Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

Survey Dampak Perilaku Bulying Terhadap Perkembangan Psikologi Sosial Anak di SMA Negeri 2 Kabupaten Bireuen Agustina, Agustina; Fitria, Irma
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 9, No 2 (2023): Oktober 2023
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v9i2.3465

Abstract

Salah satu fenomena yang menjadi perhatian di dunia pendidikan sekarang ini adalah kasus kekerasan dan bullying di sekolah. Perilaku bullying mungkin terjadi pada setiap sekolah. Perilaku Bullying adalah sebuah harsat untuk menyakiti, hal ini diperlihatkan ke dalam aksi yang menyebabkan seseorang menderita aksi ini di lakukan secara langsung oleh seseorang atau kelompok yang lebih kuat,tidak bertanggung jawab, biasanya berulang dan di lakukan dengan perasaaan senang. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran Dampak perilaku bullying terhadap Psikologi Sosial pada siswa-siswi Kelas 3A SMA Negeri 2 Kabupaten Bireuen. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif fenomenologis dengan mendapatkan lima partisipan. populasi dari penelitian ini ialah siswa kelas 3A SMA Negeri 2 Kabupaten Bireuen yang pernah menjadi korban bullying disekolahnya. Berdasarkan hasil penelitian, peneliti mendapatkan tema yang dialami partisipan berdasarkan hasil wawancara yaitu Intimidasi, diskriminasi, sabar, marah, tidak percaya diri, menarik diri, harga diri rendah, merasa diasingkan dan menurut partisipan pelaku harus mengintrofeksi diri. Guru bimbingan konseling (BK), hendaknya memberikan pengawasan kepada para siswanya sehingga tidak terjadi tindakan bullying kepada anak didiknya. Diharapkan kepada orang tua agar lebih memperhatikan anak-anaknya, memantau apa saja kegiatan anaknya disekolah ataupun diluar rumah serta senantiasa mengontrol prilaku siswa dan selalu menanamkan kasih sayang dan rasa empati kepada anak-anaknya.Kata Kunci : Bullying, Psikologi Sosial, AnakOne phenomenon that is of concern in the world of education today is cases of violence and bullying in schools. Bullying behavior may occur in every school. Bullying behavior is a desire to hurt, this is shown in actions that cause someone to suffer, this action is carried out directly by a person or group that is stronger, irresponsible, usually repeated and done with pleasure. The purpose of this study was to describe the impact of bullying behavior on social psychology in Class 3A students at SMA Negeri 2 Bireuen Regency. This study uses a type of phenomenological qualitative research by getting five participants. The population of this study were class 3A students of SMA Negeri 2 Bireuen Regency who had been victims of bullying at their school. Based on the results of the study, the researcher obtained the themes experienced by the participants based on the results of the interviews namely intimidation, discrimination, patience, anger, lack of confidence, withdrawal, low self-esteem, feeling alienated and according to the participants the perpetrators had to self-reflect. Counseling guidance (BK) teachers should provide supervision to their students so that bullying does not occur to their students. It is expected that parents will pay more attention to their children, monitor what their children's activities are at school or outside the home and always control student behavior and always instill love and empathy for their children.Keywords: Bullying, Social Psychology, Children
Sosialisasi dan Edukasi Pengelolaan Nutrisi dan Gizi Untuk Meningkatkan Kesehatan Lansia Fitria, Irma; Maritalia, Dewi; Tambunan, Herrywati; Rahmadani, Nurfadhilah; Turrahmi, Alvia; Herdianti, Putri; Fuada, Syifa
LOSARI: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 5 No. 2 (2023): Desember 2023
Publisher : LOSARI DIGITAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53860/losari.v5i2.175

