. Penderita halusinasi atau gangguan jiwa sering mendapat stigma dan diskriminasi yang lebih besar dari masyarakat disekitar. Penderita halusinasi yang mendapat dukungan keluarga mempunyai kesempatan berkembang kearah positif secara maksimal sehingga penderita akan bersikap positif. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis Hubungan Tingkat Pengetahuan dan Dukungan Keluarga dengan Tingkat Kekambuhan pada Pasien Gangguan Persepsi Sensori Halusinasi. Rancangan penelitian adalah penelitian survey analitik dimana hubungan rancangan “cross sectional study”. Jumlah populasi 18 keluarga dan 2 orang pada setiap keluarga yang akan diteliti. Teknik pengambilan sampel pada penelitian ini menggunakan total sampling yakni sebanyak 18 responden yang masing masing keluarga akan diteliti 2-3 orang sehingga total sampel yang diambil adalah 33 orang. Analisis bivariat menggunakan metode analisis uji Chi Square. Hasil analisis menggunakan uji chi square pada variabel pengetahuan diperoleh nilai p value=0,032 (p value < 0,05). Hasil analisis menggunakan uji chi square pada variabel dukungan keluarga diperoleh nilai p value=0,010 (p value < 0,05). Ada hubungan antara variabel pengetahuan dan variabel dukungan keluarga dengan tingkat kekambuhan pada Pasien Gangguan Persepsi Sensori Halusinasi.
HUBUNGAN PENGETAHUAN IBU TENTANG MP-ASI TERHADAP KEJADIAN ANEMIA PADA ANAK USIA 6-24 BULAN DI RUANG FLAMBOYAN RSD dr. H. SOEMARNO SOSROATMODJO TANJUNG SELOR Kurniati, Rina; Kalsum, Umi; Rahman, Gajali
Jurnal Sains, Teknologi dan Kesehatan Vol. 2 No. 3 (2023): Jurnal Sains, Teknologi dan Kesehatan, Juli 2023
Publisher : LPPM Institut Teknologi Dan Kesehatan Aspirasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55681/saintekes.v2i3.129

Abstract

Pemberian MP-ASI merupakan proses perubahan dari asupan susu menuju ke makanan semi padat. Anemia pada anak dapat terjadi oleh karena adanya negative imbalance, ketidakseimbangan antara input ASI dan MP-ASI serta output berupa pemenuhan energi Basal Metabolic Rate untuk melakukan berbagai aktivitas vital tubuh dan pertumbuhan anak. Ibu berperan penting dalam menjaga keseimbangan asupan gizi agar anak usia 6-24 Bulan terhindar dari anemia. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan pengetahuan Ibu Tentang MP-ASI terhadap kejadian anemia pada Anak usia 6 – 24 Bulan di Ruang Flamboyan RSD dr. H. Soemarno Sosroatmodjo Tanjung Selor. Desain penelitian kuantitatif analitik dengan rancangan survei cross sectional study. Sampel 56 ibu pasien anak usia 6 – 24 Bulan mengggunakan teknik sampling Purposive. Teknik pengumpulan data menggunakan list wawancara dengan metode kuesioner dan data HB pasien. Analisa univariat menggunakan distribusi frekuensi dan analisis bivariat dengan uji korelasi Pearson pada taraf signifikan α 0.05. Terdapat hubungan signifikan dengan kekuatan koefisien korelasi rendah antara pengetahuan ibu tentang MP-ASI dengan kejadian anemia pada anak usia 6 – 24 Bulan dengan hasil uji p-value sebesar 0.04 <0.05 dan koefisien korelasi  r=0.375. Hasil tingkat keeratan koefisien korelasi yang rendah tidak berarti pengetahuan ibu tentang MPASI tidak penting untuk ibu miliki. Banyak faktor lain yang bisa mempengaruhi kejadian anemia, salah satunya adalah penyakit penyerta yang dapat memperburuk kadar HB anak. Korelasi signifikan meskipun kekuatan korelasi rendah mengindikasi perlu untuk meningkatkan pengetahuan tentang MP-ASI untuk mencegah anemia. Kurangnya pengetahuan ibu tentang MP-ASI dapat berdampak pada terjadinya anemia yang mengganggu masa emas pertumbuhan anak.
