Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

Analisis Pengaruh Budaya Kerja, Kepemimpinan, serta Komunikasi Terhadap Kinerja Perawat Kontrak di Rumah Sakit Bhayangkara Tk. III Manado Wangko, William S.; Jak, Yanuar; Rumengan, Grace
e-CliniC Vol. 14 No. 2 (2026): e-CliniC
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/ecl.v14i2.64242

Abstract

Abstract: Nursing is a very vital part of the healthcare service system in hospitals and directly affects the quality of the service itself. This study aimed to analyze the influence of work culture, leadership, and communication on the performance of contract nurses in the Inpatient Installation of Rumah Sakit Bhayangkara Tk. III Manado. This was an explanatory study using a quantitative approach. The research population includes 110 contract nurses, and samples were randomly selected with a total of 86 respondents. Data were collected through structured questionnaires. Data analysis was conducted using multiple linear regression to test the influence of independent variables on the dependent variable. The results showed that work culture, leadership, and communication had significant influence on the performance of contract nurses, both individually and collectively. A strong work culture enhances work efficiency, effective leadership motivates nurses to achieve higher standards, and good communication improves team coordination. In conclusion, improving the performance of contract nurses can be achieved through strengthening a positive work culture, implementing supportive leadership styles, and fostering effective communication. This study recommends that hospital management strengthen leadership training programs, build a work culture that supports innovation, and improve communication channels to support nurse performance. Keywords: work culture; leadership; communication; nurse performance    Abstrak: Keperawatan merupakan bagian yang sangat vital dalam sistem pelayanan kesehatan di rumah sakit serta secara langsung berdampak pada kualitas layanan itu sendiri. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh budaya kerja, kepemimpinan, serta komunikasi terhadap kinerja perawat kontrak di Instalasi Rawat Inap Rumah Sakit Bhayangkara Tk. III Manado. Metode penelitian ialah eksplanatori melalui pendekatan kuantitatif. Populasi penelitian mencakup 110 perawat kontrak, serta sampel diambil secara acak dengan jumlah 86 responden. Data dikumpulkan melalui kuesioner terstruktur. Analisis data dilakukan dengan regresi linier berganda sebagai penguji pengaruh variabel independen terhadap variabel dependen. Hasil penelitian mendapatkan bahwa budaya kerja, kepemimpinan, serta komunikasi memberikan pengaruh bermakna terhadap kinerja perawat kontrak, baik secara terpisah ataupun bersama-sama. Budaya kerja yang kuat meningkatkan efisiensi kerja, kepemimpinan yang efektif mendorong perawat untuk mencapai standar yang lebih tinggi, serta komunikasi yang baik memperbaiki koordinasi tim. Simpulan penelitian ini ialah peningkatan kinerja perawat kontrak dapat dicapai melalui penguatan budaya kerja positif, penerapan gaya kepemimpinan yang mendukung, serta komunikasi yang efektif. Penelitian ini merekomendasikan agar manajemen rumah sakit memperkuat program pelatihan kepemimpinan, membangun budaya kerja yang mendukung inovasi, serta meningkatkan alur komunikasi untuk mendukung kinerja perawat. Kata kunci: budaya kerja; kepemimpinan; komunikasi; kinerja perawat
Analisis Pengaruh Pemasaran Digital Terhadap Minat Kunjungan Ulang Pada Pasien Rawat Jalan Di Rumah Sakit Karunia Indah Medika Muara Enim Tahun 2025 Andriyani, Emi; Rumengan, Grace; Nurminingsih, Nurminingsih
Jurnal Manajemen dan Administrasi Rumah Sakit Indonesia (MARSI) Vol 10, No 2 (2026): Jurnal Manajemen dan Administrasi Rumah Sakit Indonesia (MARSI)
Publisher : LPPM Universitas Respati Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52643/marsi.v10i2.8500

