Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Penerapan Inovasi Pemberdayaan Orangtua Pengguna Narkoba Melalui Metode Pendekatan Peer Group Dalam Meningkatkan Kualitas Hidup dan Peran Ayah Dalam Tumbuh kembang Anak di IPWL Rehabilitasi LRPPN Bhayangkara Indonesia Tahun 2023 Pangaribuan, Ingka Kristina; Ratna Dewi, Eva; Hutabarat, Dewi Sartika; Agussamad, Indra; Sibarani, Lisa; Munthe, Febrika; Rahcmat, Ade; Pasaribu, Riska Susanti
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara Vol. 4 No. 4 (2023): Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara (JPkMN)
Publisher : Lembaga Dongan Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam proses tumbuh kembang anak tidak terlepas dari seorang ayah. Keterlibatan ayah bukan hanya interaksi positif tetapi memperhatikan perkembangan anak. Mitra pengabdian yaitu IPWL Rehabilitasi didapatkan sebanyak 80 ayah pengguna narkoba dan hasil wawancara responden memiliki 2 anak dan merasa menyesal, malu untuk kembali kepada keluarga terkhusus anaknya sendiri. Urgensi Pengabdian untuk menerapkan inovasi pemberdayaan orangtua pengguna narkoba melalui metode pendekatan peer group dalam meningkatkan kualitas hidup dan peran ayah dalam tumbuh kembang anak di IPWL Rehabilitasi Bhayangkara Indonesia. Kegiatan PKM ini bertujuan Meningkatkan Kualitas Hidup dan Peran Ayah Dalam Tumbuh Kembang Melalui Metode Pendekatan Peer Group bagi orangtua pengguna narkoba. Hasil yang diperoleh dalam pelaksanaan peer group untuk meningkatkan kualitas hidup yaitu dari 80 responden setelah dilaksanakan peer group kualitas hidup dari aspek fisik meningkat sebanyak 65 (81,25), Aspek psikologis dan keuasan hidup sebanyak 75 (93,75%) dan aspek lingkungan 53 (66,25%), pengetahuan ayah sebelum peer group baik sebanyak 10 (12,5%) menjadi 45 (56,25%) dan cukup 25 (31,25%) yang mengetahui pentingnya peran ayah dalam tumbuh kembang anak. Kesimpulan dari PKM ini yaitu pentingnya pemberian edukasi kepada orangtua pengguna narkoba tentang tumbuh kembang anak, dampak apabila mengetahui orangtua sebagai pengguna, serta motivasi untuk sehat kembali dengan memberikan hal-hal positif selama rehabilitasi.
EFEKTIFITAS TERAPI KOMPRES HANGAT DAN MASSAGE EFFLEURAGE TERHADAP PENGURANGAN RASA NYERI PERSALINAN KALA I FASE AKTIF Pasaribu, Riska Susanti; Ridesman; Tarigan, Citra Kartika; Sinaga, Asnita; Mediyana
Midwifery And Complementary Care Vol 1 No 1 (2022): Midwifery And Complementary Care
Publisher : LPPM Universitas Sari Mulia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33859/mcc.v1i1.52

Abstract

Background: Labor is the process of delivering the fetus that occurs during a full-term pregnancy (37–42 weeks), with spontaneous birth in a cephalic (head-first) presentation, typically lasting within 18 hours and without complications for either the mother or baby. Labor can cause trauma for the mother due to the pain experienced. Some mothers may even develop psychological trauma, making them afraid to become pregnant and give birth again due to fear of experiencing the same pain. Therefore, reducing labor pain can help mothers go through the delivery process more comfortably. Objective: The purpose of this study is to gain deeper understanding and knowledge about the effectiveness of warm compress therapy and effleurage massage in reducing labor pain during the active phase of the first stage of labor. Method:This research is a quasi-experimental study using a design in which subjects in the experimental and control groups are not randomly selected. The approach used is a one-group post-test-only design. Results: The Wilcoxon test results showed a Z count of -5.069 and a Z table value of 1.69 at a 5% significance level. Since Z count > Z table and the p-value was 0.000 (p < 0.05), it can be concluded that the null hypothesis (Ho) is rejected and the alternative hypothesis (Ha) is accepted. This indicates that there is a significant effect of warm compress and effleurage massage on reducing labor pain during the active phase of the first stage of labor. Conclusion: The application of warm compress therapy and effleurage massage can reduce labor pain during the active phase of the first stage of labor.
Penguatan Peran Keluarga Melalui Edukasi dan Inovasi Pemanfaatan Moringa Oleifera sebagai Laktagogum Alami bagi Ibu Nifas dalam Mendukung Keberhasilan ASI Eksklusif di Desa Bangun Rejo, Sumatera Utara Simamora, Lasria; Purnamasari, Eka; Pinem, Srilina Br; Dewi, Eva Ratna; Sembiring, Mediana Beru; Pasaribu, Riska Susanti; Luwiana, Thessa Sri; Pasaribu, Juliyanti
Jurnal Pendidikan dan Pengabdian Masyarakat Vol. 8 No. 4 (2025): November
Publisher : FKIP Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jppm.v8i4.10252

Abstract

Air Susu Ibu (ASI) merupakan nutrisi utama bagi bayi pada enam bulan pertama kehidupan. Namun, banyak ibu nifas mengalami kendala produksi ASI yang menghambat keberhasilan ASI eksklusif. Daun kelor (Moringa oleifera) mengandung zat gizi dan fitonutrien yang berfungsi sebagai laktagogum alami. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan produksi ASI melalui penguatan peran keluarga dengan inovasi jus daun kelor di Desa Bangun Rejo. Metode pelaksanaan program dilaksanakan melalui analisis situasi, edukasi mengenai ASI eksklusif dan manfaat kelor, pelatihan pembuatan jus kelor, serta pendampingan konsumsi pada ibu nifas. Evaluasi dilakukan dengan kuesioner pengetahuan, observasi kepatuhan konsumsi, dan wawancara mengenai produksi ASI serta dukungan keluarga. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pengetahuan ibu dan keluarga mengenai ASI eksklusif. Sebanyak 68% ibu nifas mengonsumsi jus kelor secara rutin, dan 55% melaporkan peningkatan produksi ASI. Keluarga, khususnya suami, mulai terlibat membantu pekerjaan rumah tangga sehingga ibu lebih fokus menyusui. Hal ini membuktikan bahwa edukasi dan inovasi pemanfaatan kelor mampu meningkatkan partisipasi keluarga serta mendukung optimalisasi pemberian ASI. Pemanfaatan jus daun kelor dengan dukungan keluarga terbukti efektif meningkatkan produksi ASI dan memperkuat peran keluarga dalam keberhasilan ASI eksklusif. Program ini berpotensi dikembangkan lebih luas sebagai strategi peningkatan kesehatan ibu dan bayi.