Abstract

Penuaan adalah suatu proses alami yang tidak dapat dihindari, berjalan secara terus menerus, dan berkesinambungan. Selanjutnya akan mengakibatkan perubahan anatomis, fisiologis, dan biokimia pada tubuh, sehingga akan mempengaruhi fungsi dan kemampuan tubuh secara keseluruhan. Penuaan seringkali diiringi dengan munculnya berbagai gangguan kesehatan, mulai dari gangguan metabolisme hingga penurunan daya tahan tubuh. Penurunan kondisi fisik pada lansia seperti kehilangan gigi, indera pengecap dan penciuman menurun, tidak mudah merasa lapar, mudah diare , sembelit dan kembung sangat mempengaruhi asupan makan atau daya terima terhadap makanan. Kegiatan pengabdian kepada Masyarakat ini dilakukan di Desa Puuk wilayah kerja Puskesmas Plimbang Kabupaten Bireuen Aceh, yang diikuti oleh seluruh lansia yang ada di desa setempat. Dari hasil sosialisasi dan edukasi terlihat bahwa masyarakat terutama para lansia sangat antusias dalam mengikuti materi edukasi yang disampaikan dengan banyaknya pertanyaan untuk didiskusikan. Sebelum mendapatkan materi edukasi dari tim pengabdian, para lansia hanya memenuhi kecukupan gizi dengan mendengar dari issue yang beredar di masyarakat tentang makanan-makanan tertentu yang harus dikonsumsi dan harus dikurangi oleh lansia. Dengan adanya kegiatan ini, masyarakat khususnya para lansia mendapatkan informasi yang benar berkaitan dengan nutrisi yang tepat untuk pemenuhan gizi para lansia untuk meningkatkan kesehatan lansia.
SOSIALISASI CUCI TANGAN YANG BENAR SEBAGAI UPAYA PREVENTIF PENULARAN COVID-19 DI SD NEGERI 27 PEUSANGAN KABUPATEN BIREUEN PROVINSI ACEH Fitria, Irma; Muamar, M. Rezeki; Raudhati, Sri; Zulfahmi, Ferri
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 5, No 4 (2022): Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v5i4.1492-1499

Abstract

The pandemic due to the prolonged Corona Virus Disease (COVID-19) is engulfing various countries around the world. The epidemiology of COVID-19 has been declared a global pandemic on March 11, 2020 by WHO. The World Health Organization (WHO) issued an appeal regarding the transmission of this virus, one of which is washing hands with soap or what we often hear with the term CTPS (Washing Hands with Soap). Socialization of the correct way of washing hands will be one of the good habits that they will apply and do in their daily lives with the aim of avoiding disease, especially the transmission of the COVID-19 disease which is currently a pandemic. This community service activity was carried out at SD Negeri 27 Peusangan, Bireuen Regency, Aceh Province, totaling 31 students with demonstration methods and audio-visual media. After this service activity, the students were very enthusiastic and became aware of the importance of proper hand washing. It is hoped that this activity will continue to be intensified as one of the efforts to prevent the transmission of COVID-19, especially in Indonesia.
IDENTIFICATION OF EFFECTIVENESS OF CENTELLA ASIATICA LEAVES AS AN ALTERNATIVE APPROACH TO MANAGING PHYSIOLOGICAL AND PSYCHOLOGICAL CHANGES IN MENOPAUSE : DESCRIPTIVE INITIAL STUDY Fitria, Irma; Agustina, Agustina; Hanum, Zulfa
Indonesian Midwifery and Health Sciences Journal Vol. 9 No. 4 (2025): Indonesian Midwifery and Health Sciences Journal, October 2025
Publisher : UNIVERSITAS AIRLANGGA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/imhsj.v9i4.2025.472-479

Abstract

Background: Menopause represents a significant health issue affecting millions of women globally, with 75-85% experiencing disruptive symptoms such as hot flashes, sleep disturbances, mood changes, and increased risks of osteoporosis and cardiovascular disease. Centella asiatica contains phytoestrogens and antioxidants that may substitute for estrogen function in the body and help reduce physiological and psychological symptoms during menopause. This study aims to evaluate the effectiveness of Centella asiatica in reducing physiological and psychological symptoms during menopause. Method: This study employed a descriptive design. Data were collected cross-sectionally from 85 respondents experiencing physiological and psychological changes associated with menopause, residing in Bireuen District and distributed across 18 community health center service areas. Data collection was conducted from July to September 2025, through random sampling. Data were collected by distributing questionnaires to determine menopausal women understanding of centella asiatica and its effectiveness in reducing menopausal symptoms. Results: Centella asiatica was found to be effective in alleviating both physiological and psychological changes in menopause. Centella asiatica was found to be effective in alleviating various physiological changes associated with menopause. Specifically, it improved skin health and reduced aging-related problems (64.7%), enhanced blood circulation (62.3%), supported cognitive function (51.7%), alleviated bone-related problems (88.2%), and reduced sleep disturbances or insomnia (73.0%). In addition to alleviating physiological changes during menopause, Centella asiatica was also effective in reducing psychological symptoms, particularly by decreasing anxiety and stress (68.2%) commonly experienced by women during this transitional period. Conclusion: Centella asiatica demonstrates effectiveness in mitigating physiological and psychological changes during menopause, and thus may serve as an alternative solution to reduce menopausal symptoms.