Abstract

AbstrakPerkembangan teknologi informasi telah menggeser strategi pemasaran rumah sakit dari metode tradisional ke platform digital guna meningkatkan loyalitas pasien. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh pemasaran digital (indikator: perceived relevance, informativeness, usefulness, authenticity, entertainment, aesthetics, dan variety) terhadap minat kunjungan ulang pasien rawat jalan di RS Karunia Indah Medika Muara Enim tahun 2025.Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif cross-sectional. Data dikumpulkan melalui kuesioner terhadap 90 responden yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling pada Desember 2025. Analisis data dilakukan melalui uji bivariat dan multivariat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh indikator pemasaran digital berpengaruh signifikan terhadap minat kunjungan ulang, dengan usefulness (kebermanfaatan) sebagai faktor paling dominan. Data internal menunjukkan konten terkait Poli Obgyn, Anak, dan Penyakit Dalam memiliki keterlibatan tertinggi. Berdasarkan temuan tersebut, strategi direkomendasikan berfokus pada content marketing berbasis data dengan frekuensi unggahan 3–4 kali per minggu. Komposisi konten ideal terdiri dari 60–70% edukasi (tips kesehatan, FAQ, video singkat), 20% informasi layanan, dan 10–20% testimoni, dilengkapi call-to-action yang jelas. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pemasaran digital merupakan instrumen strategis dalam membangun nilai dan kepercayaan pasien. Manajemen rumah sakit perlu mengoptimalkan konten digital yang edukatif dan aplikatif untuk meningkatkan persepsi manfaat pasien, yang secara langsung berdampak pada peningkatan frekuensi kunjungan ulang dan daya saing rumah sakit di era digital.Kata Kunci: Pemasaran Digital, Minat Pasien, Layanan Rawat Jalan, Rumah Sakit.
Determinan Yang Berhubungan Dengan Etos Kerja Perawat Di RS Advent Bandar Lampung Tahun 2024 Josephin, Nova; Suratmi, Tri; Rumengan, Grace
Jurnal Manajemen dan Administrasi Rumah Sakit Indonesia (MARSI) Vol 10, No 2 (2026): Jurnal Manajemen dan Administrasi Rumah Sakit Indonesia (MARSI)
Publisher : LPPM Universitas Respati Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52643/marsi.v10i2.8501

Abstract

Keberhasilan pelayanan kesehatan bergantung pada partisipasi perawat dalam memberikan jasa yang berkualitas bagi pasien. Perawat yang memiliki etos kerja yang baik akan berusaha menunjukkan suatu sikap, watak, serta keyakinan dalam melaksanakan suatu pekerjaan, bertindak dan bekerja dengan kemampuan yang terbaik, sehingga menghasilkan kinerja perawat yang lebih tinggi dan akan mendorong rumah sakit untuk mencapai keberhasilan dalam rentang waktu yang lebih singkat. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendiskripsikan etos kerja perawat di RS Advent Bandar Lampung. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif analitik, populasi dari penelitian ini adalah seluruh tenaga perawat di RS Advent Bandar Lampung. Jumlah sampel sebanyak 74 responden. Waktu penelitian dilakukan pada bulan April – Juni 2024. Metode pemilihan sampel dengan tehnik probability sampling. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa mayoritas responden memiliki etos kerja tinggi, yaitu 60,8%. Hasil analisis bivariat menunjukan bahwa faktor yang berhubungan signifikan dengan etos kerja perawat adalah kecerdasan emosional (p value=0,009 < alpha 5%), sikap (p value=0,01) dan motivasi (0,005). Dan faktor yang tidak berhubungan signifikan dengan etos kerja perawat adalah: umur (p value=1,0 > alpha 5%), jenis kelamin (p value=1,0), pendidikan (p value=0,324), masa kerja (p value=0,597), lingkungan (p value=0,477), supervisi (p value=1,0). Hasil uji regresi logistik menunjukan bahwa faktor yang paling dominan berhubungan dengan etos kerja perawat adalah motivasi (p value = 0,009) setelah dikontrol oleh variabel sikap dan kecerdasan emosional. Untuk meningkatkan etos kerja perawat maka perlu dilakukan perbaikan melalui: pemberian penghargaan bagi perawat berprestasi, peluang pengembangan karir, pencipataan lingkungan kerja yang positif, dukungan manajerial, pelatihan tentang kecerdasan emosional bagi perawat. Kata Kunci: Etos Kerja, Kecerdasan Emosional, Perawat, Motivasi, Sikap
Evaluasi Implementasi Sistem Informasi Manajemen Gizi (Sim Gizi) Di Rumah Sakit Restu Kasih: Tantangan Dan Strategi Optimalisasi Chandra, Chandra; Kridawati, Atik; Rumengan, Grace
Jurnal Manajemen dan Administrasi Rumah Sakit Indonesia (MARSI) Vol 10, No 2 (2026): Jurnal Manajemen dan Administrasi Rumah Sakit Indonesia (MARSI)
Publisher : LPPM Universitas Respati Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52643/marsi.v10i2.8474