HUBUNGAN BEBAN KERJA PERAWAT DENGAN KOMUNIKASI TERAPEUTIK PERAWAT SAAT MELAKUKAN TINDAKAN KEPERAWATAN DI RSD dr. H. SOEMARNO SOSROATMODJO TANJUNG SELOR Prihatini, Kurnia; Supriadi, Supriadi; Rahman, Gajali
Aspiration of Health Journal Vol. 1 No. 1: Aspiration of Health Journal, Maret 2023
Publisher : LPPM Institut Teknologi Dan Kesehatan Aspirasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Beban kerja adalah upaya yang harus dilakukan perawat untuk pemenuhan kebutuhan pasien dalam perawatan sehingga tercapai derajat hidup yang optimal dalam waktu yang telah ditentukan. Komunikasi terapeutik perawat adalah kemampuan dan keterampilan perawat dalam menyampaikan pesan kepada pasien dan keluarga yang bertujuan untuk kesembuhan pasien. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian deskriptif analitik dengan pendekatan cross sectional study. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh perawat pelaksana yang bertugas di ruang perawatan Bougenville, Anyelir dan Anggrek Rumah Sakit Umum Daerah dr. H. Soemarno Sosroatmodjo Tanjung Selor yang berjumlah 52 orang. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan total sampling. Jumlah sampel dalam penelitian iniadalah 52 orang. Dari Uji Fishers Exact test di dapat nilai P= 0,000. Hasil P<0.05 Maka Ha diterima,sehingga ada hubungan antara beban kerja dengan komunikasi terapeutik perawat ketika melakukan tindakan keperawatan di Rumah Sakit RSD dr.H.Soemarno Sostroadmojo Tanjung Selor. Ada hubungan beban kerja perawat dengan komunikasi terapeutik ketika melakukan tindakan keperawatan di Rumah Sakit Umum Daerah dr. H. Soemarno Sosroatmodjo Tanjung Selor.
HUBUNGAN PENGETAHUAN DENGAN TINGKAT KECEMASAN PERAWAT DALAM MEMBERIKAN IMUNISASI TAMBAHAN DI POSYANDU WILAYAH KERJA UPT. PUSKESMAS BUNYU Patimah, Patimah; Rahman, Gajali; Badar, Badar
Aspiration of Health Journal Vol. 1 No. 1: Aspiration of Health Journal, Maret 2023
Publisher : LPPM Institut Teknologi Dan Kesehatan Aspirasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perawat memiliki peran penting dalam menjalankan program imunisasi, tentunya dalam hal ini didukung dengan pengetahuan yang dimiliki tentang penatalaksanaan imunisasi di posyandu. Namun tak jarang perawat juga berisiko mengalami kecemasan terhadap tindakan pemberian imunisasi yang telah dilakukan, mengingat efek jangka panjang dari imunisasi jika tidak diberikan secara tepat dan benar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pengetahuan dan tingkat kecemasan perawat dalam memberikan imunisasi tambahan di Posyandu Wilayah Kerja UPT. Puskesmas Bunyu. Desain penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan menggunakan metode cross sectional. Sampel yang digunakan sebanyak 25 perawat dengan teknik purposive sampling. Data yang diperoleh kemudian dianalisis secara univariat dan bivariat menggunakan uji chi square. Hasil penelitian ini didapatkan p=0,032 < 0,05 yang artinya H0 ditolak sehingga Ha diterima. Secara statistik ada hubungan antara variabel pengetahuan dengan tingkat kecemasan perawat dalam memberikan imunisasi tambahan di Posyandu Wilayah Kerja UPT. Puskesmas Bunyu. Ada hubungan pengetahuan dengan tingkat kecemasan perawat dalam memberikan imunisasi tambahan di Posyandu Wilayah Kerja UPT. Puskesmas Bunyu. Sehingga pengetahuan perawat sangat penting ditingkatkan agar pemberian imunisasi dilakuan secara tepat dan benar serta diikuti dengan risiko kecemasan yang tidak terjadi.
PENGARUH EDUKASI KEJANG DEMAM DENGAN MEDIA VIDEO TERHADAP PENGETAHUAN DAN KETERAMPILAN PENANGANAN KEJANG DEMAM PADA IBU BALITA DI WILAYAH KERJA UPT PUSKESMAS BUMI RAHAYU Fitriah, Nur; Kalsum, Umi; Rahman, Gajali
Aspiration of Health Journal Vol. 1 No. 1: Aspiration of Health Journal, Maret 2023
Publisher : LPPM Institut Teknologi Dan Kesehatan Aspirasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kejang demam terjadi pada anak usia 3 bulan sampai 5 tahuan yang terjadi akibat peningkatan suhu tubuh dan rectal melebihi 38°C.akibat kejang demmam menurunkan kecerdasan dan epilepsi, sehingga pengetahuan dan keterampilan menentukan pertolongan pertama dirumah kerika anak mengalami demam. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh edukasi dengan media video terhadap pengetahuan dan keterampilan ibu. Metode penelitian ini menggunakan desain quasy experiment pre dan post without contro designl. Populasi penelitian ini berjumlah 40 anak balita dnegan pengambilan sampel menggunakan total sampling. Analisis statistik yang digunakan adalah uji Wilcoxon test. Rerata skor pengetahuan 9,25 dan setelah intervensi menjadi 13,4. Hasil analisis uji statistik p-value 0,00 (α<0,05) adanya pengaruh yang bermakna edukasi dengan media video terhadap pengetahuan ibu. Rerata skor keterampilan sebelum intervensi sebesar 8,60 dan setelah intervensi 11,28. Uji statistik diperoleh p-value 0,000 (<0,05). Adanya pengaruh edukasi dengan media video terhadap keterampilan ibu dengan (p-value < α = 0.05). Metode diskusi kelompok dalam membuat perubahan perilaku dimulai dengan responden memahami informasi yang telah diberikan melalui edukasi tersebut sehingga ibu menjadi paham dan kompeten dalam menganani kejang demam di rumah. Ada pengaruh eduksi dengan media video terhadap pengetahuan dan keterampilan penanganan kejang demam pada ibu balita.
PENGARUH RELAKSASI PERNAFASAN PADA TINGKAT NYERI IBU PRIMIGRAVIDA DENGAN INPARTU KALA I FASE AKTIF DI RS SOEMARNO SOSROATMODJO TANJUNG SELOR PROVINSI KALIMANTAN UTARA TAHUN 2023 Tempang, Sanni; Rahman, Gajali; Wahyuni, Rahmawati
Aspiration of Health Journal Vol. 1 No. 3: Aspiration of Health Journal, September 2023
Publisher : LPPM Institut Teknologi Dan Kesehatan Aspirasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Periode persalinan merupakan salah satu periode yang mengandung risiko yang dapat meningkatkan resiko pada ibu dan bayi. Nyeri adalah pengalaman sensorik dan emosional yang tidak menyenangkan yang berhubungan dengan kerusakan jaringan aktual atau potensial. Salah satu tindakan non farmakologis yang dianjurkan adalah dengan menggunakan teknik relaksasi nafas dalam. Tujuan penelitain ini untuk melihat pengaruh relaksasi pernafasan terhadap skala nyeri ibu primigravida dengan inpartu kala I di RS Soemarno Sostroatmodjo Tanjung Selor Provinsi Kalimantan Utara tahun 2023. Jenis penelitian yang digunakan adalah quasi eksperiment dengan desain studi kasus one group pretest-posttest design. Populasi penelitian adalah ibu primigravidan dengan inpartu kala I fase aktif di RS Soemarno Sosroatmodjo Tanjung Selor Provinsi Kalimantan Utara. Tehnik pengambilan sampel dengan consecutive sampling sebanyak 30 orang. Hasil penelitian ini diperoleh nilai siqnifikansi p-value 0.046<0.05, maka dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh yang siqnifikan antara skala nyeri dalam persalinan sebelum dan sesudah dilakukan intervensi relaksasi pernafasan. Analisis bivariat menggunakan uji Wilcoxon test dengan nilai p 0.000=0.05. Teknik relaksasi merupakan teknik pereda nyeri yang banyak manfaatnya terutama pada ibu bersalin karena teknik relaksasi dalam persalinan dapat mencegah terjadinya masalah yang dapat menyebabkan persalinan patologi. Relaksasi pernapasan dapat mempertahankan komponen sistem saraf simpatis, mengurangi kecemasan dan ketakutan agar ibu dapat beradapatasi dengan nyeri. Relaksasi pernafasan yang dilakukan pada ibu bersalin kala I fase aktif memberikan manfaat yang sangat besar dalam penurunan skala nyeri saat kontraksi rahim (his).