Abstract

AbstrakPelayanan gizi merupakan bagian integral dari mutu pelayanan rumah sakit karena berperan langsung dalam proses penyembuhan dan keselamatan pasien. Penerapan Sistem Informasi Manajemen Gizi (SIM Gizi) sebagai bagian dari SIMRS diharapkan mampu meningkatkan efisiensi, akurasi, dan koordinasi layanan gizi. Namun, pemanfaatan SIM Gizi tidak selalu berjalan optimal, terutama pada rumah sakit swasta dengan keterbatasan sumber daya. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi implementasi SIM Gizi di Rumah Sakit Restu Kasih menggunakan model Human–Organization–Technology Fit (HOT-Fit) serta mengidentifikasi tantangan dan strategi optimalisasi pemanfaatannya. Penelitian ini menggunakan desain evaluatif–eksplanatif dengan pendekatan mixed-methods tipe sequential explanatory. Data kuantitatif dikumpulkan melalui kuesioner kepada pengguna SIM Gizi dan dianalisis menggunakan kerangka HOT-Fit, sedangkan data kualitatif diperoleh melalui wawancara mendalam dan FGD untuk memperdalam pemahaman terhadap temuan kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas sistem, kualitas informasi, dan kualitas layanan SIM Gizi berada pada kategori “cukup”. Sistem dinilai stabil dan terintegrasi dengan rekam medis elektronik, namun masih menghadapi kendala pada responsivitas dan pemanfaatan fitur. Faktor organisasi muncul sebagai determinan kunci keberhasilan implementasi. Keselarasan antara dimensi manusia, organisasi, dan teknologi berada pada tingkat moderat dan menghasilkan manfaat bersih yang nyata, tetapi belum optimal. Penelitian ini menyimpulkan bahwa implementasi SIM Gizi di RS Restu Kasih telah berjalan secara fungsional, namun memerlukan penguatan terpadu pada aspek teknologi, sumber daya manusia, dan tata kelola organisasi. Disarankan agar rumah sakit meningkatkan tata kelola SIMRS, pengembangan kompetensi pengguna, serta optimalisasi sistem secara berkelanjutan untuk meningkatkan mutu pelayanan gizi dan efisiensi kerja. Kata kunci: Evaluasi implementasi, Sistem Informasi Manajemen Gizi (SIM Gizi), Rumah sakit, HOT-FitAbstractNutrition services are an integral component of hospital service quality, as they directly contribute to patient recovery, safety, and clinical outcomes. The implementation of a Nutrition Management Information System (SIM Gizi) as part of the Hospital Management Information System (HMIS) is expected to improve efficiency, accuracy, and coordination of nutrition services. However, the utilization of SIM Gizi has not always been optimal, particularly in private hospitals with limited resources. This study aims to evaluate the implementation of SIM Gizi at Restu Kasih Hospital using the Human–Organization–Technology Fit (HOT-Fit) model and to identify the challenges and optimization strategies for its utilization.This study employed an evaluative–explanatory design with a mixed-methods approach using a sequential explanatory strategy. Quantitative data were collected through questionnaires administered to SIM Gizi users and analyzed based on the HOT-Fit framework, while qualitative data were obtained through in-depth interviews and focus group discussions to further explain the quantitative findings.The results indicate that system quality, information quality, and service quality of SIM Gizi are at a “moderate” level. The system is perceived as stable and integrated with electronic medical records; however, challenges remain in system responsiveness and feature utilization. Organizational factors emerged as a key determinant of implementation success. The alignment among human, organizational, and technological dimensions was found to be moderate, resulting in tangible net benefits that have not yet been fully optimized.This study concludes that the implementation of SIM Gizi at Restu Kasih Hospital is functionally adequate but requires integrated improvements in technology, human resources, and organizational governance. It is recommended that hospitals strengthen HMIS governance, enhance user competencies, and continuously optimize the system to improve nutrition service quality and work efficiency. Keywords: Implementation evaluation, Nutrition Management Information System (SIM Gizi), Hospital, HOT-Fit
Analisis Pengaruh Motivasi Keluarga dan Kepatuhan Rehabilitasi Terhadap Kemandirian Pasien Pasca Stroke di Rumah Sakit Bhayangkara Tk. III Manado Tanoeisan, Chandra; Jak, Yanuar; Rumengan, Grace
e-CliniC Vol. 14 No. 2 (2026): e-CliniC
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/ecl.v14i2.67067

Abstract

Abstract: This study aimed to evaluate whether patients' levels of family motivation and rehabilitation compliance affect their ability to live independently after stroke at Rumah Sakit Bhayangkara Tingkat III Manado. This was a quantitative study using a cross-sectional and an analytical survey design. By using quota sampling, 63 hospitalised stroke patients receiving rehabilitation were chosen as the respondents. For this study, we relied on validated and reliable questionnaires to gather data. A multiple linear regression analysis was run on the data in order to determine the impact of each independent variable on the dependent variable. The results showed that patients' levels of independence after stroke were significantly impacted by both family motivation and rehabilitation compliance. The combined effect of family motivation and rehabilitation also significantly contributed to improvement of patient independence. In conclusion, optimal family support and strong rehabilitation adherence are crucial factors in enhancing post-stroke patient independence. Recommendations for the hospital include enhancing family education programs and support to encourage rehabilitation adherence and integrating family-centered approaches in rehabilitation services. Future research is encouraged to explore other variables that may influence post-stroke patient independence. Keywords: family motivation; rehabilitation adherence; patient independence   Abstrak: Studi ini bertujuan untuk mengetahui tingkat motivasi keluarga dan kepatuhan rehabilitasi pasien terhadap kemampuan hidup mandiri pasca stroke di Rumah Sakit Bhayangkara Tingkat III Manado. Penelitian ini menggunakan metodologi kuantitatif dengan desain potong lintang dan survei analitik. Dengan menggunakan quota sampling, dipilih 63 pasien stroke rawat inap yang menerima rehabilitasi sebagai responden penelitian ini. Pada penelitian ini, digunakan kuesioner yang telah divalidasi dan dapat diandalkan untuk mengumpulkan data. Analisis regresi linier berganda digunakan pada data untuk menentukan dampak setiap variabel independen terhadap variabel dependen. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa tingkat kemandirian pasien pasca stroke secara bermakna dipengaruhi oleh motivasi keluarga dan kepatuhan rehabilitasi. Kombinasi antara motivasi keluarga dan kepatuhan rehabilitasi juga berkontribusi bermakna terhadap peningkatan kemandirian pasien. Simpulan penelitian ini ialah pasien pasca stroke dapat memperoleh kembali kemandiriannya dengan bantuan motivasi keluarga yang kuat dan kepatuhan yang tinggi terhadap rehabilitasi. Saran bagi pihak rumah sakit ialah meningkatkan program edukasi dan dukungan keluarga untuk mendorong kepatuhan rehabilitasi, serta mengintegrasikan pendekatan berbasis keluarga dalam layanan rehabilitasi. Penelitian lanjutan diharapkan dapat mengkaji variabel lain yang berpotensi mempengaruhi kemandirian pasien pasca stroke. Kata kunci: motivasi keluarga; kepatuhan rehabilitasi; kemandirian pasien