HUBUNGAN PEMBERIAN MAKANAN PENDAMPING AIR SUSU IBU (MP-ASI) DENGAN STATUS GIZI BALITA 12 - 24 BULAN DI WILAYAH PUSKESMAS SALIMBATU Deshinta, Ristantya Eka; Rahman, Gajali; Wahyuni, Rahmawati
Aspiration of Health Journal Vol. 1 No. 3: Aspiration of Health Journal, September 2023
Publisher : LPPM Institut Teknologi Dan Kesehatan Aspirasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Periode masa janin sampai anak usia dua tahun terjadi proses tumbuh kembang yang sangat cepat dan tidak terjadi pada kelompok usia lain. Pemenuhan asupan gizi pada periode ini sangat penting untuk anak agar penurunan status gizi anak bisa dicegah sejak awal. Faktor langsung yang mempengaruhi status gizi pada seorang anak adalah jenis pangan yang dikonsumsi baik secara kualitas maupun kuantitas. Mulai anak usia 6 bulan kualitas ASI mulai menurun sehingga dibutuhkan MP-ASI untuk memenuhi kebutuhan gizi masa pertumbuhan anak. Pemberian MP-ASI yang tidak sesuai akan berpengaruh pada status gizi anak (BB/U, TB/U, BB/TB). MP-ASI yang baik harus sesuai dari usia pemberian, frekuensi, porsi, jenis dan variasi nya sesuai dengan usia anak. Penelitian ini merupakan penelitian analitik korelasi dengan rancangan cross sectional. Populasinya adalah seluruh balita usia 24 - 36 bulan di Wilayah Puskesmas Salimbatu sejumlah 40 orang. Tehnik pengambilan sampel adalah total sampling, sehingga sampel yang diambil sebanyak 40 orang. Penelitian menunjukkan pemberian MP-ASI sebagian besar sesuai 67,5%, status gizi berdasarkan BB/U hampir seluruhnya gizi baik 85%, berdasarkan TB/U sebagian besar gizi normal 70%, berdasarkan BB/TT hampir seluruhnya gizi normal 90%. Ada hubungan pemberian MP-ASI dengan Status Gizi balita berdasarkan BB/U p-value = 0,004, ada hubungan pemberian MP-ASI dengan Status Gizi balita berdasarkan TB/U p-value = 0,003, ada hubungan pemberian MP-ASI dengan Status Gizi balita berdasarkan TB/U p-value = 0,002. Ada hubungan pemberian MP-ASI dengan Status Gizi balita. Diharapkan Puskesmas dan Dinas Kesehatan sebaiknya ditindaklanjuti informasi dari penelitian ini dengan membuat program-program kesehatan balita dengan memberikan makanan tambahan di Posyandu dan Puskesmas, meningkatkan peran kader posyandu untuk memantau status gizi bayi